
Semua kelihatan bahagia, terutama pasangan suami istri yaitu aku dan Alfred. Setelah makan makan malam kami berbincang-bincang di ruang keluarga.
Aku masih merasa canggung dengan kedekatan kami Alfred. Sedangkan Alfred biasa-biasa saja, bahkan tidak segan bersikap mesra dihadapan semua orang.
"Mama sangat bahagia sayang, bahagia melihat kebersamaan kalian yang sesungguhnya," ucap Mama ikut merasakan kebahagiaan ini.
"Aku minta maaf Ma karena telah menorehkan luka diawal. Terima kasih kalian masih ingin memberi kesempatan untukku, terlebih kamu sayang," ucap Alfred dengan sungguh-sungguh.
"Sayang semua orang pasti punya masa lalunya masing-masing, bahkan Mama sendiri," sahut Mama tidak ingin Alfred merasa bersalah terus-menerus.
"Iya Nak, apa yang dikatakan Mama itu benar. Papa juga memiliki masa lalu yang pahit," timpal Papa.
"Aku berjanji tidak akan menyakiti putri Papa sama Mama, dan akan menghujani dengan cinta kasih sayang serta kebahagiaan tiada batas," janji Alfred.
"Aku butuh bukti bukan janji!" Tegas Moses menekankan. Sejak tadi pria tampan serta cuek itu sibuk dengan benda pipih sembari beranjak bangkit dari duduknya.
Alfred tersenyum kecut mendengar sindiran Moses. Dengan segera ikut bangkit lalu mendekati Moses.
"Terima kasih Adik ipar atas bantuannya, aku berhutang budi denganmu," ungkap Alfred sembari mendekap tubuh Moses.
Dua pria tampan itu saling mendekap.
"Tidak perlu berterima kasih karena itu tugas seorang Adik. Kalian bahagia maka aku juga ikut merasakannya, walaupun awalnya cukup kecewa dan sakit hati tetapi aku maklumi karena sepenuhnya bukan kesalahanmu. Mungkin ini ujian di bahtera rumah tangga kalian, jadikan ini pembelajaran agar kedepannya lebih baik lagi. Apa lagi yang kurang? kalian saling mencintai pada akhirnya, dan dikaruniai tiga anak yang tampan serta cantik," pungkas Moses panjang lebar, ikut merasakan kebahagiaan ini. Moses menepuk-nepuk punggung Alfred.
"Aku akan membuktikan setiap janji-janjiku. Sekali lagi terima kasih," ujar Alfred dengan sangat yakin. Dia juga melakukan hal yang sama seperti Moses lakukan.
Terharu, terenyuh tentu saja dirasakan setiap orang ketika melihat momen ini.
Aku sudah menceritakan misi rencanakku sehingga membuat kedua orang tuaku sedikit murka atas tindakan tak terpuji itu. Tetapi ketika aku mengatakan alasannya mereka akhirnya mengerti.
Orang tua mana yang tidak akan marah atau kecewa jika dibohongi dengan masalah yang tak main-main. Bisa saja tindakanku ini pencemaran nama baik profesi dokter.
"Minggu pekan aku akan mengadakan pesta sekalian memperkenalkan istriku di publik. Maaf sayang selama ini aku menyembunyikan identitas kita," ungkap Alfred.
"Tidak perlu Al, aku tidak butuh itu," aku menolak dengan usulan Alfred.
Alfred tersenyum gemes kepadaku karena aku masih memanggilnya dengan nama.
"Sayang untuk masalah ini jangan halangi aku. Aku akan memperkenalkan kamu serta anak-anak di pesta mewah nanti," ujar Alfred tidak ingin membatalkan rencana yang sudah di susunnya.
"Perusahaan mengalami kerugian, bahkan uang kas perusahaan bersaldo nol. Lebih besar pasak dari tiang," ucapku membeberkan uang kas perusahaan.
Alfred mengigit bibir bawahnya. Apa yang aku katakan adalah benar.
"Kamu tenang sayang, masalah kekacauan ini akan segera tuntas karena aku sudah tau siapa dalang dari kekacauan ini," ujar Alfred.
__ADS_1
"Kakak tenang karena tersangka sudah ditahan pihak kepolisian dan besok atau lusa sidang pertama," timpal Moses.
"Sepertinya bukan orang sembarangan," kata Mama.
"Mama benar. Tuan Juan adalah orang terpengaruh di negara ini tetapi kekayaan atau kejayaan masih dibawah naungan HUGO GROUP," terang Alfred.
"Atas dasar apa sayang sehingga tega melakukan itu?" tanya Mama ingin tau apa alasannya.
Alfred menegakan tubuhnya sembari menghela nafas.
