Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 42 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Daviandra pun dapat telpon dari Reza.


Drrrttt...Drrttt...Drrtttt...


“Assalamu’alaikum, Za, tumben telpon malam-malam,” kata Daviandra.


“Wa’alaikumussalam, Andra ... gimana bisa lo kecolongan adik lo setahun gak bahagia lo gak tau,” ucap Reza.


“Daviana gak pernah pasang muka sedih, Za, dan dia ‘kan juga udah rumah sendiri, mana tau gue kalau ternyata suaminya seperti itu,” balas Daviandra.


“Coba gue di situ, udah gue bunuh tu orang,” kata Reza.


“Udah biarin aja, Za ... dia udah dapat balasannya. Besok, mama dan Nai berangkat dari sini jam sepuluh. Gue titip mereka, ya,” ucap Daviandra.


“Iya, besok gue jemput,” balas Reza.


“Tapi, Za ... lo gak bisa dekat-dekat sama Nai, dia takut kalau lihat cowok,” ucap Daviandra setelahnya.


“Iya, gue tau. Tapi ... gue akan coba dulu, Dra, kita kan gak akan tau kalau belum dicoba,” ungkap Reza.


“Oke, gue percaya sama lo!” seru Daviandra.


“Yaudah lo istirahat, gue ada kerjaan lagi. Sebelum gue ketemu sama mama dan Naima, gue harus selesaikan semua kerjaan gue,” kata Reza.


“Oke, Night.” Mereka pun mengakhiri percakapannya.


Setelah Daviandra selesai bertelpon, Daviandra pun segera tidur.


Keesokan paginya, Shafa yang sengaja menunggu sebelum Daviana bangun, udah menunggu di kamar Daviana. Karena Shafa takut kalau Daviana sendiri akan histeris.


“Pagi, Sayang ... gimana tidurnya, nyenyak?” tanya Shafa.


“Alhamdulillah, Ma. Kayak tidur berapa hari, Ma, nyenyak banget dan sekarang Nai merasa sangat sehat,” jawab Daviana.


“Alhamdulillah, Nak, sekarang Nai mandi ... mama ambilkan makan trus sarapan setelah itu kita pergi yuk keluar negeri jalan-jalan, Nak,” balas Shafa.


“Kenapa harus luar negeri, Ma?” tanya Daviana setelahnya.


“Cari suasana baru, Sayang ... udah, ayo mandi dulu trus sholat ya, Nak,” jawab Shafa.


“Iya, Ma ... Nai mandi dulu ya, Ma,” lanjut Daviana.


Setelah Shafa keluar, Daviana segera bergegas ke kamar mandi, setelah mandi lalu sholat Daviana keluar kamar.


“Lho … Sayang, kok keluar?” tanya Shafa.


“Nai mau makan bareng, Ma,” jawab Daviana.

__ADS_1


“Yaudah ayo. Tapi, Nak ... nanti di sana kamu akan bertemu papa dan mas Andra lho,” kata Shafa setelahnya.


“Iya, Ma … gapapa kok, Ma,” balas Daviana sembari tersenyum.


Shafa pun menggandeng Daviana dan mengajak ke ruang makan, saat sampai di ruang makan, Daviana melihat Reigha dan Daviandra. Raut wajah Daviana tampak langsung berubah ketakutan serta tubuhnya gemetar. Karena Daviana saat melihat papanya, dia seperti melihat Calvin.


“Ma … Ma, Nai takut, Ma,” lirik Daviana yang tak lama langsung pingsan.


“Nai.” Daviandra pun segera berlari mendekat pada Daviana dan segera membopong dan membawanya kembali ke kamar.


“Sayang, kenapa nai dibawa ke sini?” tanya Reigha.


“Nai sendiri yang minta, Mas … aku udah melarangnya tadi,” jawab Shafa.


“Yaudah ayo kita lihat keadaan Naima, Sayang,” balas Reigha.


Shafa dan Reigha segera menyusul Daviandra dan Daviana ke kamar. Daviandra yang menyadari kedatangan mama dan papanya pun segera mendekat.


“Gimana ini, Ma … kok Nai jadi seperti ini,” lirih Daviandra sedih.


“Tenang, Nak, kita do’ain Naima cepat sembuh ya, Nak,” balas Reigha.


“Udah … papa dan Andra makan dulu, setelah itu tolong ya Andra … antarkan makan malam untuk mama dan adik kamu ya,” ucap Shafa.


“Baiklah, Ma … Andra keluar dulu,” kata Daviandra segera meninggalkan kamar Daviana yang kemudian disusul Reigha yang juga keluar.


“Ma ... mama, Nai di mana?” tanya Daviana.


