
Tiba di vila keduanya terkapar berbaring sesaat di atas kasur. Melepas sejenak kepenatan.
"Sayang aku atau kamu yang duluan mandi?" tanya Andre karena kini tubuhnya penuh keringat.
"Kamu saja yang duluan, aku akan mempersiapkan pakaian untukmu," sahut Gabriella dengan mata terpejam.
"Baiklah." Andre bangkit lalu bergegas masuk ke kamar mandi.
Sedangkan Gabriella menatap langit-langit kamar setelah mengetahui Andre sudah masuk ke kamar mandi. Bukannya bergegas menyiapkan pakaian yang dia katakan tetapi malah sibuk melamun.
"Andre adalah mantan terindahku sewaktu SMA. Pelakor bergentayangan serta merajalela. Jangan kasi kendor, hajar terus. Sedia payung sebelum hujan."
Perkataan Lauren terngiang-ngiang di telinga Gabriella.
"Apa saatnya aku membuka hati? jujur aku merasa tidak suka dengan kehadiran Lauren. Apa lagi itu cinta serta kekasih pertama Andre, walaupun Andre tidak mengatakan sangat cinta tetapi aku merasa tidak rela," batin Gabriella.
Huh
Gabriella menghembuskan nafas kasar. Perasaan tidak suka ditujukan dia kepada Lauren dan juga rekan kerja Andre yang belum dia kenali tadi.
Mengingat sesuatu akhirnya Gabriella bangun dan bergegas ke lemari untuk menyiapkan baju yang akan dikenakan Andre dan juga dirinya.
Malam ini mereka akan makan di tempat lain. Dimana tempat terbuka khusus pasangan bulan madu.
Klek
Pintu kamar mandi terbuka, tidak lama Andre melangkah keluar. Seperti biasa Andre akan bertelanjang dada.
Gabriella sudah tidak heran lagi tetapi dia masih merasa kecanggungan. Sedangkan Andre slow-slow saja karena mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri.
"Sayang sudah kusiapkan air hangat. Cepatlah bersihkan dirimu agar kita segera makan malam," ujar Andre mendekati Gabriella yang hanya menunduk.
"Hmmm apa ini yang kamu kenakan? jika kurang cocok bisa diganti," tanya Gabriella seraya menunjukan baju kemeja serta celana li yang akan dikenakan Andre.
"Apa yang kamu pilih, berarti sudah cocok," sahut Andre sangat menyukai pilihan Gabriella. Dimana itu kemeja dengan lengan sebatas siku dan dipadukan celana li warna hitam.
Gabriella mengigit pipi dalamnya, lalu tidak lama masuk kedalam kamar mandi lengkap dengan pakaian ganti.
Melihat itu membuat Andre tersenyum hambar, ingin protes tetapi selalu urung dilakukannya. Yah seperti janjinya dia tidak ingin memaksa karena Gabriella sendiri yang tulus menyerahkan dirinya seutuhnya sebagai seorang istri yang memenuhi kewajiban.
Tidak memakan waktu lama. Gabriella menyudahi kegiatan mandinya. Dia keluar kamar sudah lengkap. Dimana Gabriella menggenakan dress warna putih, lengan kensi. Dan dipadukan blazer warna hitam sehingga keduanya couple.
Gabriella melangkah ke meja rias, dia akan menata penampilannya agar semakin sempurna. Sedangkan Andre kemungkinan menunggu di balkon.
"Kamu sangat cantik sayang," puji Andre tiba-tiba sudah berdiri di belakang Gabriella yang tengah merapikan kembali rambutnya.
Gabriella membalikan tubuh sehingga kini mereka saling beradu pandang.
"Kamu juga tampan," puji Gabriella untuk pertama kalinya, bahkan sewaktu mereka menikah pujian itu tak pernah terucap.
Tak bisa disembunyikan, wajah Andre langsung memerah. Mungkin saat ini telinganya panjang sebelah hehehe
Keduanya masing-masing melemparkan senyuman.
"Apa kamu sudah siap?"
Gabriella mengangguk.
°°°°°°
Di sebuah cafe terbuka kini mereka memilih tempat duduk. Cafe tersebut sangat ramai, dikunjungi dari berbagai negara asing.
Andre membawa Gabriella di meja yang nyaman.
"Sayang mau pesan apa?" itulah yang selalu ditanyai Andre.
"Samakan saja dengan pesananmu sayang," sahut Gabriella.
"Benar nih?" tanya Andre memastikan.
__ADS_1
Gabriella mengangguk seakan yakin.
