
“Mas, dilihat ibu-ibu tuh,” lirih Shafa sembari menunduk malu.
Reigha pun tersenyum dan segera wudhu lalu masuk ke rumah melewati ibu-ibu yang tengah memasak.
Shafa pun segera masuk kamar mandi memandikan Daviana dan setelah Daviana selesai memakaikan bajunya kemudian Daviana keluar langsung masuk ke dalam rumah. Setelah Shafa selesai mandi dia segera bergegas menuju rumah melewati ibu-ibu yang sedang masak.
Tak lama, ada tetangga yang memanggil, “Shafa.”
Shafa menoleh dan bertanya, “Ada apa, Bu?”
“Duh, Fa ... kalian mesra banget. Ibu jadi iri, Fa, lihat kemesraan kalian,” jawab salah satu tetangga sembari tersenyum pada Shafa.
“Alhamdulillah, Bu ... Shafa ke depan dulu ya, Bu,” balas Shafa.
“Yaudah, silahkan, Fa. Tamu-tamu juga pasti akan segera datang.”
Shafa pun segera pergi menuju kamarnya, saat di kamar, Shafa mendandani putri kecilnya. Setelah selesai, si kembar pun berlari keluar kamar.
Di kamar tinggal Reigha dan Shafa. Shafa mendekat pada suaminya dan berkata, “Mas, sahabat kamu udah dikonfirmasi lagi? Takutnya lupa. Repot nanti kalau penghulunya telat.”
“Iya, Sayang, sebentar.” Reigha segera menghabiskan minuman yang dibuat oleh Shafa.
“Mas, Shafa ke kamar anggi dulu ya, katanya sedang di makeup,” ucap Shafa.
“Iya, Sayang, nanti setelah Mas telpon Afkar, Mas langsung ke depan bantu ayah nerima tamu.”
Shafa pun mengangguk lalu keluar menuju kamar Anggi.
Di kamar, ternyata Anggi dan Ibu Khalisa sedang di makeup, “MasyaaAllah, cantik-cantiknya,” ucap Shafa yang udah berdiri diambang pintu.
“Fa, Nai mana?” tanya Ibu Khalisa.
“Nai siapa, Bu?” tanya Shafa yang memang tidak tau siapa yang ibunya maksud.
“Daviana kemarin malam minta dipanggil Nai aja, katanya kalau Daviana kepanjangan, dia mau dipanggil pakai nama tengahnya, Naima, disingkat Nai aja katanya,” ucap Ibu Khalisa menceritakan.
“Owalah, lagi di depan, Bu,” jawab Shafa.
“Bawa Nai ke sini, akan di makeup jadi pagar ayu,” balas Ibu.
“Trus, satunya siapa, Bu?” tanya Anggi.
“Emm ... itu satunya anaknya pak Dani aja. Mereka ke sini ‘kan, Fa? jawab Ibu sembari bertanya pada Shafa.
“Sebentar, Bu, Shafa tanya Mas Reigha dulu,” balas Shafa segera menemui suaminya.
Saat Shafa sampai di kamar, dia melihat Reigha baru selesai menelpon. Shafa mendekat pada Reigha.
“Mas, sekalian tolong telpon Dani, minta tolong untuk cepat datang,” pinta Shafa.
__ADS_1
“Kenapa, Sayang?” tanya Reigha.
“Itu, Ibu minta Jasmin untuk jadi pagar ayu bareng Nai, Mas,” jawab Shafa membuat Reigha mengernyit.
“Siapa itu Nai?” tanya Reigha.
“Anak gadis kamu itu, Mas. Udah bisa aja request minta manggil dia dengan nama tengahnya, Naima, dan minta disingkat jadi Nai aja,” jawab Shafa membuat Reigha manggut-manggut.
“Oh ... oke Mas telpon sekarang,” balas Reigha segera menghubungi Dani.
Shafa segera keluar kamar dan mencari keberadaan anaknya. Setelah bertemu dengan anak perempuannya, Shafa segera kembali menuju ke kamar Anggi.
Sesampainya di kamar Anggi, ibu udah selesai di makeup, sekarang giliran Shafa yang diberikan polesan-polesan makeup, Daviana sengaja di makeup akhir karena takut nanti berantakan.
Tak lama, Anggi udah selesai di makeup setelah itu barulah Daviana. Saat Shafa selesai di makeup, Shafa segera ke depan dan ternyata keluarga Dani udah datang.
“Jasmin ... sini ikut tante, Nak, itu Daviana udah nungguin,” ucap Shafa.
“Oke, Tante. Ayo!” seru Jasmin dengan semangat karena tak sabar bertemu dengan Daviana.
Setelah itu, Shafa kembali ke depan menunggu tamu-tamu lain. Shafa bersalaman dengan Dani juga Santi.
“Maaf ya ... jadinya disuruh cepat-cepat ke sini,” ucap Shafa yang merasa tak enak hati.
“Gapapa, Fa, tadi juga udah siap kok,” balas Santi sembari tersenyum.
