Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 115 - Menikahi Susterku


__ADS_3

“Lex, bukan Reigha yang meninggalkan Binar, tapi Binar lah yang meninggalkan Reigha,” sambar Bayu.


“Omong kosong, lo gak usah ikut campur. Urusan gue hanya sama Reigha!” seru Alex.


“Lo itu harus dengerin dari dua belah pihak, jangan cuma mentang-mentang dia adik lo, dan lo harus membelanya. Biarpun adik lo salah, ya tetap salah,” kata Bayu kembali.


“Udah gue bilang, jangan ikut campur. Dengar gak lo!” ketus Alex tak terima ada yang membela Reigha.


“Bay, Bay, udah lo masuk aja, jagain keluarga kita. Biar Alex urusan gue,” bisik Reigha.


Setelah itu, Bayu segera masuk ke mobil. Di mobil, papa dan mama minta penjelasan ke Bayu. Sedangkan Anna berhambur memeluk Bayu.


“Bay, emang itu siapa?” tanya papa Harun.


“Ada urusan apa Reigha dengan laki-laki itu?” imbuh mama Dhiya.


“Dia itu kakaknya Binar, Pa, Ma ... kalau masalah urusan, nanti kita dengar dari Reigha aja,” jawab Bayu sambil menarik Anna lebih dalam memeluknya.


Di luar, Reigha dan Alex sedang bernegosiasi tentang Binar, “Jadi, lo mau Binar gue bebaskan?” tanya Reigha.


“Iya, gue hanya mau adek gue bebas,” jawab Alex.


“Oke, kalau itu mau lo. Tapi, setelah Binar bebas, lo itu harus janji bawa Binar sejauh mungkin dan jangan ganggu keluarga gue lagi,” kata Reigha.


“Ya, deal. Gue sendiri yang akan mengawasi Binar agar dia gak mendekati keluarga lo,” balas Alex dengan penuh keyakinan.


“Baiklah, besok jam sembilan pagi, kita ketemu di kantor kepolisian. Bawa pengacara juga besok!” seru Reigha, dan mereka pun berjabat tangan.


Setelah selesai bernegosiasi mereka pun segera masuk ke mobil masing-masing dan berlalu pergi.


Reigha masuk ke mobil dan mereka pun kembali pulang menuju rumah papa Harun.


“Gimana, Gha, apa yang dibicarakan tadi sama Alex?” tanya Bayu penasaran.


“Dia minta, Binar dibebaskan,” jawab Reigha membuat semua netra tertuju padanya.


“Dan, lo setuju?” tanya Bayu kembali.


Reigha pun mengangguk tanda dia menyetujuinya.


“Gha, Binar itu terlalu berbahaya dan pernah nyulik Shafa bahkan mau misahin lo sama Shafa. Sekarang, dengan mudahnya lo bebasin?” balas Bayu.


“Bay, gue itu mau bebasin dia dengan syarat dia gak akan mendekati keluarga kita, dan Alex menerimanya,” ucap Reigha.


“Ya, Alex menerima, tapi emang lo yakin kalau Binar menyetujuinya?” tanya Bayu.

__ADS_1


“Kita lihat aja besok, Bay, besok kan lo ikut gue ke kantor kepolisian,” jawab Reigha membuat Bayu manggut-manggut.


“Apapun keputusan mu, hati-hati dan jangan gehabah ya!” titah papa Harun.


“InsyaaAllah, Pa, doain semoga kedepannya gak ada masalah lagi,” balas Reigha dan diaamiinkan serempak oleh mereka.


Mobil pun melaju menuju ke rumah papa Harun, hingga sesampainya di rumah, mereka pun segera di sambut oleh si kembar dan juga Reza dari dalam yang berlarian dan berebut hendak memeluk opa dan omanya.


Saat sudah dekat, Reigha segera menahan langkah anak-anak mereka.


“Stop! Diam dulu ya, Anak-anak,” ucap Reigha.


“Ada apa, Pa? Kami ‘kan ingin memeluk opa dan oma,” kata Reza.


“Nak, kami kan dari luar dan belum bersih-bersih, jadi belum boleh memeluk kalian, oke?” titah Bayu.


“Oke, Papi!” seru si kembar dan Reza serempak.


Dan mereka pun semua masuk ke rumah papa Harun, sedangkan Bayu pulang ke rumahnya lewat pintu penghubung dari rumah papa Harun.


Mereka pun masuk ke kamarnya masing-masing.


Di kamar Reigha, setelah Reigha mandi si kembar langsung bercerita tentang hari-harinya di sekolah.


