
"Vini....." Tunggu panggil dokter kembali tetapi Vini seakan tuli.
Mendengar teriakan dokter Frans membuat kedua orang tuanya menghentikan obrolan mereka, lalu menoleh ke arah pojok.
"Sayang," panggi Mommy Meysi. "Ada apa? siapa yang kamu panggil?" imbuhnya.
Dokter Frans tidak memperdulikan panggilan Mommy Meysi karena dia ingin mengejar Vini.
"Sayang....."
"Lepas biar aku pergi," lirih Vini berusaha menahan tangis.
"Tidak, ayo kita kembali kedalam,"
Vini menggeleng.
"Atau perlu aku gendong?" ucap dokter Frans sembari mengedipkan mata menggoda Vini.
Vini mendesis, dalam situasi seperti ini bisa-bisanya dokter Frans bercanda.
Didalam ruang keluarga.
"Dad ada apa dengan putra kita? tadi dia berteriak memanggil sisa?" ucap Mommy Meysi.
"Mungkin Frans sedang berbicara dalam sambungan telepon Mom."
"Mana dia, kebetulan sekali dia mengunjungi kita," ucap Mommy Meysi karena tidak repot-repot mmemui dokter Frans.
Hmmm
"Selamat siang Dad, Mom," sapa dokter Frans sembari mengandeng tangan Vini.
Kedua paruh baya itu saling memandang ketika melihat dua sosok yang saling menggenggam tangan.
"Siang son," balas Daddy Julio. Sedangkan Mommy Meysi terpaku dengan wanita yang ada di samping dokter Frans. Bahkan Mommy Meysi tidak mengenali wanita itu.
Dokter Frans membawa Vini duduk tepat berhadapan dengan kedua orang tuanya.
"Selamat siang Om, Tante," sapa Vini dengan sungkan. Bahkan saat ini telapak tangannya terasa dingin dapat dirasakan oleh dokter Frans.
Vini adalah wanita cerdas dapat menyelesaikan pekerjaan yang baik, bahkan sering meeting dengan klien dari negara manapun dia tidak pernah gugup seperti ini. Sedangkan menghadap dua paruh baya itu membuatnya tak berkutik.
"Iya selamat siang. Kamu siapa?" ucap Mommy Meysi tak lepas menatap Vini.
__ADS_1
"Vini Mom dan dia calon istriku," ucap dokter Frans menjawab pertanyaan Mommy Meysi.
Deg
Pernyataan dokter Frans tentu saja membuat mereka saling memandang dengan mata membulat.
"Lelucon apa yang kamu katakan sayang?" ucap Mommy Meysi tertawa kecil karena menurutnya itu adalah lelucon yang tidaklah lucu.
"Ini sama sekali bukan lelucon Mom tetapi apa yang baru saja Frans katakan adalah nyata," ucap dokter Frans menegaskan. "Vini adalah wanita pilihan Frans, untuk itu besok Frans ingin melamar Vini. Atas kedatangan kami ke sini adalah meminta restu dari Daddy sama Mommy," pungkas dokter Frans tak bertele-tele.
Apa yang dikatakan dokter Frans kembali membuat kedua paruh baya itu membeku dan tidak menyangka.
"Apa benar begitu Nak?" akhirnya Daddy Julio membuka suara.
Vini menadah kepalanya menatap Daddy Julio. Sedangkan dokter Frans semakin mengeratkan genggamannya sembari mengangguk kepada Vini, seolah Vini ikut menjelaskan hubungan mereka.
"Sebelumnya saya minta maaf Om, Tante. Apa yang dijelaskan Frans adalah benar," ucap Vini membenarkan penuturan dokter Frans.
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan tanpa sepengetahuan Mommy? katakan jika kamu hanya berpura-pura menjadi kekasih Frans," pungkas Mommy Meysi sama sekali tidak percaya. Bukankah selama ini seperti yang dia ketahui dokter Frans selalu berusaha merebut hari Gabriella.
"Baru kemarin Mom dan hentikan tuduhan tidak benar Mommy itu. Vini adalah wanita pilihan Frans, bahkan Frans akan menikahinya minggu depan," ucap dokter Frans dengan tegas. Sedangkan Vini hanya bisa menunduk saja.
"Baru kemarin? Dad apa aku salah dengar?" ucap wanita cantik itu seakan meminta kebenaran atas apa yang diucapkan dokter Frans.
"Jangan katakan kalian sudah melakukan yang tidak-tidak!" Mommy Meysi mencela.
