
Aaak......
Pekik Rebecca seraya memegang perut besarnya.
"Sayang.....sayang....perutku sangat sakit!" Teriak Rebecca dengan wajah menahan sakit.
Keenan yang tengah berada didalam kamar mandi dengan bergegas keluar dengan perasaan panik setelah mendengar jeritan Rebecca.
"Ada apa sayang?" Keenan mendekat dalam keadaan Rebecca yang terduduk di lantai.
"Perutku sakit sayang. Sepertinya ingin lahiran," Rebecca bersusah payah berbicara, nafasnya sudah tak beraturan. Rasa sakit pada perutnya tidak seperti biasanya.
"Apa?" Keenan langsung panik dan ia segera menggendong Rebecca, membawanya masuk kedalam mobil. Tidak membuatnya susah payah karena akses kamar ke garasi mobil memiliki lift.
"Sakit.....sakit.....jeritan Rebecca sepanjang jalan.
Keenan semakin panik, ia hanya bisa menenangkan Rebecca.
"Sayang sabarlah sebentar lagi kita akan tiba. Pak bisa lebih cepat lagi?" perintah Keenan kepada supir pribadi mereka.
Dengan kepanikan luar biasa kini mereka sudah tiba di rumah sakit.
Huh.....huh.....
Rebecca berusaha menahan rasa sakit yang tiada jarak itu.
Rebecca segera mendapat penanganan. Dengan setia Keenan mendampingi.
"Tarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan," anjuran dokter.
Huh ....huh.....
__ADS_1
Rebecca mengikuti perintah dokter tetapi tidak membuahkan hasil.
Ssst
Rebecca kembali mendesis, ia berusaha agar tidak kesakitan histeris karena tidak ingin Keenan lebih khawatir.
Keenan mengenggam salah satu tangannya. Tidak henti-hentinya mengecup keningnya seraya berdoa.
"Sayang demi si jagoan berjuanglah," semangat Keenan ketika Rebecca lelah karena terus mengejan tetapi tidak membuahkan hasil.
Sekali lagi Rebecca mencoba karena ajakan bayi itu. Dengan mengigit bibir bawahnya ia melakukan proses pengejanan.
Aaak......
Bayi itu keluar tanpa ada tangisan, hal itu sedikit membuat Keenan maupun Rebecca heran. Yang mereka banyak tahu bayi akan menangis tetap dimana ia lahir.
"Bayi lahir dengan terbungkus plasenta Tuan, Nona." Ucap sang dokter.
"Silahkan Tuan robek sedikit," kata sang dokter.
Dengan tangan gemetaran Keenan melakukan sesuai petunjuk dokter.
"Selamat datang ke dunia boy," gumam Keenan.
Oek....Oek....
Barulah bayi mungil itu menangis. Mendengar tangisan bayi mereka untuk pertama kalinya membuat Keenan maupun Rebecca meneteskan air mata.
Suster membersihkan bayi berjenis kelamin laki-laki.
"Terima kasih sayang." Keenan kembali menciumi seluruh wajah Rebecca.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia sayang," ucap Rebecca masih menahan sakit di intinya akibat jalan lahir.
"Selamat Tuan, Nona atas kelahiran penerus keluarga Hugo. Keberuntungan luar biasa karena Tuan muda lahir dengan terbungkus plasenta, ini sangat jarang terjadi. Seperti mitos yang mengatakan lahir terbungkus membawa keberuntungan bagi bayi itu sendiri dan orang tuanya," pungkas sang dokter.
Keenan maupun Rebecca saling memandang. Keenan baru tahu hal itu sedangkan Rebecca sedikit tahu mengenai mitos itu.
Suster menyerahkan bayi mungil dengan berat tubuh 3,8 kg dan panjang 53 cm. Dengan canggung Keenan mengendongnya. Mendekatkan kepada Rebecca.
"Sayang kita akan menciumnya untuk pertama kalinya secara bersamaan," usul Keenan.
Rebecca tersenyum, apa yang dikatakan Keenan sungguh luar biasa.
Cup
Ciuman dikedua pipi itu secara bersamaan.
"Selamat datang ke dunia sayang," ucap Rebecca dengan wajah berseri-seri.
"Dia sangat tampan sayang, mirip dengan Daddy nya," puji Keenan masih memperhatikan paras bayi mungil itu.
"Iya Tuan. Tuan muda sangat mirip dengan Tuan, sama-sama tampan," sang dokter membenarkan.
Rebecca tersenyum lepas. Perjuangannya selama 9 bulan ini berakhir dengan kebahagiaan, kebahagiaan luar biasa.
Kini dia akan didampingi dua pria tampan. Mansion mewah milik mereka akan dipenuhi oleh tangisan serta gelak tawa nantinya.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪
•Ada saran untuk nama si tampan? yang pastinya bukan pasaran di dunia novel ðŸ¤
__ADS_1