MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Bab. 108. Dia Kekasihku


__ADS_3

Tiba di bandara


Gabriella menelpon supir pribadi kedua orang tuanya. Ternyata sudah tiba lebih cepat dari mereka sehingga tidak membuat mereka menunggu.


"Sayang ada apa?" tanya Gabriella kepada Andre yang tengah melamun.


Andre menoleh, lalu menggenggam tangan Gabriella. Sedangkan supir pribadi kedua orang tuanya cukup kaget mendengar panggilan Gabriella kepada Andre. Apa lagi melihat kedekatan mereka saat ini.


Mobil memasuki gerbang Mansion. Andre maupun Gabriella pastinya merasakan sesuatu.


Mereka turun secara bersamaan. Gabriella tidak ingin Andre membukakan pintu mobil untuknya.


"Ayo sayang," ucap Gabriella seraya tersenyum. Andre meraih tangan itu lalu menggenggamnya saling melemparkan senyuman.


Keduanya berjalan secara beriringan memasuki Mansion.


***


Di ruang keluarga.


"Sayang lihat ini. Keenan bersama Kiran sangat lucu, mereka semakin pintar saja hmmm sangat mengemaskan. Mama jadi merindukan mereka," ucap Mama kepada Papa setelah melihat video yang terkirim didalam ponselnya.


Papa meraih ponsel dalam genggaman Mama. Semburat senyuman kebahagiaan yang terpancar di raut wajah mulai menampakan garis-garis menua.


"Mereka sangat lucu. Keenan benar-benar mirip menantu kita, sangat tampan." Pungkas Papa.


"Sayang jika mereka setuju, bagaimana jika kita bawa Leon tinggal bersama kita. Mama sangat kesepian," ungkap Mama dengan wajah memelas.


"Papa juga berkeinginan seperti sayang tetapi mana di izinkan oleh mereka. Kita tahu sendiri bahwa putri kita sangat menyayangi Leon dan tidak bisa jauh-jauh," pungkas Papa.


Huh....


Mama menghela nafas panjang.


Tap tap


Derap langkah serta bunyi sepatu membuat kedua paruh baya itu saling memandang. Dan tak lama mengalihkan pandangan mereka ke asal suara.


Ketika melihat dua sosok yang tentunya mereka kenal membuat keduanya kembali memandang dengan dahi mengerut.


"Pa, Ma," panggil Gabriella tanpa melepaskan genggamannya pada tangan Andre.


"Sayang apa benar itu kamu?" ucap Mama hampir tak percaya akan kedatangan Gabriella yang tiba-tiba itu. "Andre...." Imbuh Mama kembali seakan menyadari sosok Andre.


"Menurut Mama kami ini bayangan? begitu?" ucap Gabriella masih dengan posisi berdiri.


"Selamat sore Tuan, Nyonya," sapa Andre seraya menyalami Papa sama Mama.

__ADS_1


Mendengar panggilan Andre kepada kedua orang tuanya, Gabriella mengernyitkan dahi. Dia ingin protes terapi bukan saatnya.


Sedangkan Papa sama Mama masih sangat penasaran kenapa Gabriella pulang lagi bahkan membawa Andre juga, yang tak lain adalah asisten menantu mereka. Lebih mencengangkan lagi Gabriella bersama Andre saling menggenggam tangan.


"Iya Andre silahkan duduk," ujar Papa sedangkan Mama sibuk memutar otaknya.


Kini mereka duduk saling berhadapan, bahkan Gabriella sengaja memepet Andre, hal itu membuat Andre canggung.


Hmmm


"Sepertinya ada yang perlu kalian jelaskan," tutur Mama dengan tatapan mematikan yang dipancarkan kepada mereka berdua.


"Tentu Mama," sahut Gabriella mengembangkan senyuman, dan gilanya lagi semakin memeluk lengan Andre.


Gerak gerik Gabriella yang tak pernah mereka lihat membuat Papa sama Mama kembali saling memandang seraya mengedikkan bahu.


"Sayang kenapa hanya diam saja? ayo jelaskan semuanya kepada calon mertuamu," ucap Gabriella seperti menggoda Andre.


Mendengar panggilan sayang serta calon mertua membuat kedua paruh baya itu terbatuk, terlebih lagi Mama.


Hah.....


Mama menganga dengan mata membulat menatap Gabriella dan Andre bergantian.


"Kenapa Gaby jadi agresif begitu? sungguh jantung aku sangat berdegup," Andre membatin seraya berusaha tersenyum.


"Bisa kamu jelaskan Nak Andre?" timpal Papa karena rasa penasaran.


"Gaby jaga sikapmu!" Seru Mama dengan nada marah, bahkan memanggil langsung dengan namanya.


Gabriella nyinyir, bukannya menjauhi Andre tetapi wanita aneh itu menurut Papa sama Mama tidak mengidahkan ucapannya.


