MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Episode: 158~MDS2


__ADS_3

2 tahun kemudian


Tepat dimana anniversary pernikahan antara Keenan dan Rebecca, di hari itu juga Keenan kembali dari tugas wajib militer.


Di apartemen Rebecca sibuk menyiapkan beberapa menu hidangan untuk merayakan anniversary pernikahan mereka yang ke 2 tahun.


Diperkirakan Keenan akan tiba sekitar pukul 7 malam.


Rebecca tidak dapat menjemput dikarenakan cuaca tidak mendukung. Gumpalan salju menjadi ancaman di jalanan. Untuk itu ia memutuskan menunggu di apartemen saja.


Kebetulan kedua orang tuanya sedang berada di Indonesia. Di sana Oma sedang sakit hingga sampai saat ini kedua orang tua mereka masih di sana.


Entah apa yang membuat Rebecca nekat untuk memperingati anniversary pernikahan mereka.


["Aku akan tiba di lapangan sekitar pukul 6."]


Itu adalah bunyi pesan yang dikirim Keenan. Selama 2 tahun inilah pertama kali Keenan mengirim pesan. Karena di mana tempat operasi Keenan sangat sulit jaringan komunikasi.


Mendapat pesan yang selalu dinantikan itu membuat Rebecca sangat senang. Dan tidak sabaran untuk bertemu.


["Maaf aku tidak bisa jemput karena cuaca."]


Rebecca membalas pesan itu. Tetapi tidak mendapat balasan lagi.


Tepat pukul 18:30 Rebecca menyelesaikan acara masak- memasak. Ia sengaja memasak makanan kesukaan Keenan.


Senyuman terukir indah di bibirnya setelah menata beberapa menu makanan di meja makan. Sungguh rasa rindunya kepada Keenan melupakan jika hubungan mereka tidak baik-baik saja.


"Saatnya aku mandi," gumam Rebecca seraya berjalan menuju kamar.


Tidak menunggu lama ia keluar dari kamar mandi dan segera mengenakan pakaiannya.


Rebecca melirik jam yang terpajang di atas nakas di samping tempat tidur. Disitu sudah menunjukan pukul 19.00.


"Aku segera keluar," gumam Rebecca seusai menyisir rambut panjangnya.


Kini ia menunggu kepulangan Keenan di meja makan.


30 menit Keenan belum juga datang.


1 jam Keenan belum juga menampakan batang hidung.


2 jam dan seterusnya sampai jarum jam menunjukan ke angka 2, Keenan juga belum ada tanda-tanda akan datang.


"Ya ampun ini sudah dini hari tetapi ia belum juga tiba. Apa jangan-jangan pulang ke Mansion?" ucap Rebecca kepada dirinya sendiri. Karena khawatir Rebecca akhirnya mengirim pesan kepada Bibi Fera. Menanyakan apakah Keenan pulang ke Mansion.

__ADS_1


Tidak lama balasan dari Bibi Fera membuat Rebecca kecewa karena Keenan tidak berada di sana.


Ia pun lalu menghubungi ponsel Keenan, tetapi yang jawab adalah operator.


Dengan tatapan sendu Rebecca menatap semua hidangan di atas meja. Lilin yang awalnya menyala kini mulai meredup, seperti hatinya saat ini.


Kue anniversary yang begitu indah seakan tidak terlihat dan ternilai.


Rebecca tersenyum miris. Ia begitu bodoh mengharapkan sesuatu yang tak kan mungkin. Ia mengira seiring berjalannya waktu akan merubah hati dan sifat seseorang, tetapi ia salah dengan itu semua, hingga ia kembali menelan pil pahit.


Air mata kini mengalir di wajahnya. Ia tidak mampu untuk menahan gejolak yang menghantam hatinya saat ini.


Seketika bayangan 2 tahun lalu, ketika ia melepaskan kepergian Keenan. Pikiran negatif pun menyeruak dalam benaknya.


Selama ini Rebecca tidak tau dimana keberadaan Sunny karena ia memang tidak mementingkan orang lain. Tetapi sedikit dari informasi dari kolega-koleganya bahwa CEO perusahaan tersebut berada di luar negeri. Dan terpaksa di pimpin oleh orang tuanya kembali.


"Ken kamu kembali menghancurkan hatiku. Entah apa alasanmu belum juga kembali tetapi apakah ini ada kaitannya dengan hati? akun terlalu bodoh mengharap akan hal yang tidak pasti. Aku kira semuanya akan berubah seiringnya waktu. Tetapi itu tidak terjadi dalam hubungan kita," gumam Rebecca seraya menyeka air matanya.


