Menikahi Susterku

Menikahi Susterku
Chapter 47 - S2 Menikahi Susterku


__ADS_3

“Reza kok gak melihat Daviana. Ke mana ya?” balas Reza bertanya.


“Lho ... emang tadi kamu gak ketemu Naima di bandara?” ucap Reigha yang balik bertanya.


“Enggak, Pa, emang ngapain Daviana di bandara?” tanya Reza.


“Daviana jemput kamu loh, Nak, trus ke mana kalau gak ke bandara ya,” balas Shafa panik.


“Tenang, Sayang ... coba kamu telpon Naima,” kata Reigha.


Shafa pun segera menelpon Daviana. Namun, beberapa kali ditelpon, Daviana tidak menjawab.


“Aduhhh, gimana ini? Daviana tidak angkat telponnya, Pa,” ucap Shafa khawatir.


“Tenang, Fa, gue akan cari Naima,” kata Bayu langsung meninggalkan rumah Reigha.


Reza yang merasa gak tenang pun ikut pergi menyusul Bayu.


“Sayang, kamu di rumah ya, aku akan cari Naima di tempat lain,” ucap Reigha.


“Andra ikut, Pa,” sambar Daviandra dan diangguki oleh papanya.


“Kalian hati-hati ya, jangan lupa selalu kabari,” kata Shafa.


Shafa dan Anna di rumah menunggu dengan harap-harap cemas.


Sementara di tempat lain, Daviana sedang duduk melamun di sebuah taman.


Daviana yang bingung mau pulang, karena Daviana gak sanggup kalau melihat Reza bersama perempuan yang dikira kekasih Reza dan Reza yang sedang meminta restu.


“Apa aku nginap di hotel aja ya sementara,” lirih Daviana.


“Ah, nanti aja, aku masih ingin menyendiri di sini,” ucapnya kembali.


Reigha dan Daviandra mencari Daviana di rumah sakit dan di rumah teman-temannya. Tapi, semua gak ada yang tahu di mana Daviana pergi.


“Gimana ini, Pa, kita cari dimana lagi?” tanya Daviandra.


“Coba kamu ingat-ingat, Dra, di mana saudara kamu itu biasanya kalau sedang ingin menyendiri,” balas Reigha.


“Seingat Andra sih, Nai itu suka menyendiri di kamar. Dan .... di,—” ucap Daviandra sambil berusaha mengingat suatu tempat.


“Di ... Di mana, Dra?” tanya Reigha yang tak sabaran.


“Emm ... di taman Nirwana, Pa,” jawab Daviandra.


“Oke, kamu tau gak tempatnya di mana?” tanya Reigha kembali.


“Tau, Pa ... ayo kita segera ke sama, Pa, biar Andra yang nyetir,” jawab Daviandra sambil melajukan kendaraannya.

__ADS_1


Sedangkan di tempat Bayu dan Reza ...


“Nak, gimana ini? Nai gak ada di bandara, coba kamu ingat-ingat di mana biasanya Nai pergi?” tanya Bayu.


“Kalau seingat Reza sih, Nai sering minta dijemput di sebuah taman, Pi, dan dia gak pernah ketauan selain taman itu,” jawab Reza.


“Yaudah, ayo coba kita cari di sana, kamu masih ingat kan di mana tempatnya?” tanya Bayu kembali.


“Masih kok, Pi ... dan, gak jauh kok dari sini,” balas Reza.


Dan mereka pun segera masuk mobil dan menuju ke tempat yang Reza maksud.


Reigha dan Daviandra kini udah sampai di taman, dan tak lama kemudian Bayu dan juga Reza sampai.


Reigha dan Daviandra sama sekali gak tau kalau di belakang mereka ada Bayu dan Reza.


“Pa, itu mobil Naima. Berarti, Nai ada di sini, Pa,” kata Daviandra.


“Iya, ayo kita segera cari dimana Nai berada,” balas Reigha dan diangguki oleh Daviandra.


Daviandra berjalan duluan dan diikuti oleh Reigha. Begitu pun dengan Bayu dan Reza yang masih mengikuti Reigha dan Daviandra dari belakang.


“Nai biasanya duduk di dekat kolam ikan di sana, Pa,” kata Daviandra sambil menunjuk suatu tempat.


“Ayo kita ke sana!” seru Reigha dan diangguki oleh Daviandra.


“Pi, kenapa kita gak panggil aja papa dan Andra trus kita cari Naima bareng,” ucap Reza.


“Bentar, Nak, kita diam-diam aja mengikuti. Siapa tau kita tau apa yang terjadi sama Naima. Naima itu pasti cerita ke papanya,” balas Bayu dan disetujui oleh Reza.


