Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 67 - Menikahi Susterku


__ADS_3

“Assalamu’alaikum, Na. Ada apa? Kangen, ya?” tanya Bayu menggoda.


“Wa’alaikumussalam, Abang. Anna dan Shafa di butik dan Abang harus tau. Ternyata Ivanka ngikutin kita sampai butik. Ivanka sekarang di butik lagi ngawasin kita. Gimana ini, Bang?” ucap Ivanka dengan raut wajah gusar.


“Sayang, kamu tenang dulu ya. Ivanka gak akan berbuat apa-apa selama kalian di butik itu. Ingat, jangan sampai dia sadar kalau kalian udah tau Ivanka di butik juga. Kalian aman di situ, jangan pergi dari butik sebelum Abang tiba, Ivanka gak akan ngapa-ngapain kalian. Tunggulah sebentar, Abang langsung menuju ke sana,” ucap Bayu menenangkan. Bayu pun segera menutup telponnya.


“Ada apa, Bay?” tanya Reigha.


“Anna dan Shafa dibuntuti Ivanka sampai Ivanka ikut masuk ke butik. Gue keluar dulu ya, Gha,” jawab Bayu segera berpamitan.


“Tunggu, Bay, gue ikut!” seru Reigha.


Bayu pun mengangguk dan keluar dari ruangan Reigha.


Reigha mampir sebentar di meja kerja Puspa dan berkata, “Puspa, tolong meeting reschedule ya setelah makan siang. Saya dan Bayu ada urusan sebentar.”


“Baik, Pak,” balas Puspa segera melaksanakan apa yang dikatakan oleh Reigha.


Reigha dan Bayu pun segera keluar kantor naik mobil Reigha. Untungnya jalanan lancar jadinya mereka segera sampai butik. Reigha dan Bayu pura-pura tidak mengetahui ada Ivanka. Mereka berdua langsung masuk menemui Shafa dan juga Anna.


“Sayang, udah selesai fitting gaunnya? Jadi pilih yang mana? Mana yg harus Abang cobain?” cecar Bayu.


“Itu, Bang. Tiga gaun itu pilihan Anna. Ini yang harus Abang coba,” jawab Anna sembari menyodorkan baju jas pengantin pria.


Reigha pun segera duduk sebelah Shafa.


Shafa yang melihat suaminya ikut datang pun bertanya, “Mas, kok ke sini? Katanya ada meeting?”


“Iya, Sayang, Bayu minta di temani,” jawab Reigha.


Ivanka yang melihat kedatangan Reigha dan Bayu segera melangkahkan kaki pergi meninggalkan butik tersebut.


“Ah, sial. Kenapa Reigha dan Bayu ke sini, jadi gagal rencana gue. Oke, kali ini lo selamat, Gadis kampung. Tapi, tidak untuk besok,” kata Ivanka sambil menghentakkan kakinya kuat dan berjalan meninggalkan lokasi butik itu.


Setelah tahu kalau Ivanka udah pergi, mereka ber-empat pun segera berpamitan sama tante Dian dan memberikan bonus ke pegawai tadi lalu pergi meninggalkan butik.


“Mas, Shafa dan Anna langsung pulang ya, Mas dan Bayu langsung ke kantor aja. Tuh, sopir Mama di sana,” ucap Shafa.


“Enggak, Sayang. Sopir Mama biar pulang aja, kita makan siang dulu trus kalian ikut ke kantor,” titah Reigha.


“Iya, bener tu, kalian ikut ke kantor aja. Gak tega gue kalau kalian berdua cuma sama Vano,” imbuh Bayu.

__ADS_1


Shafa dan Anna pun mengangguk setuju.


Sementara Reigha langsung menghampiri vano dan menyuruhnya langsung pulang aja. Setelah itu, mereka ber-empat pun pergi menuju tempat mereka makan siang.


Setelah makan siang, mereka ber-empat pun segera ke kantor. Shafa dan Anna di ruangan Bayu ngobrolin rencana pernikahan, sedangkan Bayu di ruangan Reigha bahasa kerjaan dan juga membahas Ivanka.


Cukup lama mereka mengobrol, setelah semua dirasa sudah clear. Reigha dan Bayu melangkahkan kaki keluar bertemu dengan Shafa dan Anna untuk memberitahukan kalau akan segera meeting.


“Sayang, kamu di sini sama Anna, ya. Kalau butuh bantuan, kamu bisa ngomong ke Puspa. Mas sama Bayu mau meeting dulu,” ucap Reigha mengecup singkat kening Shafa.


“Oh, iya. Shafa tunggu di sini aja,” balas Shafa yang diangguki oleh Reigha.


“Kira-kira lah, Gha. Mau mesra-mesraan kok di ruangan gue!” celetuk Bayu.


“Halah, bentar lagi. Sabarlah!” seru Reigha membuat Shafa tertawa kecil.


“Sayang, Abang meeting dulu, ya,” ucap Bayu yang diangguki oleh Anna.


