Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 132 - Menikahi Susterku


__ADS_3

Seminggu kemudian, setelah kelahiran Almeera, mereka semua disibukkan acara aqiqah baby Almeera.


Tepat sehari setelah Almeera lahir, Anna udah diperbolehkan pulang. Dan tepat hari ini mereka akan mengadakan acara aqiqah untuk Almeera yang diadakan di rumah Bayu.


“Nak, kalian udah siap belum?” tanya Shafa saat berada di kamar si kembar.


“Udah, Ma, ini Andra dan Reza udah siap. Tapi, Nai tuh lama, Ma,” jawab Daviandra.


Reza sejak kemarin menginap di rumah Reigha karena mau tidur bersama dengan Daviandra.


“Nai, ayo, Sayang ... ditunggu papa tuh di bawah,” ucap Shafa.


“Iya, Mama. Ini tolong pasangin jilbab dong, Ma,” pinta Daviana.


“Iya, Sayang. Andra dan Reza duluan aja ke bawah, Nak. Papa udah di ruang tengah kok,” kata Shafa yang kemudian mendekat pada Daviana memasangkan jilbab putrinya.


Daviandra dan Reza segera berlarian menuruni anak tangga hingga sampai di ruang tengah bertemu dengan papanya.


“Ke mana Daviana?” tanya Reigha.


“Masih pasang jilbab sama mama, Pa,” jawab Reza.


“Papa, nanti acaranya lama gak?” tanya Daviandra.


“Palingan sampai siang. Kenapa?” balas Reigha.


“Nanya aja kok, Pa. Soalnya kan nanti ramai, Andra gak mau nanti dicubit-cubit pipinya sama temen-temen papa itu,” ucap Daviandra membuat Reigha tertawa.


“Anak kamu itu, Mas. Gitu tuh keturunannya kulkas tujuh pintu,” celetuk Shafa sembari menuruni anak tangga dengan menggandeng tangan Daviana.


“Udah-udah, jangan dengerin mama. Ayo mama dan Daviana udah siap tuh. Yuk berangkat,” elak Reigha agar anak-anak tak bertanya lebih banyak lagi.


“Papa, Nai mau digendong papa,” pinta Daviana.


Daviana digendong oleh Reigha, kemudian tangan kanan Reigha menggandeng Reza. Sementara Daviandra digandeng oleh Shafa.


“Ayo, Nak,” ajak Shafa menggandeng Daviandra.


“Ma, Andra gak mau kalau nanti dicubit-cubit pipi Andra, Ma,” rengek Daviandra.


“Nanti kamu sama mama aja ya. Biar temen papa gak cubit pipi kamu,” titah Shafa segera diangguki dengan semangat oleh Daviandra.


Mereka berjalan melewati pintu samping dan telah sampai di rumah Bayu yang tampak begitu ramai tamu-tamu.


“Anak-anak langsung ke belakang, ya,” titah Bayu.


“Iya, Papi,” jawab mereka bertiga serempak.


Shafa mengajak anak-anak lewat pintu samping, sementara Reigha membantu Bayu menyambut para tamu yang hadir. Ternyata di belakang, udah ada Anggi juga Zhafira dengan anaknya.


“Santi mana, Na? Belum datang?” tanya Shafa.


“Kata Dani, hari ini Santi lahiran,” jawab Anna.


“Wah ... semoga diberi kelancaran,” ucap Shafa diaamiinkan oleh Anna, Daviandra juga Anggi.


“Kak, maaf ayah dan ibu gak bisa datang. Kemarin ayah sakit, dan udah membaik, tapi belum bisa ke mana-mana dulu. Ibu nemenin ayah,” kata Anggi.


“Iya, gapapa kok, Gi,” balas Anna.


“Kemarin pas kamu pergi, kakak udah ke rumah buat lihat kondisi ayah,” kata Shafa membuat Anggi manggut-manggut.


Tak lama, acara pun dimulai. Banyak rekan bisnis juga tetangga yang menghadiri acara aqiqah baby Almeera.


