MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Bab. 115. Mantan, Pelakor, Cemburu!


__ADS_3

"Andre!"


"Lauren!"


Seru keduanya saling kaget seraya menunjuk. Keduanya berbincang-bincang, hingga Andre lupa untuk membeli minuman karena tidak sengaja bertemu dengan Lauren yang tak lain adalah mantan kekasihnya dulu.


"Andre kamu datang sendirian?" tanya Lauren.


Mendengar pertanyaan Lauren itu baru menyadarkan Andre hingga membuat dirinya menoleh dimana keberadaan Gabriella menunggu dirinya.


Deg


Andre tercekat karena mendapati Gabriella melihat kearahnya dengan Lauren.


"Tidak aku datang dengan istriku," sahut Andre dengan jujur.


"Apa? kamu sudah menikah Andre?" tentu saja Lauren kaget.


"Iya," jawab Andre dengan singkat.


"Jadi kedatanganmu di sini dalam kegiatan honeymoon?"


Andre mengangguk. Lalu segera membeli minuman.


"Dimana istrimu?"


"Ikut aku biar aku kenalkan," ujar Andre, sedikitpun tak terlalu memperhatikan Lauren. Wanita yang menjadi cinta, cinta monyetnya terdahulu.


Lauren mengangguk setuju.


**


Gabriella terpaku melihat Andre sedang berbincang-bincang dengan seorang wanita yang yang tak bisa dia lihat wajahnya karena kebetulan membelakangi.


"Siapa dia?" gumam Gabriella dengan perasaan tak karuan.


Dari postur tubuh wanita itu sangat sempurna, apa lagi pakaian yang dikenakannya menampakan lekuk-lekuk tubuh indahnya yang terekspos.


Gabriella kembali duduk dengan perasaan memanas tanpa ingin memandang ke arah sana.


"Pantas saja dia membeli minuman sampai setengah abad, rupanya sedang lupa daratan," omel Gabriella merasa kesal. Sampai-sampai tisu dalam genggamannya tak berbentuk lagi, korban dari kekesalannya yang tak berdasar.


Andre berjalan beriringan bersama Lauren menuju dimana Gabriella berdiam diri dengan posisi duduk menghadap kearah lain.


Andre memancarkan senyuman ketika melihat sosok Gabriella yang termenung memandang kearah lain, dimana di sana beberapa pasangan kekasih sedang berselfie ria bersama pasangan mereka masing-masing.


Hmmm


"Sayang ini minum dulu," Andre mengagetkan Gabriella. Sungguh Gabriella tak menyadari kedatangan Andre. Andre menyodorkan air mineral setelah membukakan tutup botol tersebut.


Gabriella mengalihkan pandangan, dan benar saja Andre tidak sendirian tetapi dengan sesosok wanita yang sedang berbincang dengannya tadi.


"Sayang kenalkan, ini Lauren," ucap Andre memperkenalkan Lauren. "Lauren ini istriku," imbuhnya.

__ADS_1


Mendengar pengakuan Andre membuat hati Gabriella senang bukan main.


"Hai senang bertemu denganmu. Aku Lauren," ucap Lauren seraya mengulurkan tangan.


Gabriella menatap Lauren. Wanita ini benar-benar cantik dan seksi.


"Senang juga bertemu denganmu. Aku Gaby," balas Gabriella membalas uluran tangan Lauren.


"Andre istrimu sangat cantik, makanya kamu kepincut," ucap Lauren memuji kecantikan seorang Gabriella. "Jika dilihat-lihat wajahmu tak asing deh? maaf kalau aku salah," imbuh Lauren seraya berpikir dimana dia pernah melihat wajah itu.


"Iya dia memang sangat cantik," sahut Andre membenarkan pujian dari Lauren seraya mengusap pucuk kepala Gabriella.


Gabriella termangu mendengar pernyataan Andre. Hatinya sedang berbunga-bunga saat ini.


Ketiganya lalu duduk.


"Aku jadi iri melihat kemesraan serta keromantisan kalian," goda Lauren di iringi senyuman.


