Life After Married

Life After Married
Season 2 Pertemuan Jo dan Angel


__ADS_3

Joshua dan Angel sama-sama bengong menatap langit kamarnya. Perkataan Reyhan masih terbayang-bayang. 


"Baiklah Jo, semangatlah untuk mengejar cintamu," ucap Joshua bangun dari ranjangnya. 


Joshua masih ingat saat pertama kali bertemu dengan Angel lima tahun lalu. 


Dibawah rintik yang semakin deras, Joshua menjalankan mobilnya dengan hati-hati. Namun, entah dari mana asalnya seorang wanita datang, yang tiba-tiba berada dihadapannya hingga Joshua langsung menginjak remnya. 


Joshua segera turun melihat wanita yang baru saja dia tabrak. 


"Nona, Nona." 


Berulang kali Joshua menggoyangkan tubuhnya, tetapi tidak ada respon dari wanita itu, pada akhirnya Joshua membawa masuk wanita itu ke dalam mobil, membawanya ke rumah sakit. 


Joshua merasa lega, karena wanita itu bukan pingsan karena dirinya melainkan karena kelelahan. Dan sungguh mengejutkan, ternyata wanita yang dia temukan dalam keadaan hamil. 


Seorang Dokter mengatakan, menganggap Joshua adalah suaminya.


"Bagaimana Dok? Apa dia baik-baik saja?" tanya Joshua panik. 


"Tidak perlu khawatir istri anda baik-baik saja," ucap Dokter membuat Joshua heran.


"I-Istri?" tanya Joshua. Dokter itu hanya tersenyum.


"Selamat istri anda sedang hamil," ucap Dokter. 


"Maaf Dokter saya bukan suaminya saya hanya …," ucap Joshua terhenti ketika melihat wajah cantik Angel. 


Awalnya akan membantah tuduhan itu, tiba-tiba hatinya terenyuh, Joshua terpesona melihat Angel. Dan Joshua berpikir, tidak mungkin seorang lelaki membiarkan istrinya yang sedang hamil berjalan sendirian di tengah malam. 


Muncullah rasa ingin tahu, apa yang sedang terjadi pada wanita itu. Dari mana asalnya wanita itu.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Joshua mendekati Angel. 


"Tadi kamu melintas di depan mobilku, lalu aku membawamu ke sini," jelas Joshua menghilangkan rasa takut Angel. 


"Siapa namamu?" Angel hanya diam ketika di tanya nama. "Jangan takut, aku bukan orang jahat," ujar Joshua, barulah Angel menjawab. 


"Angel," ucap Angel mengenalkan dirinya.


"Dari mana asalmu? Sedang apa malam-malam di jalanan? Apalagi kamu sedang hamil." 


"Hamil?" 


Angel terbelalak seketika, ketika tahu dirinya sedang mengandung anak Rey, ada rasa menyesal karena sudah menggugat cerai, mungkin jika Angel tahu dalam perutnya ada janin, Angel akan memikirkan keputusannya itu.


"Di mana suamimu?" tanya Joshua lagi, tetapi Angel tidak menjawab. 


Angel tidak tahu harus ke mana, dia tidak punya tempat tujuan. Melihat kebaikan Joshua akhirnya Angel, berani cerita kepada orang asing yang baru dia kenal. 


Joshua merasa kasihan, mendengar kisah Angel yang berkorban demi istri sah, dia rela meninggalkan suami yang dia cintai.


"Jadi suamimu juga tidak tahu?" tanya Joshua, Angel hanya menggeleng.


"Apa kamu punya tempat yang dituju? Biar aku antarkan." Lagi-lagi Angel menggeleng. 


Pada akhirnya Joshua membawa Angel ke apartemennya. Tidak mungkin juga Joshua membiarkan Angel di luaran sana.


"Kamu bisa tinggal di sini," ujar Joshua membawakan koper Angel ke dalam kamar.


"Apa kamu juga tinggal di sini?" tanya Angel.

__ADS_1


"Kamu tenang saja, aku masih punya rumah. Apartemen ini jarang ku tinggali, untuk sementara kamu bisa tinggal di sini." 


"Terima kasih. Setelah aku bekerja aku akan mencari rumah." 


"Bekerja? Bukankah kamu sedang hamil?" 


"Aku, masih bisa walau sedang hamil." 


Karena Angel juga harus memikirkan biaya hidupnya juga untuk bayi yang dikandungnya. 


Joshua berpikir sejenak, "Tinggallah di sini selama yang kamu inginkan. Jangan memikirkan pekerjaan atau apa pun, yang kamu harus lakukan hanyalah menjaga kandunganmu." 


"Tapi …," ucap Angel terhenti. 


"Aku yang akan menanggung semua keperluanmu, terserah jika kamu ingin bekerja tapi nanti setelah bayimu lahir." 


Joshua menepati semua perkataannya, yang berperan sebagai seorang suami bagi Angel. Dia membawakan perlengkapan bayi yang Angel butuhkan, menemani Angel cek kandungan hingga Angel melahirkan. 


Joshua terharu ketika melihat bayi mungil yang Dokter berikan padanya, sangat tampan dan lucu. 


"Angel, aku sudah melihat bayimu. Dia seorang pria sangat tampan." 


"Bolehkah aku melihatnya?" 


