Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 45 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

“Coba Reza aja yang buka pintunya, Ma,” ucap Reza dan diangguki oleh Shafa.


Reza pun segera bergegas ke depan untuk membukakan pintu.


“Assalamu’alaikum … kaget ya?” ucap Daviandra tertawa sembari tertawa.


“Ngapain lo ke sini gak kasih kabar? Sama siapa lo?” tanya Reza.


“Itu ada papa juga lagi ambil barang-barang di mobil,” jawab Daviandra.


“Dasar anak durhaka, orang tua disuruh ambil barang lo malah melenggang langsung masuk gitu aja,” balas Reza.


“Bukan keinginan gue ya, Za, papa yang mau kok,” ucap Daviandra segera masuk sedangkan Reza membantu Reigha membawakan barangnya.


Daviandra langsung masuk dan menuju ke ruang makan, saat udah dekat Daviandra mendengar ada suara orang tertawa.


“Loh … Daviana sama siapa itu? Sepertinya bukan suara mama,” kata Daviandra dalam hati sambil tetap berjalan masuk.


Daviandra langsung memanggil Daviana.


“Assalamu’alaikum, Nai,” kata Daviandra hingga membuat Daviana menoleh.


“Loh … Mas, kok ke sini gak bilang-bilang sih?” tanya Daviana berlari memeluk saudaranya.


“Iya, diajak papa, katanya papa kangen sama mama,” jawab Daviandra.


“Jangan mengada-ngada ya, Ndra, yang pengen ke sini siapa? Papa cuma ngantar kamu kok,” sambar Reigha menyusul masuk ke dalam rumah.


“Loh, Papa, kok gak ngabari dulu?” tanya Shafa yang segera mendekat dan menyalami Reigha.


“Anak kamu itu, Ma … dia yang tiba-tiba ngasih tiket dan mengajak ke sini,” jawab Reigha.


“Eh … ada Chayra, apa kabar, Nak?” tanya Reigha.


“Alhamdulillah baikmkok, Om … om gimana kabarnya?” tanya Chayra.


“Alhamdulillah sangat baik … kapan pulang ke Indonesia? Sendirian aja tadi ke sini? Cowoknya mana?” balas Reigha memberi pertanyaan bertubi-tubi pada Chayra.


“InsyaaAllah satu tahun lagi om kalau gak ada halangan. Iya tadi sendirian, Om. Karena tadi cuma ada mata kuliah jam pagi aja,” jawab Chayra.


“Trus itu pertanyaan satunya belum dijawab loh, Chay,” sambar Reza.


“Eh ... i-itu … Chayra belum punya cowok, Om,” balas Chayra malu-malu.


Daviandra pun senyum-senyum mendengar jawaban Chayra tanpa semua tau, kecuali Reigha dan Reza.


“Ayo-ayo kita makan siang dulu setelah itu lanjut ngobrolnya,” ajak Shafa.

__ADS_1


Dan mereka pun segera makan siang bersama.


Setelah makan siang, Shafa menemani Reigha di kamar sedangkan Daviandra, Reza , Daviana dan Chayra mengobrol sambil bergurau. Setelah menjelang sore, Chayra pun pamit pulang.


“Kak Nai, Chay pamit pulang ya … udah sore nih,” kata Chayra.


“Loh … Kamu gapapa pulang sendiri aja, Chay? Dah, biar diantar aja ya,” balas Daviana.


“Gak usah lah, Kak, bisa kok pulang sendiri,” ucap Chayra.


“Ndra, tolong antar tu Chayra, kasian kan kalau pulang sendiri,” kata Reza.


“Lah … kok gue? Eh … yaudah ayo, Chay, aku antar kamu,” balas Daviandra.


“Emangnya … gak ngrepotin, Mas?” tanya Chayra.


“Enggak kok, santai aja,” jawab Daviandra.


“Semua … Chay pulang dulu ya … Assalamu’alaikum,” ucap Chayra.


“Iya … hati-hati ya,” balas Daviana sembari tersenyum dan melambaikan tangan.


“Hati-hati ya, Chay, yang ngantar kamu masih belum ada pawangnya, takutnya ngamuk hahahaha!” seru Reza sambal tertawa.


“Woi … awas lo ya,” kata Daviandra sambil keluar dari rumah dan disusul Chayra.


Sampai tak terasa, tempat yang dituju pun udah dekat. Daviandra segera menghentikan mobilnya dan Chayra pun langsung bersiap untuk turun.


“Mas, makasih ya udah mau antar, mau mampir dulu?” tanya Chayra.


“Sama-sama ya, Chay … aku langsung pulang aja ya,” balas Daviandra.


