MEMILIH DIAM

MEMILIH DIAM
Bab.116. Gembok Cinta


__ADS_3

"Sepertinya kamu merasakan ketakutan?" tebak Lauren. "Buat apa kamu merasa takut? sediakan payung sebelum hujan," ucap Lauren menekankan.


Gabriella terdiam karena tebakan Lauren adalah kebenaran yang dia rasakan.


Hmmm


"Maaf aku kelamaan," suara bariton Andre membuat keduanya tersadar.


"Kenapa bisa lama? apa mengantri?" ketus Gabriella seakan ingin tahu, apa alasan Andre bisa lama. Hal itu membuat Lauren senyam-senyum seraya mengecek ponselnya. Tentu saja kedua pasangan pengantin itu tidak menyadari dirinya.


"Maaf sayang tadi kebetulan setelah dari toilet, tanpa sengaja bertemu dengan rekan kerja," akui Andre dengan jujur.


"Pria atau wanita?" tanya Gabriella tanpa sadar atas pertanyaannya yang membuat Andre tercengang, sedangkan Lauren kembali senyam-senyum.


"Wanita sayang," sahut Andre begitu polos dan jujur.seraya tersenyum.


Deg


Tiba-tiba hati Gabriella mencelos mendengar pengakuan Andre, hal itu membuat pandangannya beralih menatap Lauren yang kebetulan juga menatap kearahnya.


Melihat raut wajah Andre saat ini begitu ceria bahkan berseri-seri membuat hati Gabriella bergemuruh.


"Pasti kamu bertemu dengan Lara?" tebak Lauren seakan tahu siapa rekan kerja yang bertemu dengan Andre.


"Iya kamu benar Lau. Hmmm kok kamu bisa tahu?" tanya Andre dengan dahi mengerut.


"Tentu aku tahu karena Rara sekarang juga bekerja sama di perusahaan kami. Dan aku tahu dia juga menetap di sini," ucap Lauren. "Janda cantik serta seksi itu ternyata mencari mangsa di sini juga," papar Lauren dengan santai.


"Maksudnya?" tanya Andre karena ak paham dengan kalimat terakhir Lauren. Sedangkan mata Gabriella kembali membulat mendengar ocehan Lauren.


"Hmmm sepertinya aku harus kembali karena pemotretan kedua beberapa menit lagi," ucap Lauren tidak ingin menjawab pertanyaan Andre.


"Apakah secepat ini?" tanya Andre sekaan menurut Gabriella, Andre ingin berlama-lama dengan mantan terindahnya itu.


"Andre seperti ingin berlama-lama dengan Lauren. Bahkan dia tidak sadar jika Lauren sudah cukup lama di sini," batin Gabriella berpikir negatif.


"Maaf Andre aku tidak bisa berlama-lama. Hmmm berkunjunglah ke apartemenku, bawa istrimu," ucap Lauren. "Gaby senang bertemu denganmu," imbuhnya seraya tersenyum penuh arti.


Gabriella tidak menanggapi, dia malah membuang muka. Hal itu mengundang keanehan bagi Andre.


"Apa Gabriella cemburu?" pikir Andre. Tetapi dengan segera Andre menyadari tebakannya itu Karen kamus itu tak berlaku bagi istrinya itu.

__ADS_1


Lauren mendekat Gabriella, seraya berbisik. "Jangan kasi kendor, hajar terus. Sediakan payung sebelum hujan."


Setelah mengatakan itu Lauren berpamitan.


Gabriella terdiam tak bergeming. Bahkan dia tidak menyadari keberadaan Lauren ditengah mereka.


"Sayang ada apa?" pertanyaan Andre menyadari lamunan Gabriella.


"Lauren mana?" tanya Gabriella seperti orang linglung yang baru saja sadar dari koma.


"Bukankah tadi dia sudah berpamitan, bahkan dia membisikan sesuatu? hmmm dia mengatakan apa? apa dia mengatakan sesuatu yang tidak-tidak?" tebak Andre.


Gabriella menggeleng, tidak mungkin dia menceritakan apa yang telah dibisikkan Lauren. Dia hanya diam dengan pandangan lurus ke depan. Hal itu membuat Andre sedikit heran.


"Sayang apa kamu sedang sakit?" Andre sedikit khawatir sehingga membuatnya mmeriksa suhu tubu Gabriella.


Gabriella menggelen seraya tersenyum kecil. Perkataan Lauren terngiang-ngiang di telinga sampai sekarang.


Entah setan apa yang merasuki dirinya sehingga membuat Gabriella tiba-tiba meletakan kepalanya di dada bidang Andre. Andre kaget bukan main mendapat perlakuan manis Gabriella. Bahkan Gabriella memain-mainkan jari-jemarinya yang terdapat cincin pengikat hubungan mereka.


