
"Sayang....." Panggil Mommy Isabella ketika melihat sosok Rebecca dan juga Keenan.
Rebecca menghela nafas panjang, ia dapat melihat raut kesedihan di wajah wanita yang sudah merawatnya selama ini.
"Mom, Dad apa kabar?" Rebecca langsung menyapa kedua orang tuanya. Ia berusaha tegar seakan tidak ada yang terjadi.
Mommy Isabella langsung memeluk Rebecca dengan eratnya.
"Sayang kamu baik-baik saja?"
"Seperti yang Mommy lihat, Eca baik-baik saja Mom," sahut Rebecca seraya tersenyum seperti biasanya.
Daddy Alfred memandangi Rebecca dengan tatapan terkunci, raut wajah itu tersimpan rasa kecewa dan terluka atas masalah yang menimpa Rebecca yang diciptakan oleh putranya sendiri.
Rebecca menoleh ke arah Daddy Alfred. Ia dapat menyadari raut wajah itu sehingga membuat hatinya tersayat-sayat.
Ia memang kecewa dengan kedua orang tua sekaligus mertuanya tetapi ia juga tidak bisa menyalahkan merek dalam hal ini.
"Dad," lirih Rebecca. Dengan segera Daddy Alfred mendekap tubuh Rebecca, membawanya kedalam pelukannya.
"Daddy minta maaf Nak," bisik Daddy Alfred.
Rebecca memejamkan mata. Lalu ia menyembunyikan wajahnya, tidak ingin semua orang melihat raut kesedihannya.
Plak
Tamparan melayang di wajah Keenan, itu diciptakan oleh Mommy Isabella sendiri. Mendengar hal itu membuat pelukan Rebecca maupun Daddy Alfred mengurai.
"Apa maksudmu Ken? apa maksud semua ini?" cecar Mommy Isabella dengan murka. Ingin sekali rasanya ia memukul Keenan sekuat mungkin.
Keenan tak bergeming, selama hidup baru kali ini wanita yang sangat ia sayangi menampar wajahnya.
"Mommy kecewa. Sungguh Mommy kecewa Keenan!" Teriaknya seraya menggoncang kedua bahu Keenan diiringi tangisan pilu.
Hiks hiks
Tangis Mommy Isabella seraya memukul dada Keenan bertubi-tubi.
"Hentikan Mom," pinta Rebecca.
Mendengar suara Rebecca membuat Mommy Isabella menghentikan aksinya.
"Sayang dia sudah menyakitimu dan mengecewakan Mommy maupun Daddy," lirih Mommy Isabella tersedu-sedu.
__ADS_1
Rebecca terdiam, lalu pandangannya kearah dimana tuan Sun dan Lucky duduk terdiam. Rebecca pun menyapa dengan kepala menunduk.
Dalam pikirannya kenapa mereka bertamu ditengah malam begini.
Tuan Sun menatap Rebecca dengan wajah penuh arti, begitu juga dengan Lucky.
"Duduk Mom," ucap Rebecca.
Rebecca duduk di sebelah Mommy Isabella, tepat berhadapan dengan Keenan. Di sisi lain tepat di samping Rebecca, adalah sosok Tuan Sun serta Lucky.
"Apa maksudmu Ken? jawab Mommy!" Mommy Isabella kembali bertanya, membuka suara.
Keenan terdiam, begitu juga dengan Rebecca.
"Ada apa dengan kalian? kenapa hanya membisu?" teriakan itu membuat Keenan maupun Rebecca saling memandang.
Mommy Isabella sudah kehilangan kesabaran sehingga membuatnya beranjak berdiri.
"Sayang tenanglah," Daddy Alfred berusaha menenangkan Mommy Isabella hingga membuat dirinya kembali duduk.
Rebecca menarik nafas sesaat, mengumpulkan energi. Ini saatnya ia mencurahkan seluruh isi hatinya. Biarlah orang lain ikut tau.
Rebecca menelan ludahnya sesaat.
"Apa?" seru semua orang ketika mendengar pengakuan Rebecca, kecuali Keenan.
"Kenapa kamu menyembunyikannya sayang?" lirih Mommy Isabella.
Rebecca menggeleng seakan engan menjawab pertanyaan yang dilayangkan oleh Mommy Isabella.
"Dad, Mom ini semua bukan kesalahan Keenan tetapi ini adalah kesalahan Daddy, Mommy serta mendiang Mama. Kenapa Eca menyalahkan? karena kalianlah yang memaksakan pernikahan ini," ungkap Rebecca.
Semuanya terdiam dengan wajah menunduk.
"Eca kecewa dengan Daddy maupun Mommy. Kenapa mengancam Keenan agar dia mau melakukan pernikahan ini? kenapa Daddy sama Mommy mengiyakan permintaan konyol mendiang Mama? tidak perlu Dad, Mom. Keenan tidak pernah mencintai Eca! Tidak pernah," lirih Rebecca seraya menyeka air mata yang tak dapat ia bendung lagi.