Andre maupun Gabriella saling memandang dengan senyuman kamu karena apa yang diperkirakan Lauren adalah tidak benar dalam hubungan mereka.


"Andre kok kamu tidak mengundang diriku?" tanya Lauren, sungguh wanita ini tidak berhenti berbicara.


"Maaf soal itu karena mendadak," sahut Andre dengan kepolosannya, hal itu memancing kekesalan Gabriella. Entah kenapa hati Gabriella mencelos mendengar jawaban Andre, padahal memang begitu yang terjadi sesungguhnya tetapi hati Gabriella seakan engan memberitahu sejujurnya.


"Mendadak? hmmm ya aku paham sekarang," ucap Lauren seakan berpikir negatif.


"Buang pikiran negatif," Gabriella mencela karena dia tahu bahwa Lauren berpikir yang tidak-tidak. Bagaimana dia hamil diluar nikah? sekarang saja mereka belum meresmikan ranjang pengantin.


Lauren manggut-manggut seakan paham dengan sindiran Gabriella. Sedangkan Andre kalang kabut mendengar Gabriella menyindir mantan kekasihnya itu.


"Iya, sudah 3 tahun ini aku menetap di sini. Kebetulan hari ini aku ada pemotretan iklan untuk perusahaan di sekitar sini, makanya menyempatkan diri bersantai-santai," akui Lauren.


"Pantas saja tubuhnya seindah itu, dia adalah model iklan," batin Gabriella. "Sebenarnya siapa wanita ini? apakah mereka adalah rekan bisnis?" batinnya kembali. Ingin bertanya tetapi itu tidak mungkin dilakukan Gabriella.


Andre manggut-manggut mendengar penuturan Lauren seraya membelai rambut Gabriella. Sungguh Gabriella merasakan kebahagiaan tersendiri, dulu awalnya dia merasa risih sendiri jika Andre memperlakukannya tetapi sekarang dia ingin lebih dari itu.


"Sayang aku tinggal sebentar ingin ke toilet," ujar Andre dengan lembut.


"Pergilah aku tunggu di sini," sahut Gabriella dengan penuh kelembutan seraya tersenyum bahkan mengusap wajah Andre dengan penuh cinta, bila di pikiran Lauren. Andre terpaku melihat perlakuan Gabriella yang baru kali ini dilakukannya disertai senyuman mautnya. Sampai-sampai keinginan ke toilet di lupakan oleh Andre. "Sayang apa kamu tidak jadi ke toilet?" kata Gabriella karena Andre belum juga beranjak dari kursi duduknya.


Andre menjadi salah tingkah sendiri, tetapi dia berusaha menyembunyikan rasa itu.


Selepas kepergian Andre, suasana menjadi canggung. Kedua wanita memiliki kecantikan berbeda itu seperti memikirkan sesuatu.


"Kamu sangat beruntung mendapatkan hati seorang Andre," ucap Lauren membuka keheningan. Bibirnya melengkung seraya mengatakan hal itu.


"Hmmm jika boleh tahu apa hubungan kalian? sepertinya akrab begitu?" pancing Gabriella, sejak tadi dia sangat penasaran.


Lauren menghembuskan nafas panjang seraya memandang lurus ke depan.


"Andre adalah mantan terindahku sewaktu SMA," akui Lauren, seketika berhasil membuat mata Gabriella membuat serta tubuh membeku. Untung saja Lauren tidak melihat keterkejutan dirinya.


"Mantan, terindah?" gumam Gabriella dengan hati serta mata memanas.

__ADS_1


Lauren mengalihkan pandangannya ke Gabriella.


"Dia pria setia dan sangat peduli. Aku sangat ingat dengan itu karena aku juga pernah diposisi itu. Aku saja yang bodoh waktu itu, mengakhiri hubungan kami karena sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing, apa lagi menjalin hubungan jarak jauh," pungkas Lauren seakan mengenang masa lalu itu.


Ssst


Gabriella mengeram dalam hati mendengar pengakuan Lauren yang tak ingin dia dengar.


