Menikah Karena Berbohong

Menikah Karena Berbohong
150 - Do You Still Love Me?


__ADS_3

Gawai cerdas Mike bergetar, ia dengan segera mengambil benda pipih itu. Nama resepsionis kembali muncul.


Ada apa lagi sih? Keluh Mike dalam hati.


Di tengah rapat yang sedang berlangsung, Mike pun kembali menyelinap keluar dari ruang rapat untuk menjawab teleponnya.


"Ada apa lagi, Ana?" Mike segera menjawab telepon dari si resepsionis.


"Pak Mike, ada tamu lagi untuk Pak Vier, beliau bernama Selena. Apakah benar beliau ada janji dengan Pak Vier?" 


"Selena?" Mike terperangah.


"Ya, Nona Selena nampaknya begitu memaksa untuk bertemu dengan Pak Vier," jawab Ana.


"I have to meet Vier in five minutes! Aku harus bertemu Vier dalam lima menit!" 


Mike mendengar teriakan melengking Selena, sampai-sampai ia harus menjauhkan telepon dari telinganya.


"I don't care! Aku tidak peduli!"


Mike kembali memejamkan matanya, sembari menghela napas berat, mengeluhkan mengapa Selena sampai harus datang kemari.


"Baiklah, Ana, saya akan menemui beliau," sahut Mike sebelum menutup teleponnya.


Mike cepat-cepat memasuki lift yang langsung membawanya ke lantai dasar.


Mike benar-benar tak habis pikir bahwa wanita secantik Selena memiliki sikap yang keras dan terkadang suka berbuat sekehendak hatinya. 


Untung saja Selena cantik, makanya wajar banyak tingkah. Jika ada wanita yang sudah tidak cantik lalu banyak tingkah, itu benar-benar wanita kurang ajar.


Kegaduhan yang dibuat oleh Selena sukses memancing kedatangan dua orang petugas keamanan yang siap untuk mengusir wanita itu.


Selena merasa geram karena para karyawan seakan tidak memperkenankannya untuk menemui Vier. 


"Miss Selena," sapa Mike.


"Mr. Mike!" seru Selena.


Mike melemparkan pandangannya ke arah petugas keamanan, memberikan kode agar mereka membubarkan diri.


"Mr. Mike, I have to meet Vier! Please! Mr. Mike, aku harus menemui Vier! Kumohon!" Selena memohon dengan sangat.


Mike menjadi bimbang, saat ini otaknya berputar cepat.

__ADS_1


"Miss Selena, maaf, saat ini Pak Vier masih ada meeting penting. Jadi, mohon maaf, Anda belum bisa menemui beliau," kata Mike berusaha menjelaskan.


"What?! Apa?!" seru Selena.


"Mike, you should know! Kau harus tahu! Aku adalah orang yang begitu penting bagi Vier! So, aku harus menemui Vier!" tandas Selena.


Selena berusaha memaksa Mike. Mike yang terdesak dengan sikap Selena dan para karyawan yang melemparkan pandangan ke arahnya jelas membuat Mike harus melakukan sesuatu.


"Baiklah, Miss Selena, mari ikut saya," kata Mike.


Selena mengikuti langkah Mike menuju lift yang membawa mereka meninggalkan lantai dasar.


"Mr. Mike, in your opinion, does Vier still love me? Menurutmu, apakah Vier masih mencintaiku?" tanya Selena.


"I am sorry, Miss Selena, it is none of my business. Maaf, Nona Selena, itu bukan urusan saya," jawab Mike.


"I know! But, you are the one who so close to him. Aku tahu. Tapi kau adalah seseorang yang sangat dekat dengan Vier. I am sure. Aku yakin. Vier masih mencintaiku! Dia hanya terpaksa menikahi wanita itu!"


"Vier pasti hanya menikahi wanita itu sebagai bentuk tanggung jawab! He does not love her like he loves me. Vier tidak mencintai wanita itu seperti Vier mencintaiku!"


Mike mengernyitkan keningnya mendengar ucapan Selena yang terdengar begitu percaya diri. Pada kenyataannya, Mike justru melihat bahwa apa yang dilakukan Vier kepada Selena sangat berbeda dengan cara Vier memperlakukan Vaya.