Sekali lagi membuatnya menelan ludah.
"Perbedaan kami sangat jauh, bagaikan langit dan bumi. Eca hanya orang biasa, terlahir dari rahim seorang pengasuh. Yang tak jelas asal usul Ayah biologisnya, bagaimana bisa Keenan menerima status Eca. Apa kata orang-orang jika mengetahui status itu? ternyata putra dari keluarga terpandang menikahi putri seorang pengasuh serta anak haram."
"Rebecca!!!" Suara bariton itu diciptakan oleh Daddy Alfred.
Semua terkejut mendengar penuturan Rebecca yang tak pernah mereka duga.
__ADS_1
Tuan Sun memegang dadanya. Begitu juga dengan Lucky.
"Apa Eca salah bicara Dad? tidak bukan? itulah kenyataannya. Selama ini Eca diam karena tidak mengetahui apa alasan Daddy sama Mommy menjodohkan kami, serta ancaman yang diberikan. Tidak perlu melakukan sampai ke tahap itu. Eca mendengar sendiri percakapan Keenan dengan Gerry beberapa hari yang lalu, dimana Keenan mengatakan ia terpaksa menikahiku karena tidak ingin perusahaan jatuh di tanganku karena Daddy maupun Mommy mengancam. Tidak ingin mengecewakan kalian bertiga termasuk mending Mama. Keenan berhutang Budi dengna mendiang Mama sehingga i atidak bisa menolak perjodohan ini. Dia rela mengorbankan kebahagiaannya hanya sebuah ancaman maupun hutang budi, bukan karen memiliki perasaan kepada Eca." Ungkap Rebecca panjang lebar.
Rebecca kembali menyeka air matanya.
"Kembalinya Keenan dari tugas WAMIL bertepatan dimana anniversary pernikahan kami yang ke 2 tahun. Eca bermaksud memberi kejutan atas kedatangannya tetapi takdir berkata lain, yang ada malah dia dan kekasihnya yang memberi kejutan sekarang. Eca menunggu semalaman tetapi sosok yang ditunggui tidak juga kunjung tiba. Eca mengira selama 2 tahun ini hati Keenan melunak atau menata hatinya untuk Eca tetapi Eca salah." Ungkap Rebecca seraya meremas sisi bajunya.
Mommy Isabella sudah menangis tersedu-sedu. Mendengar ungkapan hati Rebecca membuatnya merasa salah, apa lagi ketika Rebecca mengatakan statusnya. Penuturan yang lolos keluar dari mulut Rebecca seakan menyayat hati, begitu pilu.
Keenan menatap Rebecca dalam diam. Sedangkan yang ditatap hanya bisa menunduk.
"Ken aku minta maaf karena telah menjadi duri dalam hubungan kalian, andai saja aku tau jika mendiang Mama yang minta tidak akan terjadi pernikahan ini," ucap Rebecca seraya menatap Keenan yang tengah menatapnya hingga tatapan mereka bertemu.
Keenan tak bergeming.
Rebecca menatap ke atas, bayangan masa kecil terlintas dalam ingatannya. Dimana ia selalu membuat Keenan kesal.
"Aku juga minta maaf karena selalu membuatmu merasa kesal dan malu kepada teman-teman sekolah," ucap Rebecca.
Rebecca masih sangat ingat sekali dimana Keenan di olok-olok oleh teman-teman di sekolah, dimana Rebecca pada saat itu mengaku bahwa dirinya adalah jodoh untuk Keenan. Rebecca juga melarang teman perempuan untuk menyukai Keenan karena itu adalah pacarnya.
Mendengar olokan mereka membuat Keenan malu bahkan murka kepada Rebecca. Sedangkan Rebecca sama sekali belum memahami itu.
"Sungguh sekarang aku minta maaf, mungkin dari situ awal mula kamu menghindari dan jaga jarak denganku."
"Sayang," lirih Mommy Isabella ingin menyentuh Rebecca tetapi dengan segera Rebecca menghindar dengan cara menggeser duduknya. Hal itu membuat hati Mommy Isabella tercubit.
"Dad, Mom terima kasih atas jasa serta kebaikan kalian selama ini. Tetapi maaf Eca benar-benar kecewa dengan tindakan Daddy sama Mommy," lirih Rebecca dengan raut wajah kecewa.
Deg
Daddy Alfred maupun Mommy Isabella tercengang menerima pengakuan Rebecca.
"Aku memang mencintai Keenan tetapi bukan begini caranya. Bukankah cinta tak harus dipaksakan?" ucap Rebecca seraya tersenyum manis, padahal dalam hati menyetir menangis.
Rebecca menoleh ke setiap orang dan terakhir Keenan.
"Aku menyerah, dan akan mengakhiri semuanya. Maaf aku menggingkar janji suci pernikahan," papar Rebecca dengan lantang.
Deg
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