Seraya menunggu pesanan mereka. Kedua pasangan itu saling mengobrol. Mengobrol yang selayaknya saja.
"Ramai sekali yah?" ucap Andre.
"Benar, ini adalah cafe paling terkenal di sini," sahut Gabriella seakan sudah tahu.
"Apa kamu sebelumnya sering ke sini?"
"Tidak begitu sering karena cafe ini di dominan untuk para pasangan, khususnya pasangan honeymoon. Pernah dulu beberapa kali saja aku dan Abel mengunjungi cafe ini karena kebetulan ada teman yang merayakan anniversary," papar Gabriella.
Andre manggut-manggut seraya mengulas pangkal hidungnya.
Disela obrolan mereka, pelayan datang membawa pesanan makanan.
"Sepertinya anda salah nomor meja karena kami tidak memesan makan ini," ujar Andre dan diangguki oleh Gabriella.
"Kami tidak salah meja Tuan, Nona. Karena Tuan dan Nona pasangan pengantin baru ini spesial paket gratis untuk pasangan pengantin baru," pungkas pelayan menerangkan.
Andre maupun Gabriella saling memandang dan saling melemparkan senyuman.
"Terima kasih," ucap Gabriella.
"Selamat menikmati Tuan, Nona. Semoga honeymoon anda menyenangkan," ucap sang pelayan seraya mengembangkan senyuman.
Andre maupun Gabriella saling mengangguk.
Keduanya menikmati hidangan lezat khas makanan yang paling terkenal di negara itu.
"Enak juga yah selera kamu?" cicit Gabriella seraya mengunyah.
"Hmmm apa kamu menyukainya sayang?"
Gabriella mengangguk seraya menikmati cita rasa yang mengelintir di lidahnya.
Dessert makanan penutup Mille Feuille adalah kue klasik Perancis yang lembut dan tidak terlalu manis.
"Hmmm lumayan menggoda lidah. Kamu mau?" ucap Gabriella. Tanpa menunggu jawaban Andre, Gabriella tiba-tiba menyodorkan sendok ke mulut Andre. Tentu saja hal itu membuat Andre tersedak.
Aa....
Dengan senang hati Andre menerima suapan pertama dari orang yang dia cintai.
"Bagaiman menurutmu? enak bukan?"
"Iya enak, apa lagi langsung dari tanganmu sayang," ucap Andre seraya menggoda.
Tanpa menanggapi perkataan Andre. Gabriella malah sibuk mengusap sisa makanan itu di ujung bibir Andre langsung menggunakan jari jempolnya.
Andre membeku, hampir saja jantungnya meledak. Sungguh perlakuan kecil dari Gabriella membuatnya sangat kaget dan bahagia.
Tiba-tiba ada yang memanggil Andre.
"Tuan Andre," sapa seseorang itu hampir mendekati meja mereka.
Mendengar namanya di panggil membuat Andre maupun Gabriella saling menoleh dimana asal suara.
"Tuan Jorge," seru Andre seakan mengenal seseorang itu.
Pria asal Italia itu berjalan beriringan dengan sosok wanita yang dapat dipastikan istrinya mendekati dimana meja mereka.
Andre maupun Gabriella bangkit berdiri, menjabat tangan.
"Selamat atas pernikahan kalian. Sorry kami tidak dapat hadir karena sedang berada di negar x yang tidak bisa mengejar waktu," pungkas Jorge dan dibenarkan oleh sang istri.
"Nona Januar, opst Nyonya Andre senang bisa bertemu dengan anda," ujar Jorge beralih kepada Gabriella.
Gabriella hanya mengangguk.
__ADS_1
"Silahkan duduk," Andre mempersilahkan rekan bisnisnya yang masih menjalin kerja sama dengan perusahaan HUGO GROUP.
"Tidak menyangka bisa bertemu dengan pasangan pengantin baru," ujar Jorge.
"Tuan sendiri sepertinya sedang liburan?" tebak Andre.
"Kamu benar bahkan saya dan istri setiap ada kesempatan seperti pasangan pengantin baru. Selalu ingin honeymoon, padahal kami sudah memiliki 2 anak," pungkas pria bermata biru kecoklatan itu.
"Iya, apa yang suami saya katakan itu benar. Kita sebagai seorang istri harus bisa mengimbangi kesibukan suami. Seperti saya, walaupun sibuk dengan karir dan anak-anak tetapi tidak mengabaikan kebersamaan dengan suami, ada kesempatan kita mempergunakannya. Itulah tips-tips menuju kelurga harmonis," timpal wanita berambut pirang itu seraya tersenyum bahkan bergelayut manja di tangan Jorge.
