
“Reigha ke mana? Kok gak kelihatan?” tanya Papa Harun.
“Biasalah, Pa. Anak Papa satu itu selalu nempel sama istrinya,” jawab Bayu.
“Yaudah udah biarin aja, sana kamu temui para tamu dulu!” seru Papa Harun.
Bayu pun segera pergi bersama Anna menemui para tamu di temani Budhe dan juga Mama Dhiya.
Acara selesai sebelum maghrib dan udah agak sepi, barulah Bayu menemui petugas KUA tadi.
“Abang mau ke mana?” tanya Anna.
“Sayang, Abang ngobrol sama bapak-bapak itu dulu, ya,” jawab Bayu.
“Oh ... iya deh, Bang. Anna ke kamar bentar ganti baju, gerah,” ucap Anna masuk ke dalam rumah.
Sewaktu Anna mau masuk kamar, Anna di panggil Shafa.
“Na, sini!” panggil Shafa.
Anna pun menghampiri Shafa dan bertanya, “Ada apa, Fa?”
“Selamat, Bestie!” seru Shafa memeluk Anna.
“Makasih. Gue terharu nih,” balas Anna mengelap air mata yang sempat menetes di pipinya.
“Itu yang ngobrol sama Papa dan Bayu, siapa, Na?” tanya Reigha.
“Oh ... itu, Pak. Katanya dari petugas KUA,” jawab Anna.
“Na, lo udah jadi istri Bayu, masa panggil pak. Udah tua ya gue?” tanya Reigha.
“Belum tua sebelum punya anak, Kak,” sambar Anggi yang tiba-tiba menyaut dan duduk di samping Shafa.
“Nah tuh bener,” imbuh Anna sembari tertawa bersama Anggi.
“Trus Anna manggil apa?” tanya Anna bingung.
“Mas Reigha ‘kan kakaknya Bayu, lo bisa panggil Bang atau Mas atau Kak juga boleh. Asal jangan Mas. Itu khusus gue, Na,” jawab Shafa.
“Udahlah, Kak. Panggil aja Kak Reigha, biar samaan sama Anggi,” imbuh Anggi.
“I-iya, Anna. Panggil kak aja deh,” ucap Anna malu-malu karena memanggil bosnya dengan sebutan Kak.
“Nah, gitu juga gapapa,” ucap Reigha.
“Sayang, Mas ke sana dulu ya,” lanjut Reigha mengecup singkat kening Shafa dan berlalu pergi menemui Papa Harun.
Setelah Reigha pergi, Anna pun bertanya pada Shafa.
“Fa, sebenarnya ada apa sih?” tanya Anna.
__ADS_1
“Itu, Na. sebenarnya petugas yang mau nikahkan lo itu tadi disekap, sepertinya agar pernikahan lo gagal. Maaf, gue tadi sempet bohong biar lo gak cemas,” ucap Shafa.
“Astagfirullah!” seru Anna tertegun.
“Udahlah, tenang. ‘kan Alhamdulillah, pernikahan lo lancar dan petugasnya baik" aja.” Shafa merangkul Anna sembari tersenyum.
Di tempat lain, petugas KUA, penghulu, dan pak modin mau pamit pulang.
“Pak, mohon maaf ya, karena tadi kami sangat terlambat,” ucap petugas KUA.
“Bapak gak salah, itu salah saya,” balas Bayu.
“Baiklah kalau begitu, kami izin pamit pulang. Semoga pernikahan langgeng dan menjadi keluarga yang harmonis sakinah mawadah warohmah,” ujar penghulu berpamitan.
“Aamiin,” ucap Bayu dan lainnya serempak.
Dan bayu segera memberikan amplop untuk ketiga bapak tersebut. Setelah melalui perdebatan, karena sempat menolak akhirnya mereka pun menerima dan berterima kasih setelahnya mereka pergi.
Setelah semua sepi, Bayu masuk ke dalam rumah. Ternyata semua keluarga tengah berkumpul termasuk kedua orang tua Shafa yang masih di sana.
“Alhamdulillah, acara hari ini selesai dengan lancar walau ada kecemasan di awal acara,” ucap Papa Harun.
“Yaudah kalau gitu, kami mau pamit duluan. Bayu dan Anna, selamat kalian berdua udah sah menjadi suami istri. Papa dan Mama pulang duluan ya, Nak. Untuk baju Bayu udah disiapkan dan akan diantar ke sini oleh Vano nanti,” lanjut Papa Harun.
“Baik, Pa. Terima kasih,” balas Bayu.
“Pa, Ma, terima kasih udah merawat Bayu sejak dulu sampai sekarang udah jadi kepala keluarga,” ucap Bayu.
“Ekhm!” dehem Reigha membuat kedua orang tuanya menoleh bersamaan.
“Iya, Gha. Kamu juga, jagoan kecil Papa dan Mama.”
Reigha tersenyum hingga membuat Papa Harun dan Mama Dhiya saling pandang kemudian tertawa bersamaan.
