
Belum selesai Afkar melakukan ijab, udah terdengar teriakan seseorang.
“Tunggu!” serunya membuat semua menoleh pada sumber suara.
Huft ...
Reza terengah-engah mendekat pada tempat akad nikah berlangsung.
“Maaf, saya terlambat,” kata Reza.
Daviana yang tau Reza datang langsung berdiri dan segera mendekati Reza.
“Za,” panggil Daviana dan memeluk reza sambil menangis.
“Lo datang, Za,” lirih Daviana dalam pelukan Reza.
“Maaf ya, Nai, aku terlambat. Hei ... jangan menangis, Nai, nanti make up nya hilang lho. Udah sana ditungguin calon suami kamu tuh,” kata Reza sambil mengusap air mata Daviana.
Dan Daviana pun mengangguk kemudian segera kembali ke tempat duduknya.
Reza mendekat ke Reigha dan juga Bayu. Reza memeluk Reigha dan Reigha pun berkata, “Kamu yang kuat ya, Nak ... semoga kamu dapat yg lebih baik dr Naima.”
“Reza kuat kok, Pa,” balas Reza sembari berbisik juga.
Lalu Reza pun ganti memeluk Bayu.
“Papi bangga sama kamu, Nak, kamu hebat dan kuat bisa melihat orang yang kamu cintai menikah,” kata Bayu berbisik.
“Berusaha kuat, Pi, karena Naima udah trus chat kalau Reza harus datang, Reza gak bisa buat Naima kecewa,” balas Reza juga berbisik.
Dan obrolan mereka pun berhenti saat Afkar memulai akad nikahnya, dan gak lama kemudian terdengar jelas di telinga Reza kata SAH terucap.
Reza pun langsung berbalik karena air mata udah mengalir. Reza merasa gak kuat menyaksikan pernikahan Daviana tapi dia juga gak bisa menolak permintaan Daviana untuk gak datang di acara pernikahannya. Bayu yang tahu pun menepuk-nepuk pundak Reza untuk menguatkan.
“Nak, kamu pulang aja ke rumah ya. Nanti papi susul,” ucap Bayu.
“Bentar, Pi ... setelah Reza ngucapin selamat dulu ke Naima,” balas Reza dan Reza pun segera mengusap air matanya dan menguatkan diri untuk melangkah maju menemui sepasang pengantin itu.
“Nai, Calvin, selamat ya semoga selalu bahagia dan pernikahan kalian langgeng,” kata Bayu berusaha ceria.
“Terima kasih ya, Za,” kata Calvin dan Naima bareng.
“Za, lo tunggu di sini bentar ya, Nai dan Mas Calvin salamin tamu-tamu dulu,” ucap Daviana.
Dan saat Daviana dan Calvin meninggalkannya, Reza segera berpamitan sama Shafa dan Anna kalau dia akan pergi. Shafa yang udah tau pun gak melarang, sedangkan Anna yang baru bertemu anaknya pun melarang Reza untuk pergi.
“Ma, Reza pamit ya,” ucap Reza menarik tangan Shafa untuk menyaliminya.
“Iya, Nak. Kamu hati-hati, kalau udah sampai tolong kabari dulu ya,” balas Shafa sembari menepuk pundak Reza.
“Mi, Reza pamit ya,” ucap Reza menarik lembut tangan maminya.
__ADS_1
“Kamu tuh emang gak kangen mami dan adik kamu ya? Masa baru datang udah pergi lagi?” balas Anna.
“Mi, Reza kangen. Kangen banget, tapi Reza juga ada kerjaan dan tugas numpuk, Mi,” ucap Reza.
“Mi, Reza pergi dulu, nanti Reza balik lagi ... InsyaaAllah,” bujuk Reza berkata kembali.
“Ya udah kalau gitu, mami juga masih sibuk nih,” balas Anna.
Dan setelah berpamitan, Reza mendekat ke Bayu dan Reigha.
“Pa, Pi, Reza pamit ya, Reza harus kembali lagi pesawat Reza bentar lagi berangkat,” kata Reza.
“Hati-hati ya, Nak, maafkan papa yang gak sengaja menyakitimu,” ucap Reigha.
“Pa, papa gak pernah salah sama Reza. Pi, Reza pergi. Assalamu’alaikum,” balas Reza berpamitan.
“Wa’alaikumussalam,” kata Reigha dan Bayu serempak. Dan Reza pun segera meninggalkan rumah itu dengan menitikan air mata.
