Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 27 - Menikahi Susterku


__ADS_3

Saat Shafa membantu Reigha berjalan menuju kamar, tiba-tiba Anggi berteriak, “Kak, ikut!”


“Eits, No!” seru Shafa menoleh ke belakang sembari menatap tajam pada adiknya. Shafa tau, pasti Anggi akan selalu mengganggu Reigha dengan pertanyaan-pertanyaan mencari laki-laki yang satu spesies dengan suaminya.


Sesampainya di kamar, Reigha sudah bersandar pada headboard sembari menatap pada Shafa. Namun, tiba-tiba Reigha teringat sesuatu dan berkata, “Fa, Mas pinjam ponsel kamu dong.”


“Mau ngapain, Mas?” tanya Shafa.


“Gapapa. Mas lagi gabut aja,” jawab Reigha.


Shafa pun langsung bergegas mengambil ponselnya dan memberikan pada Reigha.


“Mas, Shafa tinggal sebentar ke kamar Ibu, ya,” ucap Shafa.


“Iya, Sayang,” balas Reigha.


Shafa berlalu pergi keluar kamar, sementara Reigha sudah sibuk membuka ponsel Shafa mencari kontak bernama Bayu.


Reigha menghubungi Bayu, dan saat terhubung ...


“Bayu, gue mau minta tolong. Lo tolong hubungi konter HP langganan kita yang dulu, pesenin HP buat gue, ya. Trus juga, tolong lo pesan HP i-Phone terbaru buat Anggi, ya,” ucap Reigha.


“Eh iya. Untuk ponsel gue, lo tolong masukin nomor-nomor rekan bisnis dan keluarga, besok gapapa lo kasih ke gue sekalian jemput. Tapi, kalau ponsel Anggi tolong lo titip ke kurir aja biar diantar malam ini, ya,” lanjut ucapan Reigha.


“Oke. Gue udah selesai rapat juga, sekarang gue ke konter buat urusin ini, ya,” balas Bayu.


“Iya, makasih ya!” seru Reigha dan menutup panggilannya.


****


Sekitar pukul sembilan malam, Ibu Khalisa, Reigha, Shafa, dan Anggi tengah berkumpul bersama di ruang tamu.


“Assalamu’alaikum,” salam Ayah saat masuk ke dalam rumah. Ternyata Ayah Reynand sudah pulang.


“Wa’alaikumussalam,” balas semua saat tampak Ayah melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah.


“Gimana jualan hari ini, Yah?” tanya Reigha.


“Alhamdulillah habis. Hari ini laris jualannya,” jawab Ayah Reynand sembari tersenyum senang.


“Ayah ke belakang dulu, ya. Mau bersih-bersih,” balas Ayah berlalu pergi ke belakang.


Beberapa menit kemudian, Ayah telah kembali dan duduk bergabung dengan keluarganya yang tengah duduk bersama di ruang tamu.

__ADS_1


Tak lama dari kepulangan Ayah Reynand, tiba-tiba ada kurir yang mengetuk pintu rumah. Shafa bergegas membukakan pintu dan bertanya, “Iya, mencari siapa?”


“Maaf, Bu. Saya mau mengantarkan paket atas nama Pak Reigha,” jawab kurir tersebut.


“Oh, iya. Saya istrinya,” balas Shafa.


Kurir tersebut pun mengulurkan tangannya menyerahkan paket pada Shafa selaku istri Reigha, kemudian Shafa menandatangani tanda terima paket tersebut.


Shafa menutup pintu dan memberikan paket pada Reigha sembari berkata, “Mas, ini paket atas nama kamu.”


“Iya, kasih ke Anggi langsung aja,” balas Reigha membuat Shafa mengernyit heran.


Shafa beralih memberikan paket tersebut pada Anggi.


“Ini apa, Bang?” tanya Anggi bingung.


“Buka aja, Gi,” jawab Reigha.


Anggi pun yang tak sabar langsung berlari mencari gunting dan segera membuka paket tersebut dihadapan Reigha.


“Kak Shafa!” teriak Anggi.


“Demi Kim Soo Hyun, ini i-Phone terbaru, Kak!” lanjut Anggi teriak histeris.


Reigha dan Shafa saling tatap, heran melihat Anggi yang terlalu hiperaktif. Sementara Anggi pun masih berbinar melihat ponsel baru yang ada dihadapannya.


“Gi, itu Abang belikan buat kamu. Tapi ingat, itu hanya untuk belajar, jangan dibuat nge-game berlebihan. Boleh sih nge-game, tapi sewajarnya aja. Trus gak boleh buat yang aneh-aneh, dan paling penting, gak boleh nyari jodoh lewat aplikasi, dan gak boleh buat pacaran. Abang mau kamu belajar sungguh-sungguh, bisa membahagiakan Ayah dan Ibu,” ucap Reigha panjang pada Anggi.


