MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Episode: 190~MDS2


__ADS_3

Hari ini Keenan pulang lebih cepat. Sebenarnya ia tadi pagi malas pergi ke kantor tetapi karena meeting penting hingga membuatnya tidak bisa mengabaikan.


Dengan tidak sabarnya Keenan berlari menuju kamar, ia tahu bahwa Rebecca berdiam diri di sana.


"Sayang...." Panggi Keenan seketika pintu kamar terbuka.


Rebecca yang tengah menyantap potongan buah-buahan kaget melihat kedatangan Keenan.


"Sayang cuci tangan dulu," ucap Rebecca karena Keenan ingin menyentuhnya.


"Opst....maaf sayang," ujar Keenan dan ia segera berjalan masuk ke kamar mandi.


Rebecca menggeleng kepala seraya menatap punggung itu sampai tak terlihat lagi.


Tidak lama Keenan kembali. Lalu membukakan kemejanya, hingga menyisakan baju kaos.


"Sayang sepertinya kamu sangat senang?" ujar Keenan seakan menyadari raut wajah Rebecca.


"Tentu saja senang sayang, hari ini adalah ulang tahunmu. Aku bahagia karena usiamu bertambah 1 tahun lagi," ucap Rebecca disertai senyuman kebahagiaan.


"Benarkah hari ini ulang tahunku?" ujar Keenan pura-pura tidak tahu.


"Sayang hentikan bercandanya," protes Rebecca dengan mulut penuh.


"Kamu sangat mengingatnya sayang."


"Tentu saja. Dulu setiap hari ulang tahunmu aku merayakannya sendiri," pungkas Rebecca yang berhasil membuat Keenan kaget.


Rebecca tersenyum antara bahagia dan juga sedih ketika ia mengingat masa lalu itu. Memang setiap hari ulang tahun Keenan ia akan membuat kue berukuran kecil, membawanya kedalam kamar. Di sana ia akan bernyanyi dan meniup lilin serta memakan kue itu sendiri, tanpa ada orang yang tahu.


"Aku ingin sekali mengirim pesan hanya sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, tetapi keberanian itu hanya bisa aku pendam," imbuhnya dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang....." Dengan respon cepat Keenan merengkuh tubuh itu, membawa kedalam pelukannya. "Aku minta maaf sayang," gumamnya.


Rebecca hanya bisa tersenyum. Itu adalah masa lalu dan sekarang adalah masa depan mereka. Bahkan bukti cinta mereka telah tumbuh dalam rahimnya.


"Sayang kok kamu bau sih?" cicit Rebecca ingin muntah menciumi keringat Keenan.


Dengan segera Keenan mengendus-endus hidungnya, ingin membuktikan penciuman Rebecca.

__ADS_1


"Wangi begini kok dibilang bau?" protes Keenan.


"Maaf sayang, mungkin indera penciumanku bermasalah," ucap Rebecca. Ia paham bahwa ini adalah pengaruh hormon kehamilannya.


°°°°°°


Keluarga sudah berkumpul. Hingga acara peniupan lilin segera dimulai.


Kedua orang tua mereka sangat bahagia melihat kebahagiaan Keenan dengan Rebecca pada akhirnya.


Lucky bersama Daddy Sun juga menghadiri acara itu. Mereka menyempatkan diri untuk kembali setelah 1 bulan berada di negara x.


Gerry bersama Felisha juga menghadiri acara keluarga itu. Sedangkan Leon maupun Kiran tak bisa pulang karena tugas mereka cukup padat. Bahkan hari ini juga Kiran berulang tahun.


Diakhir acara satu-persatu memberi ucapan selamat kepada Keenan.


"Aku ada kado," ucap Rebecca dengan senyuman, hingga membuat semuanya mengalihkan pandangan mereka.


"Kado apa sayang?" tanya Keenan dengan tidak sabarnya.


"Tunggu!" Rebecca segera membuka laci meja yang terletak tidak jauh dari jarak mereka. Semua terdiam menunggu Rebecca mengeluarkan benda yang diambilnya.


"Buka sayang," pinta Rebecca seraya mengulurkan kotak itu kepada Keenan.


"Kamu buat aku penasaran saja," ujar Keenan setelah kotak itu berada dalam genggamannya.


"Buka," titah Rebecca sekali lagi.


Dengan perasaan penasaran Keenan mengikuti perintah Rebecca. Dalam sekejap bungkusan itu dapat ia buka.


Tanpa memandang kearah dalam tangan Keenan meraih semua benda itu.


Seketika matanya membulat mendapati 4 jenis benda itu yang tentunya ia tahu fungsi benda itu.


"Sayang.....sayang....." gumam Keenan dengan gugup, bahkan tangannya gemetaran.


"Iya doa kita terjawab. Aku hamil," ucap Rebecca dengan mata berkaca-kaca.


4 jenis testpack itu berjatuhan di lantai ketika mendengar perkataan Rebecca. Keenan langsung memeluk Rebecca dengan sangat eratnya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang, terima kasih," gumam Keenan bahkan tidak sadar meneteskan air mata.


Semua orang yang mendengar juga ikut merasakan kebahagiaan saat ini. Terlebih Mommy Isabella dan juga Felisha karena mereka sangat berharap sesuatu tumbuh di rahim Rebecca. Dan kini doa-doa mereka terjawab.


Keenan tak henti-hentinya mengecup seluruh wajah Rebecca, hingga membuat Rebecca merasa kikuk di hadapan para orang tua mereka.


"Anggap saja mereka buta sayang," gurau Keenan seakan mengerti dengan perasaan Rebecca.


Mendengar tuduhan Keenan yang kelewatan membuat semuanya menggeleng.


"Tega kamu mengatakan kami begitu?" protes Mommy Isabella dengan mulut mengerucut tak terima dengan tuduhan Keenan.


Keenan tertawa santai seakan perkataannya tak salah.


"Sayang baik-baik didalam sana ya? jangan bandel, kasian Mommy," ucap Keenan berbicara dengan calon buah hati mereka.


Rebecca dan semuanya tersenyum. Mereka memberi selamat kepada pasangan suami istri itu.


"Terima kasih sayang, apa yang Mommy ingin terjawab juga. Mommy sangat bahagia dan tidak sabar menunggu calon cucu lahir," ucap Mommy Isabella dengan mata berkaca-kaca seraya memeluk Rebecca.


"Terima kasih Mom," balas Rebecca.


"Baik-baik ya sayang.....Aunty sudah tak sabar menanti kelahiran kamu. Jika kamu laki-laki pasti tampan seperti Daddy, sedangkan jika perempuan pasti secantik Mommy," ucap Felisha seraya mengusap perut rata itu.


"Aunty kapan? kasian tuh Uncle Gerry sudah lama menjomblo," sindir Rebecca dengan meniru bahasa anak-anak.


Seketika membuat Felisha maupun Gerry saling memandang.


"Kami tidak memiliki hubungan apapun hanya sebatas rekan kerja," akui Felisha dan di benarkan oleh Gerry.


"Maka dari itu mulailah membuka hati karena kalian cocok. Bukankah begitu sayang?" ucap Rebecca meminta pendapat Keenan.


"Benar sayang, bahkan jika mereka menikah aku akan hadiahi sebuah rumah serta paket honeymoon," ujar Keenan seakan setuju.


Felisha maupun Gerry menelan ludah mendengar perkataan Keenan.


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪

__ADS_1


•Japri juga ke karya baru author PERJANJIAN PERNIKAHAN.


__ADS_2