Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 53 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

“Sebenarnya, Abang nikahin Nai ini, apa abang ikhlas? Atau … ada tekanan dari siapa gitu?” tanya Daviana.


“Kenapa bicara seperti itu, Nai? Coba jujur … ada apa? Masih pagi kok ngomongnya seperti itu?” balas Reza bertanya.


“Gapapa, Bang … Nai hanya takut kalau abang terpaksa nikahi Nai,” jawab Daviana.


“Nai bersih-bersih dulu ya,” lanjut Daviana berlalu pergi ke kamar mandi.


Saat di kamar mandi, Naima pun menangis.


“Semalam harusnya malam pertama sama bang Reza, tapi dia gak mau ngelakuin, aku takut akan terjadi seperti sebelumnya yang terpaksa nikahin aku karena paksaan orang tua,” lirih Daviana di sela-sela tangisannya.


Di luar kamar mandi, Reza yang melihat Daviana tiba-tiba pergi pun heran.


‘Ada apa ya sama Naima? Apa ada kata-kataku yang menyinggungnya,’ batin Reza.


Reza pun menaruh sarapan untuk Daviana di atas nakas dan segera keluar kamar. Kemudian Reza segera masuk ke ruang kerja Reigha karena udah ditunggu oleh Reigha di dalam.


Tok...Tok...Tok…


“Pa, ini Reza … boleh masuk, Pa?” tanya Reza sambil menyembulkan kepalanya di sela-sela pintu yang terbuka.


“Masuk aja, Za,” balas Reigha.


Reza segera membuka pintunya dan segera masuk ke ruang kerja Reigha.


“Ada apa, Pa?” tanya Reza mendekat pada Reigha.


“Duduk dulu, Nak,” titah Reigha.


Reza segera duduk dan setelahnya Reigha pun menyusul Reza duduk di sofa.


“Papa mau tanya sama kamu, setelah kamu menikah, apa rencana kamu? Apa mau kembali ke negara X atau tinggal di sini?” tanya Reigha.


“Pa … Reza pulang ini kan memang udah enggak kembali ke sana, Pa, Reza mau tinggal di sini aja bersama Naima,” jawab Reza.


“Baguslah kalau gitu,” ucap Reigha yang langsung berdiri dari sofa dan setelahnya berjalan menuju ke meja kerjanya mengambil amplop yang udah disiapkannya di atas meja kerja.


Setelah itu, Reigha kembali duduk di dekat Reza.


“Za … ini hadiah pernikahan kalian. Papa dan mama yang menyiapkan ini,” kata Reigha.


“Apa ini, Pa? Kok ada dua?” tanya Reza.


“Buka aja, Nak,” titah Reigha.


Reza pun segera membuka amplop yang diberikan Reigha. Saat membuka amplop yang pertama, Reza pun di buat kaget karena amplop itu berisi sebuah kunci. Dan untuk amplop yang kedua berupa tiket.


“Pa, ini kunci apa?” tanya Reza mengernyit kebingungan.


“Itu kunci rumah baru kalian, nanti setelah kalian pulang dari bulan madu baru papa tunjukan rumah kalian, sekarang bersiap-siaplah,” jawab Reigha.


“Makasih banyak ya, Pa,” kata Reza yang setelahnya mencium punggung tangan Reigha.


“Papa minta, selalu bahagiakan putri papa ya, Nak,” ucap Reigha.

__ADS_1


“InsyaaAllah, Pa, Reza gak akan membiarkan Nai bersedih,” balas Reza.


“Yaudah kalian bersiaplah, bersenang-senanglah kalian ya,” ucap Reigha.


Dan Reza pun segera keluar menuju ke kamar Daviana.


Saat masuk ke kamar, ternyata Daviana juga pas keluar dari kamar mandi.


“Loh, Nai … daritadi baru keluar dari kamar mandi?” tanya Reza yang mendekat dan mengamati Daviana.


“Loh … Nai, kamu habis nangis? Kamu kenapa? Apa ada kata-kataku tadi yang buat kamu tersinggung?” tanya Reza bertubi-tubi.


“Gak ada kok, Bang … aku gapapa,” jawab Daviana.


“Jangan bohonglah, Nai, coba bilang kamu kenapa, hm?” tanya Reza.


“Ehmm … Nai baik-baik saja, ini mau siap-siap ke rumah sakit,” kata Daviana yang berlalu pergi masuk ke ruang ganti dan bersiap mau pergi.


“Nai ... hai, tunggu dong!” seru Reza.


Tapi Daviana trus masuk ke ruang ganti, dan tak lama kemudian Naima udah memakai baju kerjanya dan bersiap mau berangkat ke rumah sakit.


Reza yang gak tau dia salah apa jadi bingung.


