
Wanita paruh baya sejak kemarin hanya bisa mondar-mandir seraya memegang ponsel, menghubungi dua nomor yang tak bisa dihubungi. Kegundahan yang ia rasakan dan hal yang negatif pun meliputi hatinya.
"Sayang tenanglah," suara bariton itu terus-menerus terucap.
"Bagaimana Mommy bisa tenang sayang, sampai sekarang kabar dari mereka tidak kita ketahui. Ya Tuhan dimana mereka?" lirih Mommy Isabella dengan raut wajah panik, bahkan sekali-kali wanita cantik itu menyeka air matanya.
Kehilangan Keenan dan Rebecca membuatnya kelabakan. Sudah sana sini mencari informasi, bahkan Gerry sendiri tak mengetahuinya.
"Daddy sudah melacak mereka tetapi sampai sekarang belum menemui titik keberadaan mereka," papar Daddy Alfred seraya memijit ujung dahinya. Ada rasa khawatir di lubuk hatinya tetapi ia berusaha menyembunyikan perasaan itu karena tidak ingin membuat istri tercintanya semakin cemas.
Keadaan kembali hening.
"Selamat siang Om, Tante," sapa Gerry hingga lamunan keduanya buyar.
"Silahkan duduk Nak," ujar Daddy Alfred.
Gerry mengangguk dan segera duduk.
"Gerry apa kamu benar-benar tidak tahu dimana keberadaan Keenan maupun Rebecca?" Mommy Isabella langsung melemparkan pertanyaan dengan raut wajah panik.
"Saya tidak tahu Tante," sahut Gerry dengan perasaan bersalah. "Maafkan saya Om, Tante semua ini perintah dari Tuan," keluh kesah Gerry dalam hati.
Keenan menghubungi Gerry sebelum berangkat. Ia juga yang merencanakan hal itu. Mereka ingin memberi surprise kepada kedua orang tua mereka.
"Bagaimana keadaan kantor? tidak ada kendala?" tanya Daddy Alfred.
"Sayang untuk saat ini fokus mencari tahu dimana keberadaan anak-anak kita, jangan pikirin kantor dulu," protes Mommy Isabella dengan wajah sendu.
Melihat kondisi serta kekhawatiran Mommy Isabella membuat Gerry tidak tega tetapi tak bisa berbuat apa-apa.
"Sayang tenanglah, mereka akan baik-baik saja." Daddy Alfred kembali menenangkan.
"Dari mana Daddy tahu bahwa mereka baik-baik saja?"
Mendengar hal itu membuat Daddy Alfred langsung membawa tubuh itu kedalam pelukannya.
Gerry pun berpamitan kembali ke perusahaan, dengan perasaan bersalah. Didalam mobil ia menghubungi lewat via telepon resort karena ponsel keduanya sengaja dinonaktifkan.
Ia ingin menyampaikan bahwa kedua orang mereka sangat mengkhawatirkan keadaan mereka. Sedangkan Gerry tahu bahwa saat ini mereka bersenang-senang di atas kekhawatiran kedua orang tua mereka. Bahkan bisa jadi belum beranjak dari tempat tidur.
__ADS_1
°°°°°°
Di kamar resort
Hmmpp
Rebecca mulai mengeliatkan tubuhnya, tetapi sangat sulit karena sebuah tangan kekar melingkar pada pinggang rampingnya.
Perlahan mata itu mulai membuka. Kaget tentu saja ia rasakan karena saat ini sedang tidur dalam dekapan Keenan. Hampir saja ia berteriak karena saking kagetnya tetapi ia urungkan karena ingatan tadi malam terlintas dalam ingatannya. Seketika wajah itu kembali memerah.
Rebecca memandangi wajah Keenan yang masih terlelap. Deru nafas halus menerpa wajahnya.
Senyuman kebahagiaan terukir indah di bibirnya. Kini ia benar-benar milik Keenan seutuhnya.