Dan kini benar adanya, Reigha dan Daviandra melihat Daviana yang sedang duduk seorang diri, mereka pun segera menghampiri Daviana.


“Nai, kamu ngapain di sini sendiri?” tanya Reigha.


“Papa, mas Andra, kok tau Nai di sini?” balas Daviana bertanya.


“Kamu kan selalu di sini kalau lagi ada yang kamu pikirkan, Nak. Kamu kenapa?” tanya Daviandra setelahnya.


“Kalian cuma berdua aja, mama gak ikut?” ucap Daviana bertanya kembali.


“Mama di rumah sama mami kamu. Nak, mereka sangat khawatir. Sedangkan papi kamu dan Reza sedang mencari kamu di bandara,” jawab Reigha tanpa disadari Reza dan Bayu mendengar pembicaraan mereka.


“Reza mencari Naima, Pa? Gak salah?” tanya Daviana kembali.


“Iya, Nai, Reza tampak khawatir sama kamu,” jawab Daviandra.


“Gak mungkin, Pa, Mas ... Reza itu gak mungkin khawatir sama Naima, dia pasti lagi bahagia,” balas Daviana.


“Maksud kamu gimana, Nak?” kata Reigha yang tampak bingung.

__ADS_1


“Tadi di bandara, Nai melihat Reza sama kekasihnya sedang keluar dan mereka nampak mengobrol sambil tersenyum, Pa, mereka pasti pulang untuk meminta restu papi dan mami,” lirih Daviana.


“Tapi tadi Reza datang sendiri loh, Nak,” balas Reigha.


“Enggak, Pa. Nai gak mungkin salah, Reza tadi sama cewek kok, mungkin ceweknya Reza suruh nunggu di rumah papi tuh,” ucap Daviana.


“Kamu sebenarnya kenapa sih, Nak, kamu cinta sama Reza?” tanya Reigha.


“Buat apa cinta, Pa ... Nai udah terlambat. Lagian, siapa yang mau sama Nai, Pa, Nai kan hanya seorang janda,” jawab Daviana.


“Jangan ngomong gitu, Nai ... gak baik,” protes Daviandra.


“Kan emang benar adanya kalau aku ini janda, Mas,” balas Daviana.


“Sejak kapan kamu cinta sama Reza, Nak?” tanya Reigha kembali.


“Hmm ... udah lama, Pa, sebenarnya menjelang nikah itu Nai udah ada rasa cinta sama Reza. Tapi kan Reza sama Nai kan saudara, Reza pasti nganggap Nai saudara, ya ... hanya saudara,” jawab Daviana.


“Yaudah, sekarang kita pulang, kasian mama dan mami kamu menunggu kamu di rumah,” balas Reigha.


“Tapi, gimana nanti kalau Naima sampai ketemu Reza dan ceweknya itu, Pa,” lirih Daviana kembali.


“Nanti papa pastikan kamu gak akan bertemu Reza dan ceweknya. Ayo sekarang kita pulang,” kata Reigha dan diangguki oleh si kembar.


“Tapi, Pa ... tadi Daviana bawa mobil,” ucap Daviana tiba-tiba.


“Biar mas yang bawa. Kamu sama papa aja,” sambar Daviandra yang diangguki oleh Daviana.


“Hehe ... makasih ya, Mas,” kata Daviana sembari tersenyum.


“Iya, sama-sama.”


“Andra, kamu hati-hati ya. Langsung pulang kan?” tanya Reigha.


“Iya, Pa. Andra bawa mobil Nai langsung pulang mengikuti papa dari belakang,” jawab Daviandra.


“Yaudah, ayo!” seru Reigha.


Dan mereka pun segera keluar dari taman. Daviana pulang bersama Reigha, sedangkan Daviandra naik mobil Daviana. Mereka segera menuju ke rumahnya.


Sedangkan di tempat Bayu dan Reza, sebelum Reigha dan si kembar keluar taman, Reza udah memindahkan mobilnya. Jadi, Reigha dan si kembar tidak tau kalau ada Bayu dan Reza juga di taman tersebut.


“Untung segera kita pindahkan tadi, Za,” ucap Bayu.


“Iya, Pi ... untung papi sadar pas papa udah ngajak Andra dan Naima pulang,” balas Reza.


“Sadar dong, kamu tu yang gak sadar. Emang apa yang kamu pikirkan di taman, sampai gak sadar mereka mau pergi,” kata Bayu.


“Hehe, gak ada sih, Pi ... tadi mikirin ucapan Naima,” lirih Reza sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.

__ADS_1


__ADS_2