Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 46 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

“Kenapa gak balik bareng aja sih, Za, nanti sepi loh kalo kamu di sini sendirian,” ucap Daviana.


“Kan udah biasa, Nai … dari sebelum kamu ke sini aku kan udah sendiri, atau kamu mau temani aku?” tanya Reza menaik turunkan alisnya.


“Hmm ... kalau aku temani kamu di sini, trus aku di sini ngapain? Kalau di Indonesia kan aku kerja,” jawab Daviana.


“Yaudah, kamu pulang aja, jaga baik-baik diri kamu di sana ya,” kata Reza.


“Oke ... tapi kamu cepat pulang ke Indonesia ya, percepat pekerjaan kamu,” balas Daviana.


“Siap, Bos!” seru Reza dan yang lainnya pun tersenyum melihat interaksi antara Daviana dan Reza.


“Yaudah yuk ... kita semua istirahat, ini udah malam,” kata Shafa.


Dan mereka pun menuju ke kamarnya.


Tiga hari berlalu, sesuai rencana ... hari ini Shafa dan Daviana akan kembali ke Indonesia.


Daviana terlihat kurang bersemangat karena meninggalkan Reza dan itu tak luput dari pandangan Reigha dan juga Shafa.


Mereka menuju ke bandara dengan diantar oleh Reza. Sesampainya di bandara, mereka segera melakukan check-in, sambil menunggu mereka check-in ... Daviana dan Reza pun mengobrol.


“Za, kamu jangan menghilang lagi ya, harus sering memberi kabar,” kata Daviana.


“Siap, Tuan putri ... akan hamba laksanakan,” balas Reza.


“Za ... aku serius, kamu kok malah bercanda,” gerutu Daviana sembari cemberut.


“Iya, Nai, aku akan sering memberi kabar kamu sampai kamu bosan,” ucap Reza.


Dan tak lama, Reigha dan Shafa pun datang.


“Ayo kita masuk ke pesawat. Daviandra mana ini?” ajak Reigha yang setelahnya ia bertanya.


“Owh, Mas Andra tadi izin ke toilet sebentar, Pa,” jawab Daviana.


“Za, papa dan mama pulang dulu ya, makasih banyak kamu mau membantu mama kamu selama di sini,” ucap Reigha pada Reza.


“Pa, udah seharusnya seorang anak membantu orang tuanya, Reza malah senang banget,” kata Reza.


“Yaudah ... kami masuk ya, Nak. Cepat pulang ke Indonesia ya, Nak,” kata Shafa setelahnya.


“Siap, Ma. Reza akan selesaikan secepatnya,” balas Reza sembari tersenyum.


Dan setelah memeluk Reza, Reigha dan Shafa pun menjauh dari Reza dan segera masuk ke pesawat.

__ADS_1


“Nai, di tunggu papa dan mama tuh,” kata Reza yang melihat Daviana tetap berdiri diam di hadapannya.


“Iya, Za, aku pamit ya jaga diri kamu ya,” ucap Daviana.


“Iya, pasti ... Nai, kamu juga jaga diri kamu di sana, ya,” balas Reza. Dan mereka pun dengan berat hati berpisah.


Saat mereka udah tak terlihat oleh netra Reza, ia pun segera pergi tapi Reza mendengar ada yang memanggilnya. Reza pun segera menoleh.


“Eh lo, Dra, cepat masuk ... papa, mama, dan Naima udah di pesawat,” kata Reza.


“Iya, thanks ya, Bro ... atas sesemuanya. Sampai jumpa di Indonesia,” ucap Daviandra memeluk Reza.


“Sama-sama, Bro ... ya lo kan tau seberapa penting Nai bagi hidup gue,” balas Reza dan mereka pun segera berpisah. Daviandra masuk menuju ke pesawat sedangkan Reza berjalan keluar dari bandara menuju kembali ke apartemennya.


****


Hari-hari berlalu, semua udah aman terkendali. Daviana sudah kembali ke aktivitasnya dan tak lupa tiap hari selalu bertukar kabar dengan Reza. Sedangkan keluarga Hartawan juga udah meminta maaf dan menyadari kesalahannya, dengan merestui Calvin menikah dengan pilihannya.


Kini, tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Tak terasa, enam bulan telah berlalu dan tibalah kini Reza kembali ke Indonesia.


Daviana yang udah tau kalau hari ini Reza akan pulang pun dengan semangat menjemput ke bandara, sedangkan Reigha dan Bayu serta Daviandra saat ini sedang berada di kantor.


