Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 119 - Menikahi Susterku


__ADS_3

“Hmm ... kalau uang ini untuk kamu gimana?” balas Reigha memberikan segepok uang merah seratus ribuan.


“Baik, baiklah, Pak. Saya akan kasih tau, sebenarnya saya disuruh oleh...”


“Saya disuruh oleh Ibu Ivanka, Pak,” jawab pria itu.


“Astaghfirullah, Ivanka bener-bener deh. Nekat bener wanita itu, Mas,” ucap Shafa menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Dia terlalu obsesi sama Bayu membuatnya nekat,” kata Reigha mengimbuhi ucapan istrinya dan tak habis pikir dengan Ivanka.


“Gini aja, saya perlu bantuan kamu, kalau kamu bersedia saya kasih bonus. Tapi, jangan berani kamu apa-apakan anak saya!” seru Reigha pada pria itu.


“Apa yang bisa saya lakukan, Pak?” tanya pria itu.


“Sebelum rencana ini berjalan, kenalkan dulu nama kamu!” seru Reigha.


“Baiklah, Pak, perkenalkan nama saya Bobby. Kalau bapak?” kata Bobby memperkenalkan diri sembari bertanya pada Reigha.


“Saya Reigha, saya CEO dari perusahaan Trengginas Jaya Abadi,” jawab Reigha.


“Oh ... iya, Pak, saya tau perusahaan itu,” balas Bobby.


“Apa rencana bapak sekarang?” lanjut Bobby.


“Hm, ya. Saya akan menangkap Ivanka, nanti kamu pura-pura berhasil menculik putra saya. Gimana?”


“Baiklah, Pak, saya setuju. Kalau begitu sekarang aja kita kerjakan rencana bapak,” balas Bobby.


“Ya, tapi sebelum itu, beri saya waktu untuk memberi pengertian pada putra saya,” kata Reigha.


“Sayang, kita kesana sebentar yuk, papa mau bicara sama Reza,” titah Reigha.


“Oke, Papa,” balas Reza.


Setelah mereka menepi, Reigha pun mulai membuka percakapannya, “Za, Reza mau bantu papa menangkap tante jahat gak, Nak?”


“Mau, Pa, tapi Eza takut,” ucap Reza dengan lirih.


“Reza gak perlu takut, Sayang, papa bersama kamu nanti. Dan juga ada pak polisi yang ikut bersama kamu. Reza kan laki-laki, jadi harus kuat dan berani, gimana? Mau gak berpetualang baru dengan papa?” tanya Reigha.


“Baiklah, Pa, Eza mau. Ayo, Pa!” seru Reza yang tampak bersemangat.


“Oke, Sayang. Tapi, nanti kamu ikut om itu duduk di depan ya, papa sembunyi di belakang kamu. Oke?” titah Reigha.


“Oke, Papa. Reza siap,” balas Reza.


Setelah selesai bicara sama Reza, mereka pun kembali, “Sayang, kamu pulang dulu ya sama si kembar, aku sama Reza akan menangkap Ivanka. Wanita itu udah terlalu jauh melangkah.”


“Iya, Mas. Kamu hati-hati, ya,” balas Shafa dan segera mencium tangan Reigha.


“Iya, Sayang. Kamu yang hati-hati di jalan, bawa mobilnya pelan aja, Sayang,” titah Reigha diangguki oleh Shafa.

__ADS_1


Si kembar pun juga pamit sama papanya dan reza.


Setelah Shafa mengemudikan mobilnya dan berjalan menjauhi sekolah anak-anak. Reigha, Reza dan Bobby pun memulai aksinya.


Reigha duduk di bagian belakang, sedangkan Reza duduk tepat di samping Bobby.


Reigha menelpon polisi untuk melaporkan Ivanka, dan polisi pun segera bergerak cepat ke tempat di mana tempat ivanka menyekap reza.


Di dalam mobil, Reigha selalu mewanti-wanti Bobby untuk tidak menyakiti Reza, sedang Reza mengawasi dari dalam mobil milik Bobby.


Saat mobil udah sampai di tempat yang dipersiapkan Ivanka, Reigha mengintip dari dalam mobil ternyata polisi udah standbay di lokasi dan sedang menyamar menjadi pemulung.


Tak lama kemudian, terlihat Ivanka udah datang ke tempat di mana ivanka menyuruh menyekap reza. Ivanka langsung masuk tanpa curiga.


“Bobby, kenapa bocah itu gak lo ikat, ikat aja dia!” perintah Ivanka.


“Gak perlu, Bos, anaknya kan juga gak melawan, selanjutnya apa yang akan kita lakukan, Bos?” tanya Bobby.


“Tunggu sore nanti, sampai orang tuanya menyadari kalau anaknya hilang,” jawab Ivanka tersenyum sinis.


Ivanka duduk dan terus tersenyum karena misi menculik anak bayu berhasil.


“Bobby, ini bayaran buat lo, karena kerja lo bagus, gue kasih bonus,” ucap Ivanka.


“Terima kasih, Bos, kalau gitu gue permisi,” kata Bobby menerima amplop coklat yang diberikan oleh Ivanka.


“Iya, pergilah! Tinggalkan gue sama bocah itu, gue bisa sendirian.”