Sedangkan Dani sedang ngobrol dengan Reigha. Reigh belum menyadari kalau Shafa ada di dekatnya. Karena Reigha masih menunggu penghulunya yang tak lain adalah sahabatnya.
“Kenapa, Mas, ada yang ketinggalan?” tanya Shafa.
“Enggak, Sayang, lihat kamu sangat cantik, jadi pengen mengeksekusi kamu,” jawab Reigha mendapat pukulan kecil dari Shafa.
“Mas nih ... mesum terus!” seru Shaga sambil tersenyum.
Mereka gak menyadari kalau Bayu, Anna dan orang tua Reigha udah datang. Bayu tampak menggendong Reza.
“Woyy, pengantinnya mana sih? Kok sepertinya lo yang ngebet, Gha,” ucap Bayu yang membuat Reigha melengos.
“Ishh, lo ganggu aja,” gerutu Reigha.
“Papi, Eza mau sama Andra dulu, ya, Pi,” ucap Reza.
“Oh, iya. Hati-hati, Nak, jangan berlari!” titah Bayu diangguki oleh Reza.
Reza pun segera mendekat pada Daviandra dan mengajaknya bermain.
“Ma, Pa, silakan masuk ... Ayah dan Ibu di dalam,” ucap Shafa Setelah menyamili mertuanya.
“Iya, Fa.” Mama dan Papa diantar oleh Shafa masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Santi mendekat pada Anna dan bertanya, “Hai, Na, gimana kandungannya? Sehat?”
“Alhamdulillah sehat, San, gimana kandungan lo?” tanya Anna berbisik karena Santi meminta untuk merahasiakan dulu kehamilannya ke Dani.
“Alhamdulillah sehat juga, Na,” jawab Santi juga berbisik.
“Dan, ayo kita ke depan, nerima tamu, dari pada di sini lihat pengantin lama yang nempel terus mengalahkan pengantin baru,” ajak Bayu sambil melirik pada Reigha.
“Hehh, lo sirik aja. Orang gue nempel juga sama istri gue sendiri kok,” balas Reigha.
Shafa pun segera menghentikan perdebatan Reigha dan Bayu karena pengantin pria dan keluarga udah datang.
Tak lama, di susul Budhe bersamaan juga dengan Afkar dan anak istrinya.
“Mas, itu pengantinnya dan penghulunya udah datang, Mas ke depan gih, Shafa panggil Ayah dulu,” ucap Shafa.
“Iya, Sayang. Ayo, Bay, Dan, kita ke depan, biarin istri lo di sini, jangan nempel aja,” balas Reigha membuat Bayu mengernyit.
“Heh, gak salah? Emang siapa yang dari tadi nempel-nempel, gak nyadar?” celetuk Bayu.
“Bang, Kak, kalian ini anaknya udah pada besar tapi kalau ketemu bertengkar aja kaya anak kecil,” ucap Anna segera meninggalkan Reigha, Bayu, dan Dani.
Anna menyambut Budhe. Sedangkan Santi mendudukkan diri karena merasa badannya lemas.
Reigha, Bayu dan Danu pun segera menyambut pengantin pria, menyuruh duduk di tempat akad nikah. Sementara Afkar dan istri juga anaknya diajak masuk kedalam dulu untuk bertemu keluarga besarnya.
Tak lama kemudian, acara akad nikah akan segera di mulai. Anggi di ajak Shafa ke depan, Anggi berjalan diapit oleh Shafa dan Anna juga di depan Anggi tampak anak cantik-cantik Daviana dan juga Jasmin yang telah dipoles dengan makeup.
Reigha gak berkedip menatap Shafa, dan tatapan Reigha tentu tak luput dari penglihatan bayu.
“Gha, pengantinnya yang tengah, ngapain lo lihat Shafa sampai gak kedip gitu?” bisik Bayu yang langsung mendapat sorotan tajam dari Reigha.
“Bay, lo dari tadi ganggu aja,” gerutu Reigha.
Anggi udah sampai di tempat akad nikah dan segera duduk bersanding dengan Fathir.
Penghulu pun juga udah siap di depan sepasang pengantin. Ayah Reynand duduk di samping Afkar sebagai penghulunya.
“Om, bagaimana? Mau om sendiri atau di wakilkan ke Afkar?” tanya Afkar.
“Om sendiri aja, Nak,” jawab Ayah Reynand.
“Silakan, Om. Kita mulai saja sekarang,” balas Afkar.
Mulailah Ayah melakukan ijab qobul berjabatan tangan dengan Fathir dan tak lupa sesuai dengan arahan dari Afkar. Sampai akhirnya terdengar suara SAH.
Setelah mengucapkan do'a dan diaamiinkan bersama, acara ijab qobul pun selesai. Pengantin pun segera duduk di pelaminan.
Bayu pun memanggil Afkar, “Bro, satu lagi yang mau ijab qobul. Lo duduk di sini aja.”
__ADS_1
“Lho, pengantinnya ada dua?” tanya Afkar mengernyit bingung.