MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Bab. 124. Keluarga Bahagia


__ADS_3

Usia pernikahan kami menginjak usia 15 tahun. Aku sungguh menjadi ratu di istana keluarga Hugo. Alfred tak henti-hentinya menghujani aku dengan cinta serta kebahagiaan.


Walaupun pada awalnya penuh lika-liku dalam hubungan pernikahan kami. Kehadiran anak-anak semakin mewarnai istana kami. Canda tawa mereka obat dari segala-galanya. Penat, lelah seakan hilang ketika sedang melihat mereka.


Puluhan tahun ke depan mereka semua sudah pada dewasa dan memilih cita masing-masing. Kami sebagai orang tua tidak pernah memaksa keinginan mereka, mereka memilih jalan masing-masing.


Malam ini adalah perayaan anniversary pernikahan kami yang ke 15 tahun. Kami mengelar acara di taman terbuka Mansion.


Taman sudah dihias seindah mungkin sesuai tema. Para tamu mulai berdatangan.


"Sayang kamu sangat cantik," puji Alfred melihat penampilanku malam ini.


"Jadi selama ini aku tidak cantik?" cercaku dengan wajah cemberut.


"Siapa yang mengatakan itu? setiap hari kamu selalu cantik bagiku," papar Alfred seraya merapikan helaian rambut di wajahmu, lalu menyelipkannya ke telinga.


"Suamiku juga selalu tampan. Dan bahkan pria paling tampan di dunia," ucapku memuji Alfred. Ini pujian tulus, bukan hanya sekedar bualan semata.


"Sayang jujur kepadaku dan katakan apa yang kurang dariku? apa kamu kurang bahagia selama ini? maaf jika kamu merasa seperti itu karena aku adalah orang biasa yang tidak luput dari kesalahan atau kekurangan," pungkas Alfred panjang lebar.


Terharu, terenyuh tentu saja menyelimuti hatiku saat ini mendengar hal itu.


"Sudah 15 tahun kita hidup bersama. Suka duka sudah kita lalui. Walau aku sadar pada awal dimana hubungan kita tidakkah baik-baik saja. Tetapi aku dikirim malaikat sebaik kamu, sehingga kita sampai di puncak sekarang ini," sambung Alfred.


"Aku sama sekali tidak merasa kekurangan apapun sayang, apa itu dari segi materi maupun non materi. Kamu tulus mencintai kami dan selalu ada waktu untukku," ucapku dengan mata berkaca-kaca.


Alfred langsung mendekapku dengan erat. Serta tak henti-hentinya mengecup pucuk kepalaku dengan penuh kasih sayang.


Tok tok tok


"Dad, Mom...." Panggil Kiran dan Becca dari luar.


"Sayang anak-anak memanggil kita," ucapku lalu melepaskan pelukan itu. Karena pintu terkunci aku melangkah membukakan pintu.


Klek


"Mom kok lama sih? di taman sudah banyak tamu berdatangan," cicit Becca dengan mulut cerewetnya. Hal itu mengundang tawa untuk kami.


"Oh begitu," ucapku seraya mencubit halus pipi chubby Becca.


"Mommy sangat cantik sekali," puji dan kagum Becca baru menyadari penampilanku malam ini. "Hmmm Daddy juga sangat tampan, tetapi sayangnya tidak setampan Uncle Moses serta Kak Ken," cicitnya kembali.


"Terima kasih sayang. Kalian juga sangat cantik, nak princess," balasku memuji mereka. "Kok putri Mommy diam saja?" tanyaku kepada Kiran.


"Sayang jangan samakan Daddy dengan mereka, mereka masih muda, sedangkan Daddy sudah memiliki 4 anak. Itu tandanya Daddy sudah tua tetapi masih keren," ujar Alfred tidak ingin disandingkan.


"Benar juga yah? Becca rindu Kak Ken," lirih Becca dengan raut wajah sedih.

__ADS_1


"Kenapa sih Opa, Oma dan bahkan Kinan tidak bisa datang?" timpal Kiran tidak kalah cemberutnya.


"Sayang Oma kurang sehat jadi tidak diperbolehkan melakukan perjalanan jauh. Bisa saja Keenan pergi tanpa Opa sama Oma tetapi Keenan tidak ingin meninggalkan Oma, Oma." Jelasku.


Akhirnya kedua putri cantik kami mengerti.


°°°°°°


Acara pun di mulai. Kami hanya mengundang sahabat, rekan bisnis, serta semua pegawai dan anak yatim. Hanya dalam negeri.