Sedangkan di rumah Bayu, Reza berhambur memeluk maminya sangat erat, Reza sangat merindukan maminya. Saat memeluk Anna, Reza pun tertidur dan Bayu segera memindahkan Reza ke kamarnya.


Setelah Anna menyetujuinya, Bayu segera keluar lewat pintu penghubung dan masuk ke rumah papa Harun lalu menuju ke kamar Reigha.


Tok...Tok...Tok...


“Gha, udah tidur lo?” tanya Bayu.


Reigha pun segera keluar, “Ada apa, Bay?”


“Ayo ke ruang kerja, kita bahas masalah lo tadi,” ajak Bayu.


“Lo apa gak capek, Bay, udahlah lo istirahat aja,” ucap Reigha.


“Gak bisa, gue gak akan tenang sebelum masalah ini selesai, gue harus pastikan lo dan keluarga kita aman,” balas Bayu.


“Lo kenapa sampai sebegitunya, Bay, lo adalah adik gue, jadi jangan sampai ada istilah balas budi, gue gak mau!” seru Reigha.


Mereka pun saling berpelukan, Reigha dan Bayu memang sahabat, persahabatan merekalah yang membuat Papa membawa Bayu ke rumahnya agar Reigha gak merasa kesepian.


Bayu yang merasa kehilangan kalau gak ada Reigha begitu pun sebaliknya. Jadi kalau pun satu dapat masalah maka yang satunya ikut merasakan juga masalah tersebut.

__ADS_1


“Sekarang lo istirahat, kasian Anna, dia membutuhkan lo saat ini. Sana pulang!” usir Reigha.


“Gue harus pastikan dulu gimana rencana lo, Gha,” balas Bayu.


Reigha pun segera membawa Bayu ke pintu penghubung dan menyuruh masuk.


“Masuk dan kembali temani Anna, besok pagi baru kita bahas, kita punya istri yang juga harus kita perhatikan, Bay,” titah Reigha.


Dan Bayu pun gak menolak dia segera masuk ke rumah dan menuju kamar menemui Anna. Sementara Reigha kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya, seperti biasa Shafa mengantar si kembar dan Reza sekolah. Pagi ini mereka ditemani juga sama Anna yang ingin ikut mengantar sekolah.


Bayu udah waspada dan segera memberitahukan ke anak buahnya untuk selalu berjaga-jaga dan mengawasi keluarganya ketika bepergian.


Shafa, Anna dan sikembar juga reza segera pamit ke opa dan omanya. Lalu mereka pun berangkat diantar oleh Vano.


Setelah mereka pergi, Reigha dan Bayu pun juga pamit karena hari ini dia akan ke kantor kepolisian. Dan tak lupa juga Reigha udah memberi kabar ke pengacaranya untuk ikut ke kantor kepolisian.


Tak lama, setelah berpamitan mereka pun segera pergi dari rumah papa Harun.


“Ma, mama gak pengen kita jalan-jalan ke luar negeri, Ma?” tanya papa Harun.


“Ya ... pengenlah, Pa, tapi mama ini udah gak bisa jauh dari cucu-cucu Mama, Pa,” jawab mama Dhiya.


“Gimana kalau kita ajak aja? Kan cuma satu minggu,” balas papa Harun.


“Iya ya, Pa, agar Reigha dan Bayu bisa fokus juga nyelesaikan masalahnya sama kakaknya Binar itu,” kata mama Dhiya.


“Nanti coba papa akan bicarakan sama Reigha, ya,” ucap papa Harun dan diangguki oleh mama Dhiya.


Sementara di perjalanan mengantar anak-anak sekolah, Shafa curiga kalau ada yang membuntutinta. Perasaan Shafa jadi gak enak.


“Vano, kamu merasa gak kalau kita dari tadi ada yang mengikuti?” tanya Shafa.


“Iya, Bu, saya udah tau dari tadi, makanya tiap kita lewati tempat sepi saya agak mempercepat jalan mobilnya,” balas Vano.


Shafa pun segera menghubungi Reigha, “Assalamu’alaikum, Mas, Mas kamu sdh berangkat?”


“Wa’alaikumussalam, Sayang. Iya ini, Mas udah di jalan menuju ke kantor kepolisian, ada apa, hm?” jawab Reigha dari sebrang telpon.


“Mas, gimana dong ini, sepertinya ada yang mengikuti kita nih, Mas, gimana ini?” ucap Shafa panik.


“Sayang, kamu tenang aja ya, suruh Vano hati-hati dan kunci mobilnya, shareloc ya, Sayang, kami akan menyusul kalian segera,” balas Reigha.


“Emm ... baiklah, Mas.”

__ADS_1


Shafa menutup telponnya dan segera meminta Vano mengunci pintu mobil.


__ADS_2