
"Selamat datang Bu Vaya, bagaimana perjalanan Anda?"
Mike membuka pintu kamar sebuah hotel lalu menyapa Vaya yang baru saja tiba.
"Terima kasih Pak Mike, saya hanya merasa sedikit pusing," jawab Vaya.
"Silakan."
Mike membuat gestur mempersilakan Vaya untuk memasuki kamar tipe presidensial yang dipenuhi kemewahan. Di dalam kamar itu, Vier sedang sibuk memakai pakaiannya, dibantu oleh dua orang penata busana.
Pakaian yang dikenakan Vier tentu saja setelan jas berwarna hitam yang didatangkan langsung dari Milan tempo hari. Setelan jas yang membuat Vier terlihat benar-benar luar biasa tampan.
Namun entah mengapa ketampanan Vier nampaknya sama sekali tidak memengaruhi penilaian Vaya terhadap pria itu.
"Vaya."
Vier merentangkan kedua tangannya ke arah Vaya, Vaya mengerutkan keningnya.
"Vaya!" Vier melotot ke arah Vaya.
Vaya menyeringai kikuk saat Vier masih merentangkan kedua tangannya.
"Vaya, apa kau sudah lupa apa yang harus kau lakukan saat bertemu denganku?" tanya Vier.
Ugh, apa maksud pria ini sih?
Vier merasa tidak sabar dengan Vaya yang nampaknya terlalu banyak berpikir. Vier langsung menarik tangan Vaya dan membawa Vaya ke dalam pelukannya.
"Vaya, bersiaplah menerima hukumanmu malam ini," bisik Vier.
Seketika Vaya langsung merinding mendengar bisikan Vier.
"Tu-tunggu, Vier, apa maksudmu?" tanya Vaya.
"Segeralah merenungkan semua kesalahanmu. Siapa tahu aku akan menunjukkan belas kasihku padamu," bisik Vier lagi.
Vier melepas pelukannya, mengulas senyum seringaian yang benar-benar menjadi andalannya setiap kali pria itu hendak memberikan hukuman untuk Vaya.
"Segeralah bersiap! Kau harus tampil sempurna malam ini!"
Vier menepuk-nepuk bahu Vaya dengan lembut.
"Tu-tunggu, Vier, bisakah kau jelaskan semua ini padaku? Aku benar-benar bingung dan tak bisa mencerna semua ini," keluh Vaya.
"Vaya, kau hanya masih terkena efek jetlag makanya jadi bingung begitu. Lekas bersiap-siap untuk tampil sempurna! Jika tidak, lihat saja akibatnya!" Vier kembali menyeringai horor.
Ugh!
Belum sempat Vaya merasa kesal, mata Vaya langsung tertuju pada penata busana yang membawa stand hanger berisi gaun-gaun mewah yang membuat Vaya melotot lebar.
"Dia harus tampil sempurna! Aku tidak akan memberi toleransi pada kalian!" kata Vier pada tim penata busana dan penata rias untuk Vaya.
"Baik, Pak," sahut mereka serempak.
"Vier, ada apa sih ini?" tanya Vaya lagi.
"Vaya, cukup! Kau tidak perlu banyak tanya!" sahut Vier sambil menyeringai.
Vaya terdiam melihat Vier yang nampak tersenyum horor.
__ADS_1
"Saatnya untuk berias, Nyonya," ajak seorang penata rias yang langsung membawa Vaya ke meja rias.
"Begitu selesai segeralah ke ballroom!" perintah Vier pada Vaya.
Vaya tidak menyahut, saat ini ia hanya berdiam diri saat penata rias mulai merias wajahnya.
...*****...
Plok.. Plok..
Tepuk tangan membahana dari para tamu yang memenuhi ballroom hotel berbintang lima. Acara peluncuran produk kosmetik terbaru dari brand Oh My Gorgeous atau yang lebih dikenal dengan sebutan OMG dihadiri oleh para tamu yang berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari jajaran pebisnis, selebriti tanah air yang ditunjuk sebagai brand ambassador, para beauty influencer, para beauty enthusiast, para model, hingga puluhan wartawan yang meliput acara tersebut.
"Produk OMG terbaru ini diformulasikan khusus untuk Anda yang ingin tampil prima setiap saat. OMG Men Super Face Formula khusus untuk pria, dan OMG Women Super Face Formula khusus untuk wanita. Miliki dan gunakan sekarang juga untuk keindahan Anda yang harus senantiasa terjaga."
"Sesuai dengan slogan dari brand kosmetik Oh My Gorgeous, karena keindahan adalah milik Anda!"
Plok... Plok...
Tepuk tangan terdengar makin keras.
Vier yang berdiri di atas podium langsung mendapat sambutan luar biasa hangat usai menyampaikan pidato singkatnya.
Kilatan lampu blitz yang menghujani Vier, membuatnya makin tersenyum lebar, meski pada akhirnya ia merasa wajahnya mulai kaku untuk tetap tersenyum sepanjang acara peluncuran produk tersebut.
Para wartawan segera mengabadikan setiap momen peluncuran produk yang digadang-gadang merupakan terobosan terbaru untuk dunia skin care.
