
Shafa segera duduk di kursi roda dan menggendong Daviandra.
Mereka pun keluar ruangan bersama. Reigha mendorong kursi roda Shafa menuju ke depan karena mobil Reigha udah di depan.
Sampai di depan, Shafa segera naik mobil sedangkan bayinya di taruh di baby car.
Setelah mengucapkan terima kasih ke anak buah yang masih setia berjaga di sana, Reigha pun segera keluar dari rumah sakit sedangkan Bayu kembali masuk untuk minta informasi tentang perawat yang membantu tante Lucy membawa Daviandra keluar rumah sakit tadi.
Sesampainya di rumah, rumah tampak udah ramai karena ada orang tua Shafa juga orang tua Reigha serta Anna menyambut kepulangan Shafa dan si kembar.
Reigha segera turun dari mobil dan membantu Shafa untuk keluar mobil bersama anak-anaknya.
“Assalamu’alaikum,” salam mereka serempak saat Shafa telah keluar dari dalam mobil.
“Wa’alaikumussalam.”
“Mana cucu-cucuku? Oma udah rindu kalian!” seru Mama Dhiya segera membuka pintu mobil bagian belakang. Kemudian, menggendong si kembar dan memberikan Daviandra ke Ibu Khalisa.
“Ayo masuk-masuk. Maaf ya, Fa, tadi Mama dan Ibu kamu beres-beres rumah, karena kami tau kalau kalian akan pulang, jadi kami gak di rumah sakit,” ucap Mama Dhiya.
“Gapapa, Ma. Kan ada Mas Reigha dan Bayu tadi,” balas Shafa seraya tersenyum.
“Abang? Abang bukannya di kantor ya, Fa?” tanya Anna.
Shafa menoleh ke Reigha, agar Reigha saja yang menjelaskan ke semuanya.
“Hmm, sebenarnya dari semalam Bayu gue suruh bantu jagain Shafa dan si kembar, Na,” jawab Reigha.
“Jagain, maksudnya gimana sih, Gha?” balas Mama Dhiya penasaran.
“Nanti aja Reigha jelaskan, kita masuk dulu yuk, Ma. Kasihan itu si kembar kepanasan.”
Mereka pun segera masuk dan di ruang tamu ada Papa dan juga Ayah.
“Nah, akhirnya cucu-cucu kita udah datang nih!” seru Papa.
“Iya, tapi sayangnya kita kalah cepat sama Oma dan Neneknya,” balas Ayah membuat mereka pun tertawa.
“Duduk di sini aja ya, kita ngobrol-ngobrol dulu. Si kembar juga lagi tidur,” ucap Mama yang masih menggendong Daviana.
“Ibu ambilkan minum dulu ya untuk semua,” ucap Ibu Khalisa hendak berdiri.
“Nggak usah, Tante, biar Anna aja minta tolong sama Mbok Nah, Tante jaga Daviandra aja ya,” titah Anna.
“Baiklah, Nak, terima kasih ya,” balas Ibu Khalisa.
__ADS_1
Anna pun segera ke dapur minta tolong ke Mbok Nah. Setelah dari dapur Anna segera ke depan lagi.
“Sebenarnya ada apa sih, Gha? Ceritakan sekarang!” pinta Mama.
“Kenapa sih? Ada masalah?” tanya Papa.
Reigha pun akhirnya menceritakan semua kejadian di rumah sakit tanpa ada yg ditutup-tutupinya. Reigha pun menghembuskan napasnya kasar mengingat kejadian di rumah sakit pagi tadi.
“Bener-bener ya si Lucy ini, keterlaluan!” geram Mama Dhiya tampak menahan emosinya.
“Alhamdulillah si kembar baik-baik aja,” ucap Papa menatap pada kedua cucunya.
“Jadi gimana keadaan Abang sekarang, Kak?” tanya Anna tampak khawatir.
“Bayu udah gapapa, Na, sebentar lagi ini mau ke Rumah sakit jemput Bayu dan langsung ke kantor polisi,” jawab Reigha.
“Sayang, Mas ke rumah sakit trus ke kantor polisi ya, kasian Bayu nunggu lama,” lanjut Reigha berpamitan pada Shafa.
“Iya, Mas, hati-hati, ya,” balas Shafa.
“Gha, papa ikut kamu ke kantor polisi,” ucap Papa.
“Iya, Pa. Ayah, Ibu, Mama ... titip Shafa, si kembar, dan Anna ya,” titah Reigha menatap pada kedua mertuanya.
