
Di sebuah cafe terbuka sudah dipadati. Malam ini adalah ulang tahun Keenan yang ke 26 tahun.
Ia sama sekali tak mengira bahwa ulang tahun yang ke 26 tahun akan dirayakan seperti saat malam ini. Selama ini pria tampan itu tidak ingin merayakan tanggal jadinya dengan sebuah pesta.
Ternyata rencana ini disusun oleh seseorang. Tetapi orang tersebut belum juga menampakan batang hidungnya.
Tiba-tiba seorang wanita cantik semampai berjalan dengan elegan, seraya membawa sebuket bunga.
"Selamat ulang tahun honey," ucapnya seraya menebarkan senyuman, dengan menyodorkan sebuket bunga.
Sunny mendaratkan kecupan dikedua pipi Keenan.
"Terima kasih honey," balas Keenan seraya meraih bunga itu. Sebenarnya ia tipe pria tidak menyukai bunga dalam bentuk apapun tetapi karena Sunny yang memberikan ia dengan senang hati menerimanya.
Wanita cantik semampai itu semakin mendekat. Ya dia memang sangat terpesona dengan ketampanan serta kekayaan seorang Keenan. Tidak semua wanita yang dapat mendekati pria itu, ia salah satu wanita beruntung yang bisa dekat bahkan sering menghabiskan waktu senggang berdiskusi tentang bisnis.
Sunny adalah putri tinggal dari keluarga terpandang nomor 5 di Korea. Ia mengambil jurusan bisnis karena akan menggantikan orang tuannya.
Sangat sebanding bukan jika keduanya disandingkan? itulah yang dipikirkan orang-orang tentang mereka.
Malam ini juga adalah acara perpisahan dengan teman-teman seperjuangan.
Duarr!
Sosok wanita cantik berbalut dress elegan berdiri mematung mendapati kejutan luar biasa malam ini. Seperti petir menyambar.
Tanpa sadar bulir bening itu lolos begitu saja. Membasahi kedua pipi mulus itu.
"Dek," tepukan di bahunya membuat wanita itu segera menyeka air matanya tanpa diketahui. "Ada apa? kenapa kamu berdiam diri di sini? ayo sepertinya kita sudah terlambat," ucapnya.
Dengan dada sesak wanita itu ikut berjalan dengan kedua kaki gontai. Senyuman pada awalnya menghiasi wajah cantik itu kini buram seakan mendung.
"Kakak sepertinya aku tiba-tiba tidak enak badan. Apa sebaiknya aku kembali ke hotel?" perkataan seperti menahan sesuatu itu membuat langkah pria jangkung itu terhenti.
Ia menempelkan telapak tangannya di dahi. Tetapi dengan hasil pemeriksa alaminya tidak menemukan tanda apapun. Bukannya panas tetapi dahi itu dipenuhi peluh.
"Kamu sakit apa? suhu badanmu normal. Apa sakit perut dan lain sebagainya?" tanyanya dengan raut wajah sedikit khawatir.
Wanita itu menggeleng lemah. Ia tidak mungkin menjelaskan alasannya itu.
Tiba-tiba mereka dipanggil. Ternyata Keenan tidak sengaja mendapati dua sosok yang sangat ia kenali, walaupun sedikit tak percaya karena pada awalnya ia tak diberitahu bahwa mereka akan datang.
"Ayo Dek," tanpa mendengar jawaban dari wanita itu, pria jangkung itu menuntunnya menemui Keenan.
Tiba di hadapan Keenan pria itu memeluk Keenan seraya menepuk punggungnya berkali-kali.
"Happy birthday ya? apa yang kamu do'akan semua dikabulkan," ucapnya.
__ADS_1
"Terima kasih Kak Leon!" Balas Keenan.
Keduanya melepaskan pelukan itu, pelukan melepas kerinduan. Sudah 3 tahun mereka tak bertemu karena Keenan selalu ada alasan jika di suruh pulang.
"Honey apakah ini Kak Leon yang kamu bilang seorang Kakak super protektif? tebak Sunny.
Keenan hanya dapat mengangguk kaku. Pandangannya berpusat pada wanita yang ada di samping Leon. Sedangkan wanita itu hanya menunduk seraya meremas jari-jemarinya.
"Hmmm sepertinya ada yang kamu sembunyikan? sepertinya hubungan kalian lebih dari teman? hmmm apa ini kekasihmu Ken?" tanya Leon seraya menaik turunkan alisnya.
Keenan tak menjawab, bahkan ia tidak tau apa yang dibicarakan Leon karena pikirannya berpusat pada sosok di hadapannya ini.
