Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 72 - Menikahi Susterku


__ADS_3

“Tunggu, Puspa, tolong kamu cek jadwal saya untuk dua minggu ini, yang kosong hari apa, saya tunggu sekarang, ya,” ucap Reigha.


“Baik, Pak. Segera saya cek,” balas Puspa kembali ke meja kerjanya.


Puspa melewati Shafa yang tengah duduk di sofa, “Mari, Bu.”


Shafa mengangguk. Kemudian, Puspa melangkahkan kaki keluar dari ruangan.


Di dalam ruangan Reigha, Shafa begitu tampak bingung, “Mas, tadi Shafa diajak mau disuruh apa?”


“Duduk aja, Sayang. Temani Mas,” jawab Reigha.


“Yah ... bosan dong, Mas. Kalau gitu, Shafa ke meja Puspa aja ya, Mas?” tanya Shafa seakan meminta izin.


“Oke. Tapi, jangan sampai capek-capek, ya. Oh iya, Sayang, tolong bilang ke Puspa sekalian minta tolong panggilkan HRD,” ucap Reigha yang diangguki oleh Shafa.


Shafa pun segera keluar dari ruangan Reigha menuju meja Puspa.


“Puspa, mas Reigha minta tolong untuk memanggilkan HRD,” ucap Shafa memberitahu.


“Baik, Bu, sebentar saya hubungi dulu.”


Di Singapore, Bayu dan Anna udah sampai di airport Changi Singapore Bayu bayu segera memesan taxi untuk mengantarkannya ke hotel Marina bay sands .


Setelah sampai di hotel tersebut dan udah menerima kunci, segera Bayu dan Anna masuk ke kamar.


Di dalam kamar yang sangat luas, tak henti-hentinya Anna berdecak takjub. Karena, seperti Shafa ini pengalaman Anna yang pertama juga.


“Sayang, mandi dulu setelah itu kita makan siang di luar, ya!” seru Bayu.


“Iya, Bang. Sepertinya indah ya pemandangan di luar,” balas Anna yang masih menatap keindahan Singapore yang dilihatnya dari jendela kamar hotel.


“Tentu, Sayang.”


Setelah mereka bersih-bersih, mereka segera menuju ke restoran hotel untuk makan siang.


Tiba di restoran, Anna kembali dibuat takjub melihat pemandangan sekitar hotel , nampak juga marlion park yang sangat ingin Anna datangi.


“Abang, bagus banget, Bang, nanti kita ke sana ya Bang setelah makan,” ucap Anna tak sabar.


“Iya, setelah makan siang kita ke sana.”


Dan benar saja, setelah mereka menyelesaikan makan siang, mereka pun segera menuju ke marlion park.


Di perjalanan, Anna ingat kalau belum mengabari Budhe, Mama dan juga Shafa.


“Emm, Bang. Maaf, Anna lupa belum kasih kabar ke keluarga kalau kita udah sampai,” ucap Anna sembari menunduk takut jika Bayu marah padanya.


“Udah, Sayang, tadi waktu kamu mandi, Abang udah kasih kabar ke semua,” balas Bayu seraya menarik Anna pada dekapannya.

__ADS_1


“Shafa juga udah, Bang?” tanya Anna.


“Udah, Sayang. Melalui Reigha, sama aja ‘kan?”


Anna mengangguk dibalas senyuman manis dari suaminya.


Setelah sampai di marlion park, mereka berfoto dan berselfi. Mereka berdua sangat menikmati pemandangan Singapore hingga tak terasa waktu sudah malam.


“Ayo, Sayang ... kita pulang ke hotel. Udah malam ini,” ucap Bayu membuat Anna mendongak.


“Bentar dulu, Bang, agak malam aja pulangnya.”


“Gak bisa, Sayang. Ada yang wajib malam ini Abang kerjakan dan gak bisa diundur lagi,” balas Bayu membuat Anna mengernyit.


“Abang jadi ketularan Pak Reigha. Udah tau honeymoon, masih aja bawa-bawa kerjaan,” gerutu Anna.


“Udah-udah. Semakin kayak gitu, kamu semakin lucu, Sayang. Nanti kamu juga tau, ayo pulang ke hotel. Besok kita jalan-jalan lagi.”


“Oke, baiklah. Untung suami gue,” gerutu Anna kembali dengan muka di tekuk.


Bayu pun dengan semangat pulang kembali ke hotel. Namun, berbeda dengan Anna yang masih ingin menikmati suasana malam di marlion park.


Sesampainya di kamar, Bayu segera mandi. Setelah mandi, dia menunggu Anna untuk sholat berjamaah.


Anna sedang mandi, tak lama Anna keluar menggunakan kimono hotel. Dia segera mencari baju ganti, tentu kalian sudah tau siapa yang menyiapkannya kalau bukan Bayu.


“Bang, kemarin Abang gak bawakan baju ganti Anna ya?” tanya Anna sembari membuka satu persatu bagian koper.


“Abang, kok gak ada sih, ini cuma ada .... ih, baju apa ini, kok lobang-lobang dan menerawang, Bang?” ucap Anna heran.