Daviandra asik bersembunyi di samping tubuh Shafa karena malas bertemu dengan orang-orang yang selalu mencubit-cubit dirinya karena gemas. Berbeda dengan Daviana yang suka bertemu dengan orang banyak.


Pada siang harinya, acara udah selesai. Semua tampak berkumpul di ruang tengah di rumah Bayu.

__ADS_1


“Alhamdulillah ... makasih ya semuanya. Udah ikut serta membantu dalam acara aqiqah Almeera,” ucap Bayu.


Mereka semua tersenyum.


“Gha, gak nambah lagi?” tanya Afkar menoleh pada Reigha.


“Belum waktunya. InsyaaAllah secepatnya,” jawab Reigha membuat Shafa menunduk malu.


“Kelamaan lo, Gha, gue malah mau nambah lagi nih,” celetuk Bayu membuat Anna menoleh sempurna.


“Bang, Almeera baru keluar seminggu,” ucap Anna membuat mereka semua tertawa.


Mereka berbincang hingga sore hari. Kemudian Reigha dan Shafa menitipkan anak-anak karena mereka mau menjenguk Santi yang baru aja lahiran.


Sesampainya Reigha dan Shafa di rumah sakit, mereka langsung menuju ke ruang rawat Santi karena Dani udah memberitahu sebelumnya.


“Assalamu’alaikum,” salam Reigha dan Shafa serempak.


“Wa’alaikumussalam, Pak, Bu,” ucap Dani membukakan pintu.


“Silakan masuk, Pak, Bu,” lanjut Dani.


Reigha dan Shafa bersamaan masuk dan terlihat Santi tengah tertidur.


“Lagi tidur ya Santi?” tanya Shafa.


“Iya, Bu. Soalnya tadi kecapean,” jawab Dani.


“Gimana? Lancar ‘kan?” tanya Reigha.


“Alhamdulillah lancar, Pak. Anak kami perempuan, namanya Zahwa, Pak,” balas Dani.


“Alhamdulillah ... maaf ya, Bayu dan Anna gak bisa hadir karena tadi kan ada acara baby Almeera, jadi mereka masih ada tamu juga,” kata Reigha.


“Iya, gapapa, Pak.”


Sesampainya di rumah, ternyata Bayu dan Anna juga anak-anak berada di rumah Reigha tengah bermain di ruang tengah.


Anna memangku Almeera, sementara Bayu menemani Daviandra, Daviana, juga Reza yang tengah bermain.


“Assalamu’alaikum,” salam Reigha dan Shafa bersamaan masuk ke dalam rumah.


“Wa’alaikumussalam. Papa, Mama!” seru anak-anak berlarian menghampiri Reigha dan Shafa.


“Tuh, ayo cepet besar, Nak. Biar bisa ikutan lari-lari bareng tuh,” celetuk Bayu pada Almeera.


“Bang, jangan mulai deh,” kata Anna.


Reigha dan Shafa membawa anak-anak ke ruang tengah dan duduk bersama Bayu juga Anna.


“Kalian mau langsung istirahat? Nginep aja dulu di sini, capek ntar jalan lagi ke rumah kan?” tanya Reigha.


“Kami mau di sini dulu ngobrol-ngobrol lah,” jawab Bayu.


“Dilarang berdebat ya. Awas aja kalau berdebat lagi para bapak-bapak ini,” ucap Shafa memperingati.


“Siap, Komandan!” seru Reigha.


Anak-anak bermain bersama. Almeera udah tertidur di pangkuan Anna. Sementara para orang tua tengah mengobrol.


“Gimana Santi tadi?” tanya Anna.


“Alhamdulillah lancar, Na. Anaknya perempuan lagi,” jawab Shafa.


“Alhamdulillah ... ada temen main Almeera nantinya, udah tau belum namanya tadi?” tanya Anna kembali.


“Namanya ... siapa ya ya tadi, Sayang?” lirik Reigha.

__ADS_1


“Kamu itu, Mas. Belum sehari udah lupa,” celetuk Shafa.


“Namanya Zahwa, Na,” jawab Shafa.