Saat ini Mike sedang merencanakan untuk membawa Selena ke ruang tamu saja, karena saat ini di ruang kerja Vier, ada Vaya yang sedang menunggu.


Mike tentu saja tidak boleh membiarkan dua wanita ini bertemu dan berada di tempat yang sama. Ini sama saja seperti mempertemukan dua ekor kucing dalam satu kandang. Keduanya akan saling bertengkar karena memperebutkan satu wilayah kekuasaan.


Selena segera berjalan mengikuti Mike. Selena mengedarkan pandangannya ke sekeliling koridor.


"Where is Vier, Mr. Mike? Di mana Vier, Pak Mike?"


"He is still busy, you can wait for him and talk to him later. Vier masih sibuk, Anda bisa menunggu dan bicara dengannya nanti," jawab Mike.


Selena tidak puas mendengar jawaban dari Mike. 


"Vier!" 


Selena berseru begitu melihat Vier yang keluar dari ruang meeting bersama orang-orang.


Setengah berlari, Selena menghampiri Vier, membelah kerumunan orang-orang yang masih mengelilingi Vier.


Vier terperangah melihat kehadiran Selena, ia langsung melemparkan pandangannya ke arah Mike yang seketika membeku.


"Vier! We need to talk!" desak Selena.

__ADS_1


"Selena, sorry, but...," kata Vier tertahan.


"Vier! Please! We have to talk about our future!" sergah Selena.


Teriakan Selena membuat semua orang yang berada di sekitar Vier langsung berkasak-kusuk.


Vier menghela napas berat, ia segera membawa Selena pergi dari tatapan menelisik semua orang.


"Pak Vier!" seruan Mike tertahan begitu melihat Vier membawa Selena ke ruang kerjanya.


"Oh tidak!" Mike menghela napas berat.


...*****...


Vier membawa Selena masuk ke ruang kerjanya.


"Selena! What are you doing in here? Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Vier.


"I want to talk to you, Vier! Aku mau bicara denganmu! It is important! Ini penting!" jawab Selena.


Selena menatap lurus ke arah Vier, memandangi Vier yang memasang ekspresi kurang berkenan dengan kehadiran Selena.


"Semalam kau pergi begitu saja meninggalkanku! Aku menunggumu dan kau tidak kembali! So, I have to meet you at your office! Jadi, aku harus menemuimu di kantor!" Selena menjelaskan.


Vier kembali menghela napas berat, kehadiran Selena yang begitu mendadak datang ke kantornya jelas akan menimbulkan spekulasi yang tidak-tidak. Terlebih sikap Selena yang begitu memaksa.


Vier benar-benar tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan Selena. Saat ini yang ia pikirkan adalah bagaimana caranya untuk meminta Selena pergi tanpa menyakiti hati wanita itu.


Vier tentu kurang berkenan jika harus memanggil petugas keamanan untuk menyeret Selena keluar dari kantornya. Sungguh bukan cara seorang pria berkelas.


Lagi-lagi Vier bernapas dengan berat, rasanya ia benar-benar kesal pada ibunya yang begitu repot-repot membawa kembali Selena ke dalam kehidupannya.


"Vier, do you still love me?" tanya Selena.


"Eh, apa?" tanya Vier.


"Vier, do you still love me? Apa kau masih mencintaiku?" Selena mengulangi pertanyaannya.


Vier kembali tertegun mendengar pertanyaan Selena. 


Selena menatap Vier yang nampak tak bisa menjawab pertanyaan Selena. Dulu, setiap kali Selena menanyakan apakah Vier mencintainya, Vier akan menjawab pertanyaan Selena dalam waktu kurang dari tiga detik.


Selena menghitung dalam hatinya, sudah lebih dari sepuluh detik dan Vier tidak menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


Lima belas detik, dua puluh detik, satu menit pun akhirnya berlalu. Air mata Selena langsung turun membanjiri pipinya. Ia pun langsung menarik Vier dan memeluk pria itu dengan erat.


...*****...


__ADS_2