Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 114 - Menikahi Susterku


__ADS_3

Reigha juga Dani pun segera menuju ke warung Ayah Reynand untuk melihat warungnya setelah direnovasi.


Saat mereka berdua sampai di warung Ayah Reynand, ternyata apa yang dikerjakan sesuai dengan yang diinginkan oleh Reigha, pengerjaannya sangat baik dan juga cepat.


“Baiklah, karena kalian mengerjakannya sangat memuaskan, nanti saya kasih bonus,” kata Reigha membuat tukang dan para kuli bangunan pun bersorak sangat senang.


Setelah selesai, Reigha dan Dani pulang, terlebih dahulu Dani mengantar Reigha ke rumah Papa Harun. Kemudian, barulah Dani pulang ke rumahnya.


Saat di rumah, Dani selalu kepikiran tentang siapa yang menghadangnya tadi. Sampai-sampai istrinya yang menunggu pun dicuekin olehnya.


“Mas, kok tumben masuk rumah gak salam?” tanya Santi yang tak direspon oleh Dani.


Dani langsung duduk di ruang tamu dan tetap melamun. Sampai akhirnya dia dikagetkan oleh putrinya.


“Dor!” Jasmin mengkagetkan ayahnya.


Dani pun langsung sadar dari melamunnya, “Hai, Sayang, kok ngagetin ayah?”


“Hmm ... habisnya ayah diam aja dari tadi,” gerutu Jasmin merengut.


“Iya, Mas, kamu kenapa sih? Kok dari masuk rumah tadi melamun terus? Apa ada yang gak beres?” imbuh Santi bertanya pada suaminya.


“Enggak apa-apa, San, hanya lagi mikirin pak Reigha aja,” jawab Dani membuat Santi mengerutkan keningnya.


“Pak Reigha kenapa, Mas? Apa ada yang terjadi?” balas Santi.


“Kami tadi dihadang sama orang gak dikenal dan pak Reigha di berikan surat ancaman. Dari tadi aku tu mikir, Sayang, setau aku, beliau itu gak punya musuh,” kata Dani menceritakan.


“Mungkin ada yang iri dengan kesuksesannya, Mas!” seru Santi.


“Bisa jadi, San, ya udah aku mandi dulu ya, gerah.” Dani pergi menuju ke kamar.


Sementara Santi kembali main dengan Jasmin. Setelah mandi, Dani segera mengajak anak dan istrinya makan malam.


****


Di rumah papa Harun, Reigha yang datang dari kantor tadi langsung masuk ke kamar dan segera mandi. Shafa yang melihat hari ini Reigha banyak diam itu pun bertanya.


“Mas, ada apa? Ada masalah ya di kantor?” tanya Shafa.


“Nggak kok, Sayang, kantor baik-baik aja,” jawab Reigha.


“Tapi ini kenapa? Gak mungkin kalau gapapa tapi mas diam aja gitu,” balas Shafa.


“Sayang, sebenarnya tadi mas habis pulang dari warungnya Ayah. Tapi, sewaktu berangkat tadi mas kembali dihadang orang gak dikenal,” ucap Reigha menceritakan.

__ADS_1


“Siapa, Mas? Suruhannya Ivanka lagi?” tanya Shafa.


“Sepertinya bukan, Sayang, tapi Mas juga belum tau siapa dia,” jawab Reigha.


“Mas, karena kita belum tau siapa yang neror, mending kita berhati-hati ya, Mas.”


“Iya, Sayang, itu pasti. Bagi Mas, kamu dan si kembar yang penting, kalian harus selamat,” kata Reigha.


Shafa pun segera memeluk Reigha dan berkata, “Yaudah, yuk makan malam dulu, Mas, kasihan kalau papa mama dan si kembar nunggu.”


Dan mereka pun segera keluar kamar menuju ruang makan.


Sesampainya di ruang makan, ternyata papa, mama dan si kembar udah makan duluan.


“Papa dan Mama lama keluarnya, kami udah lapar,” gerutu Daviandra.


“Iya, Sayang, gapapa kok. Tadi papa dan mama masih ngobrol,” balas Reigha.


“Ada masalah ya, Gha?” tanya papa Harun.


“Sedikit, Pa, nanti aja Reigha cerita ke papa setelah makan malam,” jawab Reigha.


“Pa, Ma, Shafa kira tadi di rumah budhe, tahlilan,” kata Shafa.


“Setelah makan malam aja kami berangkat, Fa, acaranya kan setelah isya. Lagian semua kan catering, jadi gak sibuk,” balas mama Dhiya.