“Ya, itu baju gantinya, Sayang. Coba deh dipakai dulu,” balas Bayu senyum-senyum. Ternyata Bayu tengah mengerjakan istrinya itu.


Anna pun dengan muka bingungnya tetap ke kamar mandi untuk memakai baju tersebut. Setelah di pakai, malah Anna gak berani keluar. Dia malu dengan baju ganti yang di pakainya.


Sementara di luar kamar mandi, Bayu yang tak sabar ingin lihat Anna dengan baju kurang bahan itu segera memanggil Anna.


“Sayang, ayo sholat berjamaah, kok lama di kamar mandi?” tanya Bayu sambil cekikikan.


“I-iya, Bang. Bentar lagi,” jawab Anna dari dalam kamar mandi.


Akhirnya yang ditunggu Bayu keluar. Anna keluar dengan tetap memakai kimono.


“Sayang, kok bajunya gak di pakai? Kenapa?” tanya Bayu pura-pura gak tau.


“Dipakai kok, tapi aku tetap pakai ini juga. Malu tau, Bang.”


“Yaudah, yuk sholat dulu,” ujar Bayu diangguki oleh Anna.


Mereka pun sholat berjamaah. Setelah selesai, Bayu segera melepas sarung dan baju kokonya hanya menyisakan pakai kaos dalam dan celana pendek segera naik ke tempat tidur.

__ADS_1


Begitu juga dengan Anna setelah melipat mukena langsung naik ke tempat tidur di sisi Bayu.


“Sayang, buka aja kimononya, lampu udah abang matikan kok,” titah Bayu.


Anna pun menurut, karena melihat suasana hotel yang tampak gelap, apalagi Bayu juga memunggungi Anna jadi dia langsung melepas kimononya. Namun, setelah kimono terlepas Bayu begitu cepat menghadap ke Anna dan segera mengecup kening Anna.


“Sayang, ayo kita lakukan yang kemarin tertunda. Aku ingin beribadah malam ini bersamamu,” ucap Bayu.


Anna dengan gugup mengangguk dan ketika Bayy mulai mengecup kening dan turun ke mata juga ke bibir. Anna segera menutup mata menikmati sentuhan-sentuhan yang Bayu berikan. Dan malam ini jadilah malam yang indah untuk Bayu dan Anna menjadi malam yang tak pernah terlupakan dan malam yg indah itu berakhir setelah menjelang pagi lalu mereka pun tertidur karena kecapekan.


Berbeda dengan pasangan suami istri di Indonesia, Reigha dan Shafa yang baru saja pulang dari kantor langsung masuk ke kamar untuk bersih-bersih sebelum makan malam.


“Sayang, kamu mandi duluan sana. Shafa mau ke dapur bentar,” titah Shafa.


“Baiklah, Sayang.” Reigha melangkah dengan gontainya, rasanya begitu malas untuk mandi sore ini karena dia merasa cuaca sedang dingin.


Setelah bertemu dengan Mbok Nah, Shafa pun kembali ke kamar, dilihatnya Reigha sudah selesau mandi dengan handuk yang masih terlilit rapih.


“Itu bajunya, ya, Mas. Shafa mau mandi,” ucap Shafa yang diangguki oleh Reigha.


Tentu bukan anggukan saja, Reigha dengan cepatnya mengecup singkat pipi Shafa hingga membuatnya blushing.


Setelah menunggu Shafa mandi, mereka berdua keluar bersama untuk makan malam.


Makan malam dilakukan ber-empat saja, karena Bayu dan Anna masih menikmati masa honeymoon di Singapore.


“Gha, setelah makan langsung ke ruang kerja Papa, ya,” pinta Papa Harun.


“Iya, Pa.”


Reigha langsung menuju ke ruang kerja Papa Harun menyusul langkah Papa yang lebih dahulu di depannya.


Sementara Shafa membantu Mama Dhiya membereskan meja makan. Setelah selesai, langsung menuju ke kamarnya.


“Gimana, Gha. Kapan kamu ke Surabaya?” tanya Papa Harun.


“Oh ... dari jadwal Puspa tadi, Reigha tiga hari lagi bisa untuk pergi ke Surabaya, Pa. Karena satu minggu setelah itu, Reigha ada meeting penting,” jawab Reigha.


“Jadi, kamu berangkat dua hari lagi?”


“Iya, Pa. Bahkan tadi Reigha udah pesan tiket. Reigha pergi ajak Shafa ya, Pa,” balas Reigha memberitahu.


“Itu terserah kamu, Gha. Cuma nanti pesan Papa, kalau udah sampai sana segera kabari pak Rudi ya. Dia nanti yang akan menemani mu di sana,” ujar Papa Harun.


“Iya, Pa. Reigha berat ninggalin Shafa karena udah satu tahun lebih gak pernah pisah sama Shafa.”


“Papa paham, Gha. Papa juga pernah muda,” balas Papa Harun.


“Oh iya, Gha. Karena Bayu udah punya kantor sendiri, sekarang Dani kerja sama Kamu, ya, Papa ‘kan udah gak kerja lagi,” lanjut Papa Harun memberitahu.

__ADS_1


“Dani asisten papa?” tanya Reigha.


__ADS_2