MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Bab. 81. Honeymoon Ke 7 Negara Park 1


__ADS_3

Pesta berakhir dengan bahagia. Kini hanya tersisa keluarga besar.


"Sayang apa rencana kalian selanjutnya?" tanya Mama seakan paham.


Aku menyipitkan mata karena sedikit heran dengan pertanyaan Mama.


"Besok kami akan honeymoon ke 7 negara Ma," ujar Alfred dimana membuat mataku membulat. Bahkan dia belum membicarakan soal rencana ini kepadaku.


"7 negara?" gumam Andre kaget.


Alfred melirik Andre dengan tatapan tajam karena Andre seperti protes.


"Maaf," ucap Andre seakan mengerti arti dari tatapan Alfred.


"Sayang jangan bercanda, bagaimana mungkin kita honeymoon seperti yang kamu bilang. Anak-anak masih kecil," aku menolak rencana Alfred.


"Sayang masalah itu kamu jangan pikirkan. Ada Mama, Papa dan lainnya yang sanggup menjaga mereka," sahut Mama seakan setuju dengan usulan Alfred.


"Benar Nak. Besok kami akan memboyong cucu-cucu kesayangan ke tanah air. Kalian pergilah berlibur," timpal Papa.


"Tidak Ma, bagaimana mungkin aku sanggup meninggalkan mereka. Sayang kita tunda saja dulu, mereka masih sangat kecil untuk ditinggalin," ucapku kepada Alfred.


Alfred terdiam mencerna setiap kata-kataku.


"Baiklah jika itu yang terbaik," ujar Alfred dengan wajah kecewa karena sudah seminggu ini dia susun rencana honeymoon itu tetapi berakhir kecewa.


Semua orang memandangi Alfred, dan mereka bisa lihat kekecewaan di wajah tampan itu.


"Baiklah aku setuju," lirihku karena tidak ingin melihat Alfred kecewa.


Seketika wajah yang tadi sendu kini tampak berseri-seri.


°°°°°°


Di bandara


"Sayang jangan rewel ya? Mommy sama Daddy akan segera menjemput kalian," ucapku kepada Keenan dan Kiran. "Leon sayang jangan nakal di sana ya? bantu Oma untuk jaga Adik-adikmu," imbuhku kepada Leon.


"Beres Mom," sahut Leon.


"Pa, Ma tolong jaga anak-anak kami," kataku kepada Mama. Sedangkan Gabriella masih akan tetap di Korea sampai kepulangan kami yang belum tau kapan honeymoon ini berakhir.


Aku cium Keenan, Kiran dan Leon bertubi-tubi. Begitu juga dengan Alfred.


Aku menangis mengantar keberangkatan mereka.

__ADS_1


"Ayo sayang," Alfred menuntunku untuk turun dari jet karena keberangkatan mereka sebentar lagi, sedangkan jadwal keberangkatan mereka 1 jam lagi.


Singkat cerita kini kami sudah berada dalam jet pribadi milik Alfred yang juga sudah menjadi milikku.


Aku melamun, selalu berpusat kepada ketiga buah hati kami. Tujuan pertama kami adalah negara Spanyol.


"Sayang.... mereka akan baik-baik saja. Aku ingin honeymoon kita berakhir dengan bahagia. Aku ingin lebih mengenal dirimu, aku ingin merasakan bagaimana rasanya kencan," ungkap Alfred sembari mengusap punggung tanganku.


Aku menelan ludah karena aku sendiri belum pernah merasakan apa yang Alfred rasakan. Bahkan selama ini aku tidak memiliki kekasih karena saking fokus dengan pendidikan yang aku geluti.


"Hmmm aku juga tidak pernah berkencan," ucapku.


Mendengar pengakuan itu membuat Alfred menatapku lekat-lekat, dan sedikit tidak percaya.


"Tidak mungkin, sedangkan kamu wanita berparas cantik serta cerdas," ujar Alfred tidak percaya.


Aku menghela nafas panjang.


"Aku tidak memiliki waktu untuk itu karena prinsipku dari awal memfokuskan apa yang menjadi impianku sejak kecil," pungkasku.


"Jadi, jadi aku adalah orang pertama?" tanya Alfred tidak sabar menunggu jawabanku.


Aku mengigit bibir bawahku.


Mendengar jawabanku membuat Alfred tersenyum bahkan dia memeluk tubuhku.


