
"Apa aku sedang berandai-andai?" batin Andre.
"Andre I love you....."
Cup
Mata Andre terbelalak kaget merasakan kecupan di bibirnya, walaupun itu sekilas. Dia yakin sekarang bahwa dia tidak sedang berandai-andai.
"Katakan sekali lagi?" pinta Andre.
Gabriella merasakan wajahnya memanas sehingga dia langsung memeluk Andre.
"I love you....yah sekarang aku sudah menyadari perasaanku yang tak pernah aku sadari selama ini. Sayang aku mencintaimu," lirih Gabriella j yang selama ini dia tunggu-tunggu, akhirnya sekarang, malam ini terjawab sudah. Demi apapun Andre sangat bahagia yang tak bisa terkatakan.
Andre membalas pelukan itu tak kalah eratnya. Lalu segera menguraikan, menatap wajah Gabriella dengan seksama.
"Sayang kamu serius? kamu tidak terpaksa melakukan itu? atau ada sesuatu yang membuat dirimu, seperti kasian begitu? aku tidak ingin bila...."
Dengan segera Gabriella memberi isyarat, menempelkan jari telunjuknya di bibir Andre seraya menggelengkan kepal perlahan.
"Aku serius dan tuduhan itu tidaklah benar. Aku baru menyadari atas perasaan ini. Aku yakin kamu pasti akan sulit mempercayainya tetapi percayalah bahwa aku serius," pungkas Gabriella dengan mata mengembun. "Bahkan aku takut kehilanganmu," imbuhnya tanpa sadar air mata mengalir dari kedua sudut matanya.
Andre tanpa berkedip menatap kedua mata Gabriella sesaat. Dia ingin mencari sesutu dalam sana, tetapi dia tidak mendapatkannya. Yah semua yang dikatakan Gabriella tidaklah bohong.
Kedua punggung jempol Andre mengusap air mata itu, bahkan tanpa sadar dia juga meneteskan air mata, bukan berarti air mata kesedihan melainkan air mata kebahagiaan, kebahagiaan tiada tara.
Bola mata keduanya beradu dalam diam, saling memikat satu sama lain.
"Aku percaya," bisik Andre. "Terima kasih sayang akhirnya usahaku membuahkan hasil, aku berasil mengambil hatimu," imbuh Andre kembali. Mereka kembali berpelukan.
Andre tak henti-hentinya mengecup pangkal kepala Gabriella. Sedangkan Gabriella dengan nyaman menyembunyikan wajahnya di dada bidang itu.
Tik tik
Tiba-tiba rintikan hujan menyadarkan mereka sehingga keduanya menguraikan pelukan itu dengan rona wajah memerah.
"Sayang kita harus cepat-cepat ke villa sepertinya akan turun hujan," ucap Andre.
"Ayo," Gabriella menarik tangan Andre.
Andre menahan tangan Gabriella. Lalu berjongkok, hal itu membuat Gabriella mengerutkan dahi.
"Naik sayang, aku akan menggendongmu agar kita cepat sampai," ucap Andre.
Tanpa berpikir panjang Gabriella langsung melakukan sesuai permintaan Andre. Andre sangat bahagia bukan main. Padahal jarak villa hanya tinggal beberapa langkah lagi.
Gabriella melingkarkan kedua tangannya di leher Andre dengan raut wajah berseri-seri. Sedangkan Andre jangan ditanyakan lagi.
__ADS_1
"Aku yakin pilihanku sudah benar," batin Gabriella bergelut manja di tengkuk leher Andre.
"Aku akan selalu menghujanimu dengan cinta dan kebahagiaan istriku," dalam langkah menuju villa Andre membatin, membatin dengan kebahagiaan yang sudah tercapai.
**
Tiba di kamar keduanya sedikit canggung. Karena ini pertama kalinya sebagai pasangan suami istri seutuhnya.
Hmmm
Deheman Andre menyadarkan lamunan Gabriella.
"Sayang kamu duluan atau aku?" tanya Andre, maksudnya berganti pakaian tidur.
"Duluan saja sayang," sahut Gabriella dengan jantung terus saja berdebar sejak tadi.
Andre mengangguk. Lalu segera masuk ke kamar mandi untuk membasuh wajah serta sikat gigi. Sedangkan Gabriella membongkar isi lemari untuk mencari pakaian ganti untuk Andre serta mencari sesuatu yang pernah dia sembunyikan.
Tangannya meraih benda itu. "Apa ini saatnya aku menggenakan ini? apakah malam ini aku menyerahkan diriku? apakah malam ini Andre mengambil haknya?" pertanyaan itu saling bersahutan dalam hati Gabriella.
Klek
Pintu kamar mandi terbuka. Dengan segera Gabriella mendekap benda itu tanpa dilihat oleh Andre.
"Kamu sudah selesai?" lirih Gabriella sedikit gugup, apa lagi tidak sengaja dia memandangi Andre yang lagi-lagi berte lanjang dada.