“Nah itu. Tadi gue udah mau nyebut Zahwa, cuma takut salah aja,” elak Reigha hingga membuat semuanya tertawa.


Tak lama dari itu, Reigha tampak murung, Bayu yang melihatnya pun bertanya, “Kenapa lo, Gha?”


“Biasanya, kalau lagi kumpul gini. Ada papa dan mama. Kita bercanda bareng, ngobrolin banyak hal bareng-bareng,” jawab Reigha.


“Mas, papa dan mama udah tenang di sana. Papa dan Mama pasti ikut bahagia melihat anak dan cucunya bahagia dan kumpul bersama kayak gini,” balas Shafa mengelus pundak Reigha.


“Iya, Sayang. Cuma teringat aja,” lirih Reigha yang kemudian melemparkan senyuman pada Shafa.


“Hmm ... Alhamdulillah ya, kita udah berada di titik sejauh ini. Dulu, Mas belum ketemu kamu, mas gila kerja gak memikirkan masalah rumah tangga ataupun keluarga. Mas beruntung bisa ketemu kamu walaupun harus merasakan kecelakaan dahsyat itu,” ucap Reigha menatap pada Shafa.


“Sayang, terima kasih udah mau menikah denganku saat aku sakit waktu itu. Mungkin, jika kamu gak mau nikah denganku saat itu, aku belum merasakan kebahagiaan ini. Aku belum mempunyai anak-anak yang lucu-lucu itu. Semoga kita selalu bersama sampai maut yang memisahkan,” lanjut ucapan Reigha memeluk erat Shafa.


Bayu dan Anna, mereka berdua adalah saksi pernikahan serta cinta Reigha dan Shafa. Banyaknya cobaan yang mereka rasakan dari awal pernikahan hingga sampai saat ini.


Bayu dan Anna tampak terharu kisah Reigha dan Shafa yang dulunya hanya sebatas suster dan pasien, kini mereka mempunyai anak kembar yang selalu menghiasi hari-harinya.


“Mbok ... Mbok Nah!” panggil Anna.


“Iya, Mbak. Ada apa?” tanya mbok Nah.


“Tolong fotoin kami dong, Mbok,” pinta Anna memberikan ponselnya.


“Bang, Fa, udah dong nangisnya. Ayo kita foto bareng-bareng dulu,” ajak Anna.


Reigha pun mengelap air mata istrinya, kemudian duduk tegap di sisi Shafa.


“Anak-anak, ayo sini!” seru Shafa.


Mereka bertiga menghampiri mamanya dan duduk diantara mama Shafa juga mami Anna.


Cekrekkk


Cekrekkk


Cekrekkk


“Terima kasih ya, Mbok,” ucap Anna tersenyum.


“Sama-sama, Mbak,” balas mbok Nah berlalu pergi kembali ke dapur.


“Besok abang cetak, trus kita pajang satu di sini, satu di rumah kita, ya,” ucap Bayu diangguki oleh Anna.


“Makasih ya, Bay, Na, kalian udah selalu menemani kami dari awal pernikahan, bahkan sebelum pernikahan juga,” ucap Reigha.


“Gue yang makasih, Gha. Tanpa ketemu Shafa, gak mungkin bisa ketemu istri gue ini,” balas Bayu.


“Mas, makasih udah menjadi suami yang sangat baik dan pengertian. Mas, Shafa beruntung bisa menjadi istri kamu, pendamping hidup kamu, Mas,” lirih Shafa memeluk Reigha.


“Mama, mau peluk juga, Ma,” ucap Daviana.


“Andra juga, Ma!” seru Daviandra.


Sementara Reza segera digendong oleh Bayu agar tak mengganggu momen romantis keluarga kecil itu.


Si kembar pun masuk ke dalam pelukan Reigha dan Shafa.


...•• TAMAT ••...


Kisah Reigha dan Shafa, berakhir di sini. Akankah si kembar akan punya adik? Akankah kita membahas kehidupan si kembar saat besar nantinya?


Next Season 2 apa enggak ya?

__ADS_1


Yuk Readers komen♡♡


__ADS_2