Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 54 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

Tak lama, mereka pun sampai di Denpasar Bali, mereka udah dijemput oleh suruhan Reigha dan langsung mengantarkannya di hotel yang udah Reigha pesan juga.


Saat sampai di depan hotel, Daviana udah sangat takjub oleh keindahan hotel tersebut.


“Bang, setelah ini kita jalan-jalan ya,” pinta Daviana.


“Emang kamu gak capek Nai?” tanya Reza.


“Enggak kok, Bang ... boleh ya?” balas Daviana.


“Oke, baiklah. Tapi, kita bersih-bersih dulu ya,” kata Reza dan diangguki oleh Daviana.


Mereka pun segera diantar ke kamar oleh room service. Setelah menunjukan kamar, room service pun segera pergi meninggalkan keduanya.


Dan mereka pun segera masuk ke dalam kamar.


“Nai, kamu mandi dulu ya,” titah Reza.


“Abang aja yang mandi dulu, Nai mau nyiapin baju-bajunya dan mau naruh di lemari,” balas Daviana.


Reza pun menurut dan segera menuju kamar mandi sementara Daviana segera menyiapkan pakaian untuk ganti Reza.


Tak lama kemudian, Reza pun keluar dengan memakai bathrobe. Daviana segera mendekat dengan membawakan baju gantinya.


“Bang, ini baju gantinya ya,” kata Daviana.


“Makasih ya, Nai,” ucap Reza dan setelah menerima baju dari Daviana, Reza pun segera berganti pakaian.


Setelah selesai, Daviana pun segera masuk kamar mandi.


Tak lama dari itu, Daviana keluar dan udah berganti pakaian.


“Bang, ayo kita pergi!” seru Daviana dengan bersemangat.


Reza yang sedang berkirim pesan dengan papinya pun segera menyudahi chat dan segera menggandeng Daviana.


Mereka segera berjalan-jalan di sekitaran hotel tersebut.


Sementara itu, di rumah Reigha Tampak Daviandra dan Vilia juga Almeera baru saja selesai makan siang.


“Mas, aku ke kamar dulu ya, sama kak Meera,” kata Vilia.


“Iya, Dek,” balas Daviandra sembari tersenyum.


Setelah Vilia dan Almeera pergi, Daviandra pun pindah duduk di ruang tengah dan menyalakan televisi. Daviandra sambil menonton televisi juga sambil buka sosial medianya.


Daviandra tiba-tiba ingin membuka sosial media punya Chayra. Saat membuka, langsung terlihat foto-foto terbaru Chayra.


“Chay, rasanya aku gak sabar ingin secepatnya melamar kamu,” lirih Daviandra.


Tapi saat meng-scroll foto yang lainnya, Daviandra kaget karena dalam foto itu, ada Chayra yang tampak sedang berfoto bersama laki-laki.

__ADS_1


‘Chay, apa kamu di sana udah punya kekasih?’ tanya Daviandra dalam hati.


Daviandra pun langsung menutup akun sosial media milik Chayra dan meletakkan ponselnya.


Suasana hati Daviandra seketika berubah.


“Ya Allah ... aku udah menunggu lama, tapi ternyata dia udah punya kekasih,” lirih Daviandra yang segera berdiri hendak menuju ke kamarnya.


Tapi saat mau mematikan televisinya, terdengar dari luar orang mengucapkan salam.


Daviandra pun segera ke depan.


“Wa’alaikumussalam ... Jasmin tumben ke sini?” tanya Daviandra.


“Iya, Kak ... sengaja mampir tadi. Apa kabar, Kak?” tanya Jasmin.


“Alhamdulillah baik ... ayo masuk,” balas Daviandra mempersilakan masuk.


Jasmin pun masuk dan segera duduk di dekat Daviandra.


“Oh ya, Kak, kita lama gak ketemu. Kakak jarang di kampus sekarang,” ucap Jasmin sambil duduk semakin dekat dengan Daviandra.


“Iya, aku dah mau selesai kuliahnya, jadi jarang masuk,” balas Daviandra.


“Jangan dekat-dekat gini lah duduknya. Gak enak dilihat orang,” kata Daviandra.


“Kenapa sih, Kak? Lagian ... di rumah lagi gak ada siapa-siapa kok kak, gak ada tuh yang lihat,” ucap Jasmin.


“Oh iya, Kak, Jasmin boleh tanya sesuatu?” tanya Jasmin dan diangguki oleh Daviandra.


