
“Hehe, gak ada sih, Pi ... tadi mikirin ucapan Naima,” lirih Reza sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Papi sih tau, kamu pasti lagi mikirin ucapan Naima, Za,” balas Bayu.
“Ehmmm ... i—iya, Pi,” ucap reza gugup.
“Trus, emangnya kamu tadi sama siapa sih, Za? Sampai buat kesalahanpahaman ini, baru juga sampai Indonesia, Za ... Emang beneran kamu tadi sama cewek dan itu kekasih kamu?” tanya Bayu setelahnya.
“Kalau sama cewek sih iya, Pi, itu teman kampus Reza yang kebetulan ketemu di bandara pas mau ambil bagasi. Tapi ... kalau kekasih, ya jelas bukan lah, Pi. Reza kan cintanya sama Naima,” jawab Reza.
“Trus ... gimana rencana kamu sekarang, Za, kamu masih tetap ingin memperistri Naima dengan statusnya yang sekarang atau gimana?” tanya Bayu kembali.
“Pi ... kalau Reza tetap dengan keputusan Reza untuk menjadikan Naima istri Reza, apa papi dan mami gak keberatan?” balas Reza yang bertanya balik dengan gugup.
“Za, papi dan mami sama sekali tidak mempermasalahkan masalah itu, yang penting kebahagiaan kamu, apalagi kamu kan tau Naima itu siapa? Dia putrinya papa kamu, gak mungkin papi dan mami gak setuju,” jawab Bayu.
“Makasih banyak ya, Pi ... kalau gitu, Reza mau secepatnya melamar Naima, Pi, apalagi kan Reza udah tau perasaan sebenarnya Naima gimana,” ucap Reza setelahnya.
“Baiklah. Ayo kita pulang dulu, nanti kita omongin sama mami di rumah,” kata Bayu yang mengajak pulang.
Setelah mengiyakan ajakan papinya, Reza dan Bayu pun menuju ke mobil untuk segera pulang.
Saat udah sampai di rumah, ternyata Daviana udah berada di kamar. Tinggalah Reigha, Shafa dan Daviandra juga Anna yang menunggu kepulangan Bayu dan Reza.
“Gha, gimana ... Nai udah ketemu? Di bandara sama sekali gak menemukan apa-apa,” ucap Bayu yang pura-pura gak tau.
“Udah, Bay ... kalian duduklah dulu, ada yang mau kami tanyakan ke Reza,” kata Reigha.
“Ada apa, Pa, kelihatannya serius,” balas Reza.
“Za, apa kamu udah punya kekasih? Kamu tadi pulang sama siapa?” tanya Reigha.
“Reza gak punya kekasih, Pa, tadi Reza di bandara bertemu teman kampus Reza dan kami ketemunya pas ambil bagasi, trus keluar bareng dari bandara, emang ada apa ya, Pa?” jawab Reza yang diakhiri dengan bertanya kembali pada Reigha.
“Nai tadi melihat kamu di bandara sama perempuan, dia mengira itu kekasih kamu,” balas Reigha.
“Astagfirullah, jadi Nai pergi gara-gara itu, Gha, kenapa Nai sampai berfikir seperti itu, dan kenapa Nai sampai pergi,” kata Bayu yang pura-pura tidak tau.
__ADS_1
“Udah-udah ... biarin aja, biar Reza dan Naima yang selesaikan masalah mereka, sekarang kita istirahat dulu yuk. Na, Bayu dan Reza tadi belum makan malam loh, ajak makan malam dulu gih,” ucap Shafa.
“Iya, Fa. Bang, Za, ayo kita makan malam dulu atau mau kita makan di rumah aja?” tanya Anna.
“Kita makan di rumah aja, Sayang, aku capek mau istirahat,” jawab Bayu.
“Baiklah, aku ambil makanannya dulu ya ... abang sama Reza kalau mau pulang duluan gapapa,” ucap Anna.
“Iya ... kamu siapkan dulu aja, kami tunggu di sini,” balas Bayu.
Sementara Reza hanya diam saja sambil berpikir bagaimana meyakinkan Naima agar percaya padanya kalau yang dilihat Naima itu salah, tidak seperti yang ada di pikirannya.
Sedangkan Anna, segera menuju ke dapur untuk mengambil makan malam Bayu dan Reza.
