MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Bab. 98. Ikuti Kata Hatimu


__ADS_3

Di taman belakang Mansion, Gabriella sibuk dengan laptop kesayangannya. Entah apa yang dia ketik dari tadi sehingga membuatnya begitu fokus.


Drrtt....


Ponsel bergetar di atas meja kayu jati itu membuat fokus Gabriella teralihkan.


"Abel," gumam Gabriella setelah melihat nama dilatar ponselnya. Dengan segera Gabriella mengangkat sambungan itu.


"Apa?" ucap Gabriella setelah mendengar kabar dari sana.


Setelah berbicara panjang lebar Gabriella mematikan layar laptopnya yang pastinya sudah di save dulu data-data yang baru saja dia ketik.


Gabriella menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


"Andre ingin mengundurkan diri dan lusa akan berangkat ke negara x?" gumam Gabriella dengan tatapan sendu. "Apa dia benar-benar ingin menikah dengan Vini?" imbuhnya sembari membayangkan wajah Andre.


Hmmm


Lamunan Gabriella buyar. Mama datang dengan tangan memegang napan yang berisi minuman serta cemilan.


"Mama," ucap Gabriella.


"Sayang ada apa kok melamun saja?" tanya Mama sembari meletakan napan di atas meja, lalu menyodorkan segelas jus kesukaan Gabriella.


Gabriella tersenyum sembari menggeleng, dia mengelak dengan tuduhan Mama.


"Papa mana Ma?"


"Lagi istirahat sayang, katanya tidak enak badan."


"Papa sakit?" tanya Gabriella dengan wajah serius.


"Jangan panik begitu. Itu sudah biasa bagi orang tua," papar Mama sembari mengusap punggung tangan Gabriella.


"Ma jaga kesehatan Mama sama Papa. Aku tidak ingin mendengar kalian sakit," kata Gabriella sembari bangkit dari tempat duduknya lalu berpindah duduk di samping Mama dengan cara memeluk.


"Seharusnya yang jaga kesehatan itu kalian sayang, kalian begitu sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga mengabaikan kesehatan sendiri," ucap Mama.


"Ma besok aku harus kembali," lirih Gabriella dengan kepala disandarkan di bahu Mama.


"Besok? bukankah dua minggu lagi pekerjaanmu di sini selesai? kok tiba-tiba sudah kembali?" cecar Mama dengan dahi mengerut.

__ADS_1


Gabriella menghela nafas panjang dengan menegakkan tubuhnya.


"Ada apa sayang? cerita sama Mama. Apa adalah masalah di kantor?" tanya Mama seakan merasa khawatir. "Apa Adikmu di sana baik-baik saja?" imbuhnya kembali.


"Tidak ada masalah Ma, tadi Abel bari saja menghubungiku," pungkas Gabriella.


"Mama jadi rindu dengan cucu-cucu Mama," ungkap Mama dengan tatapan sendu.


"Bagaimana kalau besok Mama ikut saja," ucap Gabriella karena Mama mengatakan hal itu.


"Tidak bisa sayang, mana mungkin Mama di izinkan Papa," lirih Mama.


"Papa memang seperti anak-anak yang selalu mengekor dan seperti lem," sindir Gabriella.


Hahaha....


Mama terkekeh kecil mendengar sindiran Gabriella.


"Sayang hmmm bagaimana hubunganmu dengan Frans?" tanya Mama tiba-tiba sehingga membuat Gabriella kaget.


"Hanya sebatas teman Ma," jawab Gabriella memang adanya begitu.


Mama terdiam sembari menatap Gabriella.


Gabriella menggeleng dengan tatapan lurus ke depan. Lalu tidak lama kembali menatap Mama.


"Bulan lalu Frans mengungkapkan perasaannya kepadaku tetapi dengan halus aku menolak karena aku hanya menganggap Frans sebatas teman saja, sama sekali hatiku tak tertarik," cerita Gabriella. "Bagaimana hatiku bisa tertarik jika nama Bernat menutup hatiku Ma, aku tidak biasa," lirih Gabriella dengan pilu.


"Sayang kamu tidak bisa begini terus. Bernat hanyalah masa lalu yang tak akan pernah kembali lagi, sedangkan masa depanmu masih panjang. Mulailah membuka hati sebelum kamu merasakan penyesalan ketika sesuatu yang kamu sembunyikan telah diambil oleh orang lain," ungkap Mama sehingga mengena di hati Gabriella.


Gabriella terdiam sembari mencerna setiap kalimat yang diucapkan Mama.


"Apa alasanmu ingin kembali besok Mama tidaklah pernah tau tetapi dari sana hatimu menginginkan sesuatu, sesuatu yang tak ingin kamu inginkan terjadi atau ingin menggagalkannya dengan tidak langsung," ucap Mama seakan mengetahui hati Gabriella.


"Apa yang dikatakan Mama benar, alasan aku ingin kembali besok adalah Andre," Gabriella membatin.