“Semoga kamu bahagia ya, Nai,” kata Reza dalam hati.
30 menit berlalu, tamu-tamu sudah berkurang. Daviana pun ingat dengan Reza, Daviana segera mencari-cari tapi gak ketemu.
Daviana pun mendekati suaminya, “Mas, aku ke belakang dulu ya, nemuin mama.”
“Iya,” balas Calvin.
Daviana pun segera ke belakang menemui Shafa dan Anna.
“Owh ... Reza udah pergi lagi, Kak,” jawab Anna.
“Pergi? Pergi ke mana, Mi?” tanya Daviana.
“Ya pergi ke luar negeri lagi, Nak, karena tadi Reza bilang pesawatnya udah mau berangkat,” jawab Anna.
“Ish ... kok gak pamit aku sih,” gerutu Daviana sambil cemberut.
“Buru-buru tadi, Nak ... nantilah kalau acara udah selesai kamu telpon aja ya,” ucap Shafa.
“Iya, Ma,” balas Daviana lesu.
Dan Daviana pun pergi meninggalkan Shafa dan Anna kemudian langsung kembali duduk di samping Calvin.
Calvin yang memperhatikan Daviana pun herab melihat istrinya, “Kamu kenapa? Kok cemberut?” tanya Calvin.
“Gapapa, Mas. Aku capek,” balas Daviana.
“Yaudah kalau kamu capek, istirahat aja duluan,” kata Calvin.
“Iya, Mas, aku ke kamar sebentar ya,” balas Daviana dan diangguki oleh Calvin.
Daviana langsung masuk ke kamar dan segera melihat HP-nya. Dan ternyata tidak ada notifikasi dari Reza. Daviana pun memutuskan mengambil kado dari Reza yang dititipkan ke mamanya.
__ADS_1
“Apa ya isinya?” lirih Daviana bertanya-tanya.
Daviana pun segera membuka kadonya dan ternyata kadonya berisi jam dengan foto Daviana dan Reza yang sedang berpose lucu.
Daviana segera tersenyum dan mengingat momen itu. Momen yang membuatnya tertawa dan bahagia.
Di dalamnya ada kertas, Daviana yang penasaran pun segera membacanya.
Assalamu’alaikum, Naima cantik. Selamat menempuh hidup baru ya. Selamat masuk ke proses lebih dewasa. Semoga kamu bahagia dan rumah tangganya diberi keharmonisan.
Nai, kamu sama suami kamu yang rukun ya, saling memahami dan saling pengertian. Dalam emosi jangan sama-sama egois harus ada yang saling mengalah agar rumah tangga kamu awet dan langgeng.
Nai, kamu jaga kesehatan dan baik-baik ya di Indonesia, ya. Aku sayang kamu.
Setelah membacanya, Daviana pun menitikan air mata.
“Aku juga sayang kamu, Za,” ucap lirih Daviana.
Daviana segera meletakkan kado dari Reza di atas nakasnya dan segera masuk kamar mandi.
Tak lama kemudian, Calvin masuk ke kamar Daviana karena tamu-tamu udah sepi, Calvin diantar Reigha masuk ke kamar Daviana.
Daviana pun yang baru saja keluar dari kamar mandi, melihat Calvin yang duduk di sofa.
“Loh, Mas ... udah lama? Tamu-tamu, udah pada pulang ya?” tanya Daviana.
“Iya, tadi diantar papa ke kamar kamu,” jawab Reigha.
“Ya udah, Mas, kamu mandi aja, aku mau bersihkan make up ku dulu,” balas Daviana.
Calvin pun tanpa banyak bicara langsung pergi ke kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi, Calvin langsung merebahkan badannya dan tidur. Sedangkan Daviana yang udah selesai membersihkan wajahnya langsung ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Daviana melihat Calvin yang tertidur pun segera keluar kamar.
Saat sampai di dapur, Daviana melihat mamanya yang masih sibuk berberes dapur.
“Ma,” panggil Daviana.
“Iya, Kak, mau makan?” tanya Shafa.
“Nggak, Ma. Mau buat minuman hangat,” jawab Daviana.
Shafa pun menoleh kemudian mendekat pada Daviana.
“Lho ... suami kamu mana, Kak?” tanya Shafa.
“Udah tidur, Ma, sepertinya kecapean,” jawab Daviana.
“Ya udah nanti kalau udah bangun kamu ajak makan ya, Nak,” titah Shafa.
“Iya, Ma ...” balas Daviana sambil membuat minuman hangat untuk dirinya.
__ADS_1