MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Episode: 184~MDS2


__ADS_3

Keenan bersama Rebecca meninggalkan pemakaman. Sebelum beranjak pergi mereka kembali mengungkapkan perasaan mereka di hadapan pemakaman mendiang Dea.


Kini kedua pasangan baru merasakan kebahagiaan luar biasa itu berada dalam mobil.


Wajah cantik Rebecca masih bersemu merah. Ia masih malu dengan hubungan mereka saat ini. Getaran cinta bahkan detak jantungnya masih sulit di tenangkan.


"Apa sebaiknya kita ke Mansion dulu," usul Rebecca.


"Tidak perlu sayang. Katakan ini surprise buat mereka," ujar Keenan, bahkan sudah terbiasa memanggil dengan kalimat sayang. Sedangkan Rebecca masih malu.


Sesuai kesepakatan. Hari ini juga mereka akan berangkat honeymoon yang tertunda. Ini semua Keenan yang mengusulkan, usulan itu disambut oleh Rebecca.


Mereka ingin menikmati kencan seperti pasangan-pasangan pada umumnya, yang pastinya dihujani sejuta cinta.


Mereka langsung menuju bandara. Sebelumnya Keenan terlebih dahulu menghubungi Gerry agar mengatur semuanya.


"Sayang kita makan di bandara dulu atau sebaiknya makan di jet saja?" tanya Keenan sebelum mereka turun dari mobil.


Rebecca berpikir sejenak.


"Hmm kita makan siang di jet saja," sahut Rebecca.


Keenan tersenyum karen sampai saat ini Rebecca belum juga memanggilnya dengan kata sayang.


Keenan segera membantu Rebecca membukakan sabuk pengaman mobil, padahal tanpa bantuannya pun Rebecca dapat melakukannya tetapi inilah bukti perhatian Keenan.


Tentu saja jantung Rebecca berdebar-debar dengan jarak wajah keduanya seakan tiada jarak.


Cup


Tanpa canggung Keenan mengecup sekilas bibir menggoda itu.


Mata Rebecca membulat dengan mulut menganga. Kejadian sekilas itu seakan membuatnya mematung.


"Ayo sayang," ujar Keenan hingga lamunan Rebecca membuyar. Kini wajahnya kembali memerah.


Keenan langsung menggenggam tangan itu dengan eratnya, seakan tidak ingin terlepas. Berjalan saling beriringan memasuki bandara.


Tiba di jet pribadi


Keenan langsung membawa Rebecca masuk kedalam kamar karena ia paham Rebecca pasti canggung kepada para awak pesawat jet.


"Sebentar lagi makanan akan diantar," ujar Keenan yang saat ini duduk di samping Rebecca.


Rebecca mengangguk seraya tersenyum cantik hingga membuat Keenan semakin gemes.


Tidak beberapa lama makanan diantar oleh pramugari.


Rebecca mulai menyantap makanan itu karena rasa lapar sudah menyerang perutnya, sedangkan Keenan hanya terdiam seraya memperhatikan Rebecca mengunyah. Seketika Rebecca sadar bahwa Keenan memperhatikannya dan belum menyantap makanannya.


"Sayang kok diam?" tanya Rebecca.


Mendengar panggilan sayang itu membuat Keenan tiba-tiba tersenyum lepas. Rasa bahagia luar biasa saat ini ia rasakan.

__ADS_1


"Aku ingin disuapi," ujar Keenan, anggap saja ekspresi wajahnya seperti anak kecil yang ingin minta makan.


Dahi Rebecca mengerut mendengar permintaan itu serta mendapati ekspresi wajah itu.


Tanpa berpikir panjang Rebecca melakukan apa yang dimintai oleh Keenan. Hingga mereka saling suap-menyuap.


Usai makan keduanya sepakat mengistirahatkan tubuh. Perjalanan mereka masih panjang, akan menghabiskan waktu kurang lebih 32 jam. Tujuan honeymoon mereka adalah Maldives.


Keenan memberi lengannya untuk menyangga kepala Rebecca. Kecupan demi kecupan dihujani Keenan di pucuk serta seluruh wajah Rebecca.


Rebecca tak berkutik, wajah itu tetap saja memancarkan semu merah. Mereka tidur saling berpelukan. Karena lelah keduanya terlelap dalam waktu yang singkat.


**


Tiba di Velana Internasional Airport


Keenan kembali lagi mengenggam erat tangan Rebecca.


"Kamu lelah?" tanya Keenan.


Rebecca menggeleng.


Tujuan mereka adalah resort milik keluarga Januar.