Tidak berselang lama seorang perawat membawakan bayinya. Angel semakin terisak ketika melihat bayi itu lahir tanpa seorang ayah.


Seharusnya Rey, yang menemani, tetapi orang lain yang tidak ada hubungan darah dengan putranya. 


"Terima kasih Joshua," ucap Angel dengan tangisan. Joshua adalah pria yang baik yang dia temui. 


"Apa kamu sudah menyiapkan nama?" tanya Joshua, Angel hanya diam. 


"Nama yang bagus," kata Joshua. Hingga sampai saat ini Joshua selalu ada untuk Reyhan. 


.


.


Angel menghapus air mata yang terjatuh, mengenang masa lalu membuatnya sedih. Beberapa potret Reyhan saat kecil, kembali membuatnya tersenyum. Bahkan ada satu potret Joshua bersamanya, saat hari lahir Reyhan yang pertama. 


"Mama, kenapa menangis?" tanya Reyhan yang tiba-tiba muncul. 


"Mama tidak menangis, hanya sedih melihat foto-foto ini. Kamu dulu masih kecil sekarang sudah besar," ucap Angel menatap Reyhan.


"Dan aku sudah bisa menjaga Mama, mmuach …." Reyhan mencium pipi Angel. 


"Ouh, Mama jadi ingin menangis lagi." Angel semakin terharu. 


Tiba-tiba ...


Mereka saling pandang ketika mendengar suara aneh dari luar. Angel, melihat jam dinding, merasa heran ada tamu pada jam 10 malam. 


"Apa itu ayah Jo?" Reyhan segera turun dan hendak melangkah. Namun, Angel menahannya.


"Reyhan, jangan dulu di buka," ucap Angel yang menahan tangan Angel.


"Kenapa Ma?" 


"Bagaimana jika itu bukan ayah Jo." Entah kenapa Angel memiliki firasat buruk. "Kamu masuk ke kamar biar Mama yang lihat," ujar Angel. 


"Tapi Ma, aku juga mau lihat." 

__ADS_1


"Reyhan, dengarkan Mama. Bagaimana jika itu orang yang berbahaya? Dia bisa melukaimu, lebih baik kamu diam di kamar." 


Reyhan semakin takut setelah Angel mengatakan itu. Apalagi di rumah itu tidak ada seorang pria dewasa. 


Angel mengendap-ngendap mendekati pintu. Dia mengintip dari balik jendela, Reyhan segera bersembunyi saat Angel langsung membelakangi pintu, dan Angel memberikan isyarat pada Reyhan untuk tetap diam. 


Di luar sana, seorang pemuda mencurigakan sedang mencari cara untuk memasuki rumahnya. 


"Mama." 


"Ssst … sembunyi di bawah ranjang. Mama akan hubungi security kompleks," ujar Angel yang mencari ponselnya. Namun, dia lupa jika ponsel tertinggal di meja depan. Terpaksa Angel harus kembali lagi. 


"Reyhan, kamu tunggu di sini Mama akan ambil ponsel." 


"Mama takut." 


"Jangan takut ada Mama di sini." Angel meyakinkan Reyhan bahwa semua baik-baik saja.


"Ah!" Reyhan menjerit, ketika listrik tiba-tiba padam. 


"Tenang sayang, kamu duduk di sini." Angel mendudukkan Reyhan di atas ranjang. 


"Mama jangan tinggalkan Reyhan." Reyhan berkata sambil mengeratkan pelukannya pada Angel.


"Tapi Reyhan, Mama harus ambil ponsel." 


"Mama, kenapa tidak hubungi ayah Jo? Sudah aku bilang suruh ayah Jo menginap tadi." 


"Reyhan tenanglah." 


"Bagaimana aku bisa tenang Ma. Kata Mama orang itu akan melukaiku." Reyhan semakin ketakutan. 


Suara pintu terbuka, Angel dan Reyhan terbelalak, dalam kegelapan dua orang asing berhasil memasuki rumah mereka.


"Mama." 


"Ssst." Angel meminta Reyhan untuk diam. 


Angel bangkit dari ranjang berjalan ke arah pintu dan menguncinya, Angel kembali duduk di atas ranjang sambil memeluk Reyhan.


.


.


"Ayah Jo!" teriak Reyhan pada Jo yang turun dari mobilnya. 


Joshua sangat panik ketika mendapat kabar buruk dari Angel. Angel dan Reyhan berhasil kabur yang langsung berlari ke pos security. Dan kedua perampok itu berhasil diamankan.


"Kalian baik-baik saja?" tanya Joshua. Angel pun mengangguk. 


Namun, rasa takut masih Angel rasakan. Mereka kembali ke rumah, Joshua termangu melihat jendela kamar yang rusak. 


"Aku yang melakukannya," ucap Angel. "Reyhan sangat ketakutan dan aku sangat panik, tidak ada cara lain selain menerobos jendela," tambah Angel. 


"Lebih kalian tinggal di rumahku, sampai rumah ini di perbaiki." Angel ingin menolak tetapi Joshua, tidak terima penolakan.


"Perampok itu bisa saja kembali lagi. Menurutlah," ujar Joshua yang mendekap Reyhan dalam pelukannya.


"Baiklah, aku harus mengemas pakaian dulu," kata Angel. 


"Hem," jawab Joshua. 

__ADS_1


__ADS_2