Shafa dan Anna antusias mempersiapkan makanan kesukaan Reza dan semua anak-anak mereka sengaja berkumpul di rumah Reigha untuk makan malam bersama.


Tak lama kemudian, Reigha dan Bayu pun datang bersamaan, mereka langsung membersihkan badan dan sambil menunggu waktu makan malam mereka mengobrol di ruang tengah, sedangkan Shafa dan Anna yang udah siap pun ikut duduk bersama suaminya.


“Iya, alhamdulillah. Trus ke mana anak itu sekarang?” tanya Bayu sembari mengedarkan pandangannya mencarut keberadaan Daviana.


“Lagi jemput reza di bandara katanya, mau buat surprise,” jawab Anna.


“Owhh ... emang jam berapa pesawat landingnya?” tanya Reigha setelahnya.


“Harusnya ini udah di bandara sih, mungkin bentar lagi sampai rumah,” jawab Bayu.


“Bay, Reza dan Daviana udah semakin dekat, gimana kalau mereka kita nikahkan?” ucap Reigha.


“Jangan membuat kesalahan kedua kali, Gha, kamu gak ingat Calvin sama Naima dulu karena orang tua yang menjodohkan,” balas Bayu.


“Beda, Bay ... kalau Reza, gue yakin dia gak akan menyakiti Naima,” kata Reigha.


“Sebaiknya kita tunggu aja keduanya yang meminta ke kita untuk dinikahkan,” ucap Bayu.


“Iya, Mas, biarkan anak-anak aja yang memutuskan, kita tinggal merestui,” imbuh Shafa yang setuju dengan ucapan Bayu.


“Baiklah kalau begitu, kita tunggu aja,” ucap Reigha yang diangguki oleh semuanya.

__ADS_1


Sementara itu di bandara, Daviana yang udah gak sabar ingin melihat Reza, tapi Reza belum nampak keluar, Daviana pun memutuskan untuk menunggu dengan tidak sabarnya.


Namun, tiba-tiba ... Daviana melihat Reza dari jauh, dan yang membuatnya kaget, saat Reza keluar tidak sendiri, Reza bersama seorang wanita dan sepertinya mereka saling kenal.


“Reza sama siapa ya itu? Apa itu pacar Reza, dan Reza pulang untuk meminta restu ke papi dan mami,” ucap lirih Daviana.


Daviana pun segera menghindari Reza, dan langsung berlari keluar bandara, setelah masuk ke mobil, Daviana pun menangis.


“Ya Allah ... begitu senangnya aku menunggu Reza pulang, tapi ternyata Reza pulang bersama kekasihnya, kenapa rasanya sesakit ini,” ucap Daviana di sela tangisannya.


Reza pun segera pesan taksi dan segera menuju ke rumahnya. Sedangkan teman Reza, pulang sendiri ke rumahnya.


Reza dengan gak sabar, ingin segera sampai ke rumah dan bertemu dengan keluarganya juga Reza ingin sekali bertemu Daviana.


Sesampainya di rumah, karena Reza udah menerima pesan dari papinya kalau ditunggu di rumah papa Reigha.


Reza langsung masuk ke rumah Reigha tepat saat mereka akan makan malam.


“Assalamu’alaikum,” kata Reza.


“Wa’alaikumussalam ... akhirnya kamu pulang juga, Nak,” balas Anna yang segera mendekat pada Reza.


“Iya dong, Mi, kan di sini tempat ternyaman Reza,” ucap Reza sambil memeluk Anna, lalu ke Bayu, Reigh, dan juga Shafa.


“Ayo ayo ... duduk trus langsung makan,” titah Shafa.


“Bang Za, mana oleh-oleh buat Almeera dan Vilia?” tanya Almeera.


“Nanti ya ... tenang, ada kok, udah abang siapakan. Tapi, sekarang makan dulu. Oke?” balas Reza.


“Oke, Abang!” seru Almeera dan Vilia bersamaan.


Tak lama kemudian, Daviandra pun juga datang.


“Assalamu’alaikum,” ucap Daviandra.


“Wa’alaikumussalam,” balas mereka serempak.


“Wihhh, Bro, dah sampai aja,” kata Daviandra yang netranya menangkap sosok Reza.


“Iya ... baru juga sampai. Bentar-bentar, sepertinya masih ada yang kurang ya,” lirih Reza sambil celingukan.


“Apa yang kurang, Nak?” tanya Anna.


“Reza kok gak melihat Daviana. Ke mana ya?” balas Reza bertanya.

__ADS_1


“Lho ... emang tadi kamu gak ketemu Naima di bandara?” ucap Reigha yang balik bertanya.


__ADS_2