MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Episode: 156~MDS2


__ADS_3

Wajib militer di Korea Selatan merupakan bentuk bela negara dan dukungan setiap warga negara bagi pertahanan nasional.


Sesuai namanya, warga negara yang mengikuti program wajib militer akan melayani negara dengan menjadi prajurit militer akan melayani negara dengan menjadi prajurit militer dalam durasi yang telah ditentukan.


Sebagaimana seorang prajurit, peserta wajib militer sehari-hari menjalani kehidupan keprajuritan. Mulai dari latihan fisik yang berat, menerima materi pertahanan, pembentukan mental dan karakter, hinga bertugas di wilayah operasi.


Bila memungkinkan, mereka boleh menerima kunjungan dari keluarga meski hanya pada hari libur.


Tetapi, bagi yang diterjunkan di daerah operasi tertentu, perbatasan negara contohnya, mereka harus terpaksa menahan rindu bertemu kekasih atau keluarga hingga masa wajib militer selesai. Menghubungi keluarga menggunakan ponsel pun tidak diperbolehkan.


Meski demikian, Kementrian Pertahanan Korea Selatan mengambil sejumlah kebijakan pelonggaran bagi wajib militer.


Pada April 2018 misalnya, peserta wajib militer diuji coba untuk boleh menggunakan ponsel setelah selesai bertugas.


Setahun setelahnya, tercatat ada 120.000 prajurit militer yang diizinkan menggunakan ponsel mulai pukul 18.00 hingga 22.00 waktu setempat dan pada hari kerja pukul 07.00 hingga 22.00 waktu setempat pada akhir pekan atau hari libur.


Otoritas militer menganalisis bahwa pengguna ponsel membantu mengurangi depresi. Oleh sebab itu, pada Juli 2022, Kementerian Pertahanan Korea Selatan memutuskan secara resmi prajurit militer diperbolehkan menggunakan ponsel dengan pembatasan waktu dan akses situs tertentu.


Namun, ponsel tidak boleh digunakan untuk memotret, merekam video atau suara.


°°°°°°


Di lapangan pelepas para peserta WAMIL


Keberangkatan Keenan hanya di antar oleh Rebecca. Keluarga besar sepakat tidak ikut serta karena mereka ingin pasangan pengantin baru itu menikmati peran mereka.


Tentu saja hal itu membuat keduanya menjadi canggung.


Di sana keluarga dari peserta WAMIL saling melepas rindu kepada pasangan masing-masing. Ada yang sedang berpelukan dan lain sebagainya.


Keenan maupun Rebecca hanya dapat menonton saja. Sedangkan mereka pengantin baru seakan orang asing saja.


Keduanya duduk bergabung dengan peserta WAMIL. Bahkan tidak sedikit yang tidak mengenali mereka berdua yang tentunya pasangan pengantin baru. Bahkan rumah tangga itu baru berumur satu hari.


"Sayang baik-baik di sana. Jika ada kesempatan hubungilah aku. Aku di sini sabar menunggu," ucap wanita yang ada di samping Rebecca, yang ditunjukan kepada kekasih atau suaminya.


"Iya sayang. Kamu jangan khawatirkan aku. Jangan abaikan kesehatanmu di sini," sahut pria itu seraya mengusap kepala kekasihnya.


"Sayang sungguh aku tak kuat. Setelah 1 minggu menikah, kita dipisahkan hiks hiks...." Isak tangis wanita yang ada di belakang mereka.

__ADS_1


"Sayang jangan katakan itu. Aku yakin kamu wanita kuat. Cup cup jangan nangis lagi. Aku sangat mencintaimu," sahut suaminya seraya menenangkan istrinya yang sedang menangis.


Keenan maupun Rebecca tertekun mendengar dengan jelas keluh kesah dari dua pasangan itu. Seketika keduanya saling pandang dalam diam.


Rebecca tersenyum kecut dengan status mereka sekarang.


**


Tidak lama pengumuman telah berkumandang. Dimana peserta WAMIL akan segera berangkat sesuai wilayah operasi.


Ternyata Keenan bertugas di wilayah operasi perbatasan negara, sehingga ia tidak bisa melepas rindu dengan keluarga sampai tugas selesai.


"Sesuai tugas, aku bertugas di wilayah operasi perbatasan negara," ujar Keenan kepada Rebecca, ia baru saja menerima surat keterangan tugas.


Seketika wajah Rebecca menjadi mendung, sangat berlawanan dengan cuaca saat ini.


Bagaimana tidak. Itu berarti Keenan tidak diperbolehkan untuk bertemu sampai tugas selesai.