“Owh … baiklah terima kasih sekali lagi. Assalamu’alaikum,” kata Chayra.


“Wa'alaikumussalam,” ucap Daviandra sambil memundurkan mobilnya dan segera kembali pulang ke rumah.


Chayra segera masuk dan menuju ke kamarnya. Chayra terbayang pada Daviandra dan berkata, “Ternyata mas Andra masih tetap seperti dulu, gak berubah, tapi sekarang pacarnya siapa ya? Ahh udahlah … bukan urusanku.”


Di mobil, Daviandra pun sambil mendengarkan lagu sambil memikirkan Chayra.


“Chay, kamu semakin cantik dan dewasa … aku gak sabar untuk memilikimu,” kata Daviandra sembari tersenyum. Tak lama kemudian, Daviandra pun sampai di rumah. Daviandra pun segera masuk dan melihat Reza dan Daviana yang masih mengobrol.


“Mas, udah antar Chayra-nya? Kok sebentar?” tanya Daviana.


“Trus? Mau nginap gitu? ‘Kan yang penting udah diantar,” balas Daviandra.


“Sayang sekali ya … udah gak pernah ketemu, sekalinya ketemu cuma sebentar,” ucap Reza.

__ADS_1


“Mau gue lempar sandal lo, Za?” tanya Daviandra.


“Hahaha … coba aja kalau berani,” jawab Reza.


“Ini ada apa sih sebenarnya?” tanya Daviana.


“Emang kamu gak tau ya, Nai, kalau saudara kamu itu …” ucapan Reza yang langsung diputus sama Daviandra.


“Lo bongkar rahasia gue, gue juga bongkar rahasia lo,” kata Daviandra.


“Ups ... oke oke, gue akan diam,” balas Reza.


“Apa sih kalian … gak asik tau,” gerutu Daviana langsung menuju ke kamarnya.


“Nai, kamu mau ke mana?” tanya Reza.


“Mau tidur, males sama kalian yang main rahasia-rahasiaan,” kata Daviana sambil menuju kamarnya dan kemudian menutupnya.


“Za, alhamdulillah ya, gue kira nai akan lama dengan traumanya, ternyata bisa secepat ini tersenyum lagi dan hilang traumanya,” ucap Daviandra.


“Belum 100%, Ndra … Nai itu masih takut kalau kita sengaja menyentuhnya,” balas Reza.


“Ya … semoga lama-lama hilang ya, Za, lo gak pingin melamar adik gue? Nanti keduluan orang lagi ... atau lo gak mau karena adik gue udah janda?” tanya Daviandra setelahnya.


“Ngomong apa sih lo, gue gak sebegitunya ya, Ndra, gue cinta sama Nai baik itu dulu ataupun sekarang. Cuma gak bisa secepat itu juga, Ndra … Nai kan masih dalam masa iddah,” jawab Reza.


“Iya sih … baru juga sebulan dia cerai,” ucap Daviandra.


“Nah itu tau, nanti kalau waktunya udah pas, baru deh gue lamar Naima dan gue akan beri dia hanya kebahagiaan,” kata Reza.


“Janji ya, Za, jangan sakiti saudara gue … gue gak tau gimana kalau dia akan disakiti lagi,” balas Daviandra.


“Iya, insyaaAllah gue gak akan sakiti dia, yaudah yuk ke kamar gue akan selesaikan kerjaan gue sebentar,” kata Reza.


Dan mereka pun menuju ke kamarnya Reza karena Daviandra akan tidur bersama Reza.


Pada malam harinya setelah makan malam, Reigha pun menyampaikan ke semua yang ada di rumah itu kalau mereka semua akan segera kembali ke Indonesia. Daviana pun terlihat sangat senang karena akan kembali beraktifitas seperti biasanya.


“Kapan rencananya, Pa?” tanya Reza.


“Mungkin 2 atau 3 hari lagi, kamu gimana, Za? Mau tetap di sini atau mau ikut pulang?” balas Reigha yang Kembali bertanya.


“Reza selesaikan semua di sini dul, Pa, mungkin enam bulan lagi baru kembali ke Indonesia,” jawab Reza.


“Baiklah, apa pun keputusan kamu papa setuju,” kata Reigha.


“Kenapa gak balik bareng aja sih, Za, nanti sepi loh kalo kamu di sini sendirian,” ucap Daviana.

__ADS_1


“Kan udah biasa, Nai … dari sebelum kamu ke sini aku kan udah sendiri, atau kamu mau temani aku?” tanya Reza menaik turunkan alisnya.


__ADS_2