"Honey kok kamu tidak ingin memperkenalkan aku?" usapan di lengannya membuat lamunan Keenan tersadar.
Hmmm
"Kak Leon kenalkan ini Sunny kekasihku," ujar Keenan.
Pengakuan Keenan berhasil membuat wanita yang sejak tadi menunduk mengangkat wajahnya. Pandangan keduanya bertemu, pandangan memiliki arti yang berbeda.
Leon dan Sunny saling memperkenalkan diri. Leon merasa lega karena Keenan pada akhirnya memiliki kekasih di usianya 26 tahun.
"Ken kekasihmu sangat cantik, pantas saja kamu luluh," kagum serta puji Leon.
Seketika ia baru ingat dengan wanita di sampingnya. Yang hanya diam mematung. Bukankah dia wanita yang paling heboh di manapun? tetapi kenapa kali ini mulut cerewet itu seakan terkunci.
Wanita itu menggeleng, berusaha tersenyum seakan tidak ada sesuatu yang terjadi.
"Happy birthday Kak Ken. Selamat diberi umur 1 tahun lagi. Semoga apa yang diinginkan tercapai," ucap wanita itu seraya mengulurkan tangan dan disertai senyuman.
Dengan tangan berat Ken membalas uluran tangan itu tanpa sepatah kata. Hal itu membuat wanita itu tersenyum miring.
"Ini siapa honey?" tanya Sunny yang ditujukan kepada wanita itu.
"Kenalkan dia adalah Rebecca," sahut Keenan dengan singkat.
"Hai kenalkan aku Sunny. Hmmm kamu sangat cantik sekali," sapa Sunny seraya mengagumi paras cantik Rebecca.
"Aku Becca, terima kasih. Senang berkenalan denganmu," balas Rebecca seraya tersenyum sumbing.
"Ini adalah Adik bungsu kami Nona Sunny. Adik kami yang paling cerewet, tetapi malam ini ia dapat mengunci mulutnya rapat-rapat," timpal Leon seakan memperkenalkan jati diri Rebecca.
"Oh....tetapi wajah kalian sama-sama beda yah? kecuali Kiran," ucap Sunny tanpa tau bagaimana hubungan darah dari mereka bertiga. Yah dia memang belum mengenali keluarga besar Hugo. Jadi dia belum tau seluk-beluknya. Dan Keenan tidak pernah menceritakan bagaimana keluarga besarnya. Bahkan Sunny baru tau jika Keenan memiliki Adik lagi karena Keenan sama sekali tidak pernah menceritakan sosok Rebecca, beda halnya dengan Leon.
"Tentu saja beda karena kami bukankah sedarah," batin Rebecca.
Hmmm
__ADS_1
Keenan berdehem mencairkan keadaan yang sedikit canggung setelah mendengar pernyataan Sunny.
"Perhatian-perhatian kepada semua teman. Saatnya kita memulai acara peniupan lilin serta pemotongan kue. Sebelum itu kita nyanyikan sebuah lagu."
*Happy birthday to you...
Happy birthday to you...
Happy birthday.... happy birthday....
Happy birthday to you*....
Keenan dipersilahkan untuk meniup lilin, sebelum itu ia panjatkan doa terlebih dahulu dalam hari.
prok prok
Tepuk tangan menyambut peniupan lilin itu.
"Saatnya pemotongan kue, dan berikan potongan pertama kepada orang yang spesial."
Dengan raut wajah datar Keenan memotong kue itu, lalu sejenak menatap dua wanita cantik yang sedang berdiri di hadapannya dengan jarak beberapa langkah.
Sunny menatap dengan senyuman mendamba. Sedangkan Rebecca hanya bisa menatap lantai.
Keenan maju beberapa langkah seraya di tangannya memegang piring kecil lengkap dengan sendok.
Tepat di hadapan Rebecca dan Sunny seruan dari teman-teman membuat gerakan Keenan terhenti.
"Sunny, Sunny....." Seruan dari mereka. Sehingga membuat Rebecca berniat mengangkat wajahnya.
Deg
Matanya melebar melihat sesuatu dimana Keenan memberikan potongan pertama kepada Sunny. Tanpa disadari ternyata Sunny langsung membuka mulut ketika tangan Keenan terulur, yang pastinya belum tepat kepada sasaran.
Entah kenapa membuat Keenan engan menghindari, mungkinkah karena tidak ingin Sunny salah paham.
"So sweet...."
"Cium.... cium....."
Sunny menatap Keenan dengan pancaran penuh minta izin. Dia ingin malam ini mendapat ciuman dari kekasihnya Keenan.
Keenan tak bergeming hingga Sunny berinisiatif sendiri, mengecup salah satu pipi Keenan.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪
__ADS_1