Tiba-tiba langkah keduanya berhenti ketika nama Keenan dipanggil.


"Keenan......" Panggil seseorang itu dari arah belakang.


Keenan maupun Rebecca saling membalikan badan.


Deg


Keenan langsung melirik Rebecca. Ia dapat menangkap perubahan di raut wajah itu.


"Hai....tidak nyangka bisa bertemu di sini," sapa Sunny.


"Pantas saja ia memilih tempat ini," batin Rebecca seraya meremas sisi bajunya.


"Kamu di sini juga?" ujar Keenan seperti tidak ada yang terjadi, seraya merengkuh pinggang ramping itu.


Melihat hal itu membuat senyuman di bibir Sunny.


"Iya sedikit ingin liburan. Rebecca senang bertemu denganmu? sulit sekali untuk bertemu dengan kalian," ucap Sunny seraya menyapa Rebecca yang hanya terdiam saja.


Rebecca menelan ludah. Ia hanya bisa mengangguk.


"Hmm kenapa waktu itu kalian tidak datang?" tanya Sunny.


Rebecca melirik Keenan, begitu juga dengan Keenan.


"Waktu itu kami sangat sibuk," ujar Keenan.


"Hmm kalian pasti lagi honeymoon," ucap Sunny.

__ADS_1


Rebecca membalas dengan senyuman.


"Rebecca ada yang ingin aku jelaskan, apa kalian punya waktu?" pungkas Sunny dengan raut wajah serius.


"Honey......" Panggil seseorang hingga perhatian mereka teralihkan ke asal suara.


Sunny tersenyum penuh.


"Maaf aku sedikit lama karena antrian," ujar pria dewasa itu.


Sunny mengangguk.


"Honey kamu pasti sudah mengenali mereka bukan?" ucap Sunny kepada pria itu. "Keenan, Rebecca kenalkan ini adalah tunanganku," ungkap Sunny hingga berhasil membuat Keenan dan Rebecca kaget, terlebih lagi Rebecca.


Deg


"Bulan depan kami akan menikah," imbuh Sunny kembali.


Mereka saling berjabat tangan.


Demi apapun Rebecca tak menyangka, selama ini ia duga jika mereka masih memiliki hubungan.


"Pertunangan kami sekaligus merayakan ulang tahunku beberapa hari yang lalu, makanya aku mengundang kalian. Sekalian ingin berbicara dengan Rebecca secara langsung," jelas Sunny.


Sunny tersenyum lalu meraih tangan Rebecca membawanya duduk.


"Kekacauan minggu lalu itu tidak benar. Pada saat melepas kepergian Keenan WAMIL aku memang sengaja datang untuk terakhir kalinya melihat dia. Sungguh pada saat itu aku tidak tau bahwa kamu juga berada di sana. Kebetulan aku datang dengan sepupu karena saudara sepupu laki-laki kami juga peserta WAMIL pada saat itu," cerita Sunny.


Rebecca langsung mendongak menatap Sunny.


"Dan pada saat di bandara, itu tak seperti yang diberitakan. Mungkin Keenan juga sudah menjelaskan kepadamu. Apa yang telah diceritakan Keenan begitulah yang sebenarnya. Aku minta maaf karena masalah ini membuat rumah tangga kalian terganggu. Aku ingin sekali menemuimu tetapi aku sibuk, mengurus Daddy yang berobat bolak balik ke luar negeri," sambungnya.


Sunny menghela nafas.


"Aku memang mencintai Keenan tetapi itu dulu dan hanya masa lalu. Keenan kini hanya milikmu begitu juga denganku hanya milik Mike. Sekarang cinta dan perasaanku hanya untuk Mike, calon suamiku," ungkap Sunny.


Rebecca membeku mendengar pernyataan dari Sunny.


"Keenan benar-benar mencintaimu, buktinya perlakuan manis dia ke kamu sangat berbeda. Perlakuan yang tak pernah aku dapatkan selama kami menjalin hubungan. Maaf jika aku pernah mencintai dia, itu hanya masa lalu." Sunny kembali menyakinkan.


Keenan langsung duduk di samping Rebecca, meraih tangannya, mengenggam begitu eratnya.


Rebecca membalas genggaman itu.


"Baiklah kami sudah ditunggui. Semoga honeymoon kalian berjalan lancar sesuai yang diinginkan," ucap Sunny.


Setelah mengatakan itu mereka berpamitan.


Tanpa diduga Rebecca langsung memeluk Keenan. Menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu.


Tentu saja Keenan membalas pelukan itu seraya mengusap kepala Rebecca penuh kasih sayang.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪


__ADS_2