Peniupan lilin serta pemotongan kue telah usai. Dan kini kami menyambut para tamu undangan. Para tamu undangan menikmati jamuan yang sudah terhidang dengan bermacam menu dari restoran ternama.


Kini kami berbincang-bincang dengan keluarga Andre Gabriella serta Frans Vini. Mereka hadir dengan putra-putri mereka.


"Sayang aku akan mempersembahkan lagu untukmu," ujar Alfred yang berhasil membuatku membulatkan mata karena pria itu tidaklah suka bernyanyi, bahkan kadang di ajak karaokean dia selalu menolak. Tetapi kali ini apa yang dikatakannya? sungguh aku tak percaya.


"Apa aku salah dengar sayang?" tanyaku dengan wajah tak percaya.


"Tentu sayang...." Alfred langsung merangkul pinggangku berjalan menuju panggung.


"Apa dia serius?" ujar Andre kepada Gabriella, karena dia juga tahu bahwa mantan CEO nya itu tipe pria yang tidak suka bernyanyi.


"Demi cinta sayang, apa sih yang tidak dikorbankan," sahut Gabriella.


"Kamu benar sayang, sama seperti suamimu ini," ucap Andre dengan sangat percaya diri menyamakan dirinya.


Di atas panggung. Alfred mempersiapkan dirinya, sedangkan aku hanya bisa terdiam saja karena ini adalah hal yang sangat mendadak.


"Malam ini aku akan mempersembahkan sebuah lagu. Ini bukti cintaku kepada istriku selama 15 tahun hidup bersama. Di Anniversary ke 15 tahun ini untuk pertama kalinya aku mempersembahkan sebuah lagi sebagai ungkapan perasaanku."


*Berdua kita lewati


Meski hujan badai takkan berhenti


(Takkan berhenti)


Sehidup semati


Mentari pun tau


Ku cinta padamu


Percaya aku takkan kemana mana


Aku kan selalu ada


Temani hingga hari tua*

__ADS_1


"I love yau forever my wife...."


Alfred mengecup keningku penuh cinta. Aku sudah tidak dapat membendung air mataku. Bukan karena sedih tetapi karena terharu dan bahagia.


Tepuk tangan dari para tamu undangan membuatku tersadar.


"Jangan menangis sayang," bisik Alfred seraya menyeka air mata di pelupuk mataku. Padahal matanya sendiri sudah berkaca-kaca.


"Terima kasih sayang...." balasku langsung memeluk Alfred dihadapan semua tamu undangan.


"Pasangan so sweet!"


"Bikin iri saja!"


"Benar-benar pasangan romantis di negara ini!"


"Andai saja aku memiliki pasangan seperti ini!"


"Sudah tampan, cantik setia lagi. Sungguh perfek!"


Begitulah pujian kagum para tamu undangan berbisik satu sama lainnya, hingga membuat beberapa suami dari mereka bungkam terdiam karena realita kehidupan rumah tangga mereka tidaklah seperti pasangan ini.


Pesta usai tepat di pukul 11 malam. Semua tamu undangan berbondong-bondong kembali ke rumah mereka masing-masing.


**


Alfred dan Isabella dikarunia 1 putra dan 1 putri. Mereka mengadopsi 1 putra dan 1 putri. Sehingga kini mereka memiliki 2 putra dan 2 putri yang sangat mereka sayangi. Tidak ada perbedaan diantara mereka, semua adil.


Alfred dan Isabella menjadi panutan untuk pasangan romantis dan harmonis. CEO terkenal serta kaya raya itu mendapat predikat A sebagai pasangan harmonis.


Pasangan yang jauh dari terpaan isu. Tidak ada yang namanya PELAKOR maupun PEBINOR di rumah tangga mereka.


**


Andre dan Gabriella dikarunia 1 putra dan 2 putri. Andre sungguh menghujani Gabriella dengan cinta dan kebahagiaan.


Saling terbuka, kerja sama, serta saling percaya itulah kunci utama dalam hubungan mereka. Walau kadang-kadang terjadi cekcok ringan tetapi dengan hati tenang masalah akan selesai karena saking bekerja sama.


**


Frans dan Vini dikarunia 2 putra yang sangat tampan. Bahtera rumah tangga mereka juga jauh dari isu miring. Hubungan pada awalnya mendadak tetapi kini mereka sangat bahagia, apa lagi kehadiran 2 buah cinta mereka di tengah-tengah mereka. Cekcok serta perdebatan itulah bumbu-bumbu di rumah tangga mereka.




...SELESAI...

__ADS_1


__ADS_2