Perkataan kedua pasangan suami istri itu sangat mengena di hati Gabriella karena dia belum bisa menjadi istri seutuhnya.
"Semoga honeymoon kalian menyenangkan apa lagi pengantin baru wah lagi semangat-semangatnya menaburkan benih agar cepat berbuah," goda wanita itu seraya tersenyum.
Andre maupun Gabriella saling memandang dengan kecanggungan.
"Aku memang semangat tetapi semua yang kalian kira tidaklah seperti itu," keluh Andre dalam hati.
"Seharusnya memang begitu," batin Gabriella dengan sendu.
"Hmmm anda sangat beruntung mendapatkan puti dari keluarga terpandang karena semua tidak seberuntung anda. Saya salut dengan keluarga Januar karena mereka tidak memandang kasta dari mana asal usul sang bersangkutan. Hmmm secara anda hanya seorang asisten, bisa dikatakan kalangan biasa tetapi mereka sangat menerima keberadaan anda," pungkas Jorge panjang lebar seperti menyudutkan Andre, walaupun kata-kata itu tidak terlalu kasar tetapi bisa disimpulkan menyinggung perasaan yang bersangkutan.
Andre yang mendengarkan pernyataan Jorge hanya bisa menunduk, apa yang dikatakan Jorge adalah benar. Dia hanya orang kalangan biasa, bisa dibandingkan antara langit dan bumi.
Sedangkan Gabriella yang mendengar harga diri suaminya direndahkan tidak secara langsung, membuat darahnya mendidih.
"Tuan benar, saya memang sangat beruntung," sahut Andre membenarkan bahwa yang dikatakan Jorge adalah benar.
"Bukan suamiku yang beruntung tetapi aku. Aku yang sangat beruntung menjadi wanita yang dipilihnya. Saya tekankan lagi, hubungan kami tidak ada kaitannya dengan kasta atau apapun itu, ini murni karena dari hati bukan dari segi berupa uang dan lain sebagainya," pungkas Gabriella dengan menekankan kata yang me yinggung perasaan Andre.
Andre terpaku mendengar penuturan Gabriella, yang melindungi dirinya dari celahan orang.
"Saya dapat memahaminya. Dari sorot pancaran mata kalian sudah dapat dibaca bahwa kalian saling mencintai," tebak Jorge tanpa merasa bersalah atas ucapannya.
"Honey, apa yang dikatakan Nyonya Andre sangat benar. Cinta tidak memandang kasta dan martabat," timpal Nyonya Jorge.
Andre terdiam, tanpa ingin berucap. Sedangkan Gabriella menggerutu dalam hati.
"Sayang sepertinya kita harus segera kembali ke villa. Sepertinya akan turun hujan lebat. Bukankah cuaca seperti itu sangat mendukung?" ucap Gabriella seraya bergelayut manja di lengan Andre.
Mata Andre membulat mendengar apa yang dikatakan Gabriella serta perlakuan mesranya itu.
"Cetaklah sebanyak mungkin. Honey aku jadi ingat betul momen MP kita dulu, kamu mengurungku 7 hari 7 malam didalam kamar hotel," pungkas Nyonya Jorge seakan mengingat memori beberapa tahun yang lalu.
Gabriella menelan ludah. Bahkan mereka sama sekali belum melakukan sebagaimana tujuan honeymoon pengantin baru.
"Kami permisi Tuan, Nyonya," ucap Gabriella tanpa melepas pelukan di lengan Andre. Sedangkan Andre hanya bisa mengangguk. Sungguh dia seperti orang linglung mendapat tingkah berbeda Gabriella.
**
Sepanjang jalan Gabriella menggerutu kepada pasangan tadi. Jarak villa dengan cafe hanya menghabiskan waktu 10 menit berjalan kaki. Mereka sengaja berjalan kaki karena hampir pengunjung juga melakukan hal yang sama.
"Ada apa?" tanya Andre seketika langkah Gabriella terhenti, tepat dimana ada taman kecil. Di sana di suguhkan dengan lampu lampion indah.
Gabriella menatap Andre dengan seksama.
"Andre, aku, aku hmmm. Aku, aku mencintaimu.....ya aku sudah mencintaimu.....Andre."
Deg
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪
•Author ini selalu bikin penasaran? opst itu sangat benar agar para reader bisa menebak-nebak.
Selamat malam reader ter❤❤❤
Salam sehat🤝🤝🤝
__ADS_1