“Tapi, abang ipar. Ini beneran untuk Anggi ‘kan?” tanya Anggi memastikan.


“Adikku tersayang, ‘kan emang itu buat kamu. Tapi, kamu harus ingat apa yang dipesankan oleh Mas Reigha, dengar?” balas Shafa membuat Anggi mengangguk paham.


“Makasih banyak, ya, Abang ipar!” seru Anggi yang mendapat anggukan dari Reigha.


“Makasih, Mas ... kamu udah baik sama keluargaku,” ucap Shafa.


“Keluarga kamu, ‘kan keluargaku juga, Fa. Aku cuma mau kasih semangat buat Anggi,” balas Reigha.


“Duh, demi Kim Soo Hyun, senang banget!” seru Anggi kembali yang terlampau senang mendapatkan ponsel baru dan keluaran terbaru pula.


“Kim Soo Hyun siapa sih, Gi?” tanya Ibu Khalisa.


“Artis korea, Bu,” jawab Anggi menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


“Cita-cita kamu apasih, Gi?” tanya Reigha bertanya pada Anggi.


“Pengen jadi perawat kayak Kak Shafa, Bang,” jawab Anggi.


“Kalau kamu lolos PTN Keperawatan, Abang ajak ke korea buat ketemu Kim Soo Hyun,” balas Reigha membuat Anggi tak kalah senang lagi.


Anggi melongo tak percaya hingga tak berkedip menatap pada Reigha yang disebelah Shafa. Sementara Reigha dan Shafa hanya tertawa melihat ekspresi kaget Anggi.


“Fix harus belajar!” seru Anggi berlalu menuju kamar.


Saat Anggi sudah di kamar, Ayah Reynand membuka suara, “Gha, kamu baik banget. Terima kasih, Nak.”


“Yah, Bu, rencananya setelah Reigha sembuh ... Reigha dan Shafa mau meresmikan pernikahan kami dan mau akad nikah kembali trus langsung resepsi juga. Gimana menurut Ayah dan Ibu?” tanya Reigha.


“Iya, gimana baiknya aja Ayah dan Ibu pasti akan selalu dukung,” jawab Ayah Reynand.


Cukup lama mereka mengobrol hingga tak sadar jika sudah malam, “Udah yuk kita istirahat. Kasihan Ayah capek baru jualan,” ucap Shafa.


Ayah, Ibu berlalu masuk ke dalam kamar untuk beristirahat, begitu juga dengan Reigha yang dibantu Shafa berjalan menuju ke kamar.


Saat Reigha dan Shafa di kamar, Shafa bertanya pada Reigha, “Mas, kapan kamu pesan HP buat Anggi itu?”


“Tadi ‘kan Mas pinjam ponsel kamu, Sayang,” jawab Reigha.


“Tapi, tadi Mas bilang lagi gabut. Emang, ya. Beda gabutnya seorang CEO. Orang gabut tuh main game, ini gabut malah belikan HP buat adik iparnya,” balas Shafa yang heran sendiri melihat Reigha.


Reigha dan Shafa pun tertawa bersamaan, tak lama pun mereka tertidur.


Keesokan paginya, Shafa membantu Ibu Khalisa memasak di dapur dan bertanya, “Bu, Anggi mana? Kok Shafa belum lihat dari tadi.”


“Oh, tadi udah ibu cek. Dia lagi belajar di kamar. Rajin banget tuh belajar sejak dibelikan HP,” jawab Ibu Khalisa tersenyum senang melihat anaknya yang begitu semangat untuk belajar.


“Bagus deh kalau gitu. Shafa ikut senang,” balas Shafa.


“Ibu mau masak apa hari ini?” lanjut Shafa bertanya pada Ibu Khalisa.


“Kita buat rendang aja, ya, Fa. Tadi Ayah pas ke pasar beli daging buat Ibu masak,” balas Ibu Khalisa yang diangguki oleh Shafa.


Ibu dan Shafa pun segera berkutik dengan perkakas dapurnya membuat rendang spesial untuk sarapan pagi ini.


Saat menunggu rendang empuk, Shafa berkata pada Ibu, “Bu, Shafa cek ke kamar dulu. Mas Reigha udah bangun atau belum.”


Shafa pun bergegas menuju ke kamar, Reigha tidak ada di kamar. Yang dicari ternyata ada di ruang tamu tengah mengobrol bersama Ayah Reynand.

__ADS_1


Shafa kembali ke dapur, membuatkan minuman untuk Ayah dan suaminya.


“Gimana, Fa? Reigha udah bangun?” tanya Ibu Khalisa.


__ADS_2