
1 bulan sudah usia Yudanta. Kehadiran bayi tampan tersebut menambah kebahagiaan pasangan yang selalu romantis itu.
Keenan siap siaga 24 jam selalu ada buat Rebecca untuk mengurus buah hati mereka. Untuk mengurus Yudanta, Rebecca tidak meminta bantuan.
"Sayang apa sebaiknya Yudan minum susu formula saja?" entah sudah berapa banyak Keenan melontarkan kalimat tersebut.
"Daddy tega memberi susu formula kepada buah hati kita yang baru berusia 1 bulan?" cecar Rebecca.
"Gara-gara Yudan Daddy nya tak bisa-----"
Awww
Pekik Keenan merasakan perutnya di cubit Rebecca.
"Sakit sayang."
Rebecca menggelengkan kepala. Ia beranjak bangkit membawa Yudanta ke tempat tidurnya.
Setelah itu Rebecca mendaratkan bokongnya di atas kasur. Meregangkan otot-otot yang kaku akibat selesai memberi ASI kepada Yudanta.
"Sayang apakah masih sakit?" tanya Keenan dengan nada manja ikut duduk di samping Rebecca.
"Sakit? sakit apanya?" bukannya menjawab Rebecca malah melemparkan pertanyaan dengan dahi mengerut.
Huh
Keenan menghembus nafas kasar, sungguh istri tercintanya ini begitu polos atau pura-pura polos.
__ADS_1
"Itu!" Tunjuk Keenan tepat pada sasaran, bahkan menyentuhnya dibalik daster yang dikenakan Rebecca.
"Sayang!" Pekik Rebecca protes seraya menepis tangan Keenan.
"Sudah 1 bulan lebih, masa belum bisa di fungsikan? bukankah dokter mengatakan jika selama waktu itu sudah dapat melakukan aktivitas tersebut?" ujar Keenan dengan wajah memelas.
Rebecca tertawa tetapi berusaha di tahannya. Sampai saat ini mereka belum melakukan hubungan suami istri.
"Apa kamu merasa panas sayang? kok aku panas sekali ya? lihat ini peluh membasahi leherku," tunjuk Rebecca.
Glek
Keenan langsung menelan ludahnya melihat leher jenjang serta dva bvkit kembar itu sedikit menyembul.
"Sayang aku sudah tidak tahan lagi," lirih Keenan dengan suara serak karena menahan sesuatu yang memuncak.
Dengan spontan Rebecca membuka seluruh kain yang melekat di tubuhnya dengan posisi menantang.
Ssst.....
Malam panas itupun terjadi. Puasa selama 40 hari kini terbayar sudah. Keduanya saling meluapkan kerinduan amat mendalam.
Yudanta memang anak yang baik, tidak menganggu aktivitas panas kedua orang tuanya.
Keduanya tergolek lemah saling berpelukan.
"Sayang rasanya seperti pengantin baru. Hmm aku ingin lagi," itu hanya godaan Keenan seraya Melu Matt bwbir Rebecca.
__ADS_1
"Cukup, Mommy sudah lelah," gumam Rebecca dengan mata terpejam.
"Baiklah, untuk malam ini cukup sampai di sini. Tetapi besok dan seterusnya persiapkan dirimu," bisik Keenan.
"Jangan berlebihan sayang."
Oek....Oek.....
Tiba-tiba tangisan kecil yudanta membuat keduanya terperanjat.
"Biar Daddy saja sayang. Mommy tidur saja," tutur Keenan seraya bangkit.
"Mungkin Yudan haus atau ngompol sayang," ucap Rebecca masih dengan posisi berbaring.
Keenan memeriksa Yudanta, ingin tahu apakah ia ngompol. Tidak, berati ia kehausan. Keenan meraih botol susu yang sudah di siapkan. Ya Rebecca selang-seling memberi proses ASI.
Dengan telaten Keenan melakukan itu, sesekali ia menciumi bayi tampan tersebut. Rebecca memandang dua lelaki tampannya itu dengan rasa haru dan bahagia luar biasa.
Keenan yang sangat perhatian serta penuh kasih membantu menjaga Yudanta. Hal itu sangat disyukuri oleh Rebecca pada sosok tersebut.
Tidak menunggu lama Rebecca masuk ke alam mimpi. Sedangkan dua lelakinya sedang asik bergurau. Ternyata Yudanta mengajak Daddy nya begadang malam ini.
"Boy Mommy kelelahan. Dad dan Mom baru saja bertempur, dan Mom kalah makanya kelelahan hmm....." Keenan berbicara dengan Yudanta yang hanya merespon dengan tunjangan kedua kakinya.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪
__ADS_1