“Iya, Fa ... gapapa, Anna pasti ngerti kok.”


“Reza, kok dari tadi diam aja, ada apa?” tanya Reigha.


“Eza kangen mami dan papi , apa boleh Reza ikut, Pa?” jawab Reza sembari bertanya kembali.


“Nanti papa telpon ke papi kamu dulu ya,” balas Reigh dan di angguki Reza.


Setelah selesai makan malam, Reigha segera menelpon Bayu, “Assalamu’alaikum, Bay, ini reza mau ikut boleh gak?”


“Wa’alaikumussalam, bisa lo kasih HP lo ke Reza? Biar gue yang ngomong sama reza dulu,” balas Bayu.


Reigha pun memberikan telponnya ke Reza, “Za, ini papi mau ngomong.”


Reza pun menerima telpon dari papinya.


“Halo, Pi, Eza ikut ke rumah mbah ya, Eza kangen mami,” ucap Reza.


“Besok papi dan mami udah pulang kok, Reza di rumah aja sama mama Shafa ya,” titah Bayu.

__ADS_1


“Nggak ... nggak mau, Pi, Eza mau ikut ke sana,” rengek Reza.


“Sayang, dengerin papi, kalau Reza ikut kesini gak ada teman mainnya, nanti Reza bosan. Nurut apa kata papi ya, Nak,” kata Bayu. Dan Reza pun akhirnya mau di rumah dengan Shafa juga si kembar.


Akhirnya Reigha, Opa dan Oma pun berangkat menuju ke rumah budhenya Anna.


Saat sampai di rumah budhe, mobil Reigha dan mobil Ivanka bersamaan datang nya. Ivanka pun sok akrab sama Papa Harun dan Mama Dhiya, bahkan Ivanka merangkul tangan Mama dan mengajak masuk.


Bayu pun segera mendekat ke Reigha, “Gha, itu mama kok bisa akrab gitu sama Ivanka?” tanya Bayu yang heran.


“Ivanka aja yang sok akrab, Bay,” balas Reigha.


“Gimana Anna? Masih di kamar aja?” lanjut Reigha bertanya.


“Alhamdulillah udah enggak, Gha, sudah mengikhlaskan,” jawab Bayu.


“Alhamdulillah, kasian bayi nya kalau dia terus nangis,” kata Reigha lagi.


“Iya, Gha, Alhamdulillah Anna udah bisa merelakan kepergian budhe,” ucap Bayu.


“Yuk, Bay, itu sepertinya acara udah mulai,” ajak Reigha.


Mereka pun segera ke tempat di mana acara tahlilan di adakan mereka semua membaca tahlil dengan khusyuk, dan setelah berdoa mereka pun segera memakan makanan yang udah dihidangkan.


****


Setelah selesai acara, mereka pun bergegas pulang, malam ini Anna minta pulang karena dia sudah kangen dengan Reza. Jadi setelah acara tiga harinya budhe, mereka akan kembali ke rumah budhe untuk tujuh harinya, saat ini mereka semua sedang di jalan pulang, dan mereka kembali dihadang.


Reigha dan Bayu pun segera bergegas keluar mobil setelah mengunci di mobil dari dalam.


Dan kali ini pria misteriuslah yang menghadang langsung


“Akhirnya kita berjumpa lagi, Reigha. Masih ingat ‘kan?” kata pria misterius itu.


“Alex, jadi ternyata lo yang selalu neror gue dan keluarga gue?” tanya Reigha hanya dibalas Alex dengan senyum sinis dari wajahnya.


“Ngapain lo ganggu keluarga gue dengan meneror gitu, emang gue punya salah sama lo?” lanjut Reigha.


“Lo g salah sama gue, dan lo juga gak ganggu gue, tapi ... apa loe lupa? Binar adalah adik gue, apa yang lo lakukan sama adik gue hah?” balas Alex.


“Lex, gue lakuin itu karena Binar mengancam keselamatan keluarga gue. Dia menculik istri gue. Dan gue sebagai suaminya pasti akan menyelamatkan dan melindungi istri gue,” ucap Reigha.


“Apa lo lupa, binar itu kekasih lo hah? Dan, setelah lo dapat perawat itu, seenaknya lo buang adik gue?” tanya Alex yang tak terima.


“Lex, bukan Reigha yang meninggalkan Binar, tapi Binar lah yang meninggalkan Reigha,” sambar Bayu.

__ADS_1


“Omong kosong, lo gak usah ikut campur. Urusan gue hanya sama Reigha!” seru Alex.


__ADS_2