Jari jemari itu menyentuh wajah tampan itu. Seketika ata Rebecca terbelalak kaget mendapati bekas kiss mark memenuhi leher jangkung itu.
"Ya ampun aku benar-benar gila," gumam Rebecca tanpa mengeluarkan suara, merutuki perbuatannya tadi malam, bukti percintaan mereka.
Cup
Rebecca mendaratkan ciuman sekilas di bibir menantang itu. Bibir yang mampu membuatnya terbuai, mencumbuinya.
Perlahan Rebecca mulai menurunkan kedua kakinya. Ternyata mereka tanpa mengenakan sehelai benang, itu membuat wajahnya kembali memerah.
Rebecca kembali menyelimuti Keenan sedangkan ia melilit tubuhnya yang kini seperti macan tutul dengan handuk. Tidak ingin Keenan terbangun membuat Rebecca segera masuk kedalam kamar mandi.
Di depan cermin Rebecca memperhatikan tubuh polosnya. Matanya melebar mendapati tanda kebuasan Keenan tadi malam. Senyuman mengembang di bibir Rebecca, mengingat bagaimana mereka menghabiskan malam panjang.
Seakan sadar ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran itu untuk saat ini. Ia segera merendamkan tubuh lelahnya di air hangat. Merenggangkan otot-otot yang tegang dan ingin kembalikan stamina tubuh itu.
**
Dering telepon di atas nakas mengusik tidur Keenan hingga membuatnya terpaksa bangun. Sungguh menganggu di indera pendengarannya.
Perlahan mata itu terbuka. Ia mendapati sosok Rebecca tidak ada di sampingnya.
Telepon itu kembali terdengar hingga membuatnya segera mendudukkan tubuhnya,. meraih ganggang telepon.
["Halo....."]
__ADS_1
Keenan berbicara dalam sambungan telepon dengan nada serak, menandakan baru bangun tidur. Merasa cukup ia memutuskan sambungan telepon.
Keenan meregangkan otot-otot lehernya. Seketika ingatannya kepada kejadian tadi malam, dimana ia berhasil memiliki Rebecca seutuhnya.
"Dimana dia? mungkinkah didalam kamar mandi?" gumam Keenan.
Seketika ia memiliki rencana hingga membuatnya bangkit. Sebelum itu senyuman manis terukir indah di bibirnya mendapati bercak darah di atas seprei, bukti bahwa dialah yang mendapati mahkota kesucian wanita cantik itu yang tak lain istrinya.
Keenan berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.
"Semoga pintunya tak terkunci," gumam Keenan begitu berharap.
Klek
Seketika wajah itu sangat senang. Ia masuk dengan langkah hati-hati agar Rebecca tidak menyadari kedatangannya.
Hanya jarak beberapa meter ia tersenyum mendapati sosok Rebecca yang tengah berendam di bathtub, dengan mata terpejam.
Cup
Kecupan mendarat di bwbir Rebecca. Seketika Rebecca membukakan mata, bahkan melotot tak percaya jika yang ada di depan wajahnya adalah Keenan.
"Sa....sayang," gumam Rebecca dengan gugup seraya menutup dadanya dengan kedua tangannya.
"Sayang tidak perlu ditutupi, aku sudah melihatnya semua bahkan menikmatinya," goda Keenan.
Glek
Rebecca menelan ludah mendengar ucapan Keenan.
"Kenapa kamu ke sini? aku lagi mandi," lirih Rebecca dengan wajah bersemu merah. Bagaimana tidak, Keenan berdiri tanpa sehelai benang yang melekat di tubuhnya.
"Sepertinya mandi berdua sangat menyenangkan sayang, sekaligus plus-plus," bisik Keenan seraya mengedipkan sebelah matanya.
A.....k
Bersambung......
Jangan lupa tinggalkan like vote favorit hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi 💪
__ADS_1
•Gantung? ya author memang hobi ngegantungi😁