Menikah Karena Berbohong

Menikah Karena Berbohong
048 - Ada Apa Denganku?


__ADS_3

Plok.. Plok..


Tepuk tangan membahana dari semua orang yang saat ini menyaksikan acara peluncuran produk terbaru dari brand kosmetik Amoreus. Acara yang bertempat di sebuah auditorium hotel mewah, dihadiri oleh para tamu yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pebisnis, selebriti tanah air, model, wartawan, hingga jajaran beauty influencer.


Jajaran selebriti tanah air yang menjadi brand ambassador pun tak luput dari hujan kilatan lampu blitz yang mengabadikan momen tersebut. Para model berpose memamerkan produk kosmetik yang mereka kenakan dan para beauty influencer sibuk melakukan observasi terhadap produk yang diluncurkan.


"Produk perawatan kulit dari Amoreus menjadi pilihan yang tepat bagi setiap wanita yang ingin merawat kecantikan mereka."


CEO dari Amoreus Corp, Jovy Haguna memberi pemaparan kepada para wartawan yang sibuk membuat liputan. Pria bersetelan jas berwarna burgundy itu nampak formal dengan rambut panjangnya yang diikat rapi ke belakang.


"Tentu saja saya sangat berharap bahwa produk terbaru dari Amoreus ini bisa diterima oleh semua kalangan!" pungkasnya.


"Selamat atas peluncuran produk terbaru dari Amoreus ya, Jovy."


"'Selamat dan sukses terus untuk Amoreus."


Ucapan selamat mengalir satu per satu dari para tamu kepada Jovy dan tim Amoreus.


Perhatian para wartawan teralih ketika mendengar jeritan histeris para wanita. Sosok tampan yang selalu menyita perhatian itu tersenyum ramah, memamerkan senyuman menawan yang tak bisa ditolak oleh siapapun.


"Vier!"


"Vier!"


Kehadiran Vier seketika menjadi histeria para wanita. Mike dengan sigap menghalangi para wanita yang seakan hendak menerjang Vier.


Para wartawan segera menghampiri Vier dan Mike. Tentu saja mereka semua ingin mendengar pendapat dari pemilik brand kosmetik OMG yang kerap bersaing dengan Amoreus. Sungguh persaingan yang sangat menarik para pemburu berita.


"Selamat datang, Pak Vier. Apakah Anda kemari untuk memberi dukungan kepada Amoreus?"


"Pak Vier, apa tanggapan Anda mengenai produk terbaru dari Amoreus?"


Para wartawan segera memberondong Vier dengan pertanyaan-pertanyaan yang bahkan tidak didengar oleh Vier.


"Rekan-rekan wartawan sekalian, terima kasih atas perhatian dari rekan-rekan semua. Perlu digaris bawahi bahwa kedatangan saya kemari adalah untuk memenuhi undangan sebagai perwakilan dari brand OMG," Vier memberikan jawaban diplomatis.


Senyum cemerlang yang memamerkan deretan giginya yang putih dan rapi menghiasi wajahnya yang tampan.


"Jadi, bagaimana dengan brand OMG sendiri, apakah dalam waktu dekat ini akan ada peluncuran produk terbaru?" tanya salah satu wartawan.


"Tim dari OMG saat ini sedang bekerja keras untuk memenuhi ekspektasi dari para konsumen, kami tidak mau mengecewakan hati para konsumen terhadap produk-produk kami," jawab Vier.


"Baiklah, saya rasa sekian yang bisa saya sampaikan, silakan nikmati acaranya," Vier berpamitan.


Langkah Vier dan Mike terhenti tatkala Jovy Haguna menghampiri mereka.


"Terima kasih sudah datang memenuhi undanganku, Vier," Jovy mengulas senyum ramah.

__ADS_1


Vier menyambut uluran tangan Jovy, mereka bersalaman sambil saling bertatapan.


"Aku tentu senang memenuhi undanganmu, Jovy," kata Vier.


Vier sudah mengenal Jovy ketika mereka berdua kuliah di Amerika. Mereka mengambil jurusan yang sama dan kerap bersaing satu sama lain untuk membuktikan siapa yang lebih baik di antara mereka.


Vier benar-benar merasa kesal pada Jovy yang dianggapnya selalu mengikuti apa yang ia lakukan. Sementara itu bagi Jovy, apa yang dilakukannya selalu diikuti oleh Vier.


"Oh ya, Jovy, aku berharap Amoreus memiliki terobosan terbaru dalam setiap produk yang diluncurkan. Entah apa yang dilakukan oleh tim pengembang produk Amoreus sehingga produk yang diluncurkan kebanyakan seakan hanya terkesan mengikuti produk-produk brand lain," Vier melemparkan kritikan pada Jovy.