“Gak ada target menikah, kalau dah ketemu sama yang cocok ya langsung lamar,” jawab Daviandra dengan santainya.


“Loh, Kak ... emang kakak belum ketemu yang cocok sama kakak? Atau kakak mau sama aku, Kak?” tanya Jasmin.


“Jasmin, ngomong apa sih? Kamu itu udah aku anggap adik aku sendiri ... jadi mana mungkin aku suka sama adik sendiri,” jawab Daviandra.


“Kak Andra ... Jasmin gak mau jadi adiknya kakak, jasmin maunya jadi istrinya kak Andra,” balas Jasmin hampir menangis.


“Jasmin, jangan seperti ini, sampai kapan pun kamu itu seperti Vilia dan Almeera. Kamu tetap adikku. Udah, kamu pulang aja, sekarang aku mau istirahat,” kata Daviandra segera pergi meninggalkan Jasmin.


Jasmin yang melihat Daviandra pergi segera menyusul Daviandra dan memeluknya dari belakang.


“Kak, aku cinta sama kakak,” ucap Jasmin memeluk Daviandra.


“Jasmin, apa-apaan kamu ini ... lepaskan!” seru Daviandra dengan suara keras.


Vilia dan Almeera yang mendengar seruan dari Daviandra pun segera keluar kamar.


“Ada apa, Mas?” tanya Vilia mendekat pada Daviandra.


“Vilia, Almeera, kalian dicari Jasmin tuh. Mas mau ke kamar dulu,” ucap Daviandra tanpa menjawab apa yang Vilia tanyakan.

__ADS_1


“Hai, Kak Jasmin ... ayo kita ke kamar, Kak,” ajak Vilia.


“Eh ... iya, Dek, maaf ini tiba-tiba kakak di suruh pulang, kakak pulang dulu ya. Assalamu’alaikum,” kata Jasmin berlalu pergi.


Vilia dan Almeera pun hanya saling pandang.


“Perasaan HP-nya gak bunyi deh, kok katanya disuruh pulang,” kata Almeera.


“Iya, kayaknya ada yang gak beres nih antara kak Andra dan kak Jasmin,” balas Vilia.


“Iya, biarin deh bukan urusan kita, yuk kita ke kamar lagi!” seru Almeera.


Di dalam kamar, Daviandra yang moodnya berantakan malah semakin dirusak dengan kedatangan Jasmin.


Daviandra segera ke kamar mandi dan mengguyurkan seluruh badannya agar hatinya bisa tenang kembali.


Setelah cukup lama Daviandra pun menyudahi mandinya dan segera berwudhu lalu setelahnya Daviandra segera mengerjakan sholat juga berzikir agar hatinya tenang.


Sore harinya, Reigha dan Shafa pun pulang bersamaan karena Shafa yang setelah belanja langsung mampir ke kantor Reigha.


“Assalamu’alaikum,” kata keduanya serempak.


“Kok tumben sepi, Mas ... anak-anak di mana ya?” tanya Shafa.


“Anak-anak biar aku lihat, kamu ke dapur aja gih ... siapin makan malamnya,” ucap Reigha.


“Iya, Mas, aku ke dapur ya ... tolong tas aku dibawakan ke kamar sekalian, bisa, Mas?” pinta Shafa.


“Tentu, Sayang,” balas Reigha.


Setelah menerima tas istrinya, Reigha segera bergegas ke kamarnya. Reigha segera mandi dan sholat lalu Reigha segera ke kamar menemui anak-anaknya.


Reigha ke kamar Vilia terlebih dulu karena kamar Vilia yang terdekat dari kamar Reigha.


Tok...Tok...Tok...


Setelah mendengar sahutan Vilia menyuruh masuk, Reigha pun membuka pintunya.


“Eh papa udah pulang, mama mana, Pa?” tanya Vilia.


“Mama ada di dapur menyiapkan makan malam, kalian kok belum mandi? Mandi gih ... trus kita makan malam,” balas Reigha.


“Almeera, makan malam di sini kan?” tanya Reigha.


“Almeera pulang, Pa, nanti papi dan mami nungguin,” jawab Almeera.


“Yaudah, tapi mandi dulu ya,” titah Reigha.


“Oke papa!” seru Vilia dan Almeera serempak.


Setelah Reigha keluar dan menutup pintunya, Reigha segera ke kamar Daviandra.

__ADS_1


Tok...Tok...Tok...


Beberapa kali diketuk tapi gak ada sahutan dari dalam, akhirnya Reigha pun membuka pintunya.


__ADS_2