“Kamu di kamar kok, Nak, ayo kita makan malam dulu,” jawab Shafa sembari mengajak Daviana makan.


“Tapi Nai takut, Ma,” balas Daviana.


“Mama keluar sebentar ya, mengambilkan kamu makan,” kata Shafa.


“Iya, Ma … jangan lama-lama ya, Ma,” ucap Daviana.


“Iya, Sayang,” balas Shafa sambil berjalan ke luar kamar.


Sesampainya di luar, ternyata Daviandra udah membawakan makanan untuk Shafa dan juga Daviana.


“Ma, kok keluar?” tanya Daviandra.


“Naima udah sadar, Nak, mama khawatir kamu langsung masuk dan Naima takut lagi,” jawab Shafa.


“Ini, Ma, makan malam untuk mama dan Nai,” balas Daviandra sembari menyodorkan nampan yang dibawanya.


“Makasih ya, Nak.” Shafa menerima makanannya dan masuk kembali ke kamar Daviana, setelah Shafa masuk Daviandra langsung menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Daviandra merebahkan badannya dan mengambil HP-nya lalu menulis pesan.


“Za, tolong lo bantu Naima untuk sembuh ya. Gue bener-bener gak tega,” ketik Daviandra dan setelah mengirim pesannya Daviandra pun segera mengerjakan kerjaannya.


Tak lama kemudian Daviandra pun tertidur, sementara itu di tempat Reza, dia sedang mempersiapkan kedatangan Shafa dan Daviana. Bahkan Reza pun konsultasi dengan psikiater di sana. Saat pulang dari psikiater, Reza mendengar HP-nya berbunyi. Reza pun membuka ternyata pesan whatsapp dari Daviandra.


“Za, tolong lo bantu Naima untuk sembuh ya. Gue bener-bener gak tega,” tulis Daviandra.


“Pasti, Dra, gue akan bantu sesampainya gue karena lo tau kan Nai itu sangat berharga bagi gue melebihi apapun,” ketik Reza lalu segera pesannya Reza kirim ke Daviandra.


Kembali ke Indonesia. Keesokan paginya, Shafa dan Daviana udah bersiap untuk pergi, sebelum membuka pintu kamarnya … Reigha yang dari luar pun bersuara di balik pintu kamar.


“Nak, putriku … semoga di tempat yang baru, kamu bisa segera pulih ya, Sayang. Papa, mas Andra, dan Papi Bayu sangat menyayangimu,” kata Reigha.


“Papa, papi, mas Andra … maafin Nai ya, Nai ... Nai bener-bener takut,” balas Daviana menangis memeluk mamanya.


“Udah, Sayang. Ayo kita pergi ya, kita akan jalan-jalan,” kata Shafa.


“Kami keluar ya,” lanjut Shafa.


Dan begitu mendengar pintu terbuka … Reigha, Bayu dan Daviandra pun segera menghindar agar Daviana tidak histeris.


Shafa dan Daviana pun segera keluar dan mereka pun masuk ke mobil, sedangkan Reigha, Bayu dan Daviandra melihat dari jarak jauh.


Saat mau pergi, Anna pun memanggilnya.


“Tunggu!” seru Anna.


Anna segera menghampiri Shafa.


“Fa, lo keluar mobil dulu sana, pamit sama suami dan anak lo. Nai biar gue jaga,” kata Anna.


“Makasih ya, Na … Nak, mama ke dalam dulu sebentar ya,” ucap Shafa.


“Iya, Ma … Nai di sini sama mami,” balas Daviana.


Shafa segera masuk ke rumah dan berpamitan dengan suami dan putranya.


“Mas, aq berangkat dulu ya, do'ain Nai cepat sembuh biar kita bisa kumpul Kembali,” kata Shafa.


“Iya, Sayang, kamu hati-hati ya di sana … Reza akan bantu kalian,” balas Reigha.


“Iya, Mas. Andra … mama pergi ya, Nak, jaga adik-adik kamu ya. Bay, gue pergi dulu ya tolong bantu mas Reigha ngurus rumah dan anak-anak.” kata Shafa pada Daviandra dan juga Bayu.


“Iya, Ma, pasti Andra jagain adik-adik di sini,” balas Daviandra.


“Udah … Lo tenang aja, Fa, gue akan bantu urus semua di sini, termasuk urus perceraian Nai secepatnya,” ucap Bayu.

__ADS_1


“Yaudah, gue pergi ya … Mas, aku pamit ya.” Shafa memeluk Reigha, kemudian berganti memeluk Daviandra dan setelah itu berjabat tangan dengan Bayu.


__ADS_2