"Hmm, terima kasih atas saran yang kau berikan, Vier. Hanya saja, produk-produk Amoreus memiliki kualitas yang lebih baik dari brand-brand lain, bahkan di luar sana banyak pihak yang memanfaatkan hal tersebut untuk membuat produk tiruan Amoreus," ujar Jovy membela diri.


"Oh wah, aku sungguh tidak tahu apakah aku harus memuji atau merasa kasihan karena nama Amoreus pasti tercoreng dengan keberadaan produk-produk tiruan. Yah, begitulah kehidupan. Saat peniru mengalami peniruan, mungkin itu yang disebut sebagai hukum alam," Vier mengulas seringaian khasnya.


Jovy berusaha untuk menjaga ekspresi wajahnya agar tidak menampakkan rasa kesal atas tudingan Vier.


"Oh, hai, Vier!"


Seorang wanita muncul dan menyapa Vier.  Vier mengerutkan keningnya, melihat sosok wanita yang nampak asing langsung membuat gestur hendak memeluknya.


Vier mengulurkan tangannya sebagai bentuk penolakan untuk melakukan ritual berpelukan sambil bercipika-cipiki.


"Vier, apa kau sungguh tidak mengenaliku? Ini aku, Niki."


Wanita itu menyambut tangan Vier dan menjabatnya dengan antusias.


"'Haha, ya ampun Vier, kau begitu memujiku!" Niki tertawa.


Niki adalah kekasih yang sudah dikencani Jovy selama hampir setahun ini. Wanita yang memiliki hobi untuk mempermak penampilannya hingga menyerupai boneka. Baru-baru ini Niki melakukan operasi pembesaran aset kembarnya. Niki bahkan operasi untuk meniruskan wajahnya.


Jovy sebenarnya tidak menyetujui perubahan penampilan Niki. Namun Niki bersikeras melakukan banyak perubahan guna terlihat makin cantik.


"Niki, mantan kekasih Anda, Pak," bisik Mike.


"Oh, benarkah?" Vier berusaha mengingat-ingat wanita itu.


Niki memasang ekspresi luar biasa senang, kedua bola matanya berbinar-binar melihat kehadiran Vier.


"Kau benar-benar terlihat luar biasa cantik. Kau sudah macam Kardashian bersaudara," ucap Vier.


"Haha, tentu saja aku bahkan lebih cantik dari mereka," sahut Niki penuh percaya diri.


Apa sekarang kau menyesal putus dariku, Vier? Batin Niki.


"Oh ya, Vier, ngomong-ngomong aku dan Jovy berencana untuk menikah," ucap Niki.


"Benarkah? Aku ucapkan selamat untuk kalian berdua," kata Vier lagi.

__ADS_1


"Apa kau sungguh tidak cemburu?" tanya Niki lagi.


"Cemburu? Haha," Vier tertawa renyah.


"Aku benar-benar berharap kau cemburu, Vier, haha," balas Niki.


"Niki, cukup," potong Jovy. "Tidak perlu membicarakan masalah pribadi di acara seperti ini," lanjut Jovy.


Suasana seketika menegang sampai sekretaris Jovy menghampiri mereka.


"Maaf ya, Vier, lain kali kita berbincang lagi, silakan nikmati acaranya," kata Jovy.


Jovy bergegas pergi, Niki mengikuti langkah Jovy.


"Untunglah Anda putus dari Niki, Pak Vier," ucap Mike.


"Haha, aku bahkan tidak ingat pernah berkencan dengannya, Mike," sahut Vier menyeringai.


Ya, hubungan Anda dan Niki terlalu singkat hingga Anda tidak mengingatnya, batin Mike.


"Baiklah, sekarang sudah waktunya Anda untuk melanjutkan pekerjaan Anda, Pak," Mike mengingatkan.


Vier bergegas pergi bersama Mike untuk melanjutkan beberapa pekerjaan yang harus dilakukannya.


Mata Vier tertuju pada sosok wanita dengan kulit gelap dan berambut panjang yang kebetulan melintas di hadapannya.


"Vaya!" seru Vier.


Setengah berlari ia menghadang langkah wanita itu. Wanita itu terkejut begitu melihat sosok pria tampan yang menghalangi langkahnya.


"Eh, maaf," Vier terkejut.


Wanita yang dikejarnya bukanlah Vaya. Hanya terlihat mirip seperti Vaya.


"Oh, maaf!" kata Vier.


Wanita itu masih tak bisa melepaskan pandangannya dari Vier.


"Pak Vier!"


Mike melangkah cepat menghampiri Vier yang terlihat macam orang linglung.


"Ada apa, Pak? Kenapa andya tiba-tiba berlari seperti itu?" tanya Mike keheranan.


Vier masih terlihat nge-blank, saat ini semua wanita berkulit gelap dengan rambut panjang yang tergerai membuat mereka semua terlihat nampak seperti Vaya.


Sial, kenapa aku jadi memikirkan Vaya? Ada apa denganku?

__ADS_1


...*****...


__ADS_2