
Bwbir Andre mulai turun melewati perut itu terus turun hingga sampai tepat di pusarnya, memainkan lid- - di salah satu titik rangsangan itu.
"Hmp.... lakukan lagi," de- - - Gabriella dengan bwbir yang terbuka, menikmati perlakuan Andre pada tvbvhnya sudah kehilangan rasa malu. Siapa sih yang tidak lupa jika diperlakukan *** *** begitu, iya kan?ðŸ¤
Gabriella memeras erat rambut Andre, tidak ingin membiarkan itu untuk lepas begitu saja. Tetapi kedua tangan Andre dengan perlahan melepas kedua tangan Gabriella.
Andre mengangkat wajahnya dan dengan cepat menurunkan handuk yang tadi melingkar di pinggangnya sedangkan Gabriella sudah terlihat polos.
Andre kembali minta izin dengan bisikan serak.
"Aku takut," lirih Gabriella dengan nafas memburu.
"Aku akan pelan-pelan," bisik Andre seakan tahu bahwa ini pertama kali bagi Gabriella maupun dirinya.
Gabriella mengangguk dengan tatapan penuh damba. Keringat sudah bercucuran membasahi kedua tvbvh pasangan pengantin baru itu.
Andre kembali meraup bwbir Gabriella serat jari-jemari itu bermain lembut di pucuk yang menggantung.
Aaak....
Teriak Gabriella merasakan sakit luar biasa di bawah sana. Ternyata Andre menghujam senjatanya, hanya ujungnya saja tetapi sudah membuat Gabriella kesakitan.
Andre menghentikan sejenak, menatap wajah Gabriella menahan sakit.
"Lakukanlah," lirih Gabriella karena dia juga sudah tidak tahan lagi, apa lagi rangsangan yang diberikan Andre pada titik tertentu.
Andre mengerang nik Matt ketika miliknya sudah memasuki milik Gabriella. Sedangkan Gabriella berteriak menahan sakit serta perih pada intinya yang sudah merobek mahkota yang selama ini dia jaga.
Air mata lolos begitu saja dari kedua ujung matanya, dengan tangan meremas seprei serta tangan satunya lagi mencakar punggung Andre.
Gabriella bergerak-gerak ingin Andre memperdalam kegiatan mereka. Andre menji- - - - air mata itu. Tanpa menunggu lama lagi dia langsung memaju mundurkan miliknya dengan cepat, dia ingin mencapai puncak.
Kicauan merdu yang diciptakan keduanya memecah keheningan malam yang disertai hujan lebat. Itu semakin menambah suasana malam panjang mereka.
Gabriella tak karuan menerima hujaman dari Andre, dan dia ingin sampai puncak.
Ketika hampir mencapai puncaknya, Andre mengerangg semakin mempercepat tempo dan menghentakkan miliknya semakin kuat ke liang Gabriella hingga teriakan itu mulai terdengar.
"Aku sampai sayang...." Teriak keduanya dengan tubuh bergetar nik Matt, menik matti pelepasan dahsyat yang diterimanya untuk pertama kalinya. Rasa amat sakit luar biasa tadi kini menjadi candu baginya.
__ADS_1
Tubuh Andre ambruk tepat di sebelah Gabriella, dia memejamkan mata berusaha mengatur nafasnya yang terus tersenggal-senggal. Cukup lama keduanya terdiam untuk mengumpulakan tenaga.
"Sayang terima kasih telah menjaganya untukku," ucap Andre dengan suara serak. Andre berhasil membuka segel roti empuk itu malam ini setelah sudah sabar menunggu.
Gabriella merapatkan tvbvh polos itu, lalu memeluk Andre dengan intim. Andre mengecup dahi Gabriella.
Gabriella mulai beraksi, dia menindih tubuh Andre. Menunduk pelan dan kembali mendaratkan bwbirnya tepat di le her Andre, menghi sapp le hernya kuat hingga menimbulkan bercak-bercak kemerahan di sana.
Andre menge rangg nyeri serta nik Matt. Tidak sampai di situ, kini turun sampai titik terakhir milik Andre.
Merasakan gesekan serta genggaman itu membuat mata Andre terbuka lebar. Dia sedikit mengangkat kepalanya agar dapat menjangkau kegiatan Gabriella di bawah sana. Walaupun agak terasa kaku tetapi Andre sangat menik mattinya. Yah Gabriella berusaha semaksimal mungkin melayani Andre agar dia puas, walaupun ini pertama baginya. Mengingat nama pelakor semakin membuat semangatnya menggebu-gebu.
Sedangkan di bawah sana Gabriella sibuk dengan kegiatan semana mestinya, sepertinya dia sangat menik matti. Andre jangan ditanyakan lagi bagaimana ekspresinya.
Puas dengan itu Gabriella kini duduk di atas dan kembali mengulangi kegiatan panas itu disertai kicauan merdu dari mulut keduanya, setelah mencapai puncak.
Entah sudah berapa ronde mereka mengulangi sampai subuh. Andre menyelimuti tvbvh polos mereka yang sudah berbaur dengan peluh serta larva panas.
"Terima kasih sayang, aku sangat puas. Semoga didalam sini cepat tumbuh," bisik Andre seraya mengusap perut rata itu serta mengecupnya.
Gabriella hanya bisa mengangguk disertai senyuman tetapi mata itu enggan untuk di bukankan. Dia merasakan seluruh tubuhnya rontok akibat kegiatan mereka malam ini.
Keesokan harinya
Gabriella mulai mengerjap, perlahan mata itu terbuka. Merasakan beban berat di atas perutnya membuat dirinya menoleh ke samping.
Wajah terlelap Andre membuatnya tersenyum. Seketika ingatan tadi malam membuat rina merah di wajahnya.
"Tidur saja kamu tampan, apa lagi jika tidak," gumam Gabriella seraya mengusap rahang kekar itu serta bibir itu.
Merasa terusik membuat Andre membukakan mata. Wajah panda Gabriella menyambut bangun paginya.
Cup
"Morning kiss sayang...." gumam serak khas bangun tidur itu.
Rona wajah Gabriella semakin memerah. Bagaimana tidak ini pertama kalinya bagi mereka seintim ini setelah 4 hari menjadi pengantin baru.
Andre kembali memeluk erat tubuh yang membuatnya candu itu. Seketika bayangan tadi malam kembali membuatnya menginginkan lagi, apa lagi ini cuaca sejuk karena rupanya rintik-rintik hujan masih menyirami kota tersebut.
__ADS_1
Mata Gabriella membulat merasakan benda yang bergerak-gerak di bawah sana. Dia sudah paham dengan isyarat itu.
"Kita mandi sama-sama," pinta Andre dengan satu alasan.
Awww
Gabriella menjerit pelan, merasakan nyeri di area intimnya.
"Apakah masih sakit?"
"Sedikit,"
Tidak menunggu lama Andre langsung menggendong ala bridal masuk ke kamar mandi. Dan pada akhirnya mereka melakukan berulang-ulang didalam kamar mandi. Kini kamar mandi menjadi saksi bisu kicauan kedua pasangan pengantin baru ini.
**
Setelah makan siang Gabriella memberi waktu untuk beristirahat. Sungguh tubuhnya terasa pegal. Walaupun Andre selalu menginginkan tetapi dia harus bersabar dan membiarkan istrinya itu untuk beristirahat.
Sedangkan dia sulit untuk memejamkan mata sehingga membuatnya menyibukkan diri bersantai di balkon.
Senyuman terukir indah di bibir itu, dimana tadi dia mendapati bercak noda darah di atas seprei, dimana itu pertanda kesucian dari Gabriella.
Suami mana yang tidak bahagia menerima hadiah istimewa itu, mengingat sekarang jaman makin tak terkendali. Tetapi Andre beruntung di bandingkan pasangan lainnya. (Seperti misua awakðŸ¤ðŸ¤«)
Andre lalu mengirim pesan setelah mengetik cukup panjang. Memberi kabar baik ini bahwa sekarang dia sudah menjadi suami seutuhnya.
"Bahagia bukan dia yang hebat dalam segalanya, namun dia mampu temukan hal sederhana dalam hidupnya dan bersyukur."
"Bahagia itu sederhana, ketika kamu mencoba lalu berhasil."
"Bahagia itu sederhana, ketika kenyataan sesuai dengan apa yang kita harapkan."
Buah kesabaran Andre membuahkan hasil dan kini kebahagiaan semakin menyelimuti dirinya.
"Aku tidak pernah menyangka sampai ke puncak seperti ini. Sungguh aku sangat bahagia. Demi apapun inilah kebahagiaan yang tak terkatakan," ucap Andre ingin menyampaikan kebahagiaannya itu ke seluruh alam semesta.
Andre lebay deh.... 🤣
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