"Sayang....kami tidak bisa memaksa hatimu untuk menerima Frans, walaupun Mama menginginkannya. Frans adalah pria baik-baik," ucap Mama sembari mengusap surai indah rambut Gabriella.


"Mama...."


"Ikuti kata hatimu sayang," ucap Mama sembari mengusap lembut punggung tangan Gabriella. "Jangan melihat ke belakang terus-menerus karena yang di belakang hanya tinggal kenangan masa lalu yang tak pernah kembali," tambahnya disertai senyuman.

__ADS_1


Gabriella terdiam kembali mencerna ucapan Mama.


"Mama benar," lirihnya seakan paham sekarang.


"Raihlah kebahagiaanmu sayang. Kamu tidak bisa membuka hati untuk orang lain karena kamu merasa sangat bersalah kepada Bernat. Rasa bersalah dengan cinta itu beda," ucap Mama sekali lagi sehingga membuat Gabriella mengerti sekarang. "Setiap orang tua menginginkan anak-anak mereka bahagia termasuk Mama sangat menginginkan kalian hidup bahagia dan memiliki pasangan masing-masing karena Mama sama Papa semakin tua," imbuh Mama.


"Siapa bilang Mama sama Papa sudah tua, malahan kalian semakin awet muda," goda Gabriella sembari memeluk Mama dengan manja.


"Awet muda? seharusnya begitu sayang hmmm.... sayang sebaiknya kamu berkemas agar besok pagi tinggal berangkat," ucap Mama.


Gabriella mengangguk dengan senyuman sumringah. Itu membuat Mama merasa lega karena Mama yakin Gabriella sudah cukup memahami.


"Ingat ikuti apa kata hatimu," pesan Mama sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing.


°°°°°°


Di sebuah cafe dua pria dengan ketampanan tak diragukan lagi sedang duduk saling berhadapan. Keduanya sepertinya asik mengobrol membahas hal yang serius.


"Andre kenapa kamu memutuskan pergi dari negara ini? bukankah pencapaianmu belum tercapai?" cecar pertanyaan yang dilayangkan dokter Frans kepada Andre yang sedang menyesap kopi yang masih mengeluarkan asap mengepul.


"Untuk apa lagi aku masih bertahan di sini? tanggungjawab kepada Tuan telah usai, Tuan sudah hidup bahagia sekarang. Bukan berarti aku tidak tau berterima kasih tetapi itulah misi awal ku dulu," ujar Andre.


"Oh begitu! Hmmm bagaimana perasaanmu kepada Gaby? apa kamu tidak mengungkapkannya sebelum pergi?" pertanyaan dokter Frans tentu saja membuat Andre mengalihkan pandangannya.


"Jangan bercanda, bukankah sekarang kalian adalah sepasang kekasih. Aku tidak mungkin merebut Gaby darimu Frans, walau tidak aku pungkiri perasaanku kepadanya tetapi kamulah pria yang lebih pantas bersanding dengannya," pungkas Andre sembari tersenyum pilu. Perkataannya tidaklah sesuai dengan hatinya.


Dokter Frans mengembangkan senyuman, lalu menegangkan tubuhnya.


"Wanita yang sama-sama kita sukai bahkan kita cintai tidak menerima perasaanku Andre, bulan lalu aku memberanikan diri mengungkapkan perasaanku kepadanya tetapi apa yang aku harapkan tidaklah sesuai, dia menolak cintaku dengan alasan hatinya masih tertutup dengan masa lalunya. Dia tidak bisa menerimaku Andre," ungkap dokter Frans dengan tatapan sendu. Sungguh wanita yang berhasil memporak-porandakan hatinya tidak bisa menerima cintanya yang begitu tulus.


Andre terbelalak kaget mendengar penuturan dokter Frans. Dia tidak menyangka hal itu terjadi karena dia merasa mereka adalah pasangan yang sangat cocok.


"Apakah kamu menyerah Frans?" tanya Andre ingin tau perjuangan dokter Frans.


Dokter Frans menggeleng pertanda menolak pertanyaan Andre.


"Tidak, aku masih berusaha mengambil hatinya. Aku masih tetap memperjuangkannya karena aku bukanlah pria cemen yang belum apa-apa sudah mundur," sindir dokter Frans yang ditunjukkannya kepada Andre.


"Kamu menyindirku Frans?" seru Andre dengan wajah memelas.


"Jika kamu merasa," sahut dokter Frans sembari menyesap kopinya sampai tandas. "Ikuti kata hatimu Andre, kita sama-sama berjuang untuk meluluhkan hati wanita yang menjadi sasaran kita, sebelum penyesalan yang datang karena kesempatan tidak akan terus berulang-ulang," ujar dokter Frans panjang lebar. Lalu tidak lama dia berlalu untuk kembali ke tempat kerjanya, sedangkan Andre melongok mendengar setiap kalimat yang dilontarkan dokter Frans.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪


__ADS_2