Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 4 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

Saat bu Maya berbalik, bu Maya melihat Dani sedang memperhatikannya.


“Oh, jadi seperti ini cara kamu mengajari anak baru?” tanya Dani.


“Maafkan saya, Pak,” lirih bu Maya menunduk.


“Bu maya dan kalian berdua silakan menemui pak Reigha sekarang juga!” seru Dani memerintah.


“Kenapa saya harus ke ruangan pak Reigha, Pak?” tanya bu Maya yang terkesan protes.


“Nanti anda juga tau, atau anda pasti udah menerka-nerka kenapa sampai harus ke ruangan pak Reigha,” jawab Dani.


“Cepat ke ruangan pak Reigha, nanti saya menyusul. Saya akan memanggil pak Samsul terlebih dulu,” lanjut Dani.


Saat Daviandra, Reza dan bu Maya udah berjalan menuju ke ruangan Reigha. Dani pun menuju ke ruang HRD untuk menemui pak Samsul.


“Untung tadi pak Reigha nyuruh ngawasin mas Andra dan mas Reza. Kalau aja terlambat dikit, kasian mereka,” ucap Dani lirih.


Flashback On


Di ruangan Reigha, Dani yang tengah bekerja, tiba-tiba dipanggil oleh Reigha.


Dani pun segera masuk ke ruangan, “Selamat pagi, Pak. Bapak memanggil saya?”


“Iya, Dan. Hmm ... ini Andra dan Reza tuh mulai kerja di sini. Dan mereka ingin kerjanya dari bawah dulu, jadi dia hari ini menjadi OB, saya minta tolong ke kamu, awasi mereka. Jangan sampai mereka diperbudak oleh seniornya, ya. Saya gak mau kedua anak saya kesulitan di kantor papanya sendiri, mengerti kamu, Dan?” ucap Reigha.


“Saya mengerti, Pak, lalu mereka memakai nama samaran atau tetap nama aslinya ya, Pak?” tanya Dani.


“Mereka memakai nama samaran. Kalau gak salah, tadi namanya Satrio dan Handoko,” jawab Reigha.


“Baik, Pak, saya akan tunggu mereka di bawah. Saya permisi,” balas Dani.


Dani pun segera keluar menuju ke ruang HRD. Dani langsung masuk dan bertanya ke pak Samsul.


“Pak Samsul, kedua anak bos kita apa udah sampai?” tanya Dani.


“Oh ... udah, Pak. Saya juga udah antar ke Bu Maya,” jawab pak Samsul.


“Maya gak tau kan kalau mereka anak pak Reigha dan pak Reza?” tanya Dani kembali untuk memastikan.


“Enggak, Pak. Saya bilang, mereka yang merekomendasikan pak Reigha, dan mereka anak pekerja rumah di pak Reigha,” jawab pak Samsul.


“Baiklah, terima kasih,” kata Dani. Kemudian, Dani pun segera mencari di ruang OB dan ternyata kata OB yang lain bu Maya membawa mereka ke kamar mandi karyawan.


Akhirnya Dani mengetahui apa yang dilakukan oleh bu Maya ke Daviandra dan juga Reza.

__ADS_1


Flashback Off


Keluar dari lift, Bu Maya yang sedang ketakutan pun segera menghampiri Puspa.


“Mbak Puspa, saya mau bertemu pak Reigha. Beliau ada tamu atau enggak?” tanya bu Maya.


“Sebentar ya, kata pak Dani ... bu Maya dan OB barunya disuruh nunggu di sini dulu,” jawab Puspa.


Tak lama kemudian, Dani dan pak Samsul datang dan mereka pun masuk bersamaan.


Tok...Tok...Tok...


“Masuk!” sahut Reigha dari dalam ruangan.


Mereka semua pun segera masuk membuat Reigha heran karena dua anaknya pun ikut serta.


“Loh, ada apa ini, Dani?” tanya Reigha.


“Ini, Pak, mau melaporkan kalau bu Maya ini bertindak semena-mena kepada karyawan baru,” jawab Dani.


“Apa benar begitu, Maya?” Netra Reigha menatap tajam Maya.


“Bukan seperti itu, Pak, saya hanya menunjukan ke OB baru ini di mana kerjaan dia. Dan untuk kerja pertamanya saya menyuruh membersihkan kamar mandi karyawan,” balas bu Maya.


“Kamar mandi segitu luasnya, bu Maya menyuruh mereka berdua yang melakukan dan sebelum selesai mereka gak boleh istirahat, apa itu namanya kalau gak semena-mena,” kata Dani.


“Maaf pak Reigha, dari awal saya udah memberitahukan ke bu Maya kalau mereka ini, anda lah yang merekomendasikan dan perlakukan dengan baik itu. Itu yang saya sampaikan,” jawab pak Samsul.


