Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 49 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

“Za, kamu udah siapkan cincin untuk besok malam, Nak?” tanya Bayu setelahnya.


“Belum, Pi … belum ada persiapan apapun, soalnya ‘kan mendadak, Pi,” jawab Reza.


“Baiklah, besok pagi kamu dan mami kamu yang siapkan semuanya,” balas Bayu.


“Mi, papi minta, Reigha dan keluarganya jangan sampai tau … ini kejutan. Dan, besok mami pesan catering juga untuk di antar ke rumah Reigha, ya,” kata Bayu setelahnya.


“Oke, Papi … Mami pasti seneng bangat untuk menyiapkan semuanya,” ucap Anna sembari tersenyum pada suaminya.


“Yaudah, Za, kamu istirahat. Papi dan mami juga mau istirahat,” ucap Bayu.


“Baik, Pi. Selamat malam, Papi, Mami,” kata Reza.


“Malam, Nak,” balas Anna dan Bayu serempak.


Sesampainya di kamar, Bayu dan Anna melanjutkan obrolannya.


“Sayang, besok bisa kamu temui Shafa atau Naima untuk minta berkas-berkasnya Nai?” tanya Bayu.


“Untuk apa, Bang?” balas Anna bertanya.


“Besok itu rencananya, mereka akan aku nikahkan aja biar mereka segera Bahagia. Hal baik harus disegerakan ‘kan, Sayang,” jawab Bayu.


“Iya, ide bagus itu, Bang. Besok pagi-pagi sekali aku akan ke rumah Shafa,” kata Anna.


“Makasih, Sayang … sekarang ayo kita tidur, besok pasti akan jadi hari yang melelahkan,” ucap Bayu dan diangguki oleh Anna. Kemudian, mereka pun segera istirahat.


Keesokan paginya … seperti biasa semua sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Daviana pun udah sejak pagi tadi pergi ke rumah sakit untuk bekerja. Reigha dan Daviandra juga udah di kantor.


Tampak Reza keluar dari kamarnya, ia menuruni tangga dan bertemu dengan maminya.


“Pagi, Mi,” sapa Reza.


“Pagi, Nak … kamu jangan bekerja hari ini ya, jangan lupa kamu harus pergi sama mami mempersiapkan semuanya untuk nanti malam,” ucap Anna.


“Iya, Mami … Reza gak lupa kok,” balas Reza.


“Ini mami dari mana mau ke mana?” tanya Reza setelahnya.


“Mami tadi dari depan rumah ngantar adek kamu buat sekolah bareng diantar Andra. Ni mami mau ngecek papi di kamar, trus sekalian siap-siap mau pergi sama kamu,” jawab Anna.


“Ooo gitu … yaudah, Reza ke rumah papa dulu ya,” ucap Reza.

__ADS_1


“Iya, Nak … tapi kalau ditanya siapapun di sana, bilang aja kamu ada urusan mau pergi sama mami ya. Tapi, jangan bilang pergi kemananya,” kata Anna.


“Siap, Mami … Reza bakal ingat kata-kata mami,” balas Reza sambal tersenyum.


Setelah Anna pergi menuju ke kamar, Reza pun segera bergegas ke rumah papa Reigha. Dan ternyata di rumah itu hanya tinggal mama Shafa.


“Assalamu’alaikum, Ma … kok sepi rumahnya?” tanya Reza.


“Wa'alaikumussalam, Nak … iya semua udah pergi, tinggal mama sendirian,” jawab Shafa.


“Ooo … kalau Nai di mana, Ma?” tanya Reza kembali.


“Nai udah berangkat ke rumah sakit sejak pagi tadi, Za,” jawab Shafa.


“Za, udah sarapan, Nak?” tanya Shafa setelahnya.


“Belum, Ma. Tapi … Reza mau pamit ada urusan sebentar, Ma,” balas Reza.


“Masih pagi loh, Nak … emang kamu mau ke mana?” tanya Shafa Kembali pada Reza.


“Ngantar mami, Ma. Gak tau mau ke mana,” jawab Reza. Shafa pun hanya manggut-manggut.


“Yaudah, hati-hati ya, Nak,” ucap Shafa.


“Assalamu’alaikum, Fa … lo di mana?” teriak Anna sembari mencari keberadaan Shafa.


“Gue dari dapur, Na. Ada apa? Katanya lo mau pergi, emang ke mana?” balas Shafa yang berjalan mendekati Anna.


