MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Episode: 187~MDS2


__ADS_3

Pekik Rebecca ketika Keenan ikut masuk kedalam bathtub dan langsung memeluknya.


"Sayang aku mau mandi," lirih Rebecca ingin mencari alasan.


"Siapa bilang kamu mau ke pasar," gurau Keenan.


Tanpa menunggu jawaban dari Rebecca, Keenan langsung meraup bwbir itu sampai tandas. Meng hisapp, meng gulumm dan ujung Li dahh itu saling bertautan.


Jari jemari Keenan tidak tinggal diam. Dalam air ia dapat menjangkau bagian-bagian titik rangsangan.


Deru nafas keduanya menggebu-gebu, ingin lebih dalam lagi. Hingga pada akhirnya Keenan menggendong Rebecca ala bridal, membawanya keluar dari bathtub menuju ran jangg.


Rebecca tidak menolak, bahkan sudah pasrah karena permainan Keenan kepada tvbvhnya sungguh membuatnya terbuai.


Hmmpp


De sahh Rebecca, menikmati sentuhan bayi besarnya sedang menyantap dva buk Kitt Kem barrnya.


Tvbvh Rebecca meliuk-liuk akibat permainan yang Keenan ciptakan, dengan mata terpejam.


Tangannya hanya bisa meremass rambut Keenan serta kedua kakinya menjepit kepala itu.


Keenan menghentikan sejenak kegiatannya. Hal itu membuat Rebecca membukakan mata dengan perasaan sedikit kecewa.


Keenan bangkit berdiri, lalu menarik tvbvh Rebecca sampai di tepi ran jangg. Lalu ia hujamkan adik kecilnya sampai terbenam seluruhnya didalam liang milik Rebecca.


Memaju-mundurkan pinggulnya, menghentak semakin dalam. Salah satu tangannya bermain dengan dva bv kkit Kem barr itu, dan tangan satunya lagi menghimpit kedua kaki Rebecca yang berada dikedua bahunya.


De sahhan demi de sahhan lolos di mulut keduanya. Saling memejamkan mata menikkmatti Zen zazi luar biasa.


Keenan mencabut adik kecilnya, lalu ia membalik tvbvh Rebecca hingga dengan gaya D.....


Gerakan demi gerakan ia pacukan. Hingga membuat pertahanan Rebecca runtuh.

__ADS_1


Er anggan panjang itu menandakan Rebecca sudah mencapai puncak kenikmatan.


Keenan membiarkan Rebecca istirahat sejenak, untuk mengumpulkan energi yang sudah terkuras.


Tidak tahan lagi membuat Keenan kembali melakukan pemanasan. Tak berselang lama Rebecca kembali terang sang.


Ia bangkit lalu mendorong tvbvh Keenan hingga membuatnya terentang. Kini giliran Rebecca yang memimpin. Duduk di atas tvbvh itu.


"Sayang......cintaku.....a......h.....a....h......"


Kicauan merdu dari keduanya, saling menatap dengan sorot atau pancaran penuh naf zv. Saling bekerjasama sampai pada akhirnya era nggan panjang bergema didalam kamar itu.


Rebecca tergolek lemah di samping Keenan setelah beberapa menit berada di atas tvbvh Keenan.


Deru nafas keduanya menggebu-gebu. Peluh keringat sudah membasahi seluruh tvbvh mereka.


"I love you sayang...." Bisik Keenan seraya memeluk Rebecca.


Akhirnya mereka kembali terlelap karena terlalu menguras tenaga. Mereka melewatkan makan siang bahkan gagal untuk membersihkan diri.


°°°°°°


Menjelang sore kini dua pasangan suami istri itu bersantai di balkon. Di sana mereka menikmati pemandangan yang sangat indah.


Resort yang mereka tempati adalah berada di atas perairan.


"Sayang apa sebaiknya kita hubungi Dady sama Mommy? aku khawatir jika beberapa hari ini kedua orang tua kita mengkhawatirkan keberadaan kita," ucap Rebecca.


"Astaga aku melupakan itu. Tadi Gerry empat menghubungiku dan mengatakan bahwa Daddy maupun Mommy mencari keberadaan kita," papar Keenan baru mengingat.


"Sayang ayo segera hubungi, aku takut sesuatu terjadi apa lagi dengan kondisi Daddy yang tidak dalam keadaan baik-baik saja," ucap Rebecca dengan raut wajah memelas.


Melihat wajah memelas itu membuat Keenan tak melewatkan untuk menciuminya. Saat ini ia tengah berbaring dengan kepala di kedua paha Rebecca.

__ADS_1


"Sayang hentikan," protes Rebecca.


Keenan tak mengindahkan ucapan Rebecca.


"Sayang......" Keluh Rebecca merasa jengah karena kecupan bertubi-tubi di wajahnya.


"Sayang adik kecilmu terbangun," bisik Keenan dengan wajah menahan sesuatu.


Glek


Rebecca menelan ludah serta dengan segera menepis tangan Keenan yang membawa tangannya tepat berada di atas miliknya. Bahkan ia dapat merasakan benda itu bergerak-gerak.


"Sayang....." Gumam Keenan seraya memberi kode dengan salah satu matanya.


Rebecca menggeleng


"Tidak, aku masih lelah. Bukankah hanya berselang 2 jam kita melakukan itu?" cicit Rebecca dengan wajah bersemu merah.


"Salahkan adik kecilmu sayang," celoteh Keenan seperti perlakuan anak kecil.


"Tinggal diamkan saja," ucap Rebecca dengan gampangnya.


"Mau cvv cvv....."


Awww.......


Pekik Rebecca ketika mvlvt itu meng gemutt serta meng hissapp pvcvk kemerahan itu dengan bvaz.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪


•Cukup ya.....author lagi LDR nih dengan pak suami😁😱🤣

__ADS_1


__ADS_2