Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 34 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

Daviana pun pelan-pelan berjalan mendekat ke ruang kerja Calvin. Saat hendak membuka pintunya, Daviana pun terkejut ...


Daviana terkejut karena tiba-tiba Calvin keluar dari ruangan itu.


“Ada apa?” tanya Calvin.


“Gak ada apa-apa, Mas. Tadi aku nyari aja. Kamu lagi sibuk?” jawab Daviana yang kemudian bertanya kembali.


“Iya, besok aku mulai ke kantor lagi,” balas Calvin.


“Kok udah ke kantor? Kata mama dan papa kamu cuti satu minggu loh, Mas?” tanya Daviana.


“Gak bisa, aku besok ada kerjaan yang sangat penting,” jawab Calvin.


“Owh ... yaudah, Mas, kalau gitu mulai besok aku juga mulai kerja aja ya, daripada di rumah juga sendirian,” balas Daviana.


“Terserah kamu aja gimana baiknya,” kata Calvin.


“Yaudah, Mas, aku tidur dulu kalau gitu. Met malam, Mas,” ucap Daviana langsung menuju ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, tak terasa Daviana pun menangis.


“Kenapa mas Calvin sepertinya sikapnya ke aku dingin ya, seperti terpaksa aja. Padahal kemarin sebelum menikah gak seperti itu sikapnya,” lirih Daviana di sela-sela tangisnya.


Akhirnya Daviana pun merebahkan badannya dan dia pun tertidur.


Satu tahun kemudian, pernikahan Daviana dan Calvin yang udah memasuki satu tahun usia pernikahan tapi Daviana semakin lama semakin curiga dengan sikap suaminya.


Calvin sampai saat ini belum meminta hak nya ke Daviana, dan setiap Daviana mengajak tidur bareng selalu aja Calvin beralasan. Rumah tangga yang Daviana impikan akan bahagia tapi bagi Daviana terasa hambar.


Daviana jadi sering melamun dan menyendiri. Tapi setiap di depan orang tua atau mertuanya Daviana bersikap seakan-akan rumah tangganya bahagia.


Hari ini Daviana berencana mengajak Calvin makan malam bersama untuk merayakan ulang tahun pernikahan yang pertama.


Daviana berencana memberi surprise diam-diam. Dia ke kantor Calvin untuk memberikan kejutan.


Saat hendak memasuki halaman kantor Calvin, Daviana melihat Calvin keluar mengendarai mobilnya. Tanpa menunggu lama, Daviana pun segera memarkirkan mobilnya kemudian segera naik taksi untuk mengejar mobil suaminya.


‘Mas, kamu mau ke mana?’ tanya Daviana dalam hati.

__ADS_1


Saat sampai di sebuah perumahan, Daviana pun meminta untuk menghentikan taksinya dan melihat apa yang dilakukan suaminya.


Saat keluar dari mobil dan saat hendak masuk ke rumah, tampak seorang wanita datang menghampiri Calvin dan memeluk juga menciumnya.


Calvin pun tampak tak menolak dan bahagia bersamanya berbeda dengan Calvin dengan dirinya. Daviana yang melihat itu, tak terasa meneteskan air matanya.


‘Mas, apa yang kamu lakukan? Siapa wanita itu?’ batin Daviana yang semakin sakit melihat kenyataan ini.


Sebelum Daviana pergi, Daviana pun memfoto interaksi Calvin dengan wanita itu. Tak lama setelah memfoto, Daviana pun kembali ke kantor Calvin untuk mengambil mobilnya.


“Mas, kamu tega sama aku, ternyata kamu sudah berselingkuh dari aku,” kata Daviana di sela-sela tangisnya.


Setelah Daviana sampai di kantor Calvin, Daviana segera ke mobilnya dan segera pergi ke rumah tempat tinggalnya bersama Calvin selama setahun terakhir ini.


“Aku harus minta penjelasan ke mas Calvin, setelah itu ... aku barulah bisa mengambil keputusan,” ucap Daviana.


Daviana segera memasak menyiapkan makan malamnya. Sambil menunggu Calvin pulang, Daviana membereskan baju-bajunya.


Dan saat selesai membereskan baju, Daviana mendengar mobil Calvin sampai rumah. Tak lama kemudian, Calvin pun masuk.


Calvin segera masuk kamar untuk mandi setelah itu dia ke meja makan untuk makan malam.


Saat Calvin ke ruang makan, Daviana ternyata udah menunggunya.


Calvin segera makan dan setelah menyelesaikan makan malamnya, Calvin pun segera ke ruang tengah.