"Dan kamu juga orang pertama bagiku, orang pertama menjadi cinta pertama dan terakhir. Sayang terima kasih sudah hadir dalam hidupku, walaupun awalnya menyakitkan," kata Alfred.


"Sayang yang lalu biarkan berlalu, jangan bicarakan lagi masa yang sudah berlalu. Mari melangkah ke depan dan raih kebahagiaan," ucapku mengakhiri pembahasan. Alfred memelukku sangat erat.


°°°°°°


Tiba di Spanyol kami langsung menuju hotel yang paling mewah di negara tersebut. Kamar yang luas serta balkon yang menyegarkan mata karena dari sana dapat memandangi kelap-kelip kota besar.


Kami tiba tepat pukul 6 sore waktu setempat. Kamin terlebih dahulu mengisi perut karena kebetulan lapar.


"Sayang kamu duluan mandi atau aku?" tanya Alfred sembari membuka kancing kemeja yang dikenakannya. "Atau lebih baiknya kita mandi bersama?" goda Alfred sembari mengedipkan mata.


Mataku membulat mendengar perkataan Alfred. Walaupun sudah menjadi pasangan suami istri yang sudah membuka hati, aku masih canggung dengan masalah intim begituan.


"Kamu saja yang duluan, aku akan merapikan pakaian kita dulu," kataku dengan refleks bangkit bermaksud menghindari Alfred.


"Bersiap-siap sayang....malam ini tidak akan aku biarkan kamu tidur," goda Alfred sehingga membuatku bergidik, dan jangan ditanyakan lagi dengan wajahku ini.


"Ya ampun ternyata dia pria yang mezvm," aku bergumam setelah menghilangnya Alfred dari pintu kamar.

__ADS_1


Didalam kamar mandi Alfred memandangi wajah tampannya di cermin. Sungguh saat ini dia sangat bahagia yang belum pernah dirasakannya sesempurna seperti ini. Bahagia memiliki istri cantik berhati mulia, serta dikarunia anak-anak yang tampan serta cantik, diberi mertua yang menganggapnya sebagai anak sendiri. Sungguh kebahagiaan ini dirasakan Alfred.


Dirasa cukup Alfred segera menyudahi acara mandinya dan segera keluar dari kamar mandi dengan handuk sebatas pinggang.


"Sayang kamu lagi apa?" tanya Alfred melihat aku mondar-mandir didepan lemari pakaian.


"Kenapa pakaian ganti milikku tidak ada sehelai pun didalam koper yang kita bawa? perasaan aku sudah memasukan semuanya," keluhku.


"Tentu saja sayang karena aku yang melakukan itu," Alfred membatin disertai senyuman smirk.


"Ya sudah untuk sementara pakaikan dulu baju yang sudah disiapkan dalam lemari ini. Coba kamu buka lemari yang di sana," tunjuk Alfred.


"Baiklah aku akan membersihkan diri dulu," kataku tanpa ingin tau pakaian apa yang ada dalam lemari tersebut.


Alfred kembali ke ranjang tanpa ingin mengenakan pakaian. Dia menunggu aku siap membersihkan diri.


Klek


Pintu kamar aku buka. Lalu segera berjalan menuju lemari tanpa melihat ke arah ranjang.


"Kamu akan terkejut sayang dengan baju-baju kurang bahan yang sangat tipis," gumam Alfred.


Aku segera membuka lemari pakaian yang ditunjukan oleh Alfred tadi.


Deg


Seketika mata ini melotot dengan mulut menganga melihat gantungan baju lingerie bermacam warna.


Hah.....


Aku sangat kaget dan tak percaya itu adalah pakaian yang akan aku kenakan.


"Bagaimana mungkin aku memakaikan itu? apa lagi sedang berduaan dengan Alfred," cicitku dengan kesal, pasti ini permainan Alfred.


Aku pun tertarik ingin mencobanya, dan hanya ingin mencoba. Aku pilih lingerie warna hitam yang sangat minim yang lengkap dengan **********.


"Ya ampun aku sama saja dengan wanita penggoda," ucapku memperhatikan penampilanku di depan cermin. Dimana lekuk-lekuk tvbvh terpampang indah sangat terlihat jelas sekali. Aku bergaya-gaya di depan cermin dengan gaya menggoda, sungguh aku tidak menyadari sorot mata pria ingin menerkam dari ambang pintu.


"Hmmm sayang..... "


Aaak.....


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪

__ADS_1


__ADS_2