“Papa dan Mama udah membawa kalian berdua pada kebahagiaan kalian. Kini, giliran kalian berdua memberikan kebahagiaan pada kami dengan cara memberikan cucu-cucu yang lucu, Nak,” ucap Mama Dhiya membuat Shafa dan Anna menunduk malu.
“Kami gak menunda kok, Ma, Pa,” ucap Shafa.
“Syukurlah kalau begitu, Nak,” balas Papa Harun.
Papa dan Mama pun keluar dan segera meninggalkan rumah budhe begitu juga dengan orang tua Shafa serta Anggi.
Tidak dengan Reigha dan Shafa yang masih mengobrol dengan Bayu dan Anna.
Budhe di dapur sedang beberes dengan para tetangga.
Tak lama, setelah sholat maghrib, Reigha dan Shafa pamit pulang. Anna terlebih dahulu pergi ke kamar untuk membersihkan make upnya.
“Bay, gue dan Shafa pulang dulu ya. Besok lo langsung honeymoon, kata Papa, tadi tiketnya udah di kasih Anna. Ingat, jangan lama-lama,” titah Reigha.
“Oke. Udah sana pergi, gue mau nyusul istri gue ke kamar!” seru Bayu mengusir Reigha.
__ADS_1
“Bay, jaga Anna ya, semoga kalian bahagia dan langgeng serta cepet dapat momongan,” ucap Shafa.
“Aamiin ... semoga lo berdua juga ya,” balas Bayu.
Reigha dan Shafa pun meng-aamiinkan setelah itu pulang.
Reigha dan Shafa sampai rumah, mereka segera bersih-bersih, sambil nunggu waktu isya' Reigha membuka laptop mengecek kerjaannya. Sedangkan Shafa ke dapur membuatkan minuman hangat untuk Reigha.
Setelah sholat isya' mereka pun bersiap untuk istirahat.
Shafa duduk di tepi ranjang menunggu Reigha selesai dengan pekerjaannya.
Tak lama, Reigha pun mematikan laptopnya dan menaruhnya di meja depan sofa.
Kemudian, Reigha berjalan mendekat pada kasur, “Sayang, malam ini Bayu dan Anna malam pertama, kita jangan mau kalah, ya.”
“Apasih, Mas. Shafa capek mau tidur,” ucap Shafa.
“Sayang, nolak suami dosa tau. Surga atau neraka. Hmm?” tanya Reigha mengeluarkan senjata terakhir kalau Shafa menolak.
“Mas nih pasti ngomongnya begitu, yaudah deh, ayo,” balas Shafa.
“Jangan terpaksalah, Sayang.”
Shafa pun mendekat pada Reigha dan berkata, “Gak terpaksa kok, Mas. Shafa dengan sepenuh hati siap melayani suamiku yang ganteng ini.”
Mendengar perkataan Shafa membuat Reigha tersenyum dan segera mengecup kening shafa sambil berdoa. Kemudian, melakukan hal yang dilakukan oleh suami istri.
Sementara di kamar pengantin, Anna tengah Bingung karena malam ini dia tidur satu kamar dengan Bayu.
Anna mendekat pada Bayu yang baru saja masuk ke dalam kamar, “Bang, Emm ... Abang mau langsung mandi?” tanya Anna gugup.
“Iya, Sayang. Bentar, ya,” jawab Bayu yang meletakkan ponselnya ke atas kasur.
Setelah itu Bayu pun keluar untuk mandi, karna kebetulan kamar mandi di rumah budhe hanya satu dan di belakang rumah. Berselang waktu sepuluh menit, Anna pun sudah menyiapkan baju ganti Bayu.
Kemudian, Anna segera keluar untuk mandi juga. Anna bertemu Bayu di dapur dengan keadaan Bayu yang sudah mandi dan tampak segar. Bayu mengalungkan handuk pada lehernya.
“Bang, bajunya udah Anna siapkan di kamar, ya,” titah Anna.
“Iya, Sayang. Makasih, ya,” balas Bayu segera mengecup singkat pipi kanan Anna dan berlari menuju kamar sebelum Anna protes.
Anna mematung sebentar, kaget dengan kelakuan Bayu yang baru pertama kalinya mencium pipi Anna.
Anna berlalu dan masuk ke kamar mandi sedangkan Bayu segera ganti baju.
Setelah Anna selesai mandi dan berganti baju, mereka berdua dipanggil budhe untuk makan malam.
Mereka bertiga segera makan. Setelah selesai makan, Anna segera membereskan meja makan dan mencuci piring kotor. Sedangkan Bayu dan budhe masih duduk di depan meja makan tengah mengobrol.
“Budhe, besok Bayu dan Anna pamit pergi, ya,” ucap Bayu.
__ADS_1
“Nak Bayu gak betah ya tinggal di rumah budhe?” tanya Budhe dengan raut wajah yang tak dapat diartikan.