"Ini pakaian gantimu," ucap Gabriella seraya meletakan di atas sofa, lalu dengan buru-buru masuk ke kamar mandi dengan jantung berdebar.
Andre tersenyum melihat rona merah di wajah Gabriella. Dia tahu bahwa Gabriella merasakan kegugupan, jangankan Gabriella dia sendiri juga merasakan itu.
Didalam kamar mandi Gabriella terpaku memperhatikan dirinya mengenakan lingerie. Lingerie itu sangat tipis, bahkan menampakan lekuk-lekuk tubuh indahnya.
"Sama saja aku telan- - - - -" gumam Gabriella dengan perasaan gugup. "Gaby kamu pasti bisa," Gabriella menyemangati dirinya sendiri.
Didalam
"Kenapa dia lama sekali?" gumam Andre sejak tadi memperhatikan pintu kamar mandi.
Huh
Gabriella mengatur nafasnya. Jantungnya sangat sulit diajak kerja sama. Tidak ingin berlama-lama lagi Gabriella memutuskan segera keluar. Dengan hati-hati Gabriella membuka handle pintu agar tidak menimbulkan suara. Benar saja dia dapat melakukannya.
Dari ambang pintu dia melihat sosok Andre masih dengan keadaan awal, ternyata suami gagahnya itu belum berganti baju. Hal itu semakin mengundang kegugupan Gabriella. Untungnya Andre membelakangi, pria itu sedang merapikan seprei. Bahkan tidak menyadari dirinya keluar dari kamar mandi.
Awww
Jerit Gabriella, karena kegugupannya membuat Gabriella tersandung kakinya sendiri dan dia tersungkur di lantai.
__ADS_1
Mendengar jeritan itu membuat Andre segera berbalik dan mendapati Gabriella tersungkur di lantai, dengan segera dia mendekat tanpa menyadari sesuatu karena saling khawatirnya.
"Sayang kenapa bisa jatuh?" tanya Andre ikut berjongkok, membantu Gabriella.
Gabriella tidak menjawab, bahkan lidahnya keluh. Andre memijit pergelangan kaki Gabriella masih belum menyadari sesuatu, sedangkan Gabriella hanya menunduk malu serta menahan sedikit nyeri akibat insiden itu.
"Saya..... " Seketika ucapan Andre terhenti ketika dia baru menyadari ternyata Gabriella sangar tampil seksi. Matanya tanpa berkedip memandangi seluruh tubuh itu.
Gabriella berusaha bangkit sendiri karena Andre sepertinya tak ubah patung, termangu mendapati Gabriella malam ini.
Matanya semakin terbelalak lagi melihat penampilan Gabriella yang tengah berdiri tepat di hadapannya.
Diam membisu itulah yang terjadi sesaat. Andre bangkit seraya merapatkan tubuhnya sehingga permukaan kulitnya merasakan sentuhan itu.
Demi apapun Andre tidak dapat lagi menahan gejolak yang selama ini dia pendam.
"Sayang kamu sangat seksi," bisik Andre dengan nada serak.
Gabriella bersemu merah.
Andre menatap bwbir Gabriella penuh damba, bak gayung bersambut. Entah siapa yang memulai terlebih dulu. Kini keduanya berbagi kerinduan lewat pagutan yang kian menggebu, menyalurkan hasrat ya g lama terpendam. Hingga deru nafas yang mulai tak beraturan menghentikan kegiatan mereka.
Merasakan kehabisan oksigen terpaksa keduanya melepaskan. Kini tatapan itu saling mendamba.
Andre mengikis jarak, kembali menjangkau bwbir Gabriella dengan lembut. Sementara Gabriella menutup matanya, sedikit membuka mulut dan menyambut civman itu.
Andre membawa Gabriella beringsut ke dan jang tanpa melepaskan pagutan mereka.
Andre menidurkan Gabriella di atas kasur, kemudian mencivm le her serta dahdanya secara bergantian di balik pembungkus. Tvbvh Gabriella menggeliat seketika karena merasakan geli, lengan mungil itu hanya bisa mencengkeram rambut ya sendiri, sembari merasakan geli yang luar biasa nik mattnya.
Andre menatap wajah Gabriella yang sendang menutup mata. Mendapat sesuatu membuat Gabriella membuka mata perlahan dan tatapan mereka beradu.
"Bolehkah?" bisik Andre yang kini berada di atas tvbvh Gabriella.
Gabriella mengangguk malu.
Andre kembali melakukannya, dan kini berani meninggalkan kiss mark di le her jenjang itu dan bergantian di dahda kem bar yang kini tanpa pembungkus.
Ssst
De- - - - - lolos keluar dari mulut itu.
Tvbvh Gabriella semakin panas dan tidak karuan sampai akhirnya dia menarik-narik tvbvh Andre meminta sesuatu yang lebih pada ini.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪
__ADS_1
•Menggantung? opst tunggu part selanjutnya🤣