"Brand OMG selalu melakukan inovasi, terobosan-terobosan terbaru dalam setiap produk yang diluncurkan. Harapan saya semoga produk terbaru ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat terutama mereka yang sangat peduli pada keindahan kulit."
Vier mengulas senyumnya di hadapan para awak wartawan yang sedang meliput.
Acara peluncuran produk tersebut mendapat banyak reaksi positif dan konsumen menerima dengan sangat antusias. Hal itu terbukti dari hasil penjualan yang dilakukan secara daring melesat dengan sangat cepat hanya dalam hitungan menit setelah lapak daring dari situs resmi dibuka.
"Vier."
Vier membalas sapaan pria itu dan langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan pria itu.
"Jovy, terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang kemari," kata Vier.
"Aku yang berterima kasih karena kau bersedia mengundangku," sahut Jovy merendah.
"Vier, apa kabar?"
Niki, kekasih Jovy langsung membuat gestur untuk memeluk Vier. Vier langsung mengulurkan tangannya ke depan Niki.
"Kabarku baik-baik saja, Niki," Vier menjabat tangan Niki dengan cepat lalu melepas tangan Niki.
"Acara peluncuran produk OMG nampaknya sangat sukses," puji Jovy.
"Ya, itu semua tidak lepas dari dukungan semua pihak," sahut Vier.
Ekspresi Niki berubah masam, ia ingin memeluk Vier, namun Vier terlihat jelas menghindar. Belum lagi saat melihat sebuah cincin yang tersemat di jari manis kanan Vier, darah Niki seketika menggelegak kembali.
Apa Vier memang benar-benar sudah menikah seperti informasi yang tersebar? Mengapa aku jadi ragu? Batin Niki.
"Oh ya, Vier, mengapa kau sendiri? Kau tidak membawa serta istrimu?" ceplos Niki.
"Oh, istriku masih bersiap-siap, sebentar ia akan bergabung di sini," jawab Vier.
Hati Niki mencelos mendengar jawaban Vier.
__ADS_1
Ugh, wanita seperti apa sih yang pada akhirnya bisa memiliki Vier? Batinnya gusar.
Vier memang sudah menunggu kedatangan Vaya, berkali-kali sebenarnya ia melirik jam tangannya. Vier memang berencana untuk memperkenalkan Vaya sebagai istrinya di depan publik. Sehingga ia meminta Vaya untuk berpenampilan sempurna.
...*****...
Vaya bergegas memasuki ballroom hotel berbintang lima yang menjadi tempat peluncuran brand kosmetik ternama. Matanya mencari-cari sosok Vier dan Mike yang nampak tak terlihat lantaran tenggelam dalam lautan manusia.
Vaya terperangah melihat para selebriti yang nampak sedang sibuk berpose di depan fotografer yang juga sibuk membidik setiap momen.
Gila! Ini acara apa sampai ada selebriti segala? Pikir Vaya.
Para tamu yang berpenampilan mewah, selebriti, hingga awak media massa jelas membuat Vaya makin insecure. Terlebih begitu melihat salah satu kameraman dan reporter dari stasiun tv swasta melakukan liputan secara langsung.
Mata Vaya langsung tertuju pada Vier yang sedang berbincang dengan tamu undangan.
"Bu Vaya," sapa Mike.
"Pak Mike," Vaya terkejut karena Mike tiba-tiba ada di sampingnya.
"Bu Vaya, mengapa Anda tidak menggunakan gaun yang sudah disiapkan?" tanya Mike keheranan.
"Aduh, Pak Mike, mana bisa saya pakai gaun-gaun itu. Semuanya tidak ada yang cocok," jawab Vaya.
Mike menghela napas berat.
"Bu Vaya, mari segera bergabung dengan Pak Vier," ajak Mike.
"Pak Mike, lebih baik saya di sini saja," tolak Vaya.
"Tapi Bu...," kata Mike.
"Pak Mike, saya di sini saja," kata Vaya bersikeras.
Mike lagi-lagi menghela napasnya, tentu saja ia tidak punya wewenang untuk memaksa Vaya mendampingi Vier.
Mike kembali mendampingi Vier.
"Mike, apa Vaya sudah selesai bersiap?" bisik Vier ke arah Mike.
"Bu Vaya sudah ada di sini, tapi beliau menolak untuk bergabung bersama Anda," jawab Mike.
"Apa?" Vier terperangah.
Mike hanya mengangguk pelan.
"Di mana dia sekarang? Apa aku perlu menyeretnya?" geram Vier masih dengan suara yang rendah.
"'Arah jam dua belas, Pak," kata Mike.
Mata Vier mengikuti arahan dari Mike dan benar saja, pandangannya langsung tertuju pada sosok Vaya yang saat ini terlihat berbincang akrab dengan seorang pria.
...*****...
Pembaca setia yang dipenuhi kehaluan haqiuqiu. Othor ucapkan terima kasih sudah dan tetap mengikuti setiap episode karya ini dengan antusias.
Dukung terus dan jangan sampai ketinggalan tiap episodenya.
Tinggalkan jejak dukungan penyemangat author ya.
__ADS_1
Sampai jumpa di episode selanjutnya.