“Benar begitu, Maya?” tanya Reigha kembali.


“Iya, Pak, saya minta maaf atas kesalahan ini. Saya hanya mengetes kemampuan mereka bersih-bersih kok, Pak,” balas bu Maya.


“Apapun itu alasannya, anda gak boleh semena-mena sama Junior, sebagai sanksinya ... Dani, apa udah kamu siapkan?” ucap Reigha menoleh pada Dani.


“Udah, Pak. Pak Samsul udah membuatkannya. Pak Samsul, tolong segera berikan ke bu Maya,” balas Dani pada Reigha kemudian beralih pada pak Samsul.


“Ini, Bu. Silakan dibaca,” ucap pak Samsul memgulurkan tangannya.


Bu Maya pun segera membaca kertas yang diberikan pak Samsul untuknya.


“SP 1, Pak? Loh loh, ini apa gak berlebihan? Anda terlalu mengistimewakan kedua anak muda ini,” protes bu Maya.


“Gak ada yang berlebihan, dan itu keputusanku. Kalau anda gak setuju, silakan buat surat pengunduran diri anda!” seru Reigha.


“Baik, Pak, kalau gitu saya permisi,” balas bu Maya.

__ADS_1


Setelah bu Maya keluar ruangan, Reigha segera mengunci pintu ruangannya.


“Pa, papa jangan seperti itu lah, Pa. Kalau seperti itu, apa gunanya kami jadi OB?” protes Daviandra.


“Ya, kamu boleh jadi OB, Nak, tapi ngerjain yang ringan-ringan aja. Nanti kalau kamu kecapean, bisa-bisa papa yang dimarahin mama kamu,” balas Reigha.


“Pa, kalau seperti ini, kami gak mau lagi kerja di sini, kami keluar aja,” ucap Daviandra.


“Iya, Pa, kalau kami menyadari tapi ngerjainnya yang gampang-gampang nanti yang lain curiga dong, Pa,” imbuh Reza.


“Baiklab, papa gak akan mencampuri kerjaan kalian, asal kalian jaga diri ya,” titah Reigha.


“Nah gitu dong, Pa, yaudah kami keluar ya,” balas Reza sembari tersenyum.


“Iya, Nak.”


Setelah membuka kunci pintunya, Andra dan juga Reza pun segera keluar ruangan. Tinggallah Dani dan pak Samsul.


“Saya mau kalian tetap mengawasi kedua putraku, kalau kerjaannya terlalu berat minta bantuan ke temannya. Tapi, jangan terlalu keliatan sama mereka,” perintah Reigha pada Dani dan Samsul.


“Baik, Pak, kami mengerti,” balas Dani. Lalu, mereka pun segera keluar ruangan Reigha.


Pak Samsul segera masuk ke ruangannya dan ternyata di sana udah ada bu Maya yang menunggunya.


“Loh, Bu Maya, ada apa di ruangan saya?” tanya pak Samsul.


“Pak, sebenarnya kedua bocah itu siapa sih? Kok sepertinya mereka spesial banget? Atau jangan-jangan, mereka anak selingkuhannya pak Reigha ya?” balas bu Maya bertanya.


“Bu Maya, jangan membuat fitnah, kalau kedengaran pak Dani atau pak Reigha langsung, ibu akan di pecat!” seru pak Samsul.


“Bukan memfitnah, Pak, saya hanya bertanya ke pak Samsul,” balas bu Maya.


“Udah-udah, Bu, silahkan keluar. Saya gak mau mendengar argumen-argumen ibu yang sangat tidak aman masuk ke dalam telinga saya,” kata pak Samsul.


Lalu bu Maya yang kesal itu pun segera keluar.


‘Aneh-aneh aja pikirannya. Jelas-jelas itu anak kandung pak Reigha dan anak kandung pak Bayu,’ batin pak Samsul.


Sedangkan bu Maya, melihat cara kerja Daviandra dan Reza yang tengah membersihkan kamar mandi.


“Hmmm, bagus juga cara kerja kalian? Heh, sebenarnya kalian ini siapa? Jawab jujur!” tanya bu Maya yang ternyata masih penasaran.


“Kami anak orang yang kerja di rumah pak Reigha, Bu,” jawab Reza.


“Beneran? Bukan anak selingkuhannya pak Reigha?” tanya bu Maya yang tajam menyadari adanya Dani di belakangnya.

__ADS_1


“Bu Maya, lancang sekali mulut anda itu, mau dipecat?” bentak Dani.


“Maafkan saya, Pak,” balas lirih bu Maya sambil menunduk.


__ADS_2