
"Reyhan ayo sayang saatnya kamu sekolah," ujar Angel yang sudah siap di dalam mobil.
"Mama, bolehkah aku meminta uang jajan lebih?" Reyhan meminta seraya mengedipkan kedua matanya.
"Tidak ada," jawaban Angel membuat Reyhan cemberut. "Cepat naiklah," titah Angel tetapi Reyhan tetap pada tempatnya.
"Reyhan jangan merajuk di saat kamu akan berangkat sekolah. Bukankah Mama sudah memberikanmu uang jajan hem." Angel menatap Reyhan.
"Jika Mama tidak berikan aku akan memintanya pada ayah Jo," ucap Reyhan mengancam.
"Reyhan!" Panggilan seorang pria mengalihkan pandangan mereka.
Joshua datang di waktu yang tepat, karena marah pada Angel, Reyhan merajuk pada Joshua.
"Ayah Jo!" teriak Reyhan.
"Ada apa? Kenapa murung begini?" tanya Joshua berjongkok, menyetarakan tubuhnya dengan Reyhan.
"Aku meminta uang jajan lebih, tapi Mama tidak berikan," ujar Reyhan dengan wajah jutek.
Joshua tersenyum.
"Ayah Jo akan berikan tapi …," ucap Jo tertahan.
"Tapi apa?" tanya Reyhan.
"Bujuk Mamamu untuk naik mobil ayah Jo," bisik Joshua.
"Oke, tapi janji ya," kata Reyhan dengan mata berkedip.
Reyhan pun melancarkan aksinya.
"Mama aku akan pergi dengan ayah Jo. Aku sedang marah tidak mau pergi dengan Mama."
"Ey!" Angel marah ketika mendengar perkataan Jo dan langsung turun dari mobilnya.
"Reyhan turun! Mama bilang turun." Angel berkata dengan tegas sambil menatap Jo.
"Tidak mau," tolak Jo seketika Angel terbelalak. "Ayah Jo baik, Reyhan akan berangkat dengan ayah Jo." Kata Reyhan seraya melipat kedua tangan yang disimpan di bawah dada, tatapannya berpaling seketika dari Angel.
Angel menghela nafas.
"Sudah, kamu saja yang mengalah. Naiklah ke mobilku," ujar Joshua.
Angel masih menatap Reyhan kesal lalu masuk ke dalam mobil. Joshua tersenyum, diam-diam saling berkedip dengan Reyhan.
Angel duduk di belakang, wajahnya masih terlihat marah.
"Reyhan, Mama tanya untuk apa uang jajan lebih?" tanya Angel dengan dingin.
"Mama, hari ini ada eskul, aku butuh uang biat jajan. Lagian Mama suka terlambat jemput, jadi uang jajan ku selalu habis karena menunggu Mama lama," jawab Reyhan beralasan.
"Mama akan berikan hanya kali ini saja mengerti." Angel merogoh dompetnya seketika Reyhan tersenyum.
"Angel begini hem …," ucap Joshua tertahan karena Reyhan menatapnya sambil menggeleng.
__ADS_1
"Ada apa Jo?" tanya Angel.
"Tidak apa-apa," jawab Joshua yang kembali fokus menyetir.
"Ini uangnya, ingat jangan jajan sembarangan, jangan minum es terlalu banyak nanti tenggorokan mu sakit," ujar Angel saat memberikan uang itu.
"Terima kasih Mama, i love you." Angel menggeleng ketika mendengar perkataan manis dari Reyhan.
"Kamu sekarang pintar memuji, pintar merajuk, dan pintar bersandiwara," singgung Angel, tetapi Reyhan tidak tersinggung.
Hari ini Reyhan senang mendapat uang jajan lebih dari Angel dan Joshua. Sesampainya di sekolah Angel turun menemani Reyhan.
"Jam berapa kamu pulang eskul?" tanya Angel.
"Empat sore," jawab Reyhan.
"Awas kamu bohong Mama akan telepon guru eskulmu," kata Angel.
"Memangnya Mama tahu siapa guru eskul ku?" tanya Reyhan.
"Tentu saja," jawab Angel.
"Hari ini Reyhan akan mengikuti eskul musik, memainkan piano. Jadi Mama kalau mau telepon, hubungi saja guru musikku," ujar Reyhan dengan pintarnya.
"Ya, sekarang masuklah. Belajar dengan baik jangan bercanda jika gurumu menerangkan," pesan Angel.
"Iya Mamaku yang cantik," ucap Reyhan yang mengecup pipi Angel, lalu pergi memasuki sekolah.
Angel tersenyum melihat kepergiaan Reyhan, hingga teguran Joshua mengejutkannya.
"Angel?" Panggilan Joshua membuat Angel menoleh.
"Oh iya." Angel dan Joshua pun masuk ke dalam mobil.
Dari arah berlawanan, Rey melihat itu. Rey tertegun, dia berpikir Angel dan Joshua sudah mengantarkan anak mereka.
"Papa?" Panggilan Bian menyadarkan lamunannya.
Rey menoleh.
"Apa kita tidak masuk? Papa harus mendaftarkanku, kan," ujar Bian.
"Iya, ayok turun." Rey, membuka seatbeltnya, lalu turun bersama Bian.
Hari ini Bian akan masuk sekolah baru. Baru saja satu langkah, Rey berhenti yang terdiam ketika melihat Velove. Velove mendatangi sekolah Bian.
"Mama," ucap Bian.
"Bian, bolehkah Mama ikut bersamamu? Mama juga ingin mengantarkanmu sekolah. Sekalian, Mama minta maaf karena kemarin," ujar Velove berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan Bian.
"Kamu mau, kan maafkan Mama? Mama sedang emosi saat itu," kata Velove yang memohon pada Bian.
Bian terdiam sejenak lalu mengangguk.
Segera Velove memeluk Bian. Rey, masih diam enggan mengatakan apa pun. Velove berdiri menghadap Rey. "Maaf," ucapnya.
__ADS_1
"Aku sadar, aku yang salah. Maafkan aku, aku mohon kembalilah ke rumah, aku kesepian tanpa kalian," ujar Velove tanpa dijawab Rey.
"Papa, jangan bertengkar lagi. Mama sudah minta maaf, Maafkan Mama." Bian berkata seraya menarik-narik tangan Rey.
Karena Bian, Rey tidak bisa menolak.
"Ya, aku maafkan," ucap Rey membuat Velove tersenyum lalu memeluk Rey. Namun, Rey tetap diam tidak membalas pelukan itu.
.
.
Angel dan Joshua sampai di kantornya, mereka langsung menuju ruangan. Mereka dikejutkan dengan kedatangan Rey, yang sudah menunggu di ruang CEO bersama Dika.
Joshua terlihat biasa saja, tetapi tidak dengan Angel, yang sangat tidak nyaman.
"Maaf, aku datang terlalu pagi. Bisakah kita bicarakan tentang proyek kita hari ini?" Rey berkata, tetapi tatapannya hanya pada Angel.
"Baiklah, silahkan duduk." Joshua berkata sambil melangkah menuju sofanya.
.
.
"Angel?" Panggil Rey, saat di pantry.
Rey diam-diam mengikuti Angel yang akan membuat kopi.
"Apa kabar?" tanya Rey.
"Baik," jawab Angel singkat.
"Aku senang kita bertemu lagi, dan kamu bahagia dengan kehidupan barumu. Joshua memperlakukanmu dengan sangat baik. Dan kamu selalu tersenyum bersamanya."
Angel tertegun mendengar ucapan Rey. Dia tidak paham apa yang dikatakan Rey.
'Kehidupan baru … Joshua, apa maksudnya,' batin Angel.
"Bagaimana keadaan Velove dan Bian?" tanya Angel.
"Baik, Velove juga sudah sembuh dari bipolarnya. O ya, Reyhan apa dia anak kalian? Aku baru saja melihatnya hari ini, kalian berdua mengantarkan sekolah bersama," ujar Rey.
Angel baru mengerti apa maksud perkataan Rey.
'Jadi Rey pikir aku dan Joshua adalah orang tua Reyhan. Baguslah, itu lebih baik jadi Rey tidak akan menungkit apa pun,' batin Angel.
"Iya, Reyhan anak kami," kata Angel dengan senyuman.
"Apa kamu mau kopi? Aku harus mengantarkan kopi ini untuk Joshua, jika kamu mau aku bisa membuatkannya untukmu," ujar Angel gugup.
"Tidak, terima kasih. Aku bisa membuatnya sendiri," ujar Rey.
"Baiklah, aku permisi." Setelah mengatakan itu Angel pun pergi.
Angel berjalan sangat cepat, hingga sampai di ruangan yang sepi Angel menghela nafas dalam-dalam. Rey, membuatnya gugup dan takut.
__ADS_1
"Kenapa aku sangat takut sekali," gumam Angel yang terus menoleh ke belakang takut Rey, ada di belakangnya.
"Kenapa aku harus bertemu dengannya. Semoga Reyhan dan Rey tidak akan pernah bertemu," ucap Angel berharap.