“Nai, kok kamu mau kerja? Papa bilang kamu cuti loh,” kata Reza.


“Nai gak merasa izin cuti, Bang, Nai ada jadwal di rumah sakit hari ini,” balas Daviana.


“Nai, papa memberi ini ke kita, kita ditunggu sekarang untuk bersiap-siap. Papa juga yang ngajuin cuti kamu di rumah sakit,” ucap Reza sambil menyerahkan amplop ke Daviana.


“Coba kamu buka aja, Nai,” jawab Reza sambil duduk di dekat Daviana.


Daviana pun membuka amplop tersebut dan mengambil kertas di dalamnya.


“Hah … tiket honeymoon?” tanya Daviana menoleh pada Reza.


“Iya, ayo kita siap-siap. Atau … biar aku aja yang siapkan, kamu tunggu di sini,” kata Reza.


Reza segera mengambil koper dan menyiapkan baju Daviana sedangkan untuk koper, Reza udah disiapkan Bayu dan Anna. Tak lama kemudian, Reza udah keluar dari ruang ganti sambil menenteng koper.


“Udah yuk, kita berangkat … jas dokternya ditinggal aja,” kata Reza sambil melepaskan jas Daviana. Daviana pun menurut.


“Udah, ayo kita berangkat!” seru Reza sambil menggandeng Daviana dan tangan satunya membawa koper.


Mereka berdua pun menuju ke ruang tengah karena kedua orangtua mereka udah menunggu.


“Kalian udah siap?” tanya Reigha.


“Udah nih, Pa,” jawab Reza.


“Kalian baik-baik ya di sana, Reza … jaga istri kamu,” titah Bayu.


“Iya, Pi … pasti,” balas Reza.


Shafa dan Anna mendekati Reza dan Daviana mereka pun memeluk keduanya.

__ADS_1


“Baik-baik ya kalian di sana, jangan bertengkar,” titah Shafa.


“Iya, pulang harus dapat kabar baik. Oke?” celetuk Anna.


Reza dan Daviana pun tersenyum menunduk malu.


Setelah mereka berpamitan mereka pun bergegas keluar, saat akan naik mobil , mobil Daviandra memasuki halaman rumah.


“Wihhhh … mau ke mana kalian?” tanya Daviandra.


“Gue mau honeymoon, Bro, kapan giliran lo?” balas Reza.


“Awas ya lo … gue pastikan sebentar lagi gue nyusul,” kata Daviandra.


Reza pun tertawa.


“Udah-udah … ayo kita berangkat keburu panas ini,” ucap Daviana.


“Bro, gue pergi ya ... lo cepat nyusul!” seru Reza yang langsung lari masuk ke mobil.


Sedangkan daviana bersalaman dan berpamitan sama saudara kembarnya.


“Mas, Nai pergi dulu ya,” kata Daviana.


“Iya, berbahagialah … saatnya kebahagiaan menghampirimu, Nai,” balas Daviandra.


Dan Daviana pun masuk ke mobil lalu segera berangkat.


Setelah mobil Reza keluar dari halaman rumah Reigha, Daviandra pun segera masuk ke rumah dan menyapa orang tuanya.


“Assalamu’alaikum, Pa, Ma, Pi, Mi,” sapa Daviandra.


“Wa'alaikumussalam … kamu dari mana, Dra … pagi-pagi dah dari luar?” tanya Bayu.


“Keluar sebentar tadi, Pi, jogging,” jawab Daviandra.


“Yaudah, gue sama Anna pulang ya … mau siap-siap ke kantor,” balas Bayu.


“Iya, gue juga mau ke kantor,” lanjut Reigha segera bergegas menuju ke kamar.


“Kalian ini mentang-mentang perusahaan milik sendiri, ke kantor seenaknya aja,” gerutu Shafa.


“Kan gak tiap hari, Fa, yaudah gue pulang. Assalamu’alaikum,” kata Bayu dan Anna serempak ucapkan salam.


“Wa'alaikumussalam,” balas Shafa dan Daviandra serempak.


Setelah Bayu dan Anna keluar dari rumah Reigha, Shafa mengajak Daviandra ke dapur karena Daviandra belum sarapan.


“Ma, Reza sama Nai ke mana?” tanya Daviandra.


“Papa kamu belikan tiket honeymoon ke Bali, Nak,” jawab Shafa.


“Semoga setelah ini Nai bahagia ya, Ma,” kata Daviandra dan di-aamiinkan oleh Shafa.


Sementara itu, Reza dan Daviana tampak udah sampai di bandara dan mereka pun udah berada di pesawat. Tak lama pesawat pun berangkat menuju ke tempat mereka bulan madu.

__ADS_1


__ADS_2