"Jadi ini mantan yang diceritakan Andre kemarin? pantas saja dia kepincut. Lauren sangat cantik dan menjadi idola kaum adam," Gabriella berperang dalam hati.


"Aku sangat terkejut dan tak percaya ketika Andre tadi mengatakan bahwa dia sudah menikah, karena setahuku Andre...."


"Jomblo akut?" potong Gabriella seakan paham dari kelanjutan ucapan Lauren.


Lauren menyunggingkan senyuman mendengar tebakan Gabriella.


"Kamu benar," sahut Lauren seakan membenarkan tebakan Gabriella seraya tersenyum penuh arti melihat raut wajah Gabriella seperti memanas.


"Hmmm maaf jika aku hanya menebak-nebak saja. Sepertinya hubungan kalian tak seperti pasangan yang berbulan madu? sangat beda sekali dibandingkan pasangan-pasangan di sini?" pancing Lauren dengan senyuman penuh arti tanpa mengalihkan tatapannya kepada Gabriella.


"Sia*an wanita ini sangat banyak omong," umpat Gabriella didalam hati. Sangat ingin membungkam mulut Lauren.


"Karena aku bukan berasal dari negara barat jadi sewajarnya saja memamerkan karena menjaga etika di tempat umum," sahut Gabriella dengan menekankan garis besar dari perkataan Lauren.


Lauren manggut-manggut, membenarkan ucapan Gabriella.


"Jaga dan cintai Andre karena keberuntungan tidak mungkin datang untuk berulang-ulang," ucap Lauren. "Hmmm sekarang para P-E-L-A-K-O-R bergentayangan mencari mangsa bahkan merajalela. Jangan kasi kendor, beri pelayanan yang membuat suami tak berpaling," imbuh Lauren.


Mendengar sebutan pelakor membuat hati Gabriella meradang, dia tidak pernah berpikir sampai di situ.


"Termasuk kamu?" gumam Gabriella tak sadar menyindir Lauren.


"Apa?" tanya Lauren padahal dia sangat mendengar jelas gumaman Gabriella tetapi pura-pura tak mendengar. Senyuman penuh arti tersirat di bibirnya yang merah merona itu, memancing iman para pria.


"Aku tidak mengatakan suatu apapun," elak Gabriella.


"Camkan yang tadi aku katakan karena aku sudah mengalami situasi seperti itu. Mantan suamiku berselingkuh dengan mantan kekasihnya sehingga bahtera rumah tangga kami hancur, wanita mana yang ingin diselingkuhi? dan aku memilih untuk bercerai. Musim sekarang lagi viral pelakor, padahal yang lajang masih banyak yang menganggur, seakan suami orang paling spesial," pungkas Lauren kembali dengan tatapan sendu.


Gabriella tak bergeming mendengar cerita Lauren. Tiba-tiba dia merasakan ketakutan yang luar biasa dalam hubungan rumah tangga mereka, apa lagi sampai saat ini dia belum bisa menjadi seorang istri sepenuhnya, dalam arti belum memberi nafkah batin untuk Andre.


"Hmmm Andre kok lama yah? aku rasa waktuku sudah cukup untuk bersantai-santai karena beberapa menit lagi melakukan pemotretan kembali," ucap Lauren seraya melirik jam di pergelangan tangannya.


Gabriella juga baru menyadari kepergian Andre ke toilet memakan waktu cukup lama.


"Apa dia digoda oleh P-E-L-A-K-O-R yah? karena di sini juga sangat banyak pencari mangsa," goda Lauren sengaja memanas-manasi Gabriella.


"Jangan asal bicara!" Seru Gabriella menekankan. Dengan hati mencelos ke ulu hati.


Seketika ketakutan menghantui perasaan Gabriella. Seolah-olah pernyataan Lauren itu ada benarnya sehingga membuat perasaannya meremang.


Gabriella menautkan jarinya menunggu kedatangan Andre, bahkan dia ingin menyusul Andre tetapi dia urungkan karena tidak ingin dibilang posesif.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah serta komennya agar author lebih semangat lagi💪


__ADS_2