Dan sekarang saatnya Reigha dan para polisi masuk ke tempat di mana Reza disekap. Para polisi yang lainnya tak ikut menyamar, hanya satu orang saja yang menyamar menjadi pemulung untuk mengawasi keadaan dari dalam.


Reigha masuk duluan dan melihat Reza sedang duduk santai tanpa rasa takut, sedangkan Ivanka sedang bermain ponselnya.


“Wah wah ... berani sekali Ibu Ivanka menculik anak saya, ya,” ucap Reigha menepuk tangannya.


Ivanka pun kaget karena dia tau siapa yang datang, Ivanka hafal betul suara Reigha.


“Pak ... Pak Reigha,” kata Ivanka gugup.


“Apa salah putra saya, Bu, kenapa Ibu Ivanka menculik anak saya?” tanya Reigha.


“Hah? Apa, Pak, dia anak pak Reigha? Bukannya dia anak bayu?” balas Ivanka tampak bingung.


“Anda tau darimana kalau itu anak Bayu. Coba aja anda tanya pada putra saya, saya siapa,” ucap Reigha dengan santainya.


Dan Ivanka pun mendekati Reza, kemudian bertanya, “Hey, Bocah, lihat itu gak yang datang siapa?”


“Papa!” seru Reza langsung berlari ke arahnya dan memeluk Reigha.


“Bagaimana Bu Ivanka, masih gak percaya kalau ini anak saya? Anak kecil gak mungkin bohong bukan?”


“Gak, gak mungkin ini anak andra, Pak Reigha. Saya udah menyelidikinya lama, dan memang anak ini anak bayu,” ucap Ivanka bingung.

__ADS_1


“Dan sekarang, karena Ibu Ivanka udah berani menculik anak saya, ibu akan dipenjara!” seru Reigha.


“Gak semudah itu, Pak. Anda gak punya bukti, karena anak bapak tidak luka dan baik-baik saja,” balas Ivanka.


“Ya, benar. Saya memang gak punya bukti. Tapi, saya punya saksi. Bobby akan jadi saksi saya,” kata Reigha.


“Tapi, bagaimana bisa tau, anak Anda saya culik, Pak?” tanya Ivanka.


“Karena waktu Bobby menculik anak saya, saya membuntutinya. Jadi, bersiaplah anda dipenjara,” jawab Reigha.


Dan dengan segera polisi datang kemudian membawa Ivanka ke kantor polisi. Setelah polisi membawa Ivanka, Bobby pun kembali ke tempat Reza disekap dan segera membawa Reigha dan Reza pulang ke rumah papa Harun.


“Bobby, terima kasih karena kamu udah membantu saya menjaga Reza. Dan ini, bonus untuk kamu,” ucap Reigha saat masih di perjalanan menuju rumah papa Harun.


“Maaf, Pak Reigha, uang yang bapak kasih udah cukup untuk saya. Kalau bapak mau bantu saya, beri saya pekerjaan saja, Pak, saya udah tobat jadi orang jahat,” balas Bobby.


“Hmm, baiklah ... kamu jadi sopir anak-anak saya aja. Dan, saya minta kamu yang menjaga anak-anak saya. Gimana? Apa kamu setuju? Kalau kamu setuju, mulai besok kamu Udah bisa mulai kerja,” kata Reigha.


“Baiklah, Pak, saya setuju. Terima kasih banyak, Pak,” ucap Bobby.


Dan, tak lama kemudian sampailah mereka di rumah papa Harun.


Shafa menunggu kepulangan suami dan Reza dengan cemas.


Saat mobil memasuki halaman rumah papa Harun, Shafa pun dengan tak sabar membuka pintu mobil dan masuk kemudian menggendong Reza.


“Alhamdulillah, Nak, kamu gapapa,” ucap Shafa.


“Iya, Mama, Eza baik-baik saja,” balas Reza sembari tersenyum.


“Yaudah, Nak, sana main sama si kembar, kamu udah ditungguin sama mereka,” titah Shafa.


“Iya, Mama, Eza masuk dulu ya. Om, terima kasih ya udah menjaga Eza,” ucap Reza pada Bobby.


Bobby pun mengangguk dan tersenyum. Reigha dan Shafa pun keluar dari mobil.


Tak lama kemudian Bobby pun pamit pulang. Setelah mobil Bobby keluar dari pekarangan rumah papa Harun, Reigha dan Shafa bersamaan masuk ke dalam rumah.


“Sayang, mas ke ruang kerja sebentar ya,” kata Reigha.


“Iya, Mas, Shafa siapin makanan dulu,” balas Shafa berlalu menuju ke dapur.


Dan setelah Reigha masuk ke ruang kerja, Reigha segera menelpon Bayu.


“Assalamu’alaikum, Gha, ada apa lo telpon gue?” tanya Bayu.


“Gue cuma mau kasih tau lo, tadi Reza diculik sama Ivanka,” jawab Reigha.


“Hah, kok bisa? Gimana sekarang anak gue, Gha? Kurang ajar benar tu wanita,” balas Bayu yang emosi.


“Tunggu dulu, Bay. Gue jelasin dulu,” kata Reigha.

__ADS_1


__ADS_2