Reigha dan Bayu segera keluar kembali dan memasuki ruangan meeting.


Tak terasa waktu udah sore, mereka pun segera pulang ke rumah Papa Harun.


Sesampainya di rumah Papa Harun, Anna mau pamit pulang ke rumah Budhe, karena besok sudah hari pernikahan Bayu dan Anna.


“Sama siapa, Na? Di antar Reigha dan Shafa aja, ya,” balas Mama Dhiya bertanya pada Anna.


“Anna naik taksi online aja, Ma,” jawab Anna membuat Mama Dhiya dan Papa Harun saling tatap.


“Nak, lebih baik kamu diantar Reigha dan Shafa. Kami khawatir jika kamu pulang pakai taksi,” tutur Papa Harun.


“Baiklah, Pa.”


Reigha dan Shafa menyalimi Papa juga Mama diikuti oleh Anna.


“Ayo, Na. Gue antar sama Mas Reigha,” ucap Shafa segera menarik lembut tangan Anna.


Bayu ternyata menunggu di luar, dia mempersiapkan mobil Reigha dan menghampiri Anna, “Sayang, ingat ya kalau nanti di tempat budhe ada yang mencurigakan, segera telpon Abang.”


“Iya, Bang. Pasti!” seru Anna.


Mereka bertiga pun segera pergi menuju rumah budhe.

__ADS_1


Sampai di rumah budhe, ternyata suasananya begitu ramai, tetangga membantu persiapan pernikahan Anna. Budhe yang melihat kedatangan mobil Reigha pun segera menyambutnya.


“Calon manten. Gimana, Nak ... ada yang kurang gak tentang dekorasi pernikahannya?” sapa budhe sembari bertanya pada Anna.


“Udah, budhe, ini udah lebih dari cukup,” balas Anna seraya tersenyum.


“Rencananya, besok jam berapa akadnya, Budhe?” tanya Reigha yang baru saja turun dari mobil.


“Besok jam 10, Nak Reigha. Jadi, Nak Bayu ke sininya jam delapan atau lebih dikit, gapapa,” jawab Budhe.


“Baiklah, nanti Reigha sampaikan ke Bayu. Yaudah kalau gitu, Reigha pamit dulu Budhe,” ucap Reigha berpamitan.


“Lho, udah mau pulang aja. Fa, kamu mau pulang atau nginap di sini?” tanya Budhe.


“Shafa pulang dulu budhe, besok pagi-pagi Shafa dah sampai sini. Ntar kalau nginep di sini, Pak suami ngambek tuh, Budhe,” jawab Shafa membuat Budhe, Anna, dan Shafa tertawa bersamaan.


“Yaudah, kalau gitu hati-hati, ya, Nak,” ucap budhe yang diangguki oleh Reigha dan Shafa bersamaan.


Reigha pun segera membukakan pintu mobil untuk Shafa dan melajukan mobil menuju ke rumah Papa Harun.


“Na, kamu tuh gimana sih, Nak, kok jarang pulang ke sini. Ngabarin nikah juga mendadak,” ucap Budhe sembari berjalan masuk ke dalam rumah.


“Sebelumnya Anna minta maaf, Budhe, bukan maksud Anna gak sopan sama Budhe. Cuma, akhir-akhir ini Anna gak dibolehkan pergi sendiri, ada sedikit masalah mengharuskan Anna gak boleh pergi ke mana,” balas Anna tak enak hati pada budhe.


“Owalah, Nak ... apa pun itu masalahnya semoga segera selesai. Dah malam istirahat dulu, besok mau nikah wajah harus segar,” tutur budhe.


“Aamiin ... baiklah, Budhe.” Anna segera berjalan menuju kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya, Shafa setelah sholat subuh dan mempersiapkan pakaian Reigha langsung di antar Vano ke rumah budhe, sedangkan Reigha berangkat bersama Mama Dhiya, Papa Harun, dan juga Bayu.


Sesampainya di lokasi, Anna langsung menemui budhe, “Assalamualaikum, Budhe, Anna masih di kamar?” tanya Shafa.


“Iya, Fa. Coba deh kamu ke kamarnya, dan bilang suruh cepat mandi yang tukang rias bentar lagi datang,” jawab budhe.


“Oh, iya. Kalau gitu, Shafa ke kamar Anna dulu, ya, Budhe.” Shafa pun segera berjalan ke kamar Anna.


Tok....Tok...Tok...


“Na, Anna,” panggil Shafa.


Sampai beberapa kali ketukan tidak ada sahutan, akhirnya Shafa pun memberanikan diri memutuskan untuk membuka pintu kamar Anna.

__ADS_1


Shafa mencari Anna di kamar tersebut tapi tidak ketemu, Shafa mencoba mencari di kamar mandi juga gak ada. Entah kemana calon pengantin itu pergi.


“Kemana lo pergi, Na,” ucap Shafa berlari kecil menghampiri Budhe.


__ADS_2