
"How could you, Vier".
Lirih Selena dengan suara tercekat, suaranya terdengar tak jelas, tenggelam dalam tangisnya. Wanita berparas cantik dengan rambut pirang yang terang itu hanya bisa menangis tersedu-sedu di hadapan pria yang pernah menjadi tunangannya.
Pria yang hampir menjadi suaminya itu hanya diam dengan kedua tangan yang berada di atas meja, semua jarinya saling bertaut.
"Selena, i'm so sorry. Selena, aku sungguh minta maaf," lirih Vier penuh simpati.
"Did you ever love me, Vier? Apa kau pernah mencintaiku, Vier?" tanya Selena dengan nada penuh kegetiran.
"Yes, I did. Ya, aku dulu cinta padamu," jawab Vier dengan cepat.
"Kau mencintaiku, but why you married her? Tapi mengapa kau menikahi dia?"
"It is all because of you, Selena! Semua itu karena kau, Selena. By canceling our marriage is the answer why I married her. Membatalkan pernikahan kita adalah jawaban mengapa aku menikahi dia," jawab Vier dengan tegas.
"So, kau menikahi wanita itu karena aku yang membatalkan pernikahan kita, atau karena masa lalu kalian?" tanya Selena.
"Dulu dia pernah mengandung your baby and now you married her! How could you being so rude to me, Vier? Bagaimana bisa kau berlaku sangat kejam padaku, Vier?" cecar Selena.
"Vier, jujurlah padaku! Apa selama ini kau memang benar-benar mencintaiku?" tanya Selena.
Vier menatap lurus ke arah Selena yang masih berderai air mata. Wajah cantiknya sudah nampak sembab menahan rasa sesak di dadanya.
"Jujur saja Vier, aku merasa bahwa kau tidak benar-benar mencintaiku!" kata Selena.
"Aku ragu apakah kau benar-benar mencintaiku seperti yang selalu kau ucapkan padaku," lanjut Selena dengan suara tercekat.
Selena merasakan sesak di dadanya.
"Vier, apa kau tahu, selama ini, aku selalu memikirkan apakah keputusanku untuk membatalkan pernikahan kita adalah keputusan yang tepat," ucap Selena.
Vier masih tetap diam memandangi Selena meluapkan semua yang ingin diucapkan oleh wanita itu.
"Saat itu, aku hanya ingin memberi waktu pada diriku sendiri untuk berpikir, dan juga memberimu waktu untuk sama-sama berpikir! Aku terus memikirkanmu, Vier! Tapi, teganya kau malah menikahi wanita lain! Menikahi wanita yang pernah hamil your baby! Hiks...," Selena makin terisak-isak.
Selena berdiri dari tempat duduknya lalu mengambil gelas kosong.
Prang...
Selena memecahkan gelas itu lalu memegangnya dengan kuat.
"Apa kau sungguh benar-benar mencintaiku, Vier?!" teriak Selena.
"Selena," lirih Vier.
"Aku sungguh benar-benar mencintaimu, Vier! Aku begitu mencintaimu, tapi kau malah tidak mencintaiku! Haruskah aku mati untuk membuktikan bahwa aku sangat mencintaimu, Vier?"
__ADS_1
Selena menodongkan pecahan gelas itu di lehernya.
Vier menghela napas berat melihat Selena yang seakan kehilangan akal sehatnya.
Vier beranjak dari tempat duduk, mendekat ke arah Selena yang memasang sikap defensif.
"Selena," Vier menatap lekat-lekat mata Selena.
"You do not love me, do you?! Kau tidak mencintaiku kan?!" tandas Selena.
"Selena, I loved you as long as you were mine. Selena, aku mencintaimu selama kau adalah milikku," jawab Vier sambil mengambil pecahan kaca dari tangan Selena.
"Vier! Aku ingin kembali padamu! I can not stand how much I love you. Aku sungguh sangat mencintaimu!" rengek Selena.
Selena segera memeluk erat Vier. Ia benar-benar tidak ingin kehilangan pria yang begitu dicintainya.
Selena membatalkan pernikahannya lantaran saat itu ia benar-benar merasa ragu untuk menikah dengan Vier. Terlebih dengan adanya skandal di masa lalu Vier.
"Please, be mine, Vier! I beg on you," isak Selena. "Kumohon, jadilah milikku lagi, Vier!"