Ingin sekali rasanya ia menghancurkan meja makan saat ini. Rasa lelah menyiapkan makanan tidak terbayar. Ingin sekali ia melemparkan kue itu ke lantai tetapi itu tidak akan merubah sesuatu.


Hati yang semula bahagia menyambut suami yang dirindukan berubah menjadi tangisan. Tangisan yang hanya disaksikan oleh kebisuan malam.


Sungguh Rebecca terpukul tetapi ia harus berbuat apa. Ini sudah garis takdir kehidupan yang akan dia jalani.


Lelah menangis ia berusaha bangkit dari kursi. Dengan langkah lunglai ia berusaha berjalan menuju kamar.


Jarum jam menunjukan pukul 5 pagi. Rebecca bangkit dari tempat tidur. Rasa kantuk seakan hilang.


Ia lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi. Rebecca memutuskan akan berangkat ke kantor di pagi hari.


°°°°°°


Tiba di perusahaan Rebecca mendudukkan dirinya dengan mata berat. Full semalaman ia tidak tidur, dan sekarang ia menanggung akibatnya.


Belum ada karyawan.yang tiba di kantor selain dirinya kecuali satpam serta cleaning servis.


Rebecca menyiapkan semua dokumen pemindahan pemimpinan kembali. CEO HUGO GROUP sudah kembali.


Rebecca sudah menyelesaikan S2. Karena status sudah menikah ia engan melanjutkan ke S3.


Kini kedudukannya ia resmi menjadi direktur di perusahaan milik kedua orang tua sekaligus mertuanya itu.


Tok tok


Pintu ruangan diketuk.

__ADS_1


"Masuk saja cinta," sahut Rebecca.


Klek


Pintu terbuka, sosok Felisha melangkah masuk dengan raut wajah khawatir.


"Cinta ada apa? kenapa pagi begini berangkat ke kantor? bukankah suamimu seharusnya semalam pulang?" cecar Felisha melemparkan pertanyaan bertubi.


Rebecca bangkit dari duduknya lalu segera memeluk Felisha.


Hiks.... hiks.....


Tangisan Rebecca pecah dalam pelukan Felisha. Tentu saja membuat Felisha semakin tak mengerti.


"Keluarkan jika itu membuatmu lebih nyaman," lirih Felisha seraya mengusap punggung Rebecca yang sedang bergetar. Felisha yakin pasti ada sesuatu yang terjadi menimpa sahabat baiknya itu.


Cukup lama kedua sahabat itu dalam diam. Felisha sengaja memberi waktu agar Rebecca bisa tenang.


"Cinta apa yang terjadi?" tanya Felisha saat mereka mendaratkan bokong di atas sofa.


"Dia, dia...." Rebecca menceritakan apa yang membuat ia menangis.


"Yang sabar ya? mungkin ada sesuatu, jangan berpikir negatif, tidak baik." Ucap Felisha dengan lembut berusaha menenangkan Rebecca.


Selama ini Felisha lah orang yang selalu mendengar keluh kesahnya. Felisha sudah menjadi karyawan tetap di perusahaan ternama ini tentunya dengan bantuan Rebecca. Felisha bersama Jio memang kinerja yang bagus dan disiplin waktu.


°°°°°°


Klek


Pintu apartemen terbuka.


Di ambang pintu langkah itu terhenti sejenak. Ternyata tidak ada yang berubah semenjak ia pergi.


Pria tampan itu berjalan menuju dapur, kebetulan ia meraup haus. Tiba-tiba langkahnya terhenti tepat melewati meja makan.


Pandangannya tidak lepas dimana makanan dingin terhidang di atas meja. Lebih mencengangkan lagi terdapat kue berukuran kecil berbentuk hati, yang bertuliskan happy anniversary ke 2 tahun.


Jantung Keenan berdebar, ternyata Rebecca menyiapkan kejutan itu, bertepatan dimana hari kepulangannya dari tugas wajib militer.


Keenan mendudukkan dirinya di kursi meja makan. Tanpa melepaskan tatapannya di hidangan itu, yang tak lain adalah makanan kesukaannya.


Ssst


Keenan mendesis seraya memejamkan mata. Rasa lelah seakan hilang ketika peristiwa yang saat ini menyambutnya.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪


__ADS_2