
"Mom," panggilan serta pelukan dari belakang mengejutkan wanita paruh baya yang sedang menyiram tanaman.
"Sayang.... buat Mommy kaget saja. Hmmm tumben banget menyempatkan diri ke rumah," ucap Mommy Meysi.
"Kebetulan dinas malam Mom," ujar dokter Frans.
"Sepertinya putra Mommy lagi ada masalah?" tebak Mommy Meysi menyadari raut wajah dokter Frans.
"Apa Mommy sudah selesai?" tanya dokter Frans karena dia tidak ingin menganggu.
"Sudah sayang. Ayo kita bicara di sana saja," sahut Mommy Meysi menunjuk tempat bersantai depan kolam renang.
Dokter Frans mengangguk.
"Apa Daddy sudah berangkat Mom?" tanya dokter Frans karena tidak mendapati Daddy Julian.
"Sudah sayang, sepertinya kalian berpapasan di jalan," sahut Mommy Meysi sembari mengelap tangannya.
Hmmm
"Mom...."
Mommy Meysi menyipitkan mata melirik dokter Frans.
"Ada apa sayang?" tanya Mommy Meysi sembari menghela nafas panjang.
"Mom aku menyukai seseorang," lirih dokter Frans dengan kepala menyandar.
Tentu saja mendengar hal itu membuat Mommy Meysi kaget karena selama ini dokter Frans tidak pernah membicarakan masalah pribadi, apa lagi tentang perempuan.
"Sayang siapa itu? cepat kenalkan kepada Mommy. Mommy sama Daddy sudah berumur sayang, keburu mati tetapi belum sempat menimang cucu," ungkap Mommy Meysi antusias. "Katakan kapan kamu akan melamarnya?" Mommy Meysi langsung memepet tubuh dokter Frans.
Dokter Frans memejamkan mata serta menarik nafas dalam-dalam.
"Mom dengarkan dulu," ujar dokter Frans karena Mommy Meysi langsung mencecar saja.
"Oke sayang," ucap Mommy Meysi sembari tersenyum tetapi rasa penasaran itu tak dapat dipungkirinya.
"Aku menyukai Gabriella, bahkan jatuh cinta kepadanya Mom, melebihi rasa yang dulu aku pernah tunjukan ke Isabella," ungkap dokter Frans.
"Ya ampun kita sependapat sayang," ucap Mommy Meysi langsung memotong perkataan dokter Frans. "Mommy sebenarnya memang ingin menjodohkan kalian, eh tau-taunya kamu berkata jujur," imbuhnya.
"Apa Mommy setuju?" tanya dokter Frans menyakinkan Mommy Meysi.
"Tentu saja sayang, dia wanita atau menantu idaman. Walaupun dulu Mommy juga menyukai Isabella tetapi sayangnya keberuntungan tak berpihak, malah itu adalah istri Adik sepupumu," ungkap Mommy Meysi. "Sayang jangan katakan jika Gabriella hanya pelarian semata?" sambung Mommy Meysi menyakinkan karena dia tidak ingin dokter Frans menjadi pria brengse*.
Dokter Frans menggeleng cepat, mengelak apa yang dituduhkan oleh Mommy Meysi.
"Tidak Mom, sejak pertama ketemu rasa ini sangat berbeda," ujar dokter Frans dengan jujur.
"Kejar dia sayang dan segera ungkapkan perasaanmu sebelum terlambat karena wanita itu sangat cantik serta cerdas. Atau Mommy ikut membantu?"
__ADS_1
"Masalahnya Gabriella belum bisa move on dengan mendiang Bernat, Mom. Sampai saat ini dia belum membuka hati," lirih dokter Frans dengan sendu.
Mommy Meysi terdiam dengan memutarkan bola mata, mencari cara.
"Sayang tidak ada salahnya untuk mencoba. Yakinkan dia bahwa kamu benar-benar mencintainya," ucap Mommy Meysi menyemangati dokter Frans.
"Masalahnya Andre juga menyukai wanita itu," dokter Frans membatin.
"Baiklah Mom, aku segera kembali," ujar dokter Frans dengan perasaan lega.
"Baiklah. Tenang saja semua akan berjalan sesuai keinginan," ucap Mommy Meysi sebelum dokter Frans beranjak pergi.
"Jangan macam-macam Mom. Jangan buat aku malu," ingatan dokter Frans.
Mommy Meysi mengedipkan mata pertanda oke.
Selepas kepergian dokter Frans, Mommy Meysi bergegas menuju kamar. Wanita itu segera membersihkan diri, dia harus segera bertindak untuk membantu putra satu-satunya.