"Tuan, Nyonya maksud keda....."


"Sayang panggil Papa sama Mama saja karena mereka bukanlah Tuanmu tetapi sebentar lagi akan menjadi mertuamu," Gabriella mencela ucapan Andre.


Mendengar perkataan Gabriella membuat Andre kikuk. Bagaimana berani dia memanggil seperti yang dikatakan wanita yang sangat dicintainya itu, wanita yang sebentar lagi akan dinikahinya.


"Pa, Ma. Hmmm Andre adalah kekasihku dan minggu, minggu ini kami akan menikah. Itulah tujuan kami kemari. Aku tahu Papa sama Mama tak percaya tetapi inilah kenyataannya," ungkap Gabriella dengan serius, bahkan saat mengatakannya itu matanya berkaca-kaca.


Deg


Pernyataan Gabriella tentu saja membuat kedua paruh baya itu termangu tak percaya karena mereka tahu sendiri bagaimana masa lalu Gabriella.


Dan kini putrinya ini mengatakan hal tentang hubungan bahkan ingin menikah dalam waktu dekat. Kapan mereka menjalin hubungan bahkan sama sekali tidak ada gosip yang berhembus tentang keduanya.


Yang mereka ketahui dokter Frans tertarik kepada putri mereka tetapi justru Andre yang saat ini bersama dengan Gabriella.

__ADS_1


"Lelucon apa itu sayang? Mama sama Papa tidak ulang tahun hari ini jadi surprise apa yang ingin kamu berikan?" ucap Mama menganggap pengakuan Gabriella adalah sebuah lelucon semata.


Andre menelan ludah lalu menegangkan tubuhnya.


"Sebelumnya saya minta maaf karena dengan lancang datang bersama dengan Gaby. Om, Tante, apa yang disampaikan Gaby adalah benar. Saya mencintai Gaby dan ingin menjalin hubungan ini lebih dalam yaitu dengan menikahinya," ungkap Andre dengan kemantapan. "Maaf karena saya sudah berani melamar Gaby. Saya sadar bahwa saya tidak pantas tetapi bolehkah saya merasa egois? karena rasa cinta ini tidak bisa saya lawan. Gaby adalah wanita yang sudah lama saya pendam semenjak pertama kali bertemu tetapi saya tidak berani mengatakan itu," pungkas Andre panjang lebar.


Gabriella terenyuh mendengar pengakuan Andre, bahkan kini air matanya tak bisa dia bendung lagi. Papa sama Mama menyadari itu.


"Ya ampun Mama sangat senang sayang," lirih Mama dengan mata berkaca-kaca seraya bangkit langsung memeluk Gabriella.


"Apa Mama sudah percaya?"


Mama mengangguk. Lalu menatap Andre yang juga sedang menatap.


"Sayang siapa bilang kamu egois dan tak pantas untuk Gaby? justru Mama sangat berterima kasih kepadamu karena mampu menaklukan hatinya dan ingin membuka lembaran baru. Ya awalnya tidak percaya tetapi mendengar langsung dari kamu Mama sangat percaya. Terima kasih mau menerima masa lalu Gaby," ungkap Mama dalam pelukan Andre.


Andre sangat terharu mendengar hal itu. Dan dia tidak pernah menyangka bakal seperti ini. Apa yang dia takutkan sepanjang jalan menuju Indonesia telah terjawab, terjawab bahwa hubungan mereka direstui.


Tetapi belum membuat Andre merasa lega karena Papa sejak tadi hanya diam.


"Terima kasih Tante,"


"Tante? Mama!" Protes Mama seraya menepuk bahu kekar Andre.


Andre tersenyum kikuk. Hatinya sangat bahagia sehingga tidak sadar mengusap pucuk kepala Gabriella dengan penuh cinta.


Mama tersenyum terharu melihat perlakuan Gabriella yang begitu lembut.


Hmmm


Akhirnya Papa berdehem sehingga membuat mereka kembali tenang.


"Kamu yakin dan serius Nak Andre? ini bukanlah main-main. Alfred dan Abel sudah jadi pembelajaran buat kita semua, untuk itu kami tidak ingin sesuatu kembali terjadi," ujar Papa dengan tegas dan menekankan tentang masalah Alfred dan Isabella.


"Saya serius dan sama sekali tidak ada maksud apapun Om. Saya mencintai Gaby karena tulus," ucap Andre.


Papa manggut-manggut.


"Nak apa kamu serius?" tanya Papa kepada Gabriella.


"Iya Pa. Aku sudah memantapkan dan menata hati," sahut Gabriella dengan serius.


Papa kembali manggut-manggut, seraya melengkungkan bibir.


Bersambung....


Jangan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪

__ADS_1


__ADS_2