“Iya, Nak, kamu tenang aja. Ayah akan jaga, kamu hati-hati, ya, Nak,” balas Ayah.
Mama segera memberikan Daviana pada Shafa dan bergegas mengambil tasnya di kamar.
“Cucu Oma, sama Mama dulu, ya. Oma mau ikut Papa kalian,” ucap Mama bergegas menuju ke kamar.
Setelah Mama kembali dengan membawa tasnya, mereka bertiga pergi meninggalkan rumah.
Shafa dan si kembar di ajak Ibu istirahat di kamarnya. Ayah Reynand menyuruh Anna untuk istirahat juga akhirnya Anna pun menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Reigha, Papa dan Mama udah sampai di rumah sakit. Bayu tampak menunggu di luar. Saat Bayu melihat mobil Reigha, Bayu pun segera masuk ke mobil.
“Loh, Mama dan Papa kok ikut?” tanya Bayu.
“Iya, Bay, Mama mau ketemu sama Lucy,” jawab Mama.
“Gimana luka kamu, Bay?” tanya Papa.
“Alhamdulillah gapapa, Pa, bentar lagi juga sembuh,” balas Bayu.
“Makasih ya, Bay, kamu sudah menyelamatkan Daviandra,” ucap Papa.
__ADS_1
“Itu tugas aku sebagai om-nya, Pa, gak perlu berterima kasih.”
Dan tak lama kemudian mereka sampai di kantor polisi. Reigha dan Bayu segera memberi keterangan.
Sedangkan Mama dan Papa izin menemui tante Lucy. Tapi karena tante Lucy sedang di periksa akhirnya polisi belum mengizinkan mereka bertemu.
Saat Mama dan Papa menunggu Reigha dan Bayu, tepat ruang pemeriksaan di buka.
Ketika tante Lucy melewati ruang tunggu, Papa minta tolong polisi memberinya waktu sebentar untuk ngomong sesuatu ke tante Lucy, polisi pun mengizinkan.
Mama yang udah geram pun segera menampar tante Lucy.
/plakk
“Aku gak nyangka kamu tega melakukan itu pada bayi yang gak berdosa, Lucy!” seru Mama menatap dengan penuh amarah pada Lucy.
“Aku melakukan ini karena Reigha memasukkan Mas Andre ke penjara,” balas tante Lucy tak merasa bersalah sama sekali.
“Buka mata hati kamu, Lucy, Andre itu yang salah, bukan Reigha. Andre yang menyabotase mobil Reigha hingga kecelakaan,” ucap Papa.
“Mas Andre melakukan itu ada alasannya, karena Mas Andre gak suka Reigha yang masih anak ingusan udah punya perusahaan, sedangkan Mas Harun gak mau membantu suamiku,” balas Lucy lagi.
“Kamu bilang aku gak pernah bantu? Suami kamu itu yang malas kerja dan hanya mau enaknya aja, Lucy,” kata Papa yang mulai geram.
“Pak, maaf saudari Lucy akan segera kami bawa, permisi...”
Perdebatan pun akhirnya selesai karena polisi yang membawa tante Lucy pergi.
Reigha dan Bayu pun segera keluar menemui Papa dan Mama mengajaknya pulang.
“Pa, Ma, ayo kita pulang,” ajak Reigha.
“Gimana dengan Cantika dan sopirnya Lucy, Gha?” tanya Papa.
“Cantika dan sopir tante udah pulang Pa, Ma, karena mereka hanya jadi saksi,” jawab Reigha.
“Oh ... kasihan Cantika. Sekarang dia sendirian,” lirih Mama.
“Tapi jangan Mama punya pikiran akan Mama ajak tinggal ke rumah ya, Ma, soalnya bisa jadi Cantika akan penyambung tangan balas dendamnya tante Lucy. Mama tau kan gimana nurutnya Cantika ke tante Lucy,” ucap Reigha.
“Iya, Ma, bener yang Reigha katakan. Kita harus hati-hati, apa lagi di rumah sekarang ada si kembar juga,” balas Papa.
“Iya, Pa. Mama cuma kasian sama Cantika. Bay, kok kamu diam aja?” balas Mama beralih pandangannya pada Bayu yang hanya diam saja.
“Bayu cuma kangen sama Anna dan anak Bayu, Ma. Bayu belum berkabar sejak kejadian di rumah sakit tadi,” jawab Bayu.
__ADS_1
“Yaudah, pulang aja yuk!” seru Mama mengajak mereka pulang ke rumah.