“Ada apa, Daviana? Kamu mau ngomong apa?” tanya Calvin.


“Duduk, Mas. Aku ingin tanya sama kamu, tapi tolong jawab yang jujur,” balas Daviana.


“Katakan ada apa, aku gak punya banyak waktu,” kata Calvin.


“Mas, apa kamu menikah sama aku karena terpaksa? Apa kamu sebenarnya udah punya kekasih?” tanya Daviana.


“Kenapa kamu tiba-tiba ngomong seperti itu?” tanya Calvin balik.


“Jawab aja, Mas, jawab dengan jujur!” seru Daviana.


“Iya, Daviana, aku terpaksa menikah dengan kamu. Aku minta maaf ya kalau sikap dan kata ku menyakitkan kamu. Aku dipaksa papa untuk menikah sama kamu, aku sebelumnya emang udah punya kekasih yang sangat aku cintai,” jawab Calvin membuat dada Daviana semakin sesak rasanya.

__ADS_1


Mendengar kata-kata Calvin, Daviana langsung menangis. Kemudian berkata, “Kenapa kamu tega sama aku, Mas? Kenapa kamu mau dipaksa menikah, harusnya kamu jujur dari awal.”


“Maaf ... maafkan aku, sekali lagi aku minta maaf ya. Kita tetap jalani pernikahan ini,” kata Calvin.


“Maaf, Mas. Tapi, aku gak bisa. Mending kita cerai saja. Malam ini juga aku mau pergi dari rumah ini,” ucap Daviana.


“Daviana, jangan seperti itu ... kita jalani pernikahan ini ya, kamu bebas kok kalau kamu juga ada yang kamu cintai, aku gak akan melarang kamu. Yang penting kedua orang tua kita jangan sampai tau permasalahan ini,” kata Calvin.


“Aku gak mau, Mas. Dan aku akan terus terang sama orang tuaku. Permisi, Mas, aku akan pergi. Oh iya, besok pagi aku akan daftarkan perceraian kita,” ucap Daviana yang segera berdiri dan berlari menuju kamarnya untuk mengambil semua baju dan peralatannya yang udah dia siapkan tadi.


Sambil menangis, Daviana pun keluar dari rumah. Calvin terus membujuk Daviana, tapi Daviana sama sekali gak mau mendengarkan Calvin.


Daviana segera mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah yang setahun terakhir ini menjadi tempat tinggalnya.


Setelah Daviana pergi, Calvin pun segera menelpon orang tuanya.


Drrttt... Drrttt... Drrttt...


“Assalamu’alaikum, Pa ... Pa, Daviana pergi dari rumah,” kata Calvin.


“Wa'alaikumsalam. Apa yang terjadi? Kenapa istri kamu bisa pergi?” tanya pak Hartawan.


“Daviana udah tau kalau aku terpaksa menikah sama dia, Pa. Daviana pulang ke rumah orang tuanya dan besok dia akan ke pengadilan untuk mendaftarkan perceraian kami,” jawab Calvin.


“Dasar bodoh kamu! Kenapa sampai Daviana tau? Papa gak mau tau, kamu harus cepat susulin istri kamu!” seru pak Hartawan.


“Ehh ... pa, udahlah. Kami ini gak bahagia dengan pernikahan ini. Jangan paksa kami untuk menjalani pernikahan ini, Pa,” balas Calvin.


“Gak bisa, papa gak mau tau, kamu harus susulin Daviana jangan sampai dia ngadu ke orang tuanya!” bentak pak Hartawan pada telpon.


“Cepat atau pacar kamu akan berakibat buruk!” ancam pak Hartawan setelahnya.


“Pa, kenapa selalu mengancam? Nadia itu gak tau apa-apa, Pa,” kata Calvin.


“Papa gak mau tau, Calvin. Cepat susul istrimu!” seru pak Hartawan.


Dan telpon pun ditutup oleh pak Hartawan. Calvin pun segera keluar dari rumah mengendarai mobilnya.


Di dalam mobil, Calvin bingung apa yang akan dia lakukan, kalau dia susulin Daviana, pasti orang tua Daviana sekarang udah tau tentang rumah tangganya. Tapi, kalau gak susulin Daviana papanya pasti sangat marah dan mencelakai kekasihnya.

__ADS_1


Akhirnya Calvin memutuskan untuk ke rumah mertuanya. Sesampainya di halaman rumah Reigha, Calvin tidak melihat keberadaan mobil istrinya.


“Sebenarnya ke mana Daviana pergi?” tanya Calvin yang tampak kebingungan.


__ADS_2