Gabriella memasukan jari-jemarinya ke jari Andre, lalu meletakkannya di wajahnya, bahkan sekali-kali mengecupnya.


Perlakuan manis Gabriella tentu saja membuat hati Andre berbunga-bunga bahkan detak jantungnya tak karuan. Bagaiman tidak karena ini pertama kali Gabriella melakukan hal diluar dugaan.


"Apa hatiku sudah bisa menerima Andre? ketika mendengar perkataan Lauren tadi hatiku sangat ketakutan, bahkan seperti dihantam bebatuan dada ini," batin Gabriella belum menyadari perasaannya.


Andre membawa cengkraman jari-jemari mereka ke wajahnya, dan mengecupnya berkali-kali.


"Papa sama Mama salah kasi kado, kenapa juga ke negara ini? banyak pengganggu," gerutu Gabriella dalam hati.


°°°°°°


Sesuai kesepakatan kini pasangan yang mulai memamerkan kemesraan ini berada di tempat yang menjadi tujuan utama berbulan madu yaitu gembok cinta.


Jutaan gembok tersusun rapi dengan bermacam tulisan, yang pastinya terdapat dua nama pasangan.


"Sayang kita ikutan yuk?" ucap Gabriella seraya menunjuk dimana beberapa pasangan mengikat gembok itu.


"Boleh," sahut Andre dengan senang karena dia sendiri juga menginginkannya cuma dia merasa canggung bila memintanya.


Andre membeli gembok lengkap dengan kuncinya. Sesuai dengan pilihan Gabriella, mereka memilih gembok berukuran kecil agar tak mencolok. Bukan dalam arti hubungan bahkan cinta mereka nantinya berukuran kecil.

__ADS_1


"Sini biar aku yang menulis awalan huruf namamu dan kamu yang menulis huruf awalan namaku, sedangkan untuk hati masing-masing setengah aku dan setengahnya kamu," usul Gabriella. "Apa kamu mengerti sayang?" tanya Gabriella dengan penuh kelembutan, bahkan rona pancaran kebahagiaan dapat dilihat oleh Andre.


"Iya sayang." Andre mengikut saja jika itu membuat dirinya bahagia.


A♥️G


"Kita sama-sama menguncinya," ucap Gabriella.


"Percaya tak percaya dengan mitos ini tetapi aku sangat berharap hubungan bahtera rumah tangga serta cinta kami tergombok, terkunci untuk selama-lamanya sampai maut memisahkan," batin Andre. "Aku akan menjadi kunci untuk membuka hatimu yang masih tergombok saat ini sayang," imbuhnya.


"Kata orang-orang gombok ini membuktikan cinta mereka akan abadi seutuhnya. Entah itu mitos atau fakta? tetapi aku akan berlajar seperti dua benda yang tidak dapat di pisahkan ini," batin Gabriella.


"1 2 3...." Mereka bersama-sama melemparkan kunci itu.


Setelah itu mereka berselfie ria. Kebanyakan Andre memotret Gabriella, sedangkan dia sendiri tidak suka berselfie dibandingkan wanita.


"Sayang sini," panggil Gabriella ingin sekali lagi memotret momen kebersamaan mereka. Andre mendekat, lalu Gabriella mengecup pipinya seraya memotret.


Andre tak menyangka, bahkan dia merasa sedang bermimpi indah.


"Sayang kamu gemesin di foto ini," ocehan Gabriella menyadarkan Andre jika saat ini dia tidaklah bermimpi seperti yang dia pikirkan.


Andre melihat hasil cepretan itu. Benar saja wajahnya di sana mengemaskan karena selama ini dia bukanlah orang yang mudah tersenyum manis.


Kini giliran Andre yang mengeluarkan ponselnya.


"Sayang..." bisik Andre, lalu mengecup bibir Gabriella seraya memotretnya.


Gabriella tidak marah sama sekali, malah dia merampas ponsel itu ingin melihat hasilnya.


"Ih kamu sih buru-buru jadi wajahku seperti kaget begitu," protes Gabriella tidak menyukai hasil jepretan itu.


Andre memperhatikan. Baginya itu sangat mengemaskan.


"Hapus sayang," titah Gabriella.


"Jangan dihapus, aku sangat menyukainya," tolak Andre, lalu foto itu dijadikan wallpaper utama di ponselnya.


"Ih malah dijadikan wallpaper," cicit Gabriella, padahal dalam hati sangat senang.


Setelah menikmati matahari terbenam di Montparnasse Tower. Bangunan pencakar langit, di sanalah mereka dapat menyaksikan matahari terbenam di atas ketinggian 210 meter dengan 59 lantai. Akhirnya mereka sepakat mengakhiri acara menjelajahi kota Paris. Kembali ke villa.

__ADS_1


Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪


__ADS_2