Setelah kepergian Anna, Bayu pun kembali membuka obrolan.
“Gha, besok setelah sholat isya’, gue mau ketemu lo,” ucap Bayu membuka obrolan.
“Lah ... kan sekarang udah ketemu, emang ada apa? Kenapa harus besok?” tanya Reigha.
“Udahlah ... tunggu aja besok malam, gak sabaran amat jadi orang,” balas Bayu.
“Oke. Dan ... gue maunya semua kumpul besok di sini, gue ada perlu sama semua yang di rumah ini, kalau gitu gue pamit,” ucap Bayu segera berdiri dari duduknya.
“Heyy, mau ngapain lo? Ada perlu sama semua yang ada di rumah ini? Jelasin dulu, Bay jangan langsung pergi!” seru Reigha.
“Sabar, tunggu aja besok malam!” teriak Bayu sambil keluar menuju ke rumahnya disusul oleh Reza yang ikutan pulang.
“Ada apa ya, Mas? Kenapa Bayu ingin kita semua kumpul besok malam?” lirih Shafa bertanya.
“Gak tau, Sayang ... yaudah yuk kita istirahat, capek banget aku,” jawab Reigha.
“Mas duluan aja ke kamar, aku tunggu Amna pulang dulu baru aku ke kamar ya,” balas Shafa.
“Iya, Sayang,” kata Reigha dan segera berlalu pergi ke kamarnya.
“Andra, kamu istirahat sana, Nak,” ucap Shafa setelahnya.
__ADS_1
“Iya, Ma. Andra ke kamar ya,” kata Daviandra dan setelah mendapat anggukan dari mamanya, dia pun berlalu pergi ke kamarnya.
Tak lama kemudian, Anna keluar dari dapur dan segera pamit pulang pada Shafa.
Setelah Anna menutup pintu samping, Shafa segera menuju ke kamarnya untuk istirahat.
Sementara di rumah, Bayu dan Reza tampak menikmati makan malam yang udah terlambat.
Anna yang hendak masuk ke kamar segera dipanggil oleh Bayu.
“Mi, duduk dulu di ruang tengah ya, ada yang mau papi omongin,” kata Bayu.
“Iya, Pi. Mami mau cek Almeera dulu ke kamar, setelah itu mami ke ruang tengah, ya,” ucap Anna dan diangguki oleh Bayu.
Tak lama kemudian Bayu dan Reza pun udah selesai makan dan sekarang mereka segera menuju ke ruang tengah yang tampak adanya Anna yang menunggu di sana.
Bayu dan Reza pun segera duduk di sofa. Keduanya menatap pada Anna.
“Hmm ... ada apa, Pi? Kalian serius banget nampaknya?” tanya Anna.
“Begini, putra kita ini ... Reza rencananya besok malam mau melamar seorang gadis, kira-kira kamu setuju gak, Mi?” ucap Bayu.
“Hah? Yang benar? Alhamdulillah ... mami setuju ajalah, kan semua demi kebaikan putra kita,” balas Anna sembari tersenyum.
“Mami gak pengen tau siapa wanita itu, Mi?” tanya Reza.
“Siapapun itu, asal dia bisa buat kamu bahagia ... mami setuju, Nak,” jawab Anna yang masih tampak tersenyum dan terlihat senang.
“Walau dia seorang janda?” sambar Bayu membuat senyum Anna perlahan pudar.
“Astagfirullah ... Janda? Apa gak ada seorang gadis yang membuat kamu jatuh cinta, Za? Kamu suka sama janda, Za?” tanya Anna menatap pada Reza.
“I—iya, Mi. Reza udah menunggu dia sejak dia masih gadis, tapi ... Reza masih ragu dan baru menyadari perasaan ini saat dia menikah. Hmm ... di—dia ... dia adalah Naima, Mi,” jawab Reza.
“Ya Allah, Sayang ... Alhamdulillah. Mami sangat setuju kalau Naima wanita itu, Nak,” balas Anna yang kembali tersenyum.
“Alhamdulillah ... terima kasih ya, Mi,” ucap Reza yang segera berhambur memeluk maminya.
__ADS_1
“Za, kamu udah siapkan cincin untuk besok malam, Nak?” tanya Bayu setelahnya.