Rebecca menarik nafas dalam-dalam. Bagaimanapun ini sulit baginya, walaupun ia tau bahwa hati Keenan bukanlah untuk dirinya.


"Baik-baiklah di sana. Jangan abaikan kesehatan karena kamu di sekeliling orang-orang yang menyayangimu. Berangkat sehat, kembali pun harus sehat." Ucap Rebecca dengan mata mengembun. Sekali kedip saja maka air mata itu akan bergulir. Tetapi ia berusaha menahannya.


Sekali lagi berkumandang pengumuman. Semua keluarga peserta WAMIL kembali melepas rindu. Tetapi tidak berlaku bagi kedua pasangan pengantin baru itu.


Keenan maupun Rebecca sama-sama gengsi.


"Aku pergi!" Hanya kalimat itu yang lolos dari mulut Keenan seraya mengendong tas.


Rebecca mengangguk dengan berat hari. Keenan berlalu melangkahkan kaki. Rebecca memandangi punggung kekar itu dengan mata mengembun.


Dengan jarak beberapa meter, semua peserta WAMIL berhenti melangkah. Semuanya membalikan badan melihat keluarga masing-masing.


Ketika semuanya keluarga atau pasangan kekasih berlari memeluk orang kesayangan mereka, melepas kerinduan sekali lagi. Keluarga berlari mendekat, memeluk serta mencium.


Keenan terdiam, sepertinya menunggu giliran untuknya. Pandangan keduanya tak lepas. Kaki Rebecca melangkah empat langkah, seketika ia mengurungkan langkah kelima kalinya melihat sosok wanita cantik yang ia kenal sedang memeluk Keenan dari kerumunan orang.


Rebecca membeku dengan mulut terkatup. Menonton drama dramatis diantara Keenan yang tak lain sudah menjadi suaminya dengan mantan kekasihnya.


Air mata itu tak dapat lagi ia bendung. Kini membanjiri wajah cantik itu. Bahkan tubuhnya disenggol sana sini oleh kerumunan orang karena ia hanya diam mematung.

__ADS_1


Sekali lagi tatapannya beradu dengan Keenan sebelum pada akhirnya ia tersungkur ke rerumputan karena kedua kaki itu lunglai, belum lagi disenggol sana sini.


Tidak ingin tubuhnya terinjak, Rebecca berusaha bangkit berdiri. Ia berhasil bangkit tetapi ia engan membalikan tubuh memandangi dua sosok itu lagi.


Dengan langka berlari Rebecca meninggalkan lapangan. Tangisan tidak dapat ia bendung lagi. Dadanya sesak mendapat peristiwa pilu itu.


Tidak ingin dilihat orang lain Rebecca segera masuk kedalam mobil.


Hiks hiks.....


Tangisan Rebecca pecah seketika didalam mobil. Ia tak peduli lagi dengan keberadaan supir pribadinya. Masa bodoh itulah yang ada dalam pikiran Rebecca.


Seakan mengerti sang supir keluar sejenak dari kemudi. Ia dapat memahami kenapa Nona nya sedih.


"Bahkan melepas keberangkatanmu dia hadir," gumam Rebecca dengan pandangan jauh ke depan.


Bayangan itu kembali menyeruak. Itu membuat hatinya seakan di tusuk ribuan jarum. Dadanya sesak dan sulit untuk bernafas.


"Kenapa hatiku sakit? itu karena aku mencintaimu. Kenapa aku menangis? itu karena kamu telah menghancurkan hatiku. Kenapa dadaku sulit bernafas? itu karena senyawa ini seakan hilang." Gumam Rebecca.


Entah sudah berapa lama Rebecca mencurahkan kesedihannya didalam mobil. Hingga lokasi itu sudah sepi.


Rebecca menyeka air matanya. Ia menarik nafas dalam-dalam. Berusaha tenang.


"Pak antar aku ke apartemen Keenan," ucap Rebecca dengan suara serak, akibat menangis cukup lama.


Sepanjang perjalanan menuju apartemen. Rebecca hanya memandang keluar jendela dengan pandangan sendu. Seperti tidak ada semangat kehidupan lagi.


Rebecca yang biasanya banyak mulut kini berubah drastis.


Hati siapa yang tidak terpukul mendapat pasangan kita sedang dipeluk wanita lain. Apa lagi mantan kekasih. Sedangkan diri yang statusnya sebagai istri tidak mendapatkan hal itu.


Sungguh hati Rebecca hancur berkeping-keping, hingga pikiran negatif tentang Keenan dengan Sunny pun menyelimuti isi kepalanya.


•Bawang bombai mana bawang bombai😭😭😭


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪

__ADS_1


__ADS_2