“Gue mau belanja bentar dianterin Reza. Eh iya, Fa … gue minta berkas-berkasnya Naima boleh gak?” tanya Anna.


“Owhhh, tumben … biasanya pergi sama gue. Dan lo nanya berkas Naima untuk apa?” tanya balik Shafa.


“Gue kan lama gak pergi sama Reza, jadi pengen manja sama anak,” kata Anna sambil tersenyum.


“Eh iya, Fa … gue tuh mau minjam sebentar berkas Naima sehari aja, gak sampai 24 jam, nanti malam gue balikin kok,” ucap Anna lagi setelahnya.


“Bentar gue ambilkan. Dan ngebalikinnya gak usah buru-buru lah … gue tau gak akan lo buat macam-macam kok berkas Naima. Iya kan?” ucap Shafa sambil berjalan ke kamar Daviana dan diikuti oleh Anna.


“Iyalah, Fa … gak mungkin gue macem-macemin. Lagian kan Nai udah seperti putriku juga,” balas Anna.


‘Yang malam nanti akan menjadi menantuku. Semoga saja acara malam ini berjalan dengan lancar,’ batin Anna sembari melihat Shafa yang tampak tengah mencari berkas Daviana.


“Nih berkasnya, Na. Dan, lo hati-hati di jalan ya, Na,” kata Shafa.

__ADS_1


“Iya, Fa … Makasih ya, Assalamu’alaikum,” ucap Anna sembari menerima berkas Daviana yang diberikan oleh Shafa.


“Wa'alaikumussalam,” balas Shafa.


Anna pun meninggalkan rumah Reigha menuju ke mobil Reza.


“Za, bentar ya … mami mau ngasih barang papi, kebawa nih di tas mami,” ucap Anna.


“Iya, Mi … Reza tunggu kok,” balas Reza.


Anna pun bergegas menuju ke kamarnya menemui suaminya.


“Bang, ini berkas Naima. Berkas Reza udah aku taruh di ruang kerja abang ya,” kata Anna.


“Oke, Sayang … makasih ya. Kamu hati-hati ya perginya,” ucap Bayu dan diangguki oleh Anna. Anna pun mencium punggung tangan Bayu kemudian pergi menuju ke mobil Reza.


Dan setelah masuk ke mobil, mereka pun segera berangkat untuk mempersiapkan pernikahan Reza dan Daviana. Namun, setau Reza, akan mempersiapkan lamaran saja.


“Mi, ini kita ke mana dulu ya?” tanya Reza sambal menyetir menoleh sekilas pada Anna.


“Karena ini masih pagi, mami mau ke catering dulu ya pesan makanan dulu, nanti baru cari cincinnya,” jawab Anna.


“Iya, Mi … Reza ngikut apa kata mami aja,” balas Reza.


Dan mereka pun menuju ke tempat yang udah ditentukan oleh Anna.


Sementara Bayu yang tadi udah menerima berkas Naima, ia bergegas menuju ke ruang kerjanya. Bayu kini tampak sedang menghubungi KUA untuk memintanya membantu memproses dengan cepat urusan pernikahan Reza dan Daviana , tak lupa Bayu menelpon WO untuk membantu mempersiapkan semuanya tentunya tanpa sepengetahuan Reigha dan Shafa.


Bayu dan Anna saling berkabar lewat chat whatsapp, apa-apa saja yang udah mereka persiapkan dan yang udah mereka urus.


Saat bagian WO udah dating ke rumah Bayu akan mempersiapkan semuanya, Bayu berkata pada mereka, “Kalian memang saya suruh dating ke sini. Tapi, bukan di sini tempatnya. Sebentar sayaurus dulu. Kalian tunggu di sini sampai ada arahan dari saya.”


“Baik, Pak,” balas mereka serempak.


Bayu pun segera datang ke rumah Shafa.


“Assalamu’alaikum, Fa … lagi ngapain?” salam Bayu sembari duduk di sofa tepat di depan Shafa kemudian bertanya.


“Gak ada, Bay, lagi baca buku aja. Ada apa?” jawab Shafa yang setelahnya bertanya sembari menutup bukunya.


“Ini, Fa … tadi Anna telpon gue untuk dijemput lo, bisa? Karena Reza itu tiba-tiba ada acara mendadak,” ucap Bayu.


“Bisa, emang di mana Anna?” tanya Shafa.

__ADS_1


__ADS_2