"Seperti yang pernah Daddy ceritakan beberapa tahun lalu, jika Tuan Juan adalah mantan kekasih Mommy ketika duduk di bangku SMA. Mereka menjalin hubungan selama 4 tahun. Seiring berjalannya waktu, Tuan Juan mengkhianati Mommy dengan berselingkuh dengan sahabat Mommy sendiri yang menjadi istri dari Tuan Juan sampai sekarang. Mommy memutuskan hubungan mereka dalam sepihak karena Tuan Juan tidak ingin putus dari Mommy. Mommy tetap kekeh dengan pendiriannya karena perbuatan Tuan Juan dengan sahabatnya sendiri sudah kelewatan batas, bahkan Mommy memergoki mereka satu kamar di hotel," cerita Alfred seperti yang diceritakan oleh Daddynya.
Kami semua mendengar cerita Alfred.
"Dari putusnya hubungan itu membuat Daddy berusaha mendekati Mommy, mengambil hati Mommy karena Daddy sudah sejak lama memendam rasa cinta kepada Mommy. Katakanlah Mommy adalah cinta pertama Daddy. Satu tahun berlalu akhirnya Mommy luluh dan menerima Daddy karena cinta itu datang begitu saja, akhirnya mereka mengikat hubungan mereka dengan bertunangan. Mengetahui itu membuat Tuan Juan murka bahkan sempat menyerang Daddy, belum sampai di situ bahkan perusahaan Opa sempat di usik," sambung Alfred.
"Minum dulu," aku menyodorkan segelas air hangat kuku.
"Terima kasih sayang. Hmmm ceritanya panjang," ujar Alfred.
"Intinya saja sayang," sahut Mama.
"Dimana hari berduka Daddy serta Bernat membuat Tuan Juan mulai merencanakan niat dari awal, tetapi dapat aku selesaikan sehingga membuat merek berhenti menyerang. Aku mengira mereka tidak akan mengulanginya lagi karena keluarga Tuan Juan sudah berpindah di negara x dikarenakan perusahaannya bangkrut, dan masalah kekacauan ini aku tidak sedikitpun beralih kepadanya. Ternyata aku terkecoh, pasti ada orang hebat dibalik rencananya ini." Alfred mengakhiri ceritanya.
Aku dengan yang lainnya mengangguk-anguk seakan paham.
Seketika mendengar cerita yang terakhir membuat hatiku memanas bahkan ingin berendam satu malam di air dingin.
"Pa, Ma, Dek aku permisi. Sepertinya Keenan maupun Kiran menangis," kataku tanpa permisi kepada Alfred.
Mendengar hal itu membuat mereka saling memandang dengan mata menyipit. Seketika mereka menyadari sesuatu dari cerita Alfred dan mereka paham atas sikapku.
"Kamu salah dengar kali sayang, walaupun mereka menangis tidak bakalan terdengar," Mama sengaja menyudutkan aku.
"Sayang ada apa?" Alfred pura-pura tidak menyadari sikapku.
Tanpa mendengar pertanyaan Alfred bahkan ingin meliriknya, aku langsung beranjak bangkit lalu bergegas menaiki tangga menuju kamar.
Hahaha....
Mama maupun Papa terkekeh setelah kepergianku, sedangkan Moses menggelengkan kepl dan kembali kepada benda pipih miliknya.
"Sayang istrimu cemburu," ucap Mama masih tertawa.
"Kejar dia Nak," timpal Papa.
__ADS_1
"Dari sini aku dapat membuktikan jika istriku mencintaiku dengan tulus," ujar Alfred sebelum menyusul ke kamar.
°°°°°°
Dikamar milikku aku duduk di tepi ranjang, memandangi Keenan maupun Kiran silih berganti.
"Cantik, seksi....ih dasar," umpatku dengan bibir mengerucut.
Klek
Pintu kamar terbuka sehingga membuatku membuang muka dan pura-pura tidak mengetahui kedatangan Alfred. Melihat hal itu membuat Alfred gemes.
"Sayang mereka tidur kok tetapi kenapa tadi kamu mendengar mereka menangis?" ucap Alfred mendekatiku.
"Mungkin aku salah dengar karena telingaku tadi memanas," sahutku seperti menyindir.
"Panas? sebaiknya telingamu segera diperiksa sayang, aku tidak ingin terjadi sesuatu," ucap Alfred semakin membuatku memanas.
Aku membaringkan tubuhku lalu meraih selimut.
"Aku sudah mengantuk," ucapku dengan posisi menyamping.
Alfred tersenyum lebar melihat tingkahku. Lalu menaiki ranjang masuk kedalam selimut, bahkan memelukku dari belakang.
"Kamu cemburu sayang?" goda Alfred.
"Siapa juga yang cemburu! Lepas aku ingin tidur," aku menggerutu.
"Yang paling cantik dan seksi adalah wanita yang sedang aku peluk, yang tak lain adalah Nyonya Hugo yaitu istri Alfred Hugo yang bernama Isabella Hugo, Mommy dari Leon, Keenan, Kiran, wanita hebat dan luar biasa yang sangat aku sayangi dan cintai."
Hahaha....
Aku tertawa lepas mendengar seruan atau pujian gombal Alfred, menurutku itu sangat lucu.
"Sayang....."
Cup
Seketika mulutku dibungkam💋
Lagi puasa bahaya batal🤭
__ADS_1
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan Iike, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