"Aku akan menemuinya pas jam makan siang. Agar tidak kelihatan aneh aku akan membawa makan untuk makan siang," gumam Mommy Meysi sembari tersenyum penuh arti.
°°°°°°
Mobil mewah terparkir di depan kantor pengacara Gabriella Januar. Pemilik mobil itu adalah Mommy dokter Frans yang tak lain adalah Tante Meysi.
Wanita paruh baya yang masih berparas cantik itu keluar dari dalam mobil dengan tangan memegang kantong.
"Sungguh wanita cerdas, sangat cocok disandingkan dengan putraku," gumam Tante Meysi disertai senyuman. "Semoga calon menantuku menyukai masakanku ini," imbuhnya.
"Selamat siang, saya ingin menemui calon menantu saya," ucap Tante Meysi kepada resepsionis.
Perkataan Tante Meysi membuat sang resepsionis mengerutkan kening, tidak paham apa yang dikatakan Tante Meysi karena ini bukanlah tempat untuk bermain-main, hanya orang tertentu saja yang diperbolehkan masuk.
"Maksud Nyonya? maaf saya tidak paham," ucap sang resepsionis dengan jujur.
"Maksud saya ingin menemui Gabriella Januar," ucap Tante Meysi dengan serius.
"Apa Nyonya sudah membuat janji sebelumnya?"
"Belum ada sih tetapi sampaikan saja yang ingin bertemu adalah Tante Meysi, Mommy dokter Frans," imbuh Tante Meysi dengan ringkas.
"Baik Nyonya. Silahkan tunggu sebentar di sana," ucap resepsionis dengan ramah.
Tante Meysi mengangguk, lalu mendudukkan dirinya sejenak.
Tidak menunggu lama sang resepsionis memanggil Tante Meysi agar langsung ke ruangan Gabriella.
Dengan penuh senyuman, Tante Meysi menaiki lift.
Tiba di pintu ruangan Gabriella, Tante Meysi langsung mengetuk pintu dengan wajah tersenyum cerah.
Tok tok tok
__ADS_1
"Masuk!"
Klek
Pintu segera dibuka.
"Selamat siang calon menantu," sapa Tante Meysi dengan santai, bahkan tidak segan-segan memanggil Gabriella dengan panggilan itu.
Gabriella tertekun mendengar ucapan Tante Meysi yang cukup membuatnya kaget.
"Selamat siang Tante," Gabriella malas sapaan Tante Meysi sembari bangkit dari kursi kebesarannya.
"Sayang apa kabar?" Tante Meysi langsung memeluk Gabriella dengan perasaan sayang.
"Baik Tante," sahut Gabriella.
"Mulai sekarang jangan panggil Tante, panggil saja Mommy biar lebih akrab," titah Tante Meysi sembari menguap wajah Gabriella.
Gabriella menelan ludah, tidak tau harus menjawab apa.
"Oya apa kamu sudah makan siang? ini Mommy bawakan makanan kesukaan kamu," ucap Tante Meysi sembari meletakan kantong bawaannya ke atas meja sofa.
Gabriella sedikit tak percaya karena Tante Meysi mengetahui makanan yang dia sukai. Benar saja rantang itu berisi makanan kesukaannya.
"Kok Tante, eh maksudku Mommy tau makanan kesukaanku?" tanya Gabriella ingin tau.
"Frans yang kasi tau, makanya Mommy berniat masakin buat kami. Tetapi jangan salah paham, Frans sama sekali. tidak tau jika Mommy menemuimu," ungkap Tante Meysi.
"Apa? Frans mengetahui makanan yang aku sukai?" Gabriella membatin.
"Terima kasih Mom, sepertinya sangat enak," ucap Gabriella tergoda dengan masakan itu.
"Silahkan dicicipi sayang, atau Mommy yang suapin?" tawar Tante Meysi.
"Tidak per..... "
Aaa....
Tante Meysi langsung menyodorkan sendok di bibir mulut Gabriella. Mau tidak mau Gabriella menerima suapan itu dengan perasaan canggung.
"Bagaimana enak sayang?" tanya Tante Meysi memastikan.
"Sangat enak Mom," sahut Gabriella dengan mulut penuh.
"Syukurlah jika kamu menyukainya. Jika begitu habiskan sayang," ucap Tante Meysi.
Mereka makan bersama-sama disertai obrolan. Gabriella lama-lama sudah akrab dan tidak canggung lagi.
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪
__ADS_1