Perkataan Mommy Meysi membuat dokter Frans sama Vini saling memandang, hal itu membuat Mommy Meysi semakin yakin dengan tuduhannya.
Mommy bangkit.
Plak
"Sejak kapan kamu menjadi pria brengse* Frans? Mommy kecewa kepadamu," ucap Mommy Meysi setelah melayangkan tamparan di wajah dokter Frans. Kejadian itu membuat semuanya terdiam.
Vini terisak, sungguh pertahanannya runtuh apa lagi melihat wajah dokter Frans di tampar dan dicemooh.
"Ini bukan sepenuhnya kesalahan Frans, Tante," lirih Vini. "Saya permisi," tanpa mendengar jawaban dari mereka Vini langsung bangkit dan melangkah dengan langkah panjang menuju pintu keluar.
"Vini....." Panggil dokter Frans.
"Frans!"
Panggilan dari Mommy Meysi mengurungkan niat dokter Frans ingin mengejar Vini.
__ADS_1
"Jelaskan semua ini, Mommy ingin mendengar penjelasan sampai ke akar-akarnya," ucap Mommy Meysi menegaskan.
"Frans ingin menyusul Vini, Mom."
"Kembali duduk atau....." Ancam wanita cantik itu sehingga membuat dokter Frans tak berkutik. Dia hanya menghela nafas.
"Jelaskan apa yang terjadi sebenarnya dari awal son," ujar Daddy Julio dengan serius.
"Frans!" Bentak Mommy Meysi karena dokter Frans tak kunjung menjawab.
Dokter Frans menghembus nafas panjang. Pikirannya masih mengarah ke Vini, semoga saja Vini tidak salah paham karena dia tidak menyusul. Dokter Frans hanya ingin meluruskan kesalahpahaman ini agar semua yang sudah direncanakan berjalan dengan lancar.
Dokter Frans menceritakan dari awal sampai akhir tetapi masih ada yang dia tutupi yaitu masalah tidur bersama Vini, bagaimanapun ini menjadi menjadi pribadi mereka yang tidak mungkin diumbar, apa lagi kepada orang tua sendiri.
Mommy Meysi terdiam membeku mendengar cerita dokter Frans, dimana sekarang Gabriella menjalin hubungan dengan Andre. Kecewa tentu saja tetapi dia tidak ingin menjadi orang tua egois. Mungkin Gabriella, wanita yang diidamkan bukan jodoh putranya.
"Kamu tidak berkata bohong sayang? apa masih ada yang kamu tutupi?" tanya Mommy Meysi meyakinkan dokter Frans kembali. Insting seorang Ibu tidak bisa dibohongi.
"Sejak kapan Frans berbohong Mom. Frans tidak mau tahu jelaskan sama Vini kesalahpahaman ini. Frans tidak ingin Vini salah paham," ucap dokter Frans dengan tegas.
Kedua paruh baya itu saling memandang tanpa berkata apapun.
"Apapun yang terjadi, minggu depan pernikahan ini diselenggarakan. Frans ingin Daddy sama Mommy mendatangkan kedua orang tua Vini sekarang juga," ujar dokter Frans tidak main-main.
Hahaha.....
Mommy Meysi tertawa bahkan terbahak-bahak mendengar penuturan dokter Frans. Bagi wanita lembut itu sangat lucu.
"Sepertinya kamu sudah kebelet kawin. Atau kamu takut diambil orang lagi," sindir Mommy Meysi masih terkekeh.
"Betul sekali Mom," dokter Frans membenarkan.
"Sayang apa kamu dengar lelucon lucu putramu itu? dia tidak ada ubahnya dengan dirimu dulu," papar Mommy Meysi, mengingat masa lalu Julio waktu ingin melamarnya.
"Jelas beda Mom. Kita menjalin hubungan beberapa minggu langsung nikah, sedangkan dia entah satu hari atau dua hari langsung minta di nikahi," ujar Daddy Julio.
"Bahkan kita sendiri tidak tahu dimana kediaman orang tua calon menantu kita," timpal Mommy Meysi sembari menyeka air mata yang keluar dari ujung matanya akibat tertawa.
Dokter Frans memberikan alamat kediaman kedua orang tua Vini yang beda kota. Setelah itu dokter Frans segera berpamitan, dia ingin ke apartemen Vini.
Lega, bahagia tentu saja menyelimuti hatinya saat ini. Ternyata rencananya membuahkan hasil tetapi dia tidak bisa bernafas lega karena masalah Vini yang salah paham.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