
Ini pertama kalinya Keenan menginjakan kaki di gedung pencakar langit setelah ia sudah dewasa.
Hari ini ia akan diperkenalkan kepada seluruh karyawan di kantor bahwa dia akan menggantikan kepemimpinan Daddy Alfred ke depan.
Keenan berjalan di belakang sang Daddy. Semua mata terpesona mendapati pahatan dewa yang satu ini.
Dua lelaki beda usia ini adalah sama-sama tampan.
"Selamat pagi Tuan," sapa keseluruhan karyawan yang kebetulan berpapasan. Seperti biasa Daddy Alfred hanya membalas dengan cara mengangguk singkat, sedangkan Keenan jangan ditanyakan lagi.
Walaupun sifatnya cuek tetapi tidak memudarkan wajah tampan itu, malah itu membuat poin utama di wajahnya.
"Tampan sekali!"
"Mau banget jadi kekasihnya, walaupun jadi yang ke 7!"
"Aslinya lebih waau...."
"Bila gini siapa sih yang tidak betah bekerja? lembur pun tidak masalah asalkan ada dia!"
Begitulah bisik-bisik para kaum hawa mengagumi pesona Keenan.
Daddy Alfred diam-diam tersenyum, ia sangat paham karena dulu dia juga merasakan itu. Sungguh Keenan tidak ada bedanya dengan dirinya.
Didalam lift
"Apa ada yang lucu Dad?" ternyata Keenan menyadari hal itu.
"Son jangan terlalu dingin," ujar Daddy Alfred.
Keenan yang disebutkan mengerutkan dahi. Hubungan Ayah dan anak ini tidaklah terlalu dekat. Keenan orangnya sangat tertutup, bahkan kedua orang tuanya tidak tau bagaimana masalah pribadinya.
"Kamu tampan serta memiliki segalanya, sudah pasti banyak wanita-wanita di sana menginginkanmu son," imbuhnya.
Hmm
Keenan berdehem.
"Sepertinya Daddy dulu seperti itu?" tebak Keenan seakan paham.
Ting
Pintu lift terbuka sehingga membuat obrolan keduanya terjedah.
"Benar son tetapi hanya pesona Mommy kalian yang berhasil memporak-porandakan hati dingin Daddy. Hmm walau jalan menuju ke sana tidaklah mudah," cerita Daddy Alfred seakan mengingat bagaimana hubungan masa lalu mereka dulu. Keenan tidak pernah tau ceritanya karena sejak kecil sampai dewasa ia sudah berpisah demi pendidikan.
__ADS_1
Klek
Pintu ruangan CEO dibuka.
"Ternyata tidak ada yang berubah," gumam Keenan seraya memperhatikan ruangan yang akan menjadi tempatnya menghabiskan waktu.
Di atas meja terpajang foto Mommy Isabella tengah hamil tua. Sudah belasan tahun bingkai foto itu tergeletak apik.
"Lihat son wanita hebat ini sedang berjuang untuk menyelamatkan kamu dan Kiran. Apa kamu tau jika pada saat itu juga Mommy divonis kanker rahim stadium 4? tetapi Mommy masih berusaha memperjuangkan kalian dari awal, dari usia kehamilan 2 bulan. Sungguh wanita hebat dan luar biasa," ungkap Daddy Alfred tanpa sadar bulir bening itu bergulir.
Demi apapun Keenan tentunya kaget dan tak menyangka.
Daddy Alfred mendaratkan bokongnya di kursi kebesaran. Dan Keenan juga ikut duduk karena sedikit penasaran dengan masa lalu kedua orang tuanya.
"Kenapa Daddy juluki Mommy hebat dan luar biasa? itu karena semuanya tidaklah berjalan mulus. Kehadiran kalian adalah kesalahan!"
"Maksud Daddy? kesalahan apa?" dengan cepat Keenan melebarkan kedua matanya. Makna kesalahan membuat rahangnya mengeras.
Daddy Alfred menelan ludah ketika mengingat masa lalu itu tetapi ia ingin Keenan tau agar tidak mengikuti jejaknya kelak. Karena yang ada adalah sebuah penyesalan yang tak bisa di putar kembali.
Daddy Alfred menceritakan dari awal sampai akhir.
"Daddy bukanlah orang hebat serta sempurna, seperti yang kalian kira. Yang hebat serta luar biasa adalah Mommy. Jadi pesan Daddy jangan sampai kelakuan buruk dulu terjadi kepada kalian karena sebuah penyesalan yang ada," pungkasnya mengakhiri.
Keenan tak bergeming, ia selama ini tidak tau jika masa lalu kedua orang tuanya dulu sangat menyesakan, khusus untuk Mommy Isabella.
Tok tok
Pintu ruangan di ketuk. Mereka yakin itu adalah asisten yang akan menjadi asisten pribadi Keenan.
"Masuk!"
Klek
"Selamat pagi Tuan," sapa pria berkaca mata dengan sopan.
Daddy Alfred mengangguk.
"Gerry perkenalkan ini Keenan, dialah yang akan menggantikan posisi saya," ujar Daddy Alfred memperkenalkan putranya.
"Perkenalkan saya Gerry Tuan," pria berkaca mata itu mengulurkan tangannya.
"Keenan," balas Keenan seraya menyambut uluran tangan Gerry.
Gerry baru bekerja selama 2 tahun. Daddy Alfred sengaja memilih Gerry karena kinerjanya. Jujur,bertanggungjawab itulah poin utama. Gerry tua 2 tahun dari Keenan sehingga mereka cocok.
__ADS_1
°°°°°°
Di aula gedung perusahaan pusat "HUGO GROUP" sudah dipenuhi karyawan serta petinggi.
Setelah menyapa Daddy Alfred saatnya memperkenalkan Keenan.
"Ini adalah Keenan Hugo, putra kedua kami yang akan menjadi pengganti kedudukan saya di perusahaan ini. Semoga kehadiran Keenan berkenan di hati kalian semua, mohon kerja sama baiknya," ujar Daddy Alfred.
Tepuk tangan menyambut kehadiran putra penerus Hugo Group.
"Silahkan perkenalkan dirimu son."
"Terima kasih atas waktu yang diberikan. Perkenalkan saya Keenan Hugo putra kedua dari Tuan Alfred serta Nyonya Isabella. Saya lulusan Doktor bisnis di Universitas London Business School. Saya mendapat gelar S3 di usia 26 tahun. Atas pencapaian ini tentu saja dibelakang saya dan selalu mendorong, menyemangati, yaitu keluarga besar kami, terutama Daddy maupun Mommy. Saya sangat berterima kasih kepada beliau atas semua pencapaian ini. Terima kasih di usia 26 tahun saya dipercayakan untuk memimpin HUGO GROUP. Mohon kerja sama dari semua pihak. Terima kasih!"
Keenan memperkenalkan dirinya dengan sikap wibawa serta tenang. Hal itu membuat para kaum hawa menjerit dalam hati.
Selama ini publik hanya banyak mengenal putra putri mereka adalah Rebecca, karena Rebecca seringkali mendampingi kedua orang tuanya ke suatu pesta bisnis. Jika ada kesempatan Rebecca pasti selalu ikut. Sedangkan saudara yang lainnya sibuk serta tinggal beda negara.
Bukan hanya ke pesta saja, tetapi jika ada kesempatan waktu luang Rebecca juga sering mengunjungi kantor hanya mengantar makan siang Daddy Alfred.
Jadi para karyawan tidak heran lagi dengan gadis cantik serta ramah itu.
Tetapi publik belum tau jati diri Rebecca dalam hubungan keluarga itu.
Senyuman Keenan bagai panah yang menembus hati. Inilah kesempatan untuk mereka melihat senyuman itu karena kedepannya belum tentu.
Rapat pun berakhir dan semua kembali bekerja. Tentunya tidak luput dari wara-wiri tentang CEO mereka yang baru, khususnya karyawan wanita.
**
Di ruang CEO
"Ini Tuan berkas yang harus Tuan pelajari. Saya yakin Tuan sudah sangat memahami karena Tuan adalah cerdas," ucap Gerry seakan tau karena Daddy Alfred pernah menceritakan kemampuan atau kecerdasan seorang Keenan. Bahkan ia lulus dengan IPK tertinggi.
"Sepertinya kau lebih tau?"
Gerry langsung menelan ludah mendengar Keenan, dan tatapan itu membuatnya gugup.
"Ya ampun apa aku tahan bekerja dengan pria ini?" keluh Gerry dalam hati.
"Jika tidak tahan! Mundur dari sekarang!"
Hah....
Gerry membulatkan mata seraya membungkam mulutnya.
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa tinggalkan like, vote, favorit, hadiah dan komennya agar author lebih semangat lagi💪