Vaya merasa hatinya yang sudah remuk akibat perlakuan Bu Cintami, kini benar-benar hancur saat melihat Vier dan Selena berpelukan.
Apakah keduanya pada akhirnya memutuskan kembali bersama?
Pelan-pelan, Vaya menutup kembali pintu ruang makan dengan kepala kosong. Ia menyusuri koridor dengan langkah gontai.
Inikah akhir yang harus diterimanya?
...*****...
Bu Cintami terkejut melihat tangan Selena yang berlumuran darah ketika ia kembali ke ruang makan usai berbincang serius dengan menantunya.
"I am okay. It is not a big deal. Aku baik-baik saja. Ini bukan masalah besar," jawab Selena.
"Pardon, Miss Selena, I will give a first treatment for your wound. Permisi, Nona Selena, saya akan memberi perawatan pertama untuk luka Anda," Mike menghampiri Selena sambil membawakan kotak P3K.
"Honestly, this wound is nothing for me. Sejujurnya luka ini tidak berarti apa-apa bagiku," ujar Selena.
"Selena, I do not think so. Aku tidak berpikir demikian. Let me take care your wound," tukas Vier.
Selena hanya terdiam dan pasrah saat Vier mengobati luka di telapak tangannya akibat pecahan gelas yang digenggamnya.
"Selena, bagaimana kau bisa terluka seperti ini?" tanya Bu Cintami.
"Aku hanya ingin menunjukkan pada Vier, bahwa luka ini tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit saat mendengar Vier menikahi wanita lain," jawab Selena.
Vier tetap diam sambil melilitkan perban di telapak tangan Selena.
__ADS_1
"Selena, aku juga sangat terkejut saat tahu bahwa wanita yang dinikahi Vier bukanlah kau," Bu Cintami menimpali.
"Mike, tolong antar Selena ke rumah sakit. Luka yang dialami Selena ternyata cukup dalam," Vier menyela obrolan ibunya.
"Baik Pak," jawab Mike.
"Vier, I am okay," tolak Selena.
"Selena, pergilah ke rumah sakit," perintah Vier.
"Allright," jawab Selena pada akhirnya.
Selena sangat tahu bahwa Vier tidak suka jika perintahnya diabaikan.
Mike segera mengantar Selena ke rumah sakit.
Sementara itu, Bu Cintami pada akhirnya tetap menyantap hidangan makan malamnya yang tertunda bersama Vier.
Vier mengaduk-aduk salad di atas piringnya, saat ini ia benar-benar kehilangan selera makan.
"Ibu, apa yang Ibu dan istriku bicarakan?" tanya Vier.
"Tentu saja tentang pernikahan kalian," jawab Bu Cintami.
Vier meletakkan sendok dan garpunya di sisi piring.
"Ibu, tolong jangan campuri urusan rumah tanggaku," tukas Vier.
Vier menatap lurus ibunya.
"Jujur saja aku merasa kurang berkenan Ibu datang bersama Selena seperti ini," lanjut Vier.
Bu Cintami menghela napas panjang.
"Vier, sejujurnya Ibu juga merasa tidak sepantasnya untuk ikut campur dalam urusan rumah tanggamu," tukas Bu Cintami.
"Ibu memberi kepercayaan penuh padamu untuk memilih sendiri wanita yang kau inginkan. Hanya saja, kau juga harus mempertimbangkan apakah wanita itu memang benar-benar pantas untuk mendampingimu atau tidak," lanjut Bu Cintami.
"Ibu," Vier menyela.
"Vier, setelah mendengar semua yang disampaikan oleh Selena, Ibu jadi berpikir bahwa Vaya hanyalah wanita yang terlalu berambisi untuk mendapatkan pria kaya raya," Bu Cintami mengabaikan selaan Vier.
"Ibu," Vier kembali menyela.
"Vier, coba kau pikir baik-baik, Ibu sungguh sangat yakin bahwa Vaya memang berusaha menggagalkan pernikahanmu dengan Selena!"
"Ibu yakin, wanita itu dulunya pastilah mengandung anak pria lain namun justru meminta pertanggungjawaban darimu!"
__ADS_1
"Sungguh wanita yang